Masukan Nama Penyanyi - Judul Lagu

Mesin Cari Free Download Mp3 Gratis

Translate To Your Language

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF

Senin, 31 Agustus 2009

Pada Sebuah Lereng.

Berjalan menapak di antara pinus
Yang berbaris di lereng wilis
tiupkan angin sampai ke lembah
Di sebuah desa tempat sawah dan tegalan yang merana

Aku menatap
Seorang petani berjalan menuju cakrawala
Dengan cangkul retak di pundak
Mencoba tuntaskan harapan yang ada

Di rumah
penuh dengan tumpukan jerami
Istrinya sibuk merajut kehidupan
Yang tersembunyi dan tak terjangkau
Sedang
Anaknya mencoret-coret mimpi
Masa depannya
Di atas sungai pasir yang kian mengering.




Lereng wilis, 27/08/2009
Arif Gumantia

Kamis, 27 Agustus 2009

Jakarta Blue jeans-ku Sylvia Saartje


Jauh sebelum booming istilah lady rockers di dasawarsa 80-an yang melekat pada sosok, seperti Nicky Astria, Nike Ardilla, Mel Shandy, Ita Purnamasari, Yosie Lucky, Ayu Laksmi, Atiek CB, Lady Avisha, Cut Irna, dan masih sederet panjang lainnya.
Nicky Astria dan kawan-kawan patut berterima kasih kepada Sylvia Saartje yang bisa dianggap sebagai pembuka jalan bagi mencuatnya penyanyi rock wanita.. Sylvia Saartje, wanita berdarah Maluku - Belanda yang dilahirkan 15 September 1957 di Arnhem, Belanda.
bagi penggemar musik rock era 70-an, Sylvia Saartje yang kerap dipanggil dengan nama kesayangan Jippie ini adalah daya tarik sebuah pentas pertunjukan rock yang saat itu didominasi oleh para pemusik lelaki. Bisa dibilang, Sylvia Saartje berlenggang sendirian dalam kancah musik rock Indonesia.

ketika majalah anak muda terbitan Bandung, Aktuil menggelar pertunjukan beraroma keras bertajuk Vacancy Rock pada 1972, Sylvia tercatat sebagai satu-satunya artis wanita yang berjingkrak-jingkrak meneriakkan lagu-lagu rock. Saat itu, ia dianggap pas melantunkan repertoar milik grup legendaris Led Zeppelin. Rasanya hanya Sylvia jualah yang pas menghayati nuansa blues milik almarhumah Janis Joplin.
Bahkan, di tahun 1974 dalam sebuah pertunjukan musik rock di kampus Universitas Padjadjaran Bandung, Sylvia mendapat sambutan luar biasa ketika menyanyikan lagu Pink Floyd dari album Dark Side of The Moon bertajuk 'The Great Gig in The Sky'. Penampilan vokalnya nyaris sempurna.Seperti kita ketahui, Komposisi milik Pink Floyd ini tergolong tidak mudah untuk dinyanyikan kalau tidak punya kualitas Vokal yang prima. Saat itu secara tidak langsung penonton langsung membandingkan vokal Sylvia dengan Claire Tory, artis wanita yang menjadi penyanyi tamu dalam album Pink Floyd.


Bakat menyanyi mulai terlihat sejak kecil tatkala Sylvia Saartje aktif tergabung dalam paduan suara gereja. Dalam usia 10 tahun, dia pun telah memberanikan diri mengikuti ajang Bintang Kecil di RRI Malang, Jawa Timur. Sylvia memang memilih musik sebagai pilihan hidup. Ketika berusia 11 tahun, dia mulai diajak bergabung sebagai vokalis band Tornado. ''Saya bergabung dengan Tornado dari tahun 1968 hingga 1970,'' ungkapnya. Di tahun 1970, ia mulai mengukir prestasi dengan masuk sebagai 10 besar finalis Lomba Bintang Radio se-Provinsi Jawa Timur.
Walaupun berkutat dengan musik pop, namun, nurani Sylvia bergelegak dalam pusaran dinamika musik rock. Memasuki dasawarsa 70-an, seniman ini mulai terlihat fokus menyanyikan repertoar rock dengan diiringi sederet grup musik yang berada di Jawa Timur, mulai dari The Gembell's, Bentoel, Avia's, Elfira, Bad Session, Oepet, Arfack Band, dan banyak lagi.

Di samping memilih jalur musik rock, Sylvia Saartje pun mengembangkan bakat seni peran yang dimilikinya. Pada tahun 1972, sutradara Ostian Mogalano mengajak Sylvia ikut bermain dalam film laga bertajuk Tangan Besi.
Pada dasawarsa 80-an, Sylvia banyak terlibat dalam beberapa film layar lebar, di antaranya mendapat peran utama dalam film Gerhana (1985)

Di tahun 1976, wartawan Mashery Mansyur berniat membentuk band rock wanita. Lalu menyatulah nama-nama, seperti Sylvia Saartje (vokal), Reza Anggoman (keyboards), Rini Asmara (drums), Senny (bass), Lis April (gitar), dan Lenny (gitar) dalam sebuah band dengan nama The Orchid. Sayangnya, usia grup ini tidak panjang. Setelah dikontrak bermain di beberapa tempat, The Orchid pun dinyatakan bubar. ''Walau gagal dalam membentuk band, tapi semangat bermusik saya tak pernah pudar,'' ujar Sylvia Saartje.

Setahun kemudian, Ian Antono, gitaris God Bless, menawarkan solo karier bagi Sylvia pada perusahaan rekaman Irama Tara. ''Saya merasa senang luar biasa. Apalagi yang mengajak saya adalah Ian Antono, pemusik rock ngetop yang seasal dengan saya, yaitu Malang. Tuturnya "Saat itu, Ian Antono baru saja sukses menggarap album Duo Kribo di perusahaan Irama Tara. Ternyata album bertajuk Biarawati berhasil sukses di pasaran. Lagu ini sering diputar di berbagai radio swasta di penjuru Nusantara".
kerja sama dengan Ian Antono hanya berlangsung di album perdana saja. album-album solo Sylvia Saartje lainnya didukung banyak pemusik berkualitas, semisal Jopie Item, Christ Kaihatu, Farid Hardja, Country Jack, Debby Nasution, dan Totok Tewel. Sejak tahun 1997, praktis Sylvia Saartje memang belum pernah merilis album baru lagi. ''Tapi, saya terus menulis lagu.''
Musik memang telah menyatu dalam pembuluh nadinya.
DISKOGRAFI

1. Biarawati - Irama Tara 1978
2. Kuil Tua - Irama Tara 1979
3. Puas - Irama Tara 1981
4. Mentari Kelabu - Irama Tara 1982
5. Ooh! (Irama Tara 1983)
6. Jakarta Blue Jeansku (Irama Tara 1984)
7. Gerhana (Insan Record 1986)
8. Take Me with You (Logiss Record 1994)
9. Berdayung Sampan (SKI 1995)
10. Skali Lagi! (SKI 1996)

FILMOGRAFI

1. Tangan Besi (PT Garuda Film,1972) aktris
2. Barang Antik (PT Kalimantan Film 1983) aktris
3. Gerhana (PT Inem Film 1985) aktris/Music Score
4. Kodrat (PT Multi Permai Film 1986) aktris


Saya teringat saat SMP sering mendengarkan Lagu Jakarta Blue Jeansku, yang sering diputar oleh om saya yang kuliah di malang.
"Jakarta Blue Jean ku" merupakan salah satu album dari kesepuluh album milik Sylvia Saartje. Berisi 11 lagu berirama pop rock dengan beberapa yang di variasikan dengan musik disko yang kala itu digemari muda-mudi Jakarta.

Tembang yang menjadi label album ini, "Jakarta Blue Jeans ku" karya Almarhum Farid Hardja sukses dibawakan Sylvia Saartje. Dengan irama Slow dan suara khas Sylvia Saartje yang melengking tinggi membuat lagu ini jadi hit di radio-radio juga.
Tidak kalah kerennya tembang kedua,"Damailah Kau Disana" karya Aribowo. Garapan musiknya sederhana, dengan paduan Gitar dan keyboards namun, kepiawaian Sylvia menyanyikan menjadikan nilai lagu ini lebih berbobot.

Yang tidak disangka adalah tembang MR Radio yang lebih didominasi irama disko. Maklum saja, lagu ciptaan Emier Hassany, dinilai bisa lebih dijual karena fenomena aliran musik jojing ini sedang digandrungi anak muda di Ibukota. Dengan intro suara radio, dan disusul dengan teriakan Sylvia menjadi nilai kreatif untuk lagu ini.

Memang benar jika ada yang bilang, musik rock era 70-an banyak dipengaruhi musiknya super band Led Zeppelin dan Deep Purple, ini juga yang terdengar pada tembang "Kembalilah" karya Farid Harja , juga pada lagu "Hujan" hasil karya Hassany.

Satu lagu karya Eddy CJ,bertitel "Gairahkan" mengusung irama Jazz. Oleh sang penciptanya, tembang ini diawali dengan nuansa Pop.

Jika anda ingin menikmati alunan Janis Joplin-nya Indonesia, pada lagu "Seandainya" dibawakan dengan sukses oleh Sylvia Saartje. Hentakan pada intro lagu diikuti dengan petikan gitar berintonasi lambat menjadikan lagu ini nge-blues.


Album dibawah label PT Irama Tara Jakarta ini layak menjadi koleksi para penggemar musik Indonesia,


Artist : Sylvia Saartje
Judul Album : Jakarta Blue Jeans ku
Label :Irama Tara

foto : http://indorockstar.blogspot.com/2009/01/sylvia-saartje.html dan

http://www.indonesiantunes.com/oldies/detail/2008/08/04/jakarta-blue-jeans-ku.html


artikel dikumpulkan dari sumber :
- tulisan pengamat musik denny sakrie di replubika 24 september 2007
- www.indonesiantunes.com
- pendapat pribadi.


Madiun, 26/08/2009
Arif Gumantia
creator Grup Legenda Rock di FB.
"Only brave heart playing Rock"

Album Pertama Legenda Rock Indonesia "God Bless"


Album dengan Title God Bless ini adalah album pertama dari grup musik God Bless yang dirilis pada tahun 1975. Hits dalam album ini adalah lagu "Huma Di Atas Bukit" dan "Setan Tertawa".
Gaya permainan keyboard Jon Lord (Deep Purple), Rick Wakeman (Yes), maupun Tony Banks (Genesis) menyelinap dalam pola permaian Jockie Soerjoprajogo. Album God Bless ini patut dicatat sebagai album rock Indonesia yang tampil utuh. Karena sebelumnya, tercatat banyak grup rock Indonesia yang telah masuk dunia rekaman, tapi harus kompromi dengan selera pasar dengan memainkan musik pop, misalnya Freedom of Rhapsodia, The Rollies, AKA, Rasela, dan masih banyak lagi.

Dalam melodi lagu maupun aransemennya terdengar banyak kemiripan dengan lagu-lagu milik Genesis, Jethro Tull, Kin Ping Meh, Gentle Giant, Doobie Brothers, atau King Crimson. Kemungkinan ini terjadi karena selama malang melintang di panggung pertunjukan God Bless lebih banyak memainkan repertoar rock mancanegara.

Daftar Lagu
1. "Huma di Atas Bukit" (Donny Fattah / Sjuman Djaya) (Film Laela Majenun) - 5:05
2. "Rock di Udara" (Donny Fattah) - 4:52
3. "Sesat" (Donny Fattah / Sjuman Djaya) (Film Laela Majenun) - 5:35
4. "Eleanor Rigby" (John Lennon / Paul McCartney) (The Beatles cover) - 5:34
5. "Gadis Binal" (Ian Antono) - 4:08
6. "Friday On My Mind" (Easybeats) Easybeats cover - 6:40
7. "Setan Tertawa" (Donny Fattah) (Film Semalam di Malaysia) - 4:21
8. "She Passed Away" (Donny Fattah) - 6:33

1. Huma Di Atas Bukit dimulai dengan kombinasi permainan piano Jockie dan petikan gitar apik oleh Ian Antono, menyambut masuknya suara Achmad Albar yang dalam dan prima. Lagu yang indah ini pada dasarnya adalah sebuah kidung dengan struktur sederhana dengan permainan gitar yang baik oleh Ian Antono pada pertengahan lagu. Bila kita cermati terlihat adanya pengaruh permainan Steve Hacket dari grup Genesis sangat kuat pada aransemen lagu ini, sehingga ada kesamaan melodi dengan lagu Firth of Fifth dari album Selling England By The Pound milik grup Genesis.

2. Rock Di Udara menggambarkan situasi pada tahun 1970-an ditandai dengan adanya dua aliran musik yang saling bersaing. Di satu pihak ada pemuja musik rock 'n' roll (diwakili oleh Benny Subarja dari grup Giant Step dan grup musik rock lainnya. Di lain pihak ada pemuja musik "lokal" yaitu musik dangdut yang dimotori oleh H. Rhoma Irama. Persaingan ini cukup menegangkan dan mencapai puncaknya, terutama dengan adanya pengaruh dari majalah musik waktu itu Aktuil. Dalam lagu ini, God Bless menyerukan agar persaingan itu dihentikan. Aransamen musiknya sangat orisinal dengan kombinasi yang bagus antara permainan bass Donny Fattah, petikan gitar Ian Antono dan permainan keyboard dari Jockie Surjoprajogo menghasilkan komposisi musik rock progresif karena penuh dengan perubahan gaya sepanjang lagu walaupun akhirnya kembali ke versi awal lagu. Keyboard solo oleh Jockie bisa mengundang decak kagum.

3. Sesat adalah satu lagi dengan komposisi yang cukup orisinal yang dengan mudah bisa dinikmati oleh banyak orang. Lagu yang bagus ini penuh dengan kombinasi apik permainan gitar, keyboard untuk menemani kekuatan vokal paduan suara yang dipimpin oleh Ahmad Albar, didukung komposisi bass yang dinamis dari Donny. Ada permainan gitar solo yang sangat baik dari Ian disertai dengan permainan keyboard yang sangat seksi.

4. Eleanor Rigby, lagu karya Lennon/McCartney dari kelompok Beatles yang diaransemen ulang dengan sangat baik oleh God Bless menjadi satu komposisi yang berciri rock progresif, dengan banyak perubahan tempo dan melodi sepanjang lagu.

5. Gadis Binal mengisahkan kehidupan wanita pencari kesenangan duniawi – merupakan satu lagu rock dengan ritme yang baik yang terdiri dari gitar, keyboard dan bas serta permainan drum yang baik dari Teddy Sujaya. Walaupun gaya permainan gitar Ian Antono sangat mirip dengan permainan Tommy Bolin pada lagu Getting Tighter dari grup Deep Purple, aransemen lagu ini cukup asli, bebas dari pengaruh lagu lain. Sekali lagi, Donny menunjukkan petikan bass yang dinamis sepanjang lagu.

6. Friday On My Mind milik kelompok EasyBeat dari Australia diaransemen ulang oleh God Bless yang dipadukan dengan sangat pas dengan melodi gitar dari lagu Thick As A Brick milik Jethro Tulls dan dari lagu Dancing With The Moonlight Knight milik Genesis. Walaupun bukan lagu asli God Bless tetapi sangat menyenangkan, dengan sentuhan yang sangat khas God Bless.

7.Setan Tertawa berisi pesan tentang keresahan kalangan muda tentang keserakahan manusia lalu mencari jalan keluar lewat narkoba atau perjudian. Dimulai dengan permainan drum yang dinamis oleh Teddy Sujaya disusul dengan lengkingan gitar Ian Antono, yang saling mengisi dengan bass dan drum. Ada kesamaan pola dengan bagian intro lagu Valedictory milik Gentle Giants. Dengan sering berubahnya gaya dan tempo musiknya, lagu ini termasuk pada kelompok rock progresif. Penuh energi dan daya dengan potongan-potongan transisi kompleks pada berbagai bagian lagu dengan perubahan yang tidak terduga. Dari segi permainan drum, di sini Teddy Sujaya memainkan komposisi drum terbaik dari seluruh lagu dalam album ini.

8. She Passed Away adalah lagu penutup dari album ini. Lagu bercerita tentang seseorang yang kehilangan seorang kekasih yang walau hanya seorang wanita sederhana tetapi sulit dicari penggantinya. Lagu yang indah ini dinyanyikan dengan suara prima oleh dari awal sampai akhir lagu – diiringi petikan gitar dan bass, masing-masing oleh Ian dan Donny. Pada bagian tengah lagu, ada sisipan bagian dari lagu The Musical Box milik grup Genesis.

God Bless kemudian merilis ulang beberapa lagu dari album ini dengan aransemen baru, yaitu lagu Huma Di Atas Bukit, Sesat, Setan Tertawa dan She Passed Away yang dirilis pada album kompilasi The Story Of God Bless.
Personil :
• Achmad Albar : lead vocal
• Ian Antono : backing vocal, lead guitar
• Donny Fattah : backing vocal, bass guitar
• Teddy Sujaya : drum
• Jockie Surjoprajogo : Keyboards
Dirilis tahun 1975 Dengan Label Pramaqua.

Mari Kemari, Datang ...Datanglah..(Jalaluddin Rumi)

Mari Kemari, Datang... Datanglah
Mari kemari datanglah siapapun dirimu.
Pengelana, Peragu, dan Pecinta mari..kemari datanglah
Tak penting kau percaya atau tidak..
Mari, kemari … datanglah

Kami bukanlah caravan yang patah hati …
atau pintu-pintu dari keputus asa-an,
Mari kemari datanglah…
Meski kau telah jatuh ribuan kali,
Meski kau telah patahkan ribuan janji,
Mari kemari…datang. .. datanglah sekali lagi…

Ya Allah, dengan segala rahmat Mu, wahai yang Maha Membolak balik hati, jagalah hati kami semua.
Apapun perasaaan yang ada dalam hati kami, kami terima dengan tangan dan hati terbuka, dan kuserahkan semuanya kembali kepada Mu, dan aku melihatnya pergi menguap.

Ya Allah Yang Maha Melembutkan, lembutkanlah hati dengan nama-nama indah MU. Karena kami adalah khalifah MU.

Ya Allah, hanya dengan ijin Mu, aku mengijinkan Engkau menuntun hati ku, dan hati semua umat MU.

Ya Allah, dengan ijin Mu, aku mengijinkan diriku untuk mengenali rasa apapun yang ada dan mengijinkan nya pergi. Sekarang...

Menata hati untuk ridha Mu saja. Apapun yang ada, aku terima. Hanya kepada Mu, kami berserah.

"TuhanMu tidak meninggalkan kamu dan tidak pula benci. Dan sungguh akhirat itu lebih baik daripada dunia. Dan Sungguh kelak Tuhan mu akan memberi karunia Nya, maka kamu akan menjadi puas "(93:3-5)

"Dan tidak seorangpun memberikan suatu nikmat yang ada padanya yang harus dibalas nya. Kecuali karena mencari keridhaan Tuhan nya" (92:4-5)

Demi waktu

Dalam surat Al ‘Asr (Waktu) :
1. Demi Waktu; “Dalam Ayat ini Tuhan bersumpah demi
waktu. Waktu memegang peranan sangat penting dalam
perjalanan hidup kita. Dalam waktu ada
peristiwa-peristiwa. Beruntunglah kita atau mereka
yang mampu mempergunakan waktunya untuk hal-hal yang
positif dalam kehidupannya guna mencapai kebahagiaan
dunia dan akhirat. Sebaliknya celakalah orang-orang
yang menyia-nyiakannya. Waktu terus berjalan, detik
demi detik, menit, jam , hari, bulan, tahun terus
bergulir, dan akhirnya menjadi masa lalu, sebagaimana
menurut Al Ghozaly, yang pada akhirnya menjadi sesuatu
yang jauh dari kita.”


2. Sesungguhnya manusia itu benar –benar berada
dalam kerugian;”Ayat ke-dua ini Tuhan memperingatkan
sehubungan dengan Waktu banyak manusia yang mengalami
kerugian bahkan akan banyak yang menyalahkan waktu,
seperti ungkapan: Andaikan aku punya waktu! Andaikan
aku dapat melakukannya lagi, andaikan aku diberi
kesempatan lagi! Dan andai-andai lainnya yang
berhubungan dengan waktu. Karena setiap tindakan yang
dilakukan sebelumnya tidak menuju jalan yang
Dianjurkan oleh Tuhan.”


3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan
amal kebajikan, serta saling menasehati supaya
menjalankan kebenaran, dan saling menasehati supaya
tabah menghadapi kesukaran.
“Ayat terakhir ini merupakan Tuntunan dari Tuhan
supaya kita tidak jadi orang yang merugi karena
berjalannya waktu, yaitu yang beriman(Hablum Minalloh)
dan mengerjakan amal kebajikan, saling tolong
menolong, menasehati untuk menjalakan kebaikan antar
sesame manusia, menasehati untuk tabah, member
semangat, dan member solusi sesuai dengan kemampuan
kita bila ada yang berada dalam kesukaran.”(Hablum
minannas)


Hanya orang-orang yang berada dalam ayat ke-tiga
tersebut lah orang-orang yang seiring dengan
berjalannya waktu, tidak akan pernah merugi di dunia
dan akhirat. AMIN.
............................
wis rek yo...semoga bermanfaat..

Senin, 24 Agustus 2009

Pahlawan di Televisi.


Masihkah kita ingat tentang Pahlawan? Di Peringatan HUT RI yang ke 64 ini. kalaupun kita ingat, bisakah kita memberikan makna dan membuat relevansi dengan kehidupan kita sekarang? dalam kategori-kategori yang bagaimana seseorang bisa disebut pahlawan? Pertanyaan-pertanyaan demikian selalu memenuhi kalbu kita, saat 17 agustus, 28 oktober, ataupun 10 nopember. Kalo pahlawan kita persempit maknanya hanya mereka yang berjuang menghadapi penjajah, maka hanya mereka yang hidup di jaman penjajahan dan revolusi kemerdekaan yang berhak menyandang gelar tersebut, maka akan selesai sampai di sini.

Akan tetapi, apabila pahlawan kita kontruksikan sebagai seseorang yang berjuang melawan ketidak adilan, kemiskinan, kerterbelakangan teknologi, pemerataan keadilan, peningkatan kecerdasan masyarakat, dan masalah-masalah yang aktual untuk kemakmuran rakyat, maka akan sangat relevan dengan kehidupan sekarang.

Dalam sebuah Note-nya di Facebook, Sutradara Film kita Mas Imam Tantowi menulis seperti ini :

Merdeka !!! Merdeka !!! Sekali merdeka tetap merdeka !!! Waktu stasion televisi cuma TVRI, setiap 17 Agustusan ramai dengan film-film perang perjuangan bangsa kita melawan penjajah Belanda, terakhir tadi pun TVRI masih setia menayangkan film karya Usmar Ismail..., Long March..., kisah suka duka perjalanan tentara Siliwangi dari daerah Jawa Barat ke kantong Republik di Jogyakarta.
Sementara stasion televisi yang lain juga menayangkan film-film perang, diantaranya : Saving private Ryan (Global TV), The Delta Force – 2 (SCTV), Dare devil (RCTI), ada juga film penyerangan Pearl Harbour...... Benar-benar film perjuangan bangsa lain.....
Merdeka. ..! Merdeka !


Sungguh sebuah keprihatinan bagi kita semua, Bagaimana sebuah Industri Media yang harusnya bisa memberikan sebuah pendidikan sejarah kepada Pemirsa, Tapi justru memutar kisah perjuangan Negara Lain. Dan inilah kalo hukum Pasar yang berbicara, karena setiap Stasiun Televisi hanya akan mengejar Laba dengan cara meningkatkan Rating yang tinggi, hingga para pengiklan berbondong-bondong datang.

Dan saya juga bertanya-tanya, masih adakah Produser yang punya niat untuk membuat Film Perjuangan melawan penjajah di era seperti ini? atau mungkin Pemerintah yang berinisiatif untuk membuatnya?

Maka kita lihat anak-anak kita dan generasi muda akan lebih mengenal Rambo daripada Jendral Sudirman.



Madiun, 20/08/2009
Arif Gumantia
MERDEKA!!!

Kamis, 20 Agustus 2009

Album-album grup Legenda Rock "Led Zeppelin"


Led Zeppelin adalah kelompok musik rock dari Inggris yang dibentuk bulan September 1968, dan dibubarkan setelah pemain drum John Bonham meninggal. Led Zeppelin terdiri dari Jimmy Page, Robert Plant, John Paul Jones, dan John Bonham. Dengan musiknya yang menonjolkan suara gitar yang keras dan berat, Led Zeppelin dianggap sebagai salah satu band heavy metal yang pertama. Sebagian besar lagu-lagu mereka merupakan interpretasi musik blues dan folk yang diberi nuansa rock, termasuk rockabilly, reggae, soul, funk, jazz, musik klasik, musik Kelt, musik India, musik Arab, musik pop, musik Amerika Latin, dan musik country.

Led Zeppelin tidak pernah merilis singel dari lagu-lagunya yang menjadi populer di Britania Raya. Alasannya, mereka lebih menyukai konsep musik rock berorientasi album.
Setelah 25 tahun bubar akibat meninggalnya John Bonham pada tahun 1980, Led Zeppelin tetap disanjung penggemar musik berkat pencapaian artistik, kesuksesan komersial, dan pengaruhnya yang luas di kalangan musisi rock. Hingga saat ini, album Led Zeppelin telah laku lebih dari 300 juta keping,di antaranya, 109,5 juta keping laku di Amerika Serikat, dan menjadi satu-satunya grup musik yang berhasil menempatkan semua albumnya ke dalam urutan Top 10 tangga album Billboard. Selain itu, Led Zeppelin menempati urutan nomor satu dalam Daftar 100 Artis Hard Rock Terbesar (100 Greatest Artists of Hard Rock) versi VH1.

Pada 10 Desember 2007, tiga orang anggota Led Zeppelin mengadakan konser reuni yang dipersembahkan untuk Ahmet Erteg√ľn di The O2, London


Studio albums

1. Led Zeppelin (1969)
2. Led Zeppelin II (1969)
3. Led Zeppelin III (1970)
4. Led Zeppelin IV (1971)
5. Houses of the Holy (1973)
6. Physical Graffiti (1975)
7. Presence (1976)
8. In Through the Out Door (1979)
9. Coda[128] (1982)

Filmography
1. The Song Remains the Same (1976)
2. Led Zeppelin (DVD) (2003)
3. Mothership (DVD) (2007)



1. Album pertama, Led Zeppelin di launching tanggal 12 Januari 1969


Track listing
Side one

1. "Good Times Bad Times"
2. "Babe I'm Gonna Leave You"
3. "You Shook Me"
4. "Dazed and Confused"

Side two

1. "Your Time Is Gonna Come"
2. "Black Mountain Side"
3. "Communication Breakdown"
4. "I Can't Quit You Baby"
5. "How Many More Times"



2. Album kedua, Led zeppelin II dirilis bulan Oktober 1969

Dengan Track Listing


1. "Whole Lotta Love"
2. "What Is and What Should Never Be"
3. "The Lemon Song"
4. "Thank You"

Side two

1. "Heartbreaker"
2. "Living Loving Maid (She's Just a Woman)"
3. "Ramble On"
4. "Moby Dick"
5. "Bring It On Home"



3. Album ketiga, Led Zeppelin III yang di edarkan 5 oktober 1970

Track listing
Side one

1. "Immigrant Song"
2. "Friends"
3. "Celebration Day"
4. "Since I've Been Loving You"
5. "Out on the Tiles"

Side two

1. "Gallows Pole"
2. "Tangerine"
3. "That's the Way"
4. "Bron-Y-Aur Stomp"
5. "Hats Off to (Roy) Harper"



4. Album keempat, Led zeppelin IV dirilis tanggal 8 November 1971

Track Listing

Side one

1. "Black Dog"
2. "Rock and Roll"
3. "The Battle of Evermore"
4. "Stairway to Heaven"

Side two

1. "Misty Mountain Hop"
2. "Four Sticks"
3. "Going to California"
4. "When the Levee Breaks"




5. Album Kelima, Houses of Holy, dirilis 28 maret 1973

Dengan Track Listing :


Side one
1. "The Song Remains the Same"
2. "The Rain Song"
3. "Over the Hills and Far Away"
4. "The Crunge"

Side two

1. "Dancing Days"
2. "D'yer Mak'er"
3. "No Quarter"
4. "The Ocean"




6. Album Keenam, Physical Graffiti dirilis tanggal 24 Februari 1975 merupakan dobel album

Dengan Track Listing

Side one

1. "Custard Pie"
2. "The Rover"
3. "In My Time of Dying"

Side two

1. "Houses of the Holy"
2. "Trampled Under Foot"
3. "Kashmir"

Side three


1. "In the Light"
2. "Bron-Yr-Aur"
3. "Down by the Seaside"
4. "Ten Years Gone"

Side four

1. "Night Flight"
2. "The Wanton Song"
3. "Boogie with Stu"
4. "Black Country Woman"
5. "Sick Again"




7. Album ketujuh, Presence dirilis 31 Maret 1976

Dengan Track Listing

Side one

1. "Achilles Last Stand"
2. "For Your Life"
3. "Royal Orleans"

Side two

1. "Nobody's Fault but Mine"
2. "Candy Store Rock"
3. "Hots On for Nowhere"
4. "Tea for One"






8. Album ke delapan, In Through the Out Door 15 agustus 1979

Dengan Track listing




Side One

1. "In the Evening"
2. "South Bound Saurez"
3. "Fool in the Rain"
4. "Hot Dog"

Side two

1. "Carouselambra"
2. "All My Love"
3. "I'm Gonna Crawl"


9.Album terakhir ke sembilan coda, yang dirilis 2 tahun setelah kematian sang legenda Drum John Bonham di tahun 1980.


Dengan Track Listing


Side One

1. "We're Gonna Groove (Live)"
2. "Poor Tom"
3. "I Can't Quit You Baby (Live)"
4. "Walter's Walk"


Side two


1. "Ozone Baby"
2. "Darlene"
3. "Bonzo's Montreux"
4. "Wearing and Tearing"


Itulah album-album sang Legenda Rock Led Zeppelin…silahkan berburu untuk melengkapi koleksinya.



Madiun, 19/08/2009
Arif Gumantia
Creator Grup Legenda Rock di FB
"Only Brave Heart Playing Rock"

Pola-pola relasi yang mengeksploitasi usaha kecil.

Posisi usaha kecil yang kadang disebut sector usaha informal sangatlah penting saat krisis ekonomi melanda Indonesia . Karena masyarakat kecil dan pedesaan tentu lebih banyak yang ada di sector ini, yang tentunya sebagian besar penghuni penduduk Indonesia ini. Selain itu, pemerataan akan lebih efektif melalui pengembangan usaha kecil karena jumlahnya yang besar dan sifatnya yang padat karya. Dan kita sama-sama tahu industri kecil inilah yang selalu menjadi mascot saat para kandidat wakil rakyat berkampanye. Dan setelah selesai hingar bingar kampanye akan kembali sunyi tanpa ada yang peduli apa dan bagaimana yang terjadi dengan usaha kecil ini.


Pertanyaan yang menggelitik dalam hati, apakah di tataran konsep dengan mudah dapat cepat di eksekusi di tataran implementasinya. Sudahkah diperhitungkan aspek monitoring terhadap kemungkinan penyelewengan-penyelewengan terhadap dananya. Sejarah telah mengajarkan kepada kita bagaimana sebuah konsep pemberian kredit kepada UMKM dengan subsidi bunga seperti kredit kepada kelompok tani dan nelayan banyak yang macet, bukan karena itikad jelek dari petaninya, tetapi sudah didistorsi oleh para pengurus, konsultan, dan para pembuat kebijakannya.

Belum lagi JPS yang syarat dengan muatan politis, BLT (bantuan langsung tunai) yang menimbulkan pro kontra dalam implementasinya. Dimana secara statistik jumlah orang miskin tidak menurun secara signifikan. Menurut penulis alangkah lebih baik kalo program-program seperti di atas dalam taraf implementasi juga disinergikan dengan pembukaan akses yang luas terhadap UMKM dalam pemasaran hasil produksinya.


Selama ini jangankan akses menuju pasar, dalam hal sebuah informasi produkpun sudah terjadi informasi yang asimetris antara Pengusaha Kakap dan UMKM. Alangkah lebih baik kalo hasil produksi baik pertanian, perikanan, peternakan, kerajinan, dll difasilitasi oleh pemerintah bisa masuk ke Giant, carrefour, Hypermart, dll. Karena meskipun sudah bisa bankable dan dapat kredit, apabila sudah menghasilkan output produksi, mau dijual kemana?
Kalau Pengusaha besar sudah menguasai semua rantai proses produksi dari hulu ke hilir(mulai bahan mentah distribusi, proses produksi, pemasaran produksi, semua milik satu grup perusahaan). Sehingga para pengusaha UMKM bisa menikmati hasil usahanya, tidak hanya menjadi Penonton di kelas festival dalam konser Pembangunan ini.


Penelitian yang dilakukan yayasan AKATIGA sebuah pusat analisis social ternyata terdapat pola-pola relasi yang mengeksploitasi usaha kecil. Dalam hal ini ditemukan adanya sumber-sumber kekuatan yang akhirnya bermuara pada adanya hubungan yang mengeksploitasi usaha kecil.

Yang pertama, adalah kekuatan dari kebijakan Negara. Terdapat kebijakan-kebijakan baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah setempat yang memberikan hak privilege pada sekelompok actor untuk melakukan monopoli dalam perdagangan jenis komoditas tertentu. Dengan adanya monopoli maka pelaku monopoli akan bisa seenaknya dalam menentukan sebuah penawaran harga kepada usaha-usaha kecil yang melakukan relasi bisnis dengannya.


Yang kedua, adalah kekuatan politik yang berisi politik premanisme, ada sebuah mafia di dalam rantai perdagangan yang menciptakan pemusatan jalur pengangkutan dan transaksi perdagangan pada sedikit actor saja yang mampu membayar biaya kolusinya. Sebagai salah satu contohnya kita lihat praktik-praktik di lapangan adanya fenomena pungutan dan hambatan untuk masuk (barrier to entry) di jalur perdagangan dan akan sulit kita runut di mana sebenarnya asal kekuatan mafia ini, banyak memakai etnis tertentu setelah di ungkap ternyata mereka hanyalah orang suruhan dari sebuah kekuatan yang lebih besar lagi. Masih ada GODFATHER yang selalu “untouchable”.

Yang ketiga, adalah kekuatan informasi dan modal. Penguasaan dan penutupan akses terhadap informasi tentang harga yang sebenarnya atau juga di namakan sebuah informasi yang asimetris, hanya pengusaha yang dekat dengan kekuasaan lah yang selalu tahu akan naik turunnya harga komoditas.

Demikian juga tentang modal, sekian persen dari kredit yang disalurkan oleh bank hanya dinikmati pengusaha-pengusaha tertentu, sedangkan pengusaha kecil sangat sulit memperolehnya dengan alasan terbentur agunan dan lemahnya managemen usaha.


Yang keempat adalah kekuatan atas sumber daya social dan ekonomi. Kemiskinan dari pelaku-pelaku industri kecil terutama yang berada di pedesaan menjadi kondisi yang mengundang perilaku eksploitatif dari kelompok pedagang pengumpul yang berada di daerah yang sama. Melalui pola-pola relasi yang bersifat social dikombinasikan dengan motif ekonomi dari kedua sisi pelaku.

Tanpa kita mengetahui pola relasi yang eksploitatif di atas akan sulit kiranya membuat sebuah grand design untuk membuat industri kecil kita menjadi tangguh dan selanjutnya dapat digunakan sebagai salah satu penggerak roda ekonomi masyarakat .

Diperlukan sebuah kemauan politik yang tinggi dan tanpa pretense dari semua kekuatan yang ada di Indonesia untuk bisa setidaknya mengurangi pola-pola eksploitasi yang ada.

Tidak hanya sekedar program yang sesaat seperti pemberian BLT atau kredit bunga ringan, tapi diperlukan sebuah Program yang terus menerus dan konsisten untuk bisa memberdayakan usaha kecil ini.

Atau memang industri kecil dan kemiskinan hanyalah sebuah isu yang menarik untuk dihembuskan saat diperlukan seperti musim Pemilu ini? Sebagaimana iklan-iklannya yang setiap hari bersliweran di depan mata kita.
Yang menurut dosen ilmu komunikasi FISIPOL UGM Wisnu Martha Adipura, iklan politik kita tidak bikin masyarakat cerdas. Lho, memangnya ada kegiatan politik yang bukan iklan yang bisa bikin Masyarakat cerdas?




Madiun, 16/08/2009
Arif Gumantia

Rendra Pernah merekam Puisinya dalam Kaset rekaman di tahun 1979.

Tidak banyak yang tahu bahwa Rendra Pernah merekam Puisi-2nya dalam Kaset rekaman. Judulnya adalah Serenada Merjan.
Dilaunching tahun 1979 oleh perusahaan rekaman Granada.
Bagi yang ingin mendownload Format MP3nya silahkan klik link ini:
http://goesprih.blogspot.com/


Nota bene : Aku kangen-WS Rendra

Lunglai - ganas karena bahagia dan sedih,
indah dan gigih cinta kita di dunia yang fana.
Nyawamu dan nyawaku dijodohkan langit,
dan anak kita akan lahir di cakrawala.
Ada pun mata kita akan terus bertatapan hingga berabad-abad lamanya.
Juwitaku yang cakap meskipun tanpa dandanan
untukmu hidupku terbuka.
Warna-warna kehidupan berpendar-pendar menakjubkan
Isyarat-isyarat getaran ajaib menggerakkan penaku.
Tanpa sekejap pun luput dari kenangan padamu
aku bergerak menulis pamplet, mempertahankan kehidupan.
Jakarta, Kotabumi, 24 Maret 1978
Potret Pembangunan dalam Puisi


Rendra yang menyatakan bahkan sejak masa SLA-nya ketika sudah bergiat dalam pembacaan puisi, bahwa sastra merupakan seni pertujukan. Orang tidak duduk di pojok membaca buku dan menikmatinya sambil bermenung-menung. Orang membacanya keras-keras, mendengarkannya, menginterpetrasikannya dan mengolahnya, baik itu teks wayang, sebuah kakawin, tembang jawa atau sebuah pantun melayu.

Rendra wafat pada malam bulan purnama, bulan yang penuh, yang perkasa, yang menyinari jagad raya dengan sempurna. Apakah ini sebuah pertanda akan keperkasaan dirinya dalam Membela Masa Depan, seperti sebuah judul buku terbarunya yang berisi 5 buah orasi yang sangat memukau itu?

Mengurai sejarah pemikiran Rendra, adalah mengurai kemampuannya untuk mengejawantahkan ramalan ke dalam panggung teaternya. Betapa trilogi Sophokles, sebuah naskah Yunani Kuno (Odipus Raja, Odipus di Kolonus, dan Antigone), menjadi kritik yang menguak realitas sejarah setelah diterjemahkan kedalam panggung secara cerdas oleh Rendra. Drama tragedi Yunani Kuno itu menjadi sebuah kenyataan pada Negara Indonesia yang lahir ribuan tahun kemudian. Dengan kata lain, Rendra memiliki visi kapujanggan kontemporer yang hampir mendekati Ronggowarsito.

Trilogi Sophokles itu begitu menyublim dalam diri Rendra sehingga kelak di kemudian hari, melahirkan karya dramanya yang sangat spektakuler, yang dipentaskan di Istora Senayan selama 8 jam, yakni Panembahan Reso. Drama ini rupanya menjadi titik kulminasi keaktoran Rendra. Setelah itu, ia seperti meluruh dalam perenungan yang panjang yang kemudian melahirkan dua kali pentas ulang atas naskahnya sendiri Kisah Perjuangan Suku Naga dan naskah saduran Hamlet.
.
Rendra telah berpamit dengan kata-kata sastra yang indah, demi keindahan kata itu sendiri, seperti yang telah lama mendominasi puisi Indonesia. Diapun tidak hanyut dalam berbagai eksperimen yang simbolis, imajis, atau surealis seperti kebanyakan rekan-rekan mudanya seangkatan di Indonesia. Dia tidak menghidangkan teka-teki tetapi menulis untuk dimengerti.

Dan Rendra juga telah berpamit pada kita semua. Semoga kita bisa menjalankan salah satu kalimat terkenalnya :
“Perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata”

Judul Album : Serenada Merjan
Penyair : Rendra
Tahun : 1979
Produksi : Grenada





Madiun, 14/08/2009
Arif Gumantia


Artikel ini di olah dari :
1. Http://goesprih.blogspot.com
2. Artikel Alayka Qomarun ya Rendra Mas Esthu di facebook.

DI PESAWAT TERBANG (Sebuah humor)

Mbah Pahing sedang mengadakan perjalanan dengan pesawat terbang, maklum orang dari desa jadi belum pernah naik pesawat terbang, pesawat terbangnya pakai yang kelas VIP dan AC nya sangat dingin membuat Mbah Pahing sering ingin buang air. Akan tetapi setiap kali Mbah Pahing pergi ke toilet, selalu saja toilet itu terisi. Seorang pramugari melihat keadaan ini, ia lalu menganjurkan Mbah Pahing untuk menggunakan toliet wanita dengan catatan tidak menekan tombol-tombol yang ada di dekat toliet tersebut. Ternyata tombol-tombol itu memang ada didekat tissue, pada tombol-tombol itu tertulis huruf "WW" ."WA".."PP". ."ATR"...

Karena penasaran, Mbah Pahing tidak mengindahkan pesan sang pramugari dan mencoba untuk menekan tombol-tombol itu. Dengan hati-hati Mbah Pahing menekan tombol "WW" dan seketika air hangat menyemprot pantatnya... dalam hati ia berkata "Oh rupanya tombol ini berarti Warm Water (air hangat...) untuk cebok.....wah enak ya perempuan kalau ke toliet"

Masih penasaran, Mbah Pahing lalu mencoba menekan tombol "WA"....dan seketika bertiuplah udara hangat (Warm Air) untuk mengeringkan pantatnya yang basah....."Aha. .." Mbah Pahing berpikir "Tidak heran kalau perempuan betah berlama-lama didalam toilet dengan pelayanan seperti ini...!!":

Lalu Mbah Pahing menekan tombol "PP" dengan sangat berhati-hati sambil meng-antisipasi kemungkinan yang akan terjadi. Sebuah bantalan bedak (Powder Puff) keluar dari samping lalu membedaki pantatnya yang sudah kering dengan bedak halus..... "Wow...Edan tenan, wuih... sangat hebat pelayanan seperti ini !!!" Mbah Pahing berkata dalam hati.....kemudian Mbah Pahing mencoba menekan tombol terakhir yang belum di cobanya yaitu tombol "ATR".
Tahu-tahu Mbah Pahing bangun dan tersadar di sebuah kamar rumah sakit dan ditangannya telah menempel selang infus...Mbah Pahing sangat heran..lalu Mbah Pahing
bertanya kepada perawat yang sedang bertugas......

Mbah Pahing menerangkan bahwa yang Mbah Pahing ingat adalah Mbah Pahing sedang berada didalam toilet wanita di dalam pesawat.

Sang perawat kemudian menjelaskan. ."Ya...anda pasti sedang menikmati pelayanan di pesawat yang ditujukan untuk perempuan... sampai ketika anda menekan tombol ATR yang artinya adalah Automatic Tampon Removal (pelepas pembalut otomatis)... ...dan buah zakar anda tertarik oleh alat itu...."

Ups.......Mbah Pahing " Lha buahku sekarang dimana?"....................

Kamis, 13 Agustus 2009

Resensi Buku " UU ITE : don't be the next victim! Tips aman gaul di internet biar gak kejerat Cyber Law"


Komunitas dunia maya terperanjat waktu ada seorang penulis email mendekam di penjara. Bagaimana mungkin, hanya karena curhat dan komplain di surat elektronik bisa mendekam di penjara? Kasus Prita Mulyasari, ibu dua anak yang dikenai pasal 27 ayat 3 UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) memang mengagetkan kita semua, bagai halilintar di siang bolong. Karena inilah buat pertama kali pasal 27 ayat 3 UU ITE digunakan. Kasus ini menuai pro dan kontra hebat!

Internet memang media yang paling sensasional. Paling bisa menyiarkan segala informasi dengan cepat, paling bisa di andalkan dalam kepraktisan berkomunikasi. Internet juga melahirkan banyak sekali terobosan teknologi, kesetaraan pergaulan social dalam situs jejaring social seperti friendster, twitter, Facebook, dan lainnya. Yang membuat seakan dunia semakin kecil dan tanpa batas. Dengan demikian apakah kita harus membatasi pergaulan di internet hanya gara-gara berlakunya hukum di dunia maya? Gimana caranya biar gak kejerat hukum?

Hal inilah yang menurut saya mengapa kehadiran Buku UU ITE : Don’t be the next victim! terasa ada relevansinya. Buku yang ditulis oleh teman saya yang cantik dan cerdas ini Merry Magdalena, yang bulan mei kemarin juga melaunching Buku Situs Gaul nggak Cuma buat ngibul. Seorang penulis yang telah malang melintang di dunia jurnalis dan sekarang punya aktivitas yang sangat banyak mulai dari Pendiri, penulis, dan editor di www.netsains.com, menjadi editor konten Koran digital www.qbheadlines.com, sebagai ghostwriter, dan menjadi kontributor kolom opini harian sore Sinar harapan.

Buku ini menurut saya adalah buku wajib bagi kita semua terutama yang setiap harinya tidak bisa lepas dari dunia maya atau internet, dan mereka yang selalu terhubung dengan jejaring social dunia maya seperti Multiply, Plurk, Blog, Friendster, dan tentunya Facebook yang sekarang menjadi situs yang banyak di minati. Karena agar kita tetap bisa mengoptimalkan diri dalam pemanfaatan internet, dan tidak merasa takut kena jerat hukum dalam UU ITE.

Merry sang Penulis membagi 6 bagian di bukunya ini, dengan bahasa yang mudah dimengerti, meskipun membahas sesuatu yang berkaitan dengan Hukum yaitu UU ITE tapi kita tidak perlu terlalu mengernyitkan Dahi.
Selain itu dilengkapi dengan Komentar dan Tulisan dari berbagai kalangan mulai dari Edmon makarim, Staff ahli hukum Departemen komunikasi dan informasi, Pengamat Regulasi Teknologi Informasi dan Telekomunikasi Mas Wigrantoro Roes Setiyadi, advokat Ari Juliano Gema, dan masih banyak lagi yang membagi pengalaman dan juga ilmunya agar kita bisa tetap bisa memanfaatkan dunia internet tanpa takut terjerat hukum.

Pada bagian pertama kita akan di ajak membaca tentang pengantar : kenapa harus takut sama cyber law?. Sedangkan di bagian kedua adalah uraian tentang Dunia maya tidaklah sebebas yang kita kira. Yang berisi apa itu UU ITE dan juga apa saja yang bisa di katakan sebagai cyber crime. Juga Pro dan kontra tentang UU ITE ini. Dan agar pembaca mudah memahami akan ada contoh-contoh actual tentang kasus-kasus yang “Nyerempet bahaya” di internet.

Di bagian tiga buku ini yaitu “jangan sampai berurusan dengan hukum’ ada komentar dari para pakar hukum yaitu Edmon makarim, Staff ahli bidang hukum departemen komunikasi dan informatika dengan tema “kalo nggak macem-macem, ngapain takut sama hukum?’. Dan Pengamat Regulasi teknologi Informasi dan telekomunikasi Mas Wigrantoro Roes Setiyadi, yang membuat statement bahwa “ penerima email porno tidak bersalah.” Juga tak kalah menarik adalah komentar dari Advokat Ari Juliano gema, yang memberikan ilmunya tentang “Freedom of speech” dan “freedom of response”.

Pada bagian empat berisi pasal-pasal UU ITE yang mesti diwaspadai yaitu pasal karet : 27, dinamakan pasal karet karena pasal yang bisa dibelok-belokkan siapa saja. Tak ada standar pasti mengenai definisi tentang pencemaran nama baik atau penghinaan. Juga pasal-pasal yang lain : 28, 29, 30, 31, 32. di bagian lima ada Tips aman gaul di internet tentang email-emailan, chatting, milis, nge-blog dan situs gaul.

Di bagian akhir yaitu bagian enam dengan tema Supaya Gaul di dunia maya tetap asyik, dilengkapi tulisan dari aktivis-aktivis yang sudah malang melintang di dunia maya, yaitu wicaksono “Ndoro Kakung”, Blogger bijak nan kocak , Enda “GoBlog” Nasution, Blogger senior dan juga Satrio Arismunandar “sang aktivis milis” yang menyatakan bahwa Tulisan di dunia maya punya Nyawa. Selain itu juga dilengkapi Tanya jawab tentang UU ITE.

Menarik sekali membaca buku ini dan tentunya menurut saya sangat perlu, apalagi mengingat bahwa sudah ada kasus hukum yang disebabkan oleh sebuah tulisan dalam dunia maya. Dan saya juga sangat setuju pendapat dari Satrio Arismunandar , aktivis milis dalammenanggapi pasal 27 ayat 3 tentang pencemaran nama baik dan penghinaan.
“ bahwa kita harus berjuang untuk menghapus pasal-pasal karet, yang bisa ditafsirkan seenak udelnya oleh penguasa yang lalim atau penegak hukum yang bodoh atau tidak memiliki rasa keadilan. Apalagi yang bisa disuap oleh pihak-pihak berduit! (halaman 81).

Minggu, 09 Agustus 2009

Kopi, Mbah Surip, Dan Sastrawan.


Artikel lepas ini dipersembahkan untuk mengenang kepergian Mbah Surip yang menjadi sosok seniman fenomenal. Memenuhi kategori fenomenologis karena kehadirannya juga sekaligus kepergiannya – meski banyak tafsir yang bisa digali dari sisi ini, seperti ketika Mbah Surip ‘menggendong’ wacana tentang Tak Gendong maka secara implisit mungkin dia ingin bercerita bagaimana kita ini menanggung tugas untuk ‘menggendong’ spirit humanisme tanpa sekat waktu dan ruang…Begitupun sebaliknya, bahwa pada setiap diri ini sebenarnya masing-masing ‘menggendong’ dosa-dosa yang konon tidak berkurang namun selalu bertambah…

Mengenang sosok Mbah Surip yang ‘maniak’ kopi ini, kita jadi teringat pada beberapa tokoh yang mencintai kopi seperti halnya ‘mencintai diri sendiri’ bahkan melebihinya…salah satu adalah Honore de Balzac. Dikisahkan bahwa Mbah Surip itu bisa menghabiskan berpuluh-puluh cangkir kopi dalam keseharianya, konon karena kopi yang sangat dicintai inilah – Mbah Surip lalu menemui Sang Maha Cinta. Kita semua berdoa yang terbaik untuknya. Semoga juga menjadi pengingat bagi para pecinta kopi, seperti dikisahkan berikut ini dalam sebuah narasi ringan tentang “Kopi dan Kedahsyatannya Mempengaruhi Sastra dari Masa ke Masa”.

Paris, April 1835. Kuncup musim semi baru saja merekah. Di rumahnya yang menghadap ke Sungai Rue Berton, Honore de Balzac tengah berendam di jacuzzi. Menikmati air panas seraya menyeruput secangkir kopi hitam pekat. Di depannya, sebilah kayu menyangga papan tulis kecil tempat ia meletakkan secarik kertas.

Begitulah Balzac lebih banyak menghabiskan waktunya untuk mencari inspirasi menulis. Secangkir-dua cangkir kopi, hingga akhirnya mencapai 20, ia tandaskan dalam 10 jam. Sepanjang waktu itu pula ia mampu menghasilkan berpuluh-puluh halaman novel atau cerita pendek.

Kopi bagi Balzac tidak ubahnya air hujan bagi ladang tandus. Kesukaan penulis kelahiran Tours, Prancis, 20 Mei 1799, ini pada kopi memang tidak kepalang tanggung. Dalam banyak kesempatan, pencetus aliran sastra realisme di Eropa ini mengaku ia tidak dapat melepaskan ketergantungannya pada kopi.
Dalam tulisannya yang berjudul The Pleasures and Pains of Coffee, Balzac menulis dengan detail efek kopi bagi penulis: "This coffee plunges into the stomach... the mind is aroused, and ideas pour forth like the battalions of the Grand Army on the field of battle.... Memories charge at full gallop... the light cavalry of comparisons deploys itself magnificently; the artillery of logic hurry in with their train of ammunition; flashes of wit pop up like sharp-shooters."

Kecintaannya pada kopi membuat Balzac selalu menyertakan minuman yang ia gilai itu dalam banyak novel, novela, dan cerita pendeknya. Dalam Les Comédiens Sans Le Savoir (The Unwitting Actors [1847]) yang ia tulis hanya berselang tiga tahun sebelum kematiannya, Balzac menulis bagaimana komunitas kelas atas Paris di masa itu menjadikan ajang minum kopi sebagai cara untuk bersosialisasi dan menjalin lobi.

Kumpulan karyanya--95 esai analisis, cerita pendek, dan novel serta 48 karya yang tidak selesai--yang terhimpun dalam La Comedie Humaine, sebagian besar mencuplik bagaimana kopi mengubah dan mempengaruhi kehidupan tokoh-tokohnya.
Hidup dengan kopi, laki-laki yang lahir dari keluarga kelas menengah Prancis ini juga menemui ajal karena kopi. Balzac meninggal pada 1850 karena dehidrasi di Polandia. Hanya tiga bulan setelah ia menyunting Eveline Hanska, perempuan Polandia kaya yang menjadi teman penanya selama 15 tahun.

Dokter mendiagnosis kematiannya karena keracunan kafein, satu-satunya kasus yang pernah dicatat sejarah. Kepada dokter pribadi yang merawatnya dalam beberapa tahun menjelang kematiannya, Balzac dengan berang menanggapi larangan mengopi. "Anda bukan menyembuhkan, tapi membunuh saya."
Balzac bukan satu-satunya penulis yang dicatat sejarah tumbuh bersama perkembangan gaya hidup minum kopi. Gioacchino Rossini, seniman opera Italia, juga amat gemar minum kopi. Keduanya berteman akrab dan banyak menghabiskan waktu berdua di kedai-kedai kopi Paris.
"Kopi bagiku ibarat affair dua pekan, dan setelah itu Anda bisa menghasilkan sebuah karya opera," kata Rossini.

Kopi juga mempengaruhi T.S. Elliot. Dalam buku memoarnya, ia menulis bagaimana ia menakar hidup dengan "sesendok kopi".
Kebiasaan minum kopi dan menulis mulai berkembang pada abad pertengahan di Eropa. Itu setelah teh menguasai daratan Inggris. Di Amerika Serikat, pustaka universitas terkenal mulai mendekatkan diri pada kebiasaan kongko ala kedai kopi pada awal abad ke-19. Tidak mengherankan budaya ini kemudian melekat hingga sekarang dan menyeberang ke berbagai negara. Lihatlah kedai-kedai kopi luar negeri yang kian dekat ke lokasi toko buku, universitas, atau komunitas penulis.

Di Indonesia, meski tidak banyak, ada penulis yang juga mengibaratkan hidup dan lingkungannya dengan kopi. Dewi Lestari namanya. Penyanyi yang kemudian lebih diakui eksistensinya sebagai penulis ini bahkan meluncurkan kumpulan tulisan (esai, prosa liris, puisi, dan cerita pendek) berjudul Filosofi Kopi bulan silam.
Salah satu cerpennya, yang menjadi judul buku, merupakan cerita deskriptif tentang dua lelaki yang bersahabat dan sepakat membangun kedai kopi yang tidak biasa. Kedai Koffie Ben & Jody, itulah nama kafe yang menggunakan nama panggilan pemiliknya.

Ben, sebagai ahli minuman kopi, sebelumnya telah melanglang ke seluruh penjuru dunia hanya untuk mempelajari ramuan kopi ternikmat dari kafe-kafe kelas dunia. Kemampuannya memahami setiap rasa kopi yang memiliki efek sensasi sesuai dengan harapan peminumnya membuat kedainya ramai dikunjungi pelanggan, dan nama kedainya berganti menjadi Filosofi Kopi, Temukan Diri Anda di Sini.
Namun, dalam setiap perjalanan sukses selalu ada halangan. Suatu hari, seorang pengusaha, yang tidak menemukan tegukan kopi sebagai Wujud Kesempurnaan Hidup, telah membuat Ben menutup warungnya demi mencari ramuan itu. Lalu ada pula lelaki dari desa yang sangat polos dan masuk ke kedai Ben dan Jody untuk mencicipi ramuan Ben's Perfecto?

Jawaban lelaki Jawa itu membuat Ben frustrasi. Seolah-olah seluruh perjalanan panjangnya untuk mendapatkan rasa kopi terbaik di seluruh permukaan bumi jadi sia-sia, dinafikan oleh sepotong lidah laki-laki yang mungkin seumur hidupnya hanya merasakan kopi tiwus.

Kurnia Effendi, penulis cerita pendek produktif, pernah mendengar Dee--begitu Dewi biasa dipanggil--mengandaikan karya teman-temannya sesama perempuan penulis sebagai kopi. Karya Djenar Maesa Ayu ia umpamakan sebagai secangkir kopi tubruk. Memberi sensasi bagi peminumnya dan meninggalkan kesan yang luar biasa.

Sementara itu, Ayu Utami dipandangnya sebagai kopi yang diracik akurat sehingga takarannya pas dan menimbulkan rasa nikmat tidak terbantahkan. Adapun Dee mengandaikan karyanya ibarat kopi yang setelah diminum membuat orang mencari minuman lain. Artinya, setelah membaca karyanya, lanjutkan dengan membaca karya orang lain. Kecintaan pada kopi ini tidak heran membuatnya didapuk sebagai bintang iklan sebuah merek kopi terkemuka.

Semua penulis yang amat mencintai kopi ini seperti membenarkan apa yang pernah diungkapkan Bertrand Russell, sebelum ia mengembuskan napas terakhir. "Hidup ini layaknya secangkir kopi setelah bercangkir-cangkir yang sudah diminum. Tidak perlu mencari-cari lagi."

Sabtu, 08 Agustus 2009

Tersesat di syurga


Seorang pemuda, ahli amal ibadah datang ke seorang Sufi. Sang pemuda dengan bangganya mengatakan kalau dirinya sudah melakukan amal ibadah wajib, sunnah, baca Al-Qur’an, berkorban untuk orang lain dan kelak harapan satu satunya adalah masuk syurga dengan tumpukan amalnya.
Bahkan sang pemuda tadi malah punya catatan amal baiknya selama ini dalam buku hariannya, dari hari ke hari.
“Saya kira sudah cukup bagus apa yang saya lakukan Tuan…”
“Apa yang sudah anda lakukan?”
“Amal ibadah bekal bagi syurga saya nanti…”
“Kapan anda menciptakan amal ibadah, kok anda merasa punya?”
Pemuda itu diam…lalu berkata,
“Bukankah semua itu hasil jerih payah saya sesuai dengan perintah dan larangan Allah?”

“Siapa yang menggerakkan jerih payah dan usahamu itu?”
“Saya sendiri…hmmm….”
“Jadi kamu mau masuk syurga sendiri dengan amal-amalmu itu?”
“Jelas dong tuan…”
“Saya nggak jamin kamu bisa masuk ke syurga. Kalau toh masuk kamu malah akan tersesat disana…”
Pemuda itu terkejut bukan main atas ungkapan Sang Sufi. Pemuda itu antara marah dan diam, ingin sekali menampar muka sang sufi.
“Mana mungkin di syurga ada yang tersesat. Jangan-jangan tuan ini ikut aliran sesat…” kata pemuda itu menuding Sang Sufi.
“Kamu benar. Tapi sesat bagi syetan, petunjuk bagi saya….”
“Toloong diperjelas…”

“Begini saja, seluruh amalmu itu seandainya ditolak oleh Allah bagaimana?”
“Lho kenapa?”
“Siapa tahu anda tidak ikhlas dalam menjalankan amal anda?”
“Saya ikhlas kok, sungguh ikhlas. Bahkan setiap keikhlasan saya masih saya ingat semua…”
“Nah, mana mungkin ada orang yang ikhlas, kalau masih mengingat-ingat amal baiknya? Mana mungkin anda ikhlas kalau anda masih mengandalkan amal ibadah anda?
Mana mungkin anda ikhlas kalau anda sudah merasa puas dengan amal anda sekarang ini?”

Pemuda itu duduk lunglai seperti mengalami anti klimaks, pikirannya melayang membayang bagaimana soal tersesat di syurga, soal amal yang tidak diterima, soal ikhlas dan tidak ikhlas.
Dalam kondisi setengah frustrasi, Sang sufi menepuk pundaknya.
“Hai anak muda. Jangan kecewa, jangan putus asa. Kamu cukup istighfar saja. Kalau kamu berambisi masuk syurga itu baik pula. Tapi, kalau kamu tidak bertemu dengan Sang Tuan Pemilik dan Pencipta syurga bagaimana? Kan sama dengan orang masuk rumah orang, lalu anda tidak berjumpa dengan tuan rumah, apakah anda seperti orang linglung atau orang yang bahagia?”
“Saya harus bagaimana tuan…”

“Mulailah menuju Sang Pencipta syurga, maka seluruh nikmatnya akan diberikan kepadamu. Amalmu bukan tiket ke syurga. Tapi ikhlasmu dalam beramal merupakan wadah bagi ridlo dan rahmat-Nya, yang menarik dirimu masuk ke dalamnya…”
Pemuda itu semakin bengong antara tahu dan tidak.
“Begini saja, anak muda. Mana mungkin syurga tanpa Allah, mana mungkin neraka bersama Allah?”
Pemuda itu tetap saja bengong. Mulutnya melongo seperti kerbau.



Madiun, 7/08/2009
Arif Gumantia

Jumat, 07 Agustus 2009

Kepribadian manusia dilihat dari status Facebook-nya (Diambil dari grup KOTAK HUMOR)

1. Manusia Super Update
Kapanpun dan di manapun selalu update status. Statusnya tidak terlalu panjang tapi terlihat bikin risih, karena hal-hal yang tidak terlalu penting juga dipublikasikan.
Contoh : "Lagi makan di restoran A..", "Dalam perjalanan menujuneraka..", "Saatnya baca koran..", dan sebagainya.

2. Manusia Melankolis
Biasanya selalu curhat di status. Entah karena ingin banyak diberi komentar dari teman-temannya atau hanya sekedar menuangkan unek-uneknya ke facebook. Biasanya orang tipe ini menceritakan kisahnya dan terkadang menanyakan solusi yang terbaik kepada yang lain.
Contoh : "Kamu sakitin aku..lebih baik aku cari yang lain..", "Cuma kamu yang terbaik buat aku..terima kasih kamu sudah sayang ama aku selama ini..".

3. Manusia Tukang Ngeluh
Pagi, siang, malem, semuanya selalu ada aja yang dikeluhkan.
Contoh : " Jakarta maceeet..!! Panas pula..", "Aaaargh ujan, padahal baru nyuci mobil..sialan. .!!", "Males ngapa2in.. cape hati gara2 si do' i..", dsb.

4. Manusia Sombong
Mungkin beberapa dari mereka ga berniat menyombongkan diri, tapi terkadang orang yang melihatnya, yang notabene tidak bisa seberuntung dia, merasa kalo statusnya itu kelewat sombong, dan malah bikin sebel.
Contoh : "Otw ke Paris ..!!", "BMW ku sayang, saatnya kamu mandi..aku mandiin ya sayang..", "Duh, murah-murah banget belanja di Singapur, bow,"

5. Manusia Puitis
Dari judulnya udah jelas. Status nya selalu diisi dengan kata-kata mutiara, tapi ga jelas apa maksudnya. Bikin kita terharu? Bikin kita sadar atas pesan tersembunyinya? atau cuma sekedar memancing komentar? Sampai saat ini, tipe orang seperti ini masih dipertanyakan.
Contoh : "Kita masing-masing adalah malaikat bersayap satu. Dan hanya bisa terbang bila saling berpelukan", "Mencintai dan dicintai adalah seperti merasakan sinar matahari dari kedua sisi", "Jika kau hidup sampai seratus tahun, aku ingin hidup seratus tahun kurang sehari, agar aku tidak pernah hidup tanpamu".

6. Manusia in English
Tipe manusianya bisa seperti apa saja, apakah melankolis, puitis, sombong dan sebagainya. Tapi dia berusaha lebih keren dengan mengatakannya dalam bahasa Inggwis gicyu Low..
Contoh : "Tie and Chair..", "I can tooth, you Pink sun.." dsb..

7. Manusia Lebay
Updatenya selalu bertema 'gaul' dengan menggunakan bahasa dewa.. ejaan yang dilebaykan..
Contoh.." met moulnin all.. pagiiieh yg cewrah... xixiixi" << lol~

8. Manusia Terobsesi
Mengharap tapi ga kesampaian.. pengen jd artis ga dapat-dapat.
Contoh : "duwh... sesi pemotretan lagi! cape..."

9. Manusia Sok Tau
Sotoy tenarnya. Padahal dia sendiri tidak tahu apa yang ditulisnya.
Contoh : "Pemerintah selalu memanjakan rakyatnya.. bla..bla...bla,"

10. Bioskop Mania
Update film yang abis ditonton dan kasih comment..
Contoh : "ICE AGE 3..Recomended! !", "Transformers 2 mantab euy.."

11. Manusia pedagang
Contoh: "jual sepatu bla bla bla"

12. Manusia penyuluh masyarakat
Contoh: "jangan lupa dateng ke TPS, 5 menit utk 5 tahun bla..bla"

13. Manusia Alay
Ada berbagai macam versi, dari tulisannya yang aneh, atau tulisannya biasa aja, hanya saja kosakata nya ga lazim seperti bahasa alien.
Contoh:Alay 1 : "DucH Gw4 5aYan9 b6t s4ma Lo..7aNgaN tin69aL!n akYu ya B3!bh..!!"
Alay 2 : "km mugh kog gag pernach ngabwarin aq lagee seech? kmuw maseeh saiangs sama aq gag seech sebenernywa? "
Alay 3 : "Ouh mY 9oD..!! kYknY4w c gW k3ReNz 48ee5h d3ch..!!"(Khusus buat tipe ini, ga usah di baca juga gpp..saya pribadi juga mikirdulu buat nulis ini, walaupun jadinya kurang mirip sama yg aslinya..)

14. Tipe Hidden Message
Tipe ini biasanya tidak to the point, tapi tentunya punya niat biar orang yg dituju membaca nya. (bagus kalo baca..kalo ngga? kelamaan nunggu) padahal kan bisa langsung aja sms ya..
Contoh : "For you my M***, I can' t live without you..you are my bla bla bla..","Heh, cewe bajingan..ngapain lo deket2in co gw?! kyk ga laku aja lo.." (padahal ce tersebut tidak ada dalam jaringannya. . mana bisa baca...:p)

15. Tipe Misterius
Tipe yang biasanya bikin banyak orang bertanya tanya atas apa maksud dari status orang tersebut..Biasanya dalam suatu kalimat membutuhkanSubjek + Predikat + Objek + Keterangan. Tapi orang tipe ini mungkinhanya mengambil beberapa atau malah hanya 1 saja..Dan pastinyamengundang kontroversi.
Contoh : "Sudahlah.." , "Telah berakhir.." (apanya??),"Termenung.. ." (so what gitu, loh)

Kalian ngikut yang mana???



Madiun, 6/08/2009
Arif Gumantia

Foto Bung Karno dan Che Guevara



*Informasi tentang foto che guevara dan Bung Karno:

Foto-foto tersebut diambil pada saat kunjungan Presiden Soekarno ke Kuba pada 9-14 Mei 1960.




Hubungan diplomatik antara Republik Indonesia dengan Republik Kuba resmi dibuka 22 Januari 1960. Presiden Soekarno berkunjung ke Kuba pada tanggal 9-14 Mei 1960 guna memenuhi undangan Presiden Osvaldo Dorticos dan Perdana Menteri Fidel Castro Ruz.

Kunjungan tersebut merupakan kunjungan kepala negara asing yang pertama setelah Revolusi Kuba tahun 1959 sehingga dianggap sebagai pengakuan "de facto" terhadap Revolusi Kuba.

Kedatangan Presiden Soekarno disambut oleh Presiden Osvaldo Dorticos, PM Fidel Castro serta pejabat penting lainnya, antara lain Gubernur Bank Nasional Che Guevara dan Menteri Luar Negeri Dr. Raul Roa Garcia.

Pemerintah Kuba pada tahun 1960 memberikan nama bagi tiga Sekolah Dasar di wilayah berbeda dengan nama Escuela Primaria Republica de Indonesia, yakni di Guanajay (Propinsi Havana) serta di Municipio Marti dan Municipio Jaguey Grande (Propinsi Matanzas).(*)




Madiun, 5/08/2009
Arif Gumantia

Rabu, 05 Agustus 2009

"The Fifties Selection" Antologi 20 Penyair.


Cogito ergo sum, aku berpikir, maka aku ada (Rene Descartes), mungkin inilah yang mendasari usaha dari Hendry Ch Bangun untuk mengumpulkan sejumlah puisi dalam antologi puisi yang dibukukan dengan judul “The Fifties selection” Antologi 20 penyair ini. Semangat inilah yang terus membuat para penyair ini selalu terus berkarya dengan berbagai kreativitas meskipun usia mereka sudah di atas 50 tahun.


Dalam antologi ini terdapat 20 penyair yang berusia antara 50 – 59 tahun. Dengan latar belakang sebagai penulis, wartawan, cerpenis, penyair yang telah dan masih berkarya di berbagai media. Ada yang sudah menerbitkan buku Puisi, kumpulan cerpen, novel, dan sebagainya. Mereka adalah Adhie M Massardi, Adri Darmaji Woko, Afrizal Anoda, Anny Djati W, Aryana SR, Dharmadi, Eka Budianta, Fakhrunnas MA Jabbar, Fatchurrahman Soehari, Hendry Ch Bangun, Heryus Saputro, Kurniawan Junaedhie, Linda Djuwita Djalil, MH Giyarno, Noorca M Massardi, Remy Soetansyah, Saut Poltak Tambunan, Sutan Iwan Soekri Munaf, Syafruddin Pernyata, dan Wahyu Wibowo. Yang masing-masing penyair menyertakan 7 – 10 puisi.


Sebagai seorang yang pernah Tinggal di istana negara Adhie M massardi menulis puisi dengan salah satu judulnya “Presiden Jatuh Lagi”. Meskipun puisi adalah multi tafsir di mana para pembaca bebas untuk menafsirkan tapi membaca puisi ini, ingatan kita langsung menuju saat Presiden Abdurahman wahid (Gus Dur) di jatuhkan. Di sini Penyair tidak sekedar menuliskan luapan emosi ataupun ekspresi jiwa tapi juga ingin menyampaikan sebuah pesan dengan kemasan yang sarat metafora. Yang salah satu baitnya :

…………………………….
Dua batalyon tentara menyongsong harapan
Suara sepatunya terdengar sampai kelurahan
Partai-partai politik membentangkan spanduk
Langitpun polusi kata-kata

‘Tapi pada kemana kupu-kupuku?’

“Presiden jatuh lagi” kata Radio.
………………………………..



Latar belakang sebagai jurnalis terlihat dalam puisi-puisi Kurniawan Junaidhie. Pengalamannya menyusuri kota-kota di penjuru dunia membuatnya menulis Puisi dengan
Judul “ Kota kesayangan’ dengat bait pertamanya..

Kupikir-pikir aku ini unggas
Terbang jauh di negeri orang
Kini balik: melihat diri di kolam
Terpukau melihat wajah sendiri yang muram

………….

Seakan memperlihatkan bahwa pengelanaannya di kota-kota dunia seperti sebuah perjalanan yang tidak pernah selesai. sebagaimana sebuah burung selalu akan rindu sarang untuk pulang. Dan selalu menyisakan sebuah pertanyaan yang tak terjawab tentang sebuah makna perjalanan hidup.



Antologi ini disusun secara alfabetis berdasarkan urutan abjad pengarang. Dan juga di beri kata pendahuluan oleh Dosen sastra di FIB Universitas Indonesia Maman S Mahayana, sehingga memudahkan kita untuk menikmati puisi demi puisi yang ada di antologi ‘The Fifties Selection” ini. Kita tentunya harus memberikan apresiasi yang tinggi pada para penyair ini, dimana di usianya yang sudah 50 tahun lebih masih tetap eksis dan berkarya untuk kemajuan sastra Indonesia. Dan menurut saya puisi-puisi yang ada dalam antologi ini indah, kontemplatif, dan sarat akan makna. Tidak hanya makna secara konseptual tapi juga makna secara imajinatif.



Dan di akhir esai ini akan saya tuliskan bait ke dua dari puisi Penyair Afrizal Anoda yang ada di dalam antologi ini dengan judul “Puisi No. 250309 (DOA)”

Tuhan, atau apalah Kau mesti kupanggil
Jangan dia meski dia ada
Dalam barisan-MU
Sejak kemarin
AMIN!


Ada ketakjuban dan paradoks dalam puisi ini.





Madiun, 04/08/2009
Arif Gumantia
Juru tulis yang suka nasi pecel

Selasa, 04 Agustus 2009

Teknik Membaca cepat


Kita hidup dalam zaman di mana kita setiap hari dibanjiri buku baru tentang topik yang kita sukai atau yang berkaitan dengan bidang pekerjaan kita. Pembaca biasa takkan bisa membaca semua buku yang telah diterbitkan tentang topik yang berkaitan dengan bidang bisnis atau profesionalnya.

Sedangkan membaca itu sendiri bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus menjengkelkan. Padahal kita semua tahu bahwa membaca sama halnya dengan kita menikmati pertunjukan konser atau film yang bagus. Membaca melibatkan partisipasi aktif kita. Seluruh emosi, hasrat dan minat kita juga harus terlibat dalam proses membaca, sehingga membaca menjadi pengalaman yang menyenangkan.

Dengan keterbatasan waktu yang kita miliki, bagaimana kita dapat mengembangkan kemampuan membaca secara efektif sehingga dengan tenggang waktu yang sama, kita bisa mengambil inti dari lebih banyak buku. Kecuali untuk buku fiksi atau sastra yang memang ingin kita nikmati jalinan cerita, emosi, dan rangkaian kata-katanya, membaca buku nonfiksi (textbook) adalah seperti membaca surat kabar. Yang kita perlukan adalah informasi dan gagasan pokok pengarang.

Hanya sedikit orang yang membaca koran dengan cara per bagian, halaman per halaman. Kita biasanya membaca beberapa halaman pertama dengan mendetail, lalu hanya sekilas membaca yang lain, mencari topik yang menarik. Sekarang kita akan belajar melakukan hal yang serupa dengan buku yang akan kita baca.

Sebelum mulai membaca ada sejumlah alat bantu yang dapat membantu kita untuk dapat memahami keseluruhan isi sebuah buku:

Sampul buku:
Biasanya pokok pikiran terpenting dari sebuah buku tercetak di sampulnya. Informasi ini membantu penjualan buku dan memberikan perspektif penerbit tentang isi buku. Sampul buku memberikan gambaran kepada kita tentang apa yang akan kita dapatkan di bagian dalam.

Biografi penulis:
Informasi ini akan memberi tahu kita tentang latar belakang pendidikan, pengalaman dan kegiatan penulis saat ini yang membuat ia bisa menulis buku tersebut. Dengan memahami informasi tentang penulis akan membantu kita untuk lebih mudah mengikuti alur pemikirannya dalam buku tersebut.

Bagian awal:
Bagian ini terdiri atas kata pengantar, prakata, atau bab pendahuluan (prolog). Biasanya justru bagian-bagian ini yang perlu secara mendalam kita pelajari, karena intisari seluruh gagasan penulis tentang tema buku tersebut terangkum dalam bagian awal buku. Yang jelas bagian ini memaparkan tujuan penulisan?"

pernyataan misinya. Pada titik ini kita bisa memutuskan untuk membaca lebih lanjut atau kita hanya akan menggunakannya untuk referensi.

Daftar Isi:
Sebenarnya bagian ini adalah kerangka buku. Penulis menggunakan masing-masing topik bab sebagai gantungan untuk menjelaskan keseluruhan pemikirannya tentang topik tertentu. Ada berapa bagian? Berapa bab? Bacalah Daftar Isi dengan teliti untuk melihat apakah topik-topiknya sesuai dengan apa yang kita cari.

Indeks:
Teliti indeks di bagian belakang buku. Lihat apakah ada kata-kata kunci yang menarik bagi anda.

Kita harus memeriksa semua hal tersebut sebelum membaca bukunya. Inilah yang disebut dengan proses scanning, yaitu kita melihat secara selintas keseluruhan isi dari buku yang akan kita baca. Begitu mulai membaca, kita bisa bebas melompati materi yang sudah kita ketahui atau materi yang tidak kita minati.

Pada bagian tertentu kita bisa mendalami karena ada topik atau informasi yang harus kita cermati dan kita cerna lebih dalam. Proses ini disebut dengan proses skimming.

Berikut adalah hal-hal yang perlu untuk membaca dengan efektif:

1. Setelah melakukan proses scanning, kita dapat membuat peta pikiran (mind charting) buku tersebut.
Tidak usah terlalu detil, tetapi cukup informatif untuk menjelaskan isi buku dalam satu halaman kertas. Kalau perlu kita lakukan rekonstruksi terhadap daftar isi digabung dengan informasi lain dari biografi, kata pengantar, pendahuluan dan sinopsis di sampul buku tersebut.

2. Siapkan stabilo atau alat tulis untuk menandai informasi atau apa saja yang ingin kita ingat.

3. Pahami jalan pikiran penulis.
Semakin cepat kita mengetahui topik, tujuan, pokok masalah materi yang kita baca, semakin baik pemahaman dan ingatan kita akan hal itu.

4. Hindari baca kata per kata dan kalimat per kalimat.
Coba tangkap sekelompok kata dengan mata anda setiap kali menggerakkannya. Apalagi untuk buku berbahasa asing, kita tidak perlu menterjemahkannnya kata demi kata, karena akan menghambat proses penyerapan informasi dalam otak anda.

Bandingkan anda membaca dengan bersuara dan membaca dalam hati. Kecepatannya
akan berbeda jauh. Biasanya saya berkonsentrasi pada kalimat pertama dan kalimat terakhir dari sebuah paragraf, atau mata saya melihat seluruh badan paragraf dan menangkap pesan intinya.

5. Buatlah ringkasan sambil membaca.
Jika tak ada ringkasan bab, buatlah sendiri setiap selesai membaca satu bab.

6. Bandingkan dengan tulisan lain bertopik sama yang pernah anda baca.
Ingat teknik kontemplasi. Cobalah mengembangkan pertanyaan-pertanya an dan kaitan satu sama lain seperti anda mencari sesuatu dengan senter.

7. Untuk mempermudah kita menggunakan buku tersebut sebagai referensi, kita bisa mencatat isi buku tersebut dalam sebuah buku catatan atau kertas khsusu yang dapat kita simpan dan kita lihat kembali setiap saat.

Demikianlah prinsip-prinsip dan langkah-langkah yang perlu kita ketahui untuk meningkatkan efisiensi membaca. Namun sekali lagi, sama seperti ketrampilan yang lain, membaca memerlukan jam terbang. Kita perlu berlatih, berlatih dan berlatih sehingga kecepatan dan efisiensi membaca kita meningkat dari waktu ke waktu.