<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964</id><updated>2012-01-29T22:33:33.443-08:00</updated><category term='artikel politik'/><category term='Resensi Buku'/><category term='artikel sosial budaya'/><category term='Tips'/><category term='religiusitas'/><category term='puisi'/><category term='Musik'/><category term='Penulis fenomenal'/><category term='artikel ekonomi'/><category term='humor'/><title type='text'>kalbukita</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>170</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-6507730933592099606</id><published>2012-01-29T22:29:00.000-08:00</published><updated>2012-01-29T22:33:33.457-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi Buku'/><title type='text'>Lan Fang, sebuah Lelakon.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-38mH5gLgGj4/TyY5tSRXeQI/AAAAAAAAAK4/7t5_EMetQqk/s1600/5508.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 112px; height: 168px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-38mH5gLgGj4/TyY5tSRXeQI/AAAAAAAAAK4/7t5_EMetQqk/s320/5508.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5703309428272888066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kalau dunia ini panggung sandiwara...biarkan aku jadi penonton saja...aku cape, Tuhan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian ending dari novel ? Lelakon, karya dari novelis asal surabaya yang barusan meninggalkan kita semua Lan Fang. Sebuah novel  yang menarik dan menyergap pikiran.  Novel yang seperti sebuah puisi  kaya makna. Novel  yang didalamnya  Lan Fang tidak memberikan sebuah jawaban, Novel yang tanpa banyak menggurui. Penulisnya tidak memberikan sebuah kesimpulan-kesimpulan tapi justru menghujamkan rentetan pertanyaan-pertanyaan , memberikan sebuah ruang yang terbuka untuk kontemplasi pembacanya. pembaca diajak untuk menyaksikan sebuah lanskap, yang merupakan representasi dari sebuah kehidupan nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dunia angan-angan dan ada dunia kenyataan dalam lelakon. Ada dunia tanda tanya yang tak berkesudahan. Dengan berbagai sifat manusia yang kadang begitu ekstrim tapi memang sifat demikian memang benar-benar ada. Lelakon bercerita tentang Sebuah upaya dari para tokoh-tokohnya yang ingin memeluk mimpi-mimpi. Memeluk hasratnya bahkan memeluk semua kepedihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh-tokoh dalam Novel lelakon tidak hanya mempunyai makna yang tunggal, tapi lebih kepada metafora-metafora yang memendarkan berbagai tafsir bagi para pembacanya. Ada tokoh mon, yang hidup dalam kenyataan yang menghimpit. Selalu dikejar-kejar uang setoran, hingga ia selalu berhasrat “tidur nyenyak di kasur yang memberikan mimpi indah. Bangun tidur ketika matahari menghujani kehangatan dari jendela tanda tanya. Ada lelaki yang menciuminya sampai kelelahan. Ia ingin membuat gambar indah di hidupnya yang berlubang-lubang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tokoh bernama Bulan yang hidupnya sangat menyenangkan. Dia punya bola kristal yang di dalamnya adalah dunia yang ideal. Dengan 3 anak mungil bernama Yes, iya dan Inggih. Dan juga punya suami yang (kelihatannya) penurut bernama angin puyuh. Sebuah metafora  yang mengingatkan kita begitu indahnya jika kita kehidupan yang ideal, ketika semua menurut pada kehendak kita. Tapi benarkah demikian, ada suara menimbang dalam diriku, demikian kata chairil anwar dalam puisi Sorga.  Kata Lan Fang benarkah kita bisa menikmati indahnya bangun jika kita tak pernah jatuh, benarkah kita bisa menikmati keindahan sebuah kesuksesan jika kita tak pernah mengalami nikmatnya menjalani sebuah proses. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lan fang menyodorkan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan alur yang begitu menggugah perasaan. Dalam bahasa Budi darma, dengan alur yang bergerak begitu lambat, tapi kadang juga bergerak begitu cepat, hingga seakan kita harus beradu cepat dengan makna yang harus segera kita tangkap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga tokoh Fantasi yang keluar saat bola kristal dipecahkan oleh bulan. Sebuah Tokoh yang diciptakan untuk mendekontruksi pemikiran kita tentang kebenaran. Yang berucap :”kamu pikir Drupadi itu suci, hah? Puih! Cuh..cuh..! Apa yang dilakukan Drupadi, hah? Melayani lima lelaki tetapi tetap ingin kelihatan suci. Tahukah kau apa yang dilakukan Drupadi setelah lima hari menggilir lima lelaki? Hari keenam dia masturbasi sambil menangis sendiri! Hari ketujuh dia menulis di lontar bahwa lima lelaki itu tidak bisa apa-apa”!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga ada tokoh bernama Tongki, yang begitu kaya raya, tapi membangun istana kekayaannya dengan cara berbohong dan menipu. Kesuksesan yang  pada akhirnya membuahkan keterasingan, dan kesia-siaan. Hasrat untuk kaya begitu kuat hingga dia kehilangan nilai-nilai kemanusiaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berwacana atau bercakap adalah cara yang dengannya kita mengartikulasikan “secara signifikan” mengada-dalam-dunia.” Tulis Martin Heidegger seorang filsuf dalam karyanya Being and Time. Bagi Heidegger, bercakap-cakap adalah satu aktivitas yang membawa pada penemuan signifikansi keberadaan kita sebagai manusia di dunia. Karena itu percakapan adalah aktivitas yang hampir mustahil dihindari. Demikian juga novel, bisa menjadi semacam percakapan, antara Penulis dengan pembaca . Atau antara “kegelisahan jiwa” Penulis  dengan “kesadaran” penulis itu sendiri. Bisa juga Percakapan antara “Nurani” dan “realitas yang harus dihadapi” .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Novel lelakon,  Lan Fang  menceritakan sebuah lelakon kehidupan manusia dengan berbagai metafora, alegori,narasi ironis, dan kenyataan sejarah membentuk sebuah kesatuan tunggal. Lelakon menceritakan bagaimana manusia dengan berbagai sifat yang dimilikinya mengarungi hidup yang penuh jalinan yang asing dan rahasia. Dan inilah kenapa novel ini menjadi karya yang gemilang. Bagi saya Novel yang bagus selalu memberikan perenungan-perenungan. Gaya bercerita, dimana permainan tentang detail suasana dan dialog-dialog tokohnya begitu hidup. Dalam hal ini Lan Fang Berhasil menciptakan tokoh dengan berbagai karakternya, yang menjadikan jalinan cerita menjadi hidup dan penuh kejutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang Lan Fang telah berpulang. Meninggalkan karya –karya besar seperti : Reinkarnasi, Pai Yin, Kembang Gunung Purei, Laki-laki yang salah, Perempuan kembang jepun, Yang Liu, Kota tanpa Kelamin, Ciuman di bawah hujan. Semoga ada banyak Novelis perempuan yang  akan meneruskan konsistensinya dalam menulis novel. Selamat jalan Lan Fang, selamat bermain pelangi di Surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Now the lights are going out &lt;br /&gt;Along the boulevard&lt;br /&gt;The memories come rushing back &lt;br /&gt;and it makes it pretty hard&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I've got nowhere left to go&lt;br /&gt;And no one really cares&lt;br /&gt;I don't know what to do&lt;br /&gt;But I'm never giving up on you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heaven isn't too far away&lt;br /&gt;Closer to it every day &lt;br /&gt;No matter what your friends say&lt;br /&gt;I know we're gonna find a way&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Heaven, lagu dari grup Rock Warrant)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Tulisan ini hasil sharing saya pada bincang sastra Majelis sastra Madiun rabu malam di warung i-kopi  madiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madiun, 30-1-2012&lt;br /&gt;Arif Gumantia&lt;br /&gt;Penasehat pada Majelis sastra Madiun&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-6507730933592099606?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/6507730933592099606/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=6507730933592099606' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/6507730933592099606'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/6507730933592099606'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2012/01/lan-fang-sebuah-lelakon.html' title='Lan Fang, sebuah Lelakon.'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-38mH5gLgGj4/TyY5tSRXeQI/AAAAAAAAAK4/7t5_EMetQqk/s72-c/5508.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-4635580494365481667</id><published>2012-01-26T20:29:00.000-08:00</published><updated>2012-01-28T00:16:06.656-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='religiusitas'/><title type='text'>Cinta Gus Dur akan terus merayap.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-BRv7qHcbGNw/TyIoioMKllI/AAAAAAAAAKg/hPA30GzOvNA/s1600/Logo_Gusdurian_rev_reasonably_small.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 128px; height: 128px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-BRv7qHcbGNw/TyIoioMKllI/AAAAAAAAAKg/hPA30GzOvNA/s320/Logo_Gusdurian_rev_reasonably_small.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5702164653573576274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam Buku Mohamad Guntur Romli yang berjudul “Ustadz, saya sudah di surga”, Gus Dur menulis kata pengantarnya yang salah satu kalimatnya begitu inspiratif dan sangat kontemplatif, bahwa “ Kita jangan pernah lupa, meskipun memikul tugas untuk mempertahankan kebenaran Ilahi, pada saat yang sama kita harus menjunjung tinggi perikemanusiaan. Penekanannya adalah pada paraphrase “pada saat yang sama”. Dari sinilah subtansi beragama secara kaffah bisa terwujud, atau dalam terminologi jawa sebagai sebuah laku “manunggaling kawula gusti”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari ini kita disuguhi kekerasan yang menghimpit ruang publik kita. Sebuah kekerasan yang terasa tak berkesudahan. Penyerangan warga ahmadiyah, pembakaran pesantren syiah, kasus mesuji, Sape Bima, pelarangan ibadah jemaat GKI Yasmin, dan masih banyak lagi. Hari-hari ini kita semua sedang menentukan arah yang sangat krusial pada bangsa ini. Apakah NKRI ini tetap berdiri, ataukah kita menjadi the next Yugoslavia? Tergantung bagaimana pemerintah menangani hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kita semua begitu merindukan Gus Dur. Yang selalu ada bersama mereka yang tertindas, terintimidasi, dan semua yang diperlakukan tidak adil. Tuhan tidak perlu dibela, karena Tuhan sudah Maha segalanya, belalah mereka yang dipinggirkan oleh pembangunan dan yang diperlakukan tidak adil. Sebuah kalimat yang membuat kita “melambung dan terhenyak”. Sebuah kalimat yang menyadarkan pada kita, substansi-substansi keberagamaan. Bukan beragama yang religius artifisial. Sudahkah kita berlaku adil, sudahkah kita beradab, sudahkah kita membantu mereka yang diperlakukan tidak adil?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pribumisasi nilai-nilai islam, pelestarian budaya, Pluralisme,Kedaulatan Hukum, implementasi Pancasila dalam kehidupan sehari-hari adalah Hal-hal yang selalu diperjuangkan Gus Dur. Dan semua bermuara agar negeri ini menjadi damai dalam keberagaman, atas dasar Keadilan, kesetaraan, dan persaudaraan. Memang tak mudah untuk memahaminya, apalagi jika hanya membacanya sekilas tanpa memahami maknanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus adil sejak dalam pikiran, demikian kata Pramoedya ananta Toer, maka menjadi sangat tidak arif jika belum pernah mengerti makna Pluralisme tapi sudah langsung antipati bahkan mengharamkannya. Akhirnya kita akan terjebak pada manusia-manusia, yang (meminjam istilah Milan Kundera) hanya dibatasi oleh 2 jurang yaitu : Fanatisisme di satu sisi, dan skeptisisme absolut di sisi lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pluralisme agama tidak hendak menyatakan bahwa semua agama adalah sama. Itu adalah singularisme demikian kata Kiai yang juga Doktor  Abd. Moqsith Ghazali dalam bukunya yang sangat memukau “argumen Pluralisme Agama”. Setiap agama memiliki konteks partikularitasnya sendiri sehingga tak mungkin semua agama menjadi sebangun dan sama persis. Pluralisme adalah tidak saja mengisyaratkan adanya sikap bersedia mengakui hak kelompok agama lain untuk ada, melainkan juga mengandung makna kesediaan berlaku adil kepada kelompok lain itu atas dasar perdamaian dan saling menghormati, demikian ungkap cendekiawan muslim Nurcholis madjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam era tebar pesona, pencitraan, dan Imagology, ingatan kita tiba-tiba melintas tentang apa yang dilakukan oleh Gus Dur. Untuk hal-hal yang Prinsip, seperti perjuangan kedaulatan hukum, Pancasila, UUD 45, membela yang diperlakukan tidak adil, Gus Dur tidak pernah berhitung secara politis. Apakah ucapan dan tindakan-tindakannya populer, Tidakkah takut pada hilangnya dukungan di parlemen, semua dikesampingkan. Suatu misal ada penyerangan warga ahmadiyah, kita pasti langsung mendapati Gus Dur berbicara di Media, menuntut tanggung jawab pemerintah. Tak peduli hal demikian akan menurunkan popularitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Dur selalu bilang : yang saya bela bukanlah iman dan keyakinan mereka, tapi yang saya bela adalah hak mereka untuk hidup di negara Indonesia yang berdasarkan pancasila ini.dan coba kita lihat sekarang? Adakah para pemimpin yang demikian? Belum-belum kita sudah saksikan bukan pembelaan tapi membuat statement yang menstigma ahmadiyah dan syiah adalah sesat, dan yang cukup membuat kita sangat sedih adalah diucapkan oleh pejabat selevel menteri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah lebih baik selalu diadakan dialog tanpa henti dan merangkul semua yang berbeda, karena mereka adalah bagian dari bangsa ini, mereka semua juga berjuang bersama-sama dalam merebut kemerdekaan, bahu membahu membangun negeri ini. Jangan pernah sekali-sekali melupakan sejarah, karena bangsa yang lupa akan sejarah masa lalunya, perlahan akan pudar dan kehilangan dirinya. Berpikir tanpa sekat, dialog tanpa henti, anti kekerasan, pendekatan budaya  adalah bagian yang diajarkan Gus Dur dalam rangka menyelesaikan adanya perbedaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tak mudah untuk memperjuangkan hal-hal yang tidak populer, tapi tindakan kepahlawanan bukanlah seberapa banyak kita memperoleh tepuk tangan, tapi seberapa besar manfaat yang akan dirasakan oleh masyarakat. Dan sebagai pewaris negeri yang menurut  penulis Zen rachmat sugito negeri yang diberkahi –atau mungkin dikutuk, tergantung bagaimana menghayatinya- keberagaman yang begitu kaya, maka sudah seharusnya kita lanjutkan apa yang menjadi pemikiran dan perjuangan Gus Dur tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan menjadikan Gus Dur sebagai sebuah Kultus Individu dan kita agung-agungkan, karena Gus Dur Just a man kata  inayah wahid, tapi menjadikan pemikiran dan perjuangan Gus Dur sebagai perjuangan yang tak kenal henti, untuk indonesia tercinta.  Dan satu lagi jangan lupakan  Humor. Karena dengan humor kita bisa mencairkan sebuah ketegangan dalam mengurai sebuah permasalahan yang pelik. Gitu aja kok repot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Dur tidak pergi tapi hanya Pulang. Dan cintanya akan terus merayap. Seperti puisi yang ditulis Oleh Penyair celurit emas  D. Zamawi Imron:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ode Buat GUS DUR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;..................................................&lt;br /&gt;Semua membisikkan doa&lt;br /&gt;Seperti yang kuucapkan setelah kau dikuburkan&lt;br /&gt;Bendera itu seperti tak punya alasan&lt;br /&gt;Untuk berkibar, seperti kami yang tak punya alasan&lt;br /&gt;Untuk meragukan cintamu&lt;br /&gt;Kepada buruh pencangkul yang tak punya tanah&lt;br /&gt;Atau kepada nelayan yang tak kebagian ikan&lt;br /&gt;Cintamu akan terus merayap&lt;br /&gt;Ke seluruh penjuru angin&lt;br /&gt;Dan tak mengenal kata selesai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madiun, 26-1-2012&lt;br /&gt;Arif Gumantia&lt;br /&gt;Gusdurian Madiun dan penasehat Majelis Sastra Madiun&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-4635580494365481667?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/4635580494365481667/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=4635580494365481667' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/4635580494365481667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/4635580494365481667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2012/01/cinta-gus-dur-atas-terus-merayap.html' title='Cinta Gus Dur akan terus merayap.'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-BRv7qHcbGNw/TyIoioMKllI/AAAAAAAAAKg/hPA30GzOvNA/s72-c/Logo_Gusdurian_rev_reasonably_small.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-4896802697717789825</id><published>2012-01-26T02:14:00.000-08:00</published><updated>2012-01-26T02:15:15.719-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Epilog 2011</title><content type='html'>Dalam lintasan waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melihat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;orang-orang  terpanggang nasibnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah langit yang tak mengenal belas kasihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melihat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang lupa jalan pulang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berharap pada arah angin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara angin sudah membeku dan menempel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pucuk-pucuk cemara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu melintas berlalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mencoba meminjam mata tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar  terus terjaga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka membangun benteng pada hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menanam kertas yang menuliskan takdirnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika waktu menjadi biru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memohon pada bintang yang dijaga malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk jatuh menjadi butiran-butiran  cahaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas kepalamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku akan selalu ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di  serbuk cahaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada  tiap helai rambutmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;madiun, 01-01-2012&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arif Gumantia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-4896802697717789825?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/4896802697717789825/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=4896802697717789825' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/4896802697717789825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/4896802697717789825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2012/01/epilog-2011.html' title='Epilog 2011'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-1922538799166635443</id><published>2011-12-24T20:38:00.000-08:00</published><updated>2011-12-24T20:43:56.259-08:00</updated><title type='text'>Buku "Kembali Berdetak"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-3psNhcQgHLU/TvaqAnxP8wI/AAAAAAAAAKU/VARcSpwn208/s1600/foto%2Bkembali%2Bberdetak.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-3psNhcQgHLU/TvaqAnxP8wI/AAAAAAAAAKU/VARcSpwn208/s320/foto%2Bkembali%2Bberdetak.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5689922106881471234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada pelajaran tertinggi selain pelajaran yang kita dapatkan dari jalan kehidupan, tak ada kepintaran yang perlu dibanggakan dibandingkan segala hikmat yang alam sudah sediakan buat semua umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian sebuah bait dalam prolog buku “Kembali Berdetak” karya suami istri Philip Triatna dan Julie Tane. Philip Triatna adalah seorang trainer, motivator dan pengusaha yang mempunyai latar belakang seorang pembina rumah rehabilitasi bagi orang muda yang kecanduan obat atau drug. Sedangkan Julie Tane adalah seorang sarjana Desain Graphis, yang selain penulis, juga sedang mengembangkan dirinya sebagai seorang pelukis.&lt;br /&gt;Buku ini berisi 14 Kisah inspirasi untuk kehidupan yang lebih bermakna.membaca buku ini seperti membaca bagaimana kita memaknai hidup  yang penuh dengan jalinan asing dan rahasia. Juga memberikan inspirasi-inspirasi agar hidup kita yang fana ini jadi kian berwarna. Dan bagi yang semangat hidupnya sedang berada di titik terendah, buku ini bisa membuat hidup kita “kembali berdetak”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inspirasi pertama adalah cinta mula-mula.kita akan bisa merawat kehidupan cinta kita, baik perkawinan, keluarga, pekerjaan, karier, impian, dan sebagainya jika kita selalu kembali pada cinta mula-mula. Yaitu menemukan hal yang baru pada obyek yang lama, penuh antusias, dan punya semangat juang yang tinggi. (Hal. 16)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inspirasi kedua adalah kembali pada orang yang berjasa. Karena orang yang pernah berjasa dalam hidup kita adalah kepanjangan tangan dari Tuhan. Jadi kembali kepada mereka adalah wujud dari rasa syukur kita kepada Tuhan, dan dengan ucapan syukur tersebut akan membawa kita agar selalu tertunduk rendah hati di hadapan semesta. (Hal 33)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inspirasi ketiga mengajak kita untuk merenungkan tentang makna kebebasan. Dengan ilustrasi kisah dari asal usul beruang kutub yang menarik. sebuah metafora tentang bagaimana seringnya kita menyalah artikan arti kata bebas, sehingga bukan kebebasan yang kita dapat, malah sebaliknya kita terbelenggu oleh tingkah laku kita sendiri. Ada empat kebebasan yang dimiliki oleh orang yang mempunyai kebebasan, yaitu orang bebas bisa bahagia dan bersyukur, orang bebas bisa menjadi dirinya sendiri, orang bebas bisa fokus pada impiannya, orang bebas bisa merencanakan hal baik dalam pikirannya. (Hal 47)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali memecahkan rekor pribadi adalah kisah inspiratif yang keempat. Bahwa kehidupan yang Tuhan berikan adalah pertarungan memecahkan rekor pribadi. Setiap hari, kita bertarung dengan diri kita untuk menjadi lebih baik dari kemarin. Bukan untuk orang lain, tapi terutama untuk diri sendiri . (Hal 62)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inspirasi kelima adalah Sayang itu memaksimalkan. Jika kita menyayangi seseorang, maka kita harus selalu bisa memberikan ruang dan membantu agar orang yang kita sayangi bisa memaksimalkan potensi yang dimilikinya, seperti bakat misalnya. Karena pada dasarnya siapa yang membantu orang lain, terutama orang yang dikasihinya, sesungguhnya sedang membantu dirinya sendiri. (hal. 83)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu hal yang benar-benar bertahan selamanya, yaitu persahabatan. Demikian quote dari John C. Maxwell. Kutipan ini ada dalam inspirasi ke enam yaitu Suporter Fanatik untuk sahabat. Menurut Philip triatna dan Julie Tane sahabat adalah orang yang selalu hadir dalam hati kami, dan kami selalu ada dalam hati mereka. Persahabatan memberikan nilai tambah dalam kehidupan kedua pihak. (hal 91)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjaga diri supaya tetap rendah hati mirip seperti menjaga anak kecil yang baru belajar jalan. Dia tidak bisa diam dan selalu melejit ke mana-mana. (hal 111). Ini adalah bagian dari inspirasi yang ketujuh yaitu Kerendahan hati tidak permanen. Karena itu hati kita harus selalu dijaga dengan seksama. Karena kalau lengah, hati bisa berubah menjadi buas dan menyerang kita dengan kesombongan. Kerendahan hati itu sikap untuk terus percaya selalu ada hal yang lebih baik di depan yang belum ditemukan oleh diri kita. Hal baik itu bisa berasal dari mana saja, dari siapa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbahagialah Matamu karena melihat, inspirasi yang kedelapan dari buku kembali berdetak ini. Melihat seperti apa yang bisa membuat kita bahagia? Karena mata adalah pintu untuk memasuki pikiran kita, logika kita, keputusan kita. Hidup kita diatur oleh apa yang masuk ke dalam pikiran kita. Jadi mata harus kita latih untuk melihat yang baik, yang perlu kita lihat, bukan hanya yang enak dilihat saja. (hal 134)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inspirasi yang kesembilan adalah Hidup Rapuh tanpa lingkungan yang sehat. Lingkungan yang sehat, selain sehat secara fisik, juga harus merupakan lingkungan yang bisa membuat kita bahagia, ada damai, keterbukaan, ada solusi, tidak ada ketakutan dan kepalsuan. Sebuah tempat di mana kita aman membesarkan anak-anak, aman menjadi tempat beristirahat bagi orang tua.(hal 144). Dan lingkungan yang sehat dan baik dimulai dari kita, bagaimana kita menjadi pelaku yang mengubah lingkungan menjadi lebih baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberi bukan berarti status kita di atas mereka, sebuah kalimat yang bagi saya sangat tepat dan kontemplatif. Kalimat ini ada di inspirasi yang kesepuluh yaitu  memberi sebagai gaya hidup. Karena semua manusia setara di mata Tuhan. Berada di posisi yang sedang memberi itu semata hanya karena anugerah. Semua akan seperti roda, kadang kita memberi, kadang kita menerima. Dan memberi bukan trend, bukan event, bukan juga perayaan hari raya. Memberi itu gaya hidup, kesenangan dan refleksi hati. (Hal 155).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inspirasi yang kesebelas adalah orang tua bermimpi lagi. Orang baru merasa kekurangan waktu untuk berusaha mencapai apa yang diinginkannya, mewujudkan impiannya, jika usianya sudah lanjut. Mungkin untuk orang yang masih berusia muda, sulit untuk berpikir seperti itu. Tapi sebenarnya orang tua pun masih bisa bermimpi dan mewujudkan mimpi-mimpinya karena usia tak sanggup membatasi seseorang manusia untuk bermimpi, orang lainpun tak sanggup menahan impian seseorang, hanya dirinya sendirilah yang dapat membatasinya. (hal 177)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi menjadi tema dalam inspirasi yang kedua belas. Yaitu komunikasi yang membangun. Dalam komunikasi yang baik, ada semangat yang dapat dibagikan sehingga ada nilai dalam pembicaraan itu. Walaupun topik yang dibicarakan tidak perlu selalu berat, tapi melalui pembicaraan akan membuat orang terbangun. (hal 184). Dan komunikasi itu harus mudah dimengerti. Karenanya harus disesuaikan dengan siapa kita berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertawa itu sehat, demikian yang sering kita baca dan kita dengar . ada juga di inspirasi yang ketiga belas, yaitu Kembali tertawa bebas. Semakin tumbuh dan berkembang, tertawa semakin banyak direkayasa secara genetik. Banyak orang tertawa tapi tidak lagi tertawa lepas, tertawa terbahak-bahak. Tertawanya hambar, seadanya, dan kadang terpaksa. Dalam buku ini Philip dan Julie mengatakan “ Bukan hidup sambil menunggu waktu dan alasan yang tepat untuk tertawa, tapi tertawalah supaya bisa melihat waktu dan alasan yang tepat untuk hidup” (hal 211)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inspirasi yng terakhir di buku ini sekaligus penutup adalah Indonesia di hati. Cara paling efektif untuk menjaga api cinta pada negeri kami ini adalah dengan mengekspresikannya secara nyata, dengan tindakan yang nyata. (hal 230). Dengan indonesia selalu di hati akan membawa kita pada sebuah sikap untuk tidak pernah menyerah dalam mencintai negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah-kisah inspirasi yang ada di buku Kembali berdetak ini, menurut saya merupakan nilai-nilai dasar yang harus terus diperjuangkan dalam membangun negeri kita yang bhinneka tunggal ika. Negeri yang penduduknya beragam dengan berbagai macam suku, ras, etnis, dan agama agar selalu bersatu. Inspirasi-inspirasi yang bagus untuk bersatu membangun diri sendiri, keluarga, masyarakat, negara menuju ke kehidupan yang bahagia dan lebih bermakna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kisah-kisah yang berbasis kisah nyata, buku ini jadi sangat menarik, karena terasa down to earth atau membumi. Karena guru yang tebaik adalah pengalaman, maka pengalaman Philip triatna dan Julie Tane yang dirangkum dalam kisah-kisah inspirasi bisa menjadi guru kehidupan bagi para pembaca.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Judul Buku : Kembali Berdetak&lt;br /&gt;Penulis : Philip Triatna dan Julie Tane&lt;br /&gt;Penerbit : Metalexia Publishing, speed Plaza Blok B/23 Jl. Gunung Sahari XI Jakarta Pusat 10720&lt;br /&gt;Cetakan pertama : November 2011&lt;br /&gt;Format Cover : soft cover&lt;br /&gt;Ukuran : 13,5 x 20,5 cm&lt;br /&gt;Halaman : 240&lt;br /&gt;Harga : Rp. 50.000,-&lt;br /&gt;Bisa didapatkan di Toko Buku Gramedia di seleuruh Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madiun, 25 desember 2011&lt;br /&gt;Arif Gumantia, Ssi.&lt;br /&gt;Pekerjaan : Vice Director Konsultan Bisinis “ Dynamic Research”&lt;br /&gt;                Jl. Jatinegara Barat 166 G Jakarta timur telp/fax: 021-29361431&lt;br /&gt;Email : arifinung@gmail.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-1922538799166635443?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/1922538799166635443/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=1922538799166635443' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/1922538799166635443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/1922538799166635443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2011/12/buku-kembali-berdetak.html' title='Buku &quot;Kembali Berdetak&quot;'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-3psNhcQgHLU/TvaqAnxP8wI/AAAAAAAAAKU/VARcSpwn208/s72-c/foto%2Bkembali%2Bberdetak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-1548985798169770159</id><published>2011-11-14T19:49:00.000-08:00</published><updated>2011-11-14T19:51:10.420-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Bersama Hujan</title><content type='html'>Bersama hujan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memandang mobil-mobil mewah pongah meintasi aspal jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di belakangnya tertempel poster  “ milik politisi, orang miskin dilarang iri”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan orang miskin hanya bisa mengeluh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seakan memuntahkan segumpal derita dari tubuhnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama hujan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku teringat tanah-tanah basah oleh air mata di papua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika cukong-cukong membabat habis semua tanah,air,logam, dan kehidupan mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara para penguasa sibuk menghitung kepala-kepala mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai  sebuah angka statistika untuk di pigura dalam museum kesenian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama hujan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memandang lumpur yang perlahan menenggelamkan kota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menelan masa depan anak-anak mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menelan rumah tempat mereka rindu dan ingin kembali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika semua pejabat sibuk membangun podium dan berebut mikrofon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama hujan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku biarkan rindu ini menyusun perasaan-perasaannya sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengalir bersama derap kaki-kaki hujan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berenang menggapai akar-akar teratai hatimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sebuah danau kenangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama hujan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terjaga basah kuyup oleh mimpi malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang penuh dengan kehangatan ingatan terhadapmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersama hujan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cintaku akan terus menerpa ke seluruh penjuru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seperti angin yang mengandung  butiran hujan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tak  mengenal kata usai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madiun, 15 nopember 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arif gumantia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inspirasi dari lagu “november rain”  GnR&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-1548985798169770159?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/1548985798169770159/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=1548985798169770159' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/1548985798169770159'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/1548985798169770159'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2011/11/bersama-hujan.html' title='Bersama Hujan'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-4206300350504283638</id><published>2011-09-27T22:17:00.000-07:00</published><updated>2011-09-27T22:18:49.757-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Terperangkap pada dini hari yang sama</title><content type='html'>Suara malamkah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang menggerakkan pikiran-pikiran kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hingga berjalan seperti kapal yang memecah gelombang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menuju bias indah cakrawala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau kah sepi pada dini hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang menggerakkan perasaan-perasaan kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;serasa bunga kenanga yang merindukan tetes embun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serupa Purnama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita adalah sepenuh sejarah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang mencoba mengurai ingatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam hujan kenangan dimana aku bisa hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sama-sama menanam harapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menyemai benih-benih hasrat pada gerak waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menumbuhkan setangkai ayat dalam hamparan luka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan aku semakin jauh mengeja kitabmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;luruh dan larut dalam pusarannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melukis huruf pada setiap hela nafas rindu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hingga kurasakan melati hatimu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-4206300350504283638?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/4206300350504283638/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=4206300350504283638' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/4206300350504283638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/4206300350504283638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2011/09/terperangkap-pada-dini-hari-yang-sama.html' title='Terperangkap pada dini hari yang sama'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-4905291715896676043</id><published>2011-09-14T22:15:00.000-07:00</published><updated>2011-09-14T22:18:05.780-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi Buku'/><title type='text'>Puisi-Puisi Kritik Sosial Nanang Suryadi (Orang-orang yang menyimpan api dalam kepalanya)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-8zrP6r4xOrE/TnGKgRwCH7I/AAAAAAAAAKM/N9J_gwYfZG4/s1600/cover%2Bnanang.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 238px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-8zrP6r4xOrE/TnGKgRwCH7I/AAAAAAAAAKM/N9J_gwYfZG4/s320/cover%2Bnanang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5652451294451998642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“manusia manusia tanpa kepala berloncatan dari televisi yang penuh tahyul dan dongeng iklan manusia berkulit putih mulus setelah 3 minggu berlulur krim hingga tak dapat dibedakan mimpi dan nyata” (manusia manusia tanpa kepala, nanang suryadi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya sedikit  saya temukan buku puisi dari penyair indonesia, setelah era (alm) WS. Rendra yang  mengekspresikan karya-karyanya dengan menulis apa yang  dilihat, didengar, dan dihayati dari kondisi masyarakat sekitarnya. Penyair yang bisa mengidentifikasikan dirinya dengan mereka yang terluka, mereka yang dimiskinkan oleh kekuasaan, mereka yang disergap kesepian dan  membuatnya terasing dalam derap laju pembangunan yang gegap gempita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari yang sedikit itu, saya temukan nama penyair  yang juga dosen UB Malang, Nanang Suryadi dalam buku kumpulan Puisinya Cinta, Rindu dan orang-orang yang menyimpan api dalam kepalanya .&lt;br /&gt;Nanang Suryadi, lahir di Pulomerak, serang, 8 juli 1973, seorang penyair yang sudah tak asing lagi di percaturan sastra Indonesia, penyair yang juga dosen Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya Malang. Beruntung sekali saya pernah satu Kost-kostan waktu Kuliah DI Malang. Masih ingat sering setelah maghrib nanang mengajak saya sharing tentang Puisinya, sambil membawa buku-bukunya Chairil anwar, subagio sastrowardoyo, WS Rendra, HB Jassin, dll, daripada diskusi tentang ekonomi, jurusan yang diambilnya waktu kuliah.:) hingga waktu itu saya sudah yakin, kalau kelak nanang akan menjadi Penyair hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku-buku puisi nanang suryadi antara lain : Sketsa, sajak di usia dua satu, orang sendiri membaca diri, dan lain-lain. Puisi-puisinya Juga banyak masuk di antologi-antologi seperti Puisi tak pernah pergi (Penerbit Kompas,2003) , ini sirkus senyum (komunitas Bumi Manusia, 2002) dan masih banyak lagi. Juga Aktif mengelola fordisastra.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti apa yang pernah di katakan oleh (alm) WS Rendra “hanya dalam solidaritas dengan lingkungan alam, budaya dan kosmos, manusia dapat merasakan kedekatan dengan Tuhan hingga bisa manjing ing kahanan dan manunggaling kawula Gusti”. Demikian juga upaya yang dilakukan Penyair Nanang Suryadi dengan Puisi-puisinya ini adalah sebuah laku untuk Manunggaling kawula Gusti, dengan cara mengekspresikan perasaan dan kedalaman penghayatannya atas apa yang dilihat dan didengar  di lingkungan masyarakatnya , seperti  apa yang ditulisnya dalam Puisi berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada Yang Berguguran Dari Kemarau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ada yang berguguran dari kemarau berkepanjangan&lt;br /&gt;Mungkin sebuah harap atau cinta yang ditumbuhkan langit &lt;br /&gt;Tapi siapa dapat membaca musim dan hama berliaran&lt;br /&gt;Di negeri tak bernama tak mengenal belas walau sedikit”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak perlu kau katakan tentang cinta&lt;br /&gt;Karena ia hanya ada di negeri negeri jauh&lt;br /&gt;Juga bahagia juga tawa juga surga&lt;br /&gt;Hanya berita tersampai lewat desir angin meluruh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...................................................................................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Octavio paz pernah menulis  dalam the other voice “ kontribusi apa yang bisa diberikan oleh puisi dalam menciptakan teori politik baru? Bukan gagasan atau cita-cita baru, tetapi sesuatu yang lebih indah dan agung dan juga gampang pecah : MEMORI.” Ada suara lain yang disuarakan oleh para penyair jika mereka melihat sebuah situasi ketidak adilan. Yang sebelum mengendap menjadi kenangan, selalu disuarakan. Sebuah suara yang meski liris dan lirih tetapi cukup  untuk selalu mengasah Belati nurani kita agar tajam dan bisa menikam  semua bentuk kemunafikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang menyimpan api dalam kepalanya&lt;br /&gt;...........................................................&lt;br /&gt;Jemariku melukis dengan gemetar sebuah kota yang gemuruh, yang mencampakkan orang-orang yang kesepian ke dalam plaza,diskotik, cafe yang riuh serta ruang hotel hendak lunaskan mimpi senggama. Karena industrialisasi (juga modernisasi+westerisasi) telah mencemplungkan mereka ke dalam limbah-limbah pabrik dan melemparkannya ke udara yang pengap. Namun tak jera juga manusia mengadu nasibnya dengan map penuh kertas di tangan mengetuk pintu-pintu kantor, di mana mimpi-mimpi akan disimpan di dalamnya.&lt;br /&gt;Dan pada kerusuhan yang meledak di segala penjuru, kita tatap wajah siapa. Selain orang-orang yang lelah dan benak penuh api, yang akan membakar apa saja. Di tanganku yang gemetar, kota yang meledak menggigilkan harapan ke sudut-sudut peradaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sajak-sajak kritik sosial nanang suryadi ( saya menamakannya demikian) jika saya cermati tidak menampilkan sebuah ideologi politik apapun. Dia hanya menuliskan apa yang dipotretnya dengan mata hatinya, sebuah kesaksian atas kondisi masyarakat yang harus diberikan pada para pembacanya. Kesaksiannya di tuliskan dalam sebuah puisi dalam bahasa  ironi, dan penuh paradoks. Dan pembaca seakan di bawa dalam imaji-imaji yang luas, hingga secara diam-diam atau bahkan mengumpat dalam hati...Oh inilah sebenar-benar potret negeriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak Muda dan pesta Kemerdekaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyalang matanya  menatap gedung penuh warna lampu,&lt;br /&gt;Iklan menyala, dan kekaburan cerita dalam buku-buku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dihapus dari kejujuran  kata,&lt;br /&gt;Sejarah sebuah bangsa yang dibikin amnesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;................................................................................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, apa yang harus aku katakan tentang kemerdekaan ?&lt;br /&gt;Mengingat proklamasi soekarno-hatta.&lt;br /&gt;Atau ledakan meriam 10 nopember 1945.&lt;br /&gt;Atau menghitung gedung-gedung mewah&lt;br /&gt;Yang menggusur perkampunga kumuh!&lt;br /&gt;.............................................................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara televisi menawarkan bahasa baru. Menawarkan&lt;br /&gt;Mimpi-mimpi baru : dunia adalah perkampungan besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak  muda menatap hidup penuh kabut:&lt;br /&gt;“adakah arti kemerdekaan bagiku, yang tak pernah merasa merdeka. &lt;br /&gt;Dari belitan sejarah. Dan cengkeraman kehidupan yang semakin sulit.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bendera berkibar.&lt;br /&gt;“indonesia raya. Indonesia raya. Adakah kau dengar kata-kataku ini. Menawarkan cerita penuh luka. Anak-anak sejarah kebingungan menatap cuaca”&lt;br /&gt;........................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sajak-sajak kritik sosial juga bisa berarti sebuah pemberontakan. Bukan sebagai pemberontak dengan orientasi politik dan kekuasaan, tetapi selalu memberontak  akan keterbetasan-keterbatasan yang diciptakan karena dogma, doktrin politik, keadaan sosial yang timpang, kemiskinan, dan penindasan pada manusia. Dari sinilah pembaca akan menemukan sebuah benang merah yang terjalin dan selalu relevan dengan aktualitas negeri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Traffic light yang menyala di kotamu&lt;br /&gt;...........................................&lt;br /&gt;Udara panas sesakkan dada, pun petikan gitar para pengamen&lt;br /&gt;Yang turun naik bis kota, membikin puisi wajah kota ini, juga wajah&lt;br /&gt;Pada potret keluarga yang pecah berhamburan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota ini saudara, rindu akan gurat hati nurani dan kejujuran kata-kata (yang tercoret pada &lt;br /&gt;Tembok-tembok kota, tong sampah dan juga pada traffic light yang berubah-ubah warna)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyanyi kenisbian cinta, sambil mengunyah kacang goreng, dada, dan paha fried chicken dan seteguk soft drinj, sambil terus tertawakan sebuah kesetiaan, juga pada matahari yang tak peduli pada siapa saja yang berjalan di bawah selangkangannya&lt;br /&gt;...................................................................................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari puisi-puisi yang hadir di buku “cinta, Rindu dan orang-orang yang menyimpan api dalam kepalanya” saya serasa melihat sebuah potret buram yang masih tergantung di dinding indonesia. Dan jujur bagi saya, semakin meningkatkan untuk “give and give” menebar kebaikan pada negeri ini.&lt;br /&gt;Selamat atas terbitnya buku puisi ini, selamat buat om nanang suryadi...saya selalu suka sama para penyair..yang begitu riuh perjalanan batin hidupnya. Seperti apa yang pernah diungkapkan oleh frontman dan  vokalis Aerosmith Steven Tyler:&lt;br /&gt;“Don’t jugde my journey , until you Walk this way”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Pagi Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat pagi indonesia&lt;br /&gt;Tak ada lagi airmata buatmu hari ini&lt;br /&gt;Telah kering airmata menangisi engkau&lt;br /&gt;Selamat pagi indonesia&lt;br /&gt;Semoga kau bahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku : Tiga Kumpulan Puisi&lt;br /&gt;(cinta, Rindu dan orang-orang yang menyimpan api dalam kepalanya)&lt;br /&gt;Penerbit : UB Press&lt;br /&gt;Jl. Veteran (Universitas Brawijaya)&lt;br /&gt;Malang.&lt;br /&gt;Phone : 0341 551611 pswt 376&lt;br /&gt;Cetakan pertama, oktober 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madiun, 15-09-2011&lt;br /&gt;Arif Gumantia&lt;br /&gt;KepSek “Akademi Berbagi” Madiun dan penggiat Koin sastra.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-4905291715896676043?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/4905291715896676043/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=4905291715896676043' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/4905291715896676043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/4905291715896676043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2011/09/puisi-puisi-kritik-sosial-nanang.html' title='Puisi-Puisi Kritik Sosial Nanang Suryadi (Orang-orang yang menyimpan api dalam kepalanya)'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-8zrP6r4xOrE/TnGKgRwCH7I/AAAAAAAAAKM/N9J_gwYfZG4/s72-c/cover%2Bnanang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-4891994863610081198</id><published>2011-08-04T21:26:00.000-07:00</published><updated>2011-08-04T21:27:56.731-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel sosial budaya'/><title type='text'>Puasa dan Piwulang Sunan Bonang</title><content type='html'>Saya pernah menulis joke ringan menjelang Puasa : “sesungguhnya tanda-tanda puasa adalah semakin bertebarannya Iklan Sirup Di Televisi (Surat Al-Iklan)”. Sebuah joke yang bisa menunjukan realitas kekinian yang ada di kehidupan kita. Ada dimensi humor tapi ada juga sebuah ironi tentang komersialisasi Puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin kita semua sudah sangat paham tentang apa syariat puasa yang harus dijalankan di bulan ramadhan ini. Dan juga tentang hakikat-hakikat yang ada dalam perintah menjalankan puasa tersebut. Di sini saya mencoba mengelaborasi sebuah Piwulang yang diajarkan oleh Sunan Bonang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Piwulang adalah sebuah kosa kata bahasa Jawa, yang secera sederhana bisa diartikan sebuah pelajaran yang diajarkan secara pararel dengan tingkah laku. Seperti pepatah jawa “ilmu iku kelakone  kanti laku”, bahwa kita bisa memahami sebuah ilmu kehidupan apabila tidak berhenti hanya di dalam teori tapi juga dijalankan dalam perilaku keseharian kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kisah tentang Sunan Bonang, ada yang bisa ditelisik dengan ilmu sejarah, tapi ada juga yang berupa dongeng dari mulut ke mulut dan ada juga yang sekedar menjadi mitos. Tapi menurut saya bahwa kisah-kisah sunan boning dan para wali lainnya menarik karena bisa ditelisik baik secara historis maupun Histotik. Secara historis dengan pisau analisis ilmu sejarah, filologi, ataupun arkeologi. Dan juga secara Historik, yaitu mengambil sebuah Hikmah atau moral cerita yang ada dengan mengkomparasikan pada masa sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang Puasa ini ada sebuah Piwulang yang diajarkan oleh Sunan Bonang, yang juga meurupakan Guru dari Sunan Kalijaga. Dimana, Dalam berdakwah sunan Bonang selalu mengedepankan sebuah dakwah yang sejuk dan damai, sesuai dengan semangat dasar  filosofi dari islam yaitu Rahmatan lil alamin, rahmat bagi semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi dalam berdakwahpun selalu mengakrabi kebudayaan masyarakat yang ada, tanpa kehilangan esensinya, hingga terjadi dialektika dan  bahkan memberika nuansa makna yang lebih kaya. Seperti Piwulang dalam berpuasa, melalui simbol budaya Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berpuasa dan berlebaran ada tradisi ketupat kalau dalam bahasa jawa namanya “kupat”. Menurut Sunan Bonang, kita harus berpuasa dengan ikhlas dan hanya mencari ridho Tuhan agar setelah puasa bisa menikmati kupat. “Kupat” adalah makanan khas saat lebaran. Berupa nasi putih yang di masak di dalam janur. “Janur” di sini adalah daun kelapa yang masih muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupat adalah singkatan  dari  laku sing papat atau empat keadaan yang dianugerahkan oleh Tuhan kepada orang yang berpuasa dengan keikhlasan dan kesungguhan. Yaitu: Lebar, Lebur, Luber, dan Labur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebar berarti telah menyelesaikan puasanya dengan melegakan. Lebur berarti terhapus semua dosa yang dilakukan di masa lalu, Luber berarti melimpah ruah pahala amal-amalnya. Dan Labur berarti bersih dirinya dan cerah-bercahaya wajah dan hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia akan bisa meraih “laku sing papat” jika bisa bersikap dan berperilaku  lembut dan santun terhadap sesama umat tetapi sekaligus tegas dan berani melawan ketidak- adilan. Masing-masing hati nurani kitalah yang dapat menentukan apakah kita berpuasa untuk meraih “laku sing papat” ataukah hanya sekedar basa-basi agar tercitrakan sebagai orang yang saleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena dalam perintah ibadah apapun akan selalu ada 2 wajah islam. Yaitu wajah islam yang profetik ritual dan juga wajah islam dengan dimensi kesalehan secara social. Ada dimensi mikro kosmos dan makrokosmos, vertical dan horizontal. Dan ini tak bisa terpisahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti ibadah puasa ini, mereka yang menjalankan dan mencapai  “laku sing papat” adalah mereka yang tawadhu’, jauh dari kesombongan, dan tidak mau bersikap sewenang-wenang atau melanggar hak orang lain seperti korupsi misalnya, baik korupsi materi maupun korupsi perilaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga piwulang dari sunan Bonang ini selalu menginspirasi kita dan dapat kita implementasikan dalam puasa-puasa kita yang tentunya tidak hanya dijalankan saat bulan ramadhan saja. Juga cara-cara berdakwah beliau yang mentoleransi bahkan mengakrabi budaya masyarakat, tidak di jalankan dengan cara-cara kekerasan seperti yang dipraktekkan beberapa Ormas Islam diantaranya adalah FPI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kata seorang Sufi : “Ramadhankan hatimu setiap waktu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madiun, 5 agustus 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arif Gumantia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koordinator GUSDURIans Madiun&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-4891994863610081198?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/4891994863610081198/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=4891994863610081198' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/4891994863610081198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/4891994863610081198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2011/08/puasa-dan-piwulang-sunan-bonang.html' title='Puasa dan Piwulang Sunan Bonang'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-6736217055834390343</id><published>2011-06-15T23:58:00.000-07:00</published><updated>2011-06-16T00:00:08.142-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi Buku'/><title type='text'>Stalin..Kisah yang tak terungkap</title><content type='html'>Come crawling faster &lt;br /&gt;obey your Master &lt;br /&gt;your life burns faster &lt;br /&gt;obey your Master &lt;br /&gt;Master &lt;br /&gt;Master of Puppets I'm pulling your strings &lt;br /&gt;twisting your mind and smashing your dreams &lt;br /&gt;Blinded by me, you can't see a thing &lt;br /&gt;Just call my name, `cause I'll hear you scream &lt;br /&gt;Master &lt;br /&gt;Master &lt;br /&gt;Just call my name, `cause I'll hear you scream &lt;br /&gt;Master&lt;br /&gt;“Master Of Puppets” ~Metallica &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang menarik dalam membaca sebuah Biografi Tokoh dalam sejarah adalah mengetahui kisah-kisahnya yang tidak terungkap, kisah-kisah yang  sering  digali oleh penulisnya dari sisi manusianya...sisi “human Being”nya. Hingga kita yang membaca bisa tersenyum , marah, atau sekedar menggeleng-gelengkan kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu  juga kisah Stalin, yang ditulis oleh Simon sebag  Montefiore. Dengan  Judul  Stalin,  Kisah-kisah yang tak terungkap. Memang hanya sedikit buku-buku tentang stalin yang membongkar misteri-misteri yang melingkupi sang pembunuh massal ini. Hingga buku ini pun wajar jika mendapat peenghargaan sebagai peraih History Book of the year  versi  British Book Award.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini berdasarkan riset dari Penulis , Simon Sebag M, dengan tekun dan cermat dari berbagai surat, telegram, dan buku harian teman-teman dekat Stalin. Hingga bisa mendeskripsikan sosok stalin dari sisi kemanusiannya.  Hingga kita akan temukan sosok seorang Stalin, Diktator yang narsis, tapi  sekaligus rapuh, peragu, pencemas, dan tentunya mempesona banyak wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuannya  yang  sangat  diakui oleh para politikus dunia adalah bagaimana dia mampu mereduksikan sebuah masalah yang begitu rumit menjadi sesuatu yang sederhana.  Sebuah bakat yang sangat diperlukan dalam dunia politik, dimana banyak berisi akal-akalan, pat gulipat, diplomasi dagang sapi, dan bagaimana memanjat tangga kekuasaan. Hal ini sangat dikuasai oleh Joseph stalin, yang punya nama asli Joseph Vissarionovich Djugashvili, yang lahir di sebuah Gubuk (gubuk ini sampai sekarang masih diabadikan) pada tanggal 6 desember  1878, di Gori sebuah kota kecil di tepi sungai kura Georgia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi teka-teki adalah darimana sebenarnya nama Stalin ini berasal,  di diduga nama ini diambil dari seorang yang pernah memadu asmara dengannya, seorang yang cantik  dan montok  yang  bernama Ludmilla Stal. Stalin yang mempunyai watak temperamental, dan mudah emosi  tapi juga mempunyai  sifat yang lembut pada kawan-kawannya. Hingga Nikita Kruschev penerusnya menjulukinya Litsedei, Pria dengan banyak wajah. Bener-bener seorang aktor sekaligus sutradara yang menikmati drama yang diciptakannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Buku ini juga diceritakan bagaimana Stalin memobilisasi para petani dan hasil tanam mereka secara paksa di jual di luar negeri untuk mendanai berbagai ambisinya dalam bidang persenjataan, yaitu menciptakan pembangkit listrik dengan tujuan memproduksi Tank dan Pesawat.  Di sisi lain dengan para kawan dan anak buahnya begitu  lembut dan penuh keakraban  hingga semua anak buahnya merasakan sebuah ketulusan dalam pelukan stalin. Dan yang tidak banyak diketahui Stalin tidak berkutik di sudut kerling istri keduanya Nadya Alliluyeva, hingga stalin takut padanya. Sebuah paradoksal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat kontras sekali jika kita baca jejak sejarah yang diciptakannya yaitu diperkirakan telah membantai 20 juta orang, mendeportasi  28 juta orang, dengan 18 juta di antaranya diperbudak di gulag. &lt;br /&gt;Dan yang lebih memimbulkan paradoks lagi adalah dia doyan banget  melahap buku-buku sastra baik prosa maupun puisi, cerpen, novel, dan puisi-puisi dilahapnya, juga buku-buku tentang sains hingga dia menjadi seorang intelektual meski  tidak mempunyai bakat sastra dari sang ayah dan ibunya. Sang ayah adalah seorang tukang sepatu dan ibunya bekerja sebagai tukang cuci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah mungkin yang membuat Stalin menjadi Mempesona, maka banyak yang mengatakan bahwa stalinlah penguasa rusia yang merupakan Pembaca buku terbaik sejak  chaterine yang agung hingga Vladimir Putin, Bahkan Lenin yang terkenal sebagai Intelektual pun masih kalah meski lenin menikmati pendidikan bangsawan. Stalin mempunyai  perpustakaan yang berisi 20 ribu buku yang pernah dibaca semua, seperti novel-novel karya Hugo, Gogol, Hemingay, wilde, steinbeck, dll. Tapi itu semua tidak mengurangi kekejamannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sebuah sosok yang paradoksal. Atau mungkin di jiwanya terombang ambing antara Kegagahan dan kerapuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul Buku : Stalin Kisah-kisah yang tak terungkap&lt;br /&gt;Penulis : Simon Sebag Montefiore&lt;br /&gt;Penerbit : Alvabet&lt;br /&gt;Penerjemah : Yanto Musthafa dan ida Rosdiana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madiun, 16-6-2011&lt;br /&gt;Arif Gumantia&lt;br /&gt;GusDuRians , Bekerja di Dynamic Research&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-6736217055834390343?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/6736217055834390343/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=6736217055834390343' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/6736217055834390343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/6736217055834390343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2011/06/stalinkisah-yang-tak-terungkap.html' title='Stalin..Kisah yang tak terungkap'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-201119095138049841</id><published>2011-06-03T00:03:00.000-07:00</published><updated>2011-06-03T00:05:29.768-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Aku Menulis Cinta Kita Pada Udara</title><content type='html'>Aku menulis cinta kita pada udara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membiarkan dibawa angin menuju langit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengharap ada mega  menambah  jalinan kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski dalam gigil dan deru nasib yang begitu pahit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melukis cinta kita pada hening malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dibekap kesunyian  membentang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adakah kunangkunang  memberikan dian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat  kesedihan bertandang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madiun, dini hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1/6/2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arif gumantia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-201119095138049841?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/201119095138049841/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=201119095138049841' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/201119095138049841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/201119095138049841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2011/06/aku-menulis-cinta-kita-pada-udara.html' title='Aku Menulis Cinta Kita Pada Udara'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-2762776635803290878</id><published>2011-05-31T20:44:00.000-07:00</published><updated>2011-05-31T20:46:54.114-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='humor'/><title type='text'>KB dengan cara "dingklik" (sebuah humor)</title><content type='html'>Dalam sebuah obrolan di Posyandu, bu bidan tanya ke Ibu-Ibu yang lagi rutin periksa kesehatan anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bu Bidan : “bu ayu, KB pakai apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayu  : “ KB suntik bu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bu Bidan : “kalau ibu umi, KB pakai apa bu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umi  : “ KB spiral bu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bu Bidan : “kalau ibu yanti apa ya Kbnya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yanti  : “ pakai dingklik (kursi kecil) bu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bu Bidan : “lho kok pakai dingklik, gimana maksudnya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yanti : “ gini bu bidan, Suami saya itu kalau berhubungan sex khan sukanya dengan gaya berdiri, terus karena saya pendek, suami saya tinggi, maka saya berdiri dengan ancik-ancik (pake alas) dingklik. Nah pas melakukan hubungan sex saat terlihat dan terasa suami saya mau keluar spermanya, maka dingkliknya saya tendang, lha khan mrucut dan spermanya nyemprot di luar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bu bidan : “???????????”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-2762776635803290878?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/2762776635803290878/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=2762776635803290878' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/2762776635803290878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/2762776635803290878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2011/05/kb-dengan-cara-dingklik-sebuah-humor.html' title='KB dengan cara &quot;dingklik&quot; (sebuah humor)'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-7151991185059350436</id><published>2011-05-26T20:44:00.000-07:00</published><updated>2011-05-26T20:46:17.115-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi Buku'/><title type='text'>Nasihat Terakhir (Kumpulan Cerpen Agung Hima)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-JRiDHJp1lqM/Td8efaC1oxI/AAAAAAAAAKA/_xG1L8Zd_2w/s1600/176513_1782686577339_1544707773_1770177_6787730_o.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 218px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-JRiDHJp1lqM/Td8efaC1oxI/AAAAAAAAAKA/_xG1L8Zd_2w/s320/176513_1782686577339_1544707773_1770177_6787730_o.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5611237185642930962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang menyukai  cerpen, karena para pembaca diajak untuk menyaksikan sebuah lanskap,  yang merupakan representasi  dari  sebuah kehidupan nyata.  Dan bagi saya  cerpen  yang  menarik dan mengaduk emosi ataupun menyergap pikiran adalah cerpen-cerpen yang seperti sebuah puisi yang kaya makna. Yaitu Cerpen-cerpen yang didalamnya tidak banyak memberikan sebuah khotbah, cerpen yang tanpa banyak menggurui. Penulisnya  tidak memberikan sebuah kesimpulan-kesimpulan tapi justru menghujamkan rentetan pertanyaan-pertanyaan yang memaksa pembaca untuk menggali makna yang ada didalamnya, memberikan sebuah ruang yang terbuka untuk  kontemplasi pembacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Agung Hima, sastrawan asal semarang Jawa Tengah termasuk salah satu yang cerpen-cerpennya saya sukai. Lewat Buku Kumpulan Cerpennya “Nasihat terakhir” maka cerpen-cerpennya yang tersebar  bisa kita nikmati dalam sebuah buku. Agung Hima, lahir di semarang 18 Oktober 1971, aktif malang melintang di dunia teater, dan menulis untuk media massa lokal khususnya rubrik budaya.  Juga mengajar seni pertunjukan drama dan film di beberapa SMA dan perguruan tinggi di semarang. Dan sekarang  aktif di Open Mind Community, sebuah komunitas yang membahas secara kualitatif tentang kebudayaan. Beberapa kali saya sempat ngobrol dengan agung hima, dan ternyata punya  banyak kesamaan tentang buku-buku yang pernah di baca dan yang disukainya. Dia juga pernah cerita, buku yang paling saya sukai yaitu “mimpi-mimpi einstein” menurutnya adalah buku terumit yang pernah dia baca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 12 Cerpen yang ada di buku kumpulan cerpen “nasihat terakhir” ini. Cerpen pertama berjudul “dominique” . yang menarik di cerpen ini adalah deskripsi tentang perasaan dan tokohnya tidak diraikan secara panjang lebar, tapi pembaca dapat menerka pergolakan emosi dan dinamika batin tokohnya lewat dialog-dialog dalam kalimat dan tindakan para tokoh dalam dunia fiksi yang diciptakan oleh agung hima. Dan juga deskripsi tentang detail suasana cafe cukup jeli, hingga pembaca terasa ikut berada di dalamnya. Bercerita tentang percintaan tetapi dengan sebuah ending yang cukup menghentak dan menghadirkan sensasi  “Di pelataran parkir bandara, kulihat pesawat yang membawa dominique melayang jauh mencumbui awan hitam. Pikiranku penuh dengan nama Dominique. Dominique yang anggun, dominique yang cantik, dominique yang penuh cinta, dominique yang laki-laki.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerpen berjudul “Sejak Cerpen ke-10.764” akan membuat pembaca tersenyum getir dalam melihat sebuah kenyataan hidup seorang penulis, terombang ambing antara bagaimana memenuhi  tuntutan untuk menghidupi keluarganya dan menggengam rapat idealisme. Dengan gaya bahasa yang mengalir, sebuah bahasa yang akan kita temui sehari-hari meski ada nuansa satire di dalamnya. Seperti dialog antara Parto, sang penulis dengan Marni istrinya yang barusan melakukan tes kehamilan, dan ternyata positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kamu piye, to?” mata parto mendelik.  “Lha Piye? Kok malah marah sama aku”. Sanggah Marni. “Habis kamu nggak ati-ati, sih!” kata parto. “Nggak ati-ati bagaimana? Wong kamu yang ngesrong terus ra ngerti wayah! Sudah aku bilang, kalo ini masa subur, mbok ya ditahan sebentar. Nanti kalau nggak di kasih marah-marah,”. Gerutu marni . ya sebenarnya marni seneng-seneng saja, habis hanya itu hiburan satu-satunya dirumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerpen “Sujud   hening  1000 tahun” salah satu cerpen dengan genre religius tapi jauh dari kesan berkhotbah dan menggurui, sebuah cerpen yang penuh dengan rentetan pertanyaan tentang dimensi cinta . mengambil setting dari kisah kearifan lokal sunan bonang  dan putri cempo. Bahwa cinta bisa hadir dan datang pada siapapun, tanpa perduli pada kategori-kategori yang fana pada diri seorang manusia, meskipun itu seorang sunan. Hingga seorang Sunanpun harus merintih “ Duh, kanjeng nabi tidakkah kau rasakan perih yang menyayat ini? Duh Gusti, Tidak adakah jalan keluar untukku, sekedar meninggalkan rasa cintaku terhadap cempo tanpa harus menyakitinya?.” Sebuah cinta yang begitu dalam tapi juga tak terjangkau. Dalam cerpen ini, menurut saya agung hima berhasil menyergap dan mengaduk emosi pembaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik dari  cerpen “Tikaman pesta”  cerpen ke-4  adalah bagaimana agung hima menggiring pembaca untuk kemudian membantingnya dengan sebuah  ending yang membuat kita  memaki dalam hati, tentang giarti (Gie) yang naif yang punya cita-cita seperti kisah dalam cinderella. Cerpen Dengan kalimat-kalimat di awal cerita seperti sebuah puisi cinta yang kaya makna dan berakhir dengan sebuah paragraf “Gie, tolong diganti popoknya den  Akson” suara itu kembali menyeret pada kemeriahan pesta. Menyadarkan dirinya bahwa babu dilarang punya cinta.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nasihat Terakhir” adalah contoh bagaimana sebuah cerpen bisa dibangun lewat kalimat-kalimat dalam dialog tokohnya , dan dalam era tekhnologi ini dialog tersebut bisa dalam sebuah tulisan di email.  Dari sebuah email yang akan dikirim inilah agung hima menggambarkan kejadian dan  emosi para tokohnya. Dan pembaca seakan diajak untuk sama-sama merasakan sebuah kepedihan yang dialami tokohnya.kepedihan sebuah perselingkuhan, kepedihan karena ditikam cinta.  Sungguh sebuah gaya bercerita yang menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Senja mulai merayap meniti lambat, seolah matahari tidak akan lagi menyisakan kata maaf bagi siapapun juga. Malam ini Nisfu Syaban. “ inilah kalimat awal cerpen “ Bakda Maghrib”. Yang menurut saya memberikan sebuah ruang penafsiran yang begitu dalam. Tentang sebuah syariat Puasa dan juga tentang hakikat  yang sebenarnya  Puasa. Agung hima menggedor dalam kalbu kita, saat ada orang atau bahkan tetangga terdekat kita harus puasa, bukan karena ingin berpuasa tapi karena memang benar-benar tidak ada yang bisa dimakan. Hingga benak pembaca akan penuh dengan kalimat-kalimat pertanyaan yang ada di dalam cerpen ini :”sampai kapan harus bersabar? Sampai di mana keikhlasan bisa menemukan indah pada waktunya itu?” dan pada akhirnya sang tokoh yang bernama ratpo menyerah pada keadaan, menyerah  untuk membeli pisau dan pergi ke taman kota. sebuah cerpen yang menggambarkan Sebuah kenyataan yang menghimpit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerpen anakku Bunga-bunga bagi saya adalah sebuah cerpen yang kalau di dalam genre film bisa di katakan dengan genre film “noir” atau Gelap. Sebuah Cerpen  yang mengisahkan sisi gelap sebuah manusia dengan metafora di setiap kalimat dan paragrafnya. “Seperti yang sudah-sudah, setelah Papa berenang di tubuh mama, ia mengamcam dengan pedangnya. Memaksa mama kerja rodi menguras kolam renang yang kotor oleh lendir.”  Metafora yang membuat pembaca merenung bahwa manusia adalah sebaik-baik makhluk yang diciptakanNYA. Tapi setiap saat berpotensi untuk menjadi makhluk yang paling hina. Kalau melihat tekhnik penceritaannya, agung hima bisa mengembangkannya dalam sebuah Novel yang panjang dengan genre “noir” seperti ini. Dan saya yakin akan memukau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerpen “apakah Ratpo terluka” ini adalah cerpen yang menggambarkan realitas kekinian. Realitas sebuah kehidupan era digital yang selalu punya dua sisi. Sebuah sisi baik dan sisi buruk, tergantung bagaimana kita menyikapinya. Agung hima seperti membawa kamera dan meliput sebuah kejadian, dimana kita bisa menyaksikan lanskap, adegan, dan tokoh-tokohnya. Dengan perkataan lain watak dan alur tokohnya diperagakan dan bukan diuraikan. Sebuah kisah perselingkuhan yang dimulai dari perselingkuhan dunia maya. Da n yang menarik di akhir cerita sang tokoh masih bisa bertanya “apakah aku terluka?”. Hingga pembaca akan berpikir, jika dihadapkan kenyataan seperti yang dialami para tokohnya, apakah saya juga akan terluka? Apakah saya bisa ikhlas menerima? Dan rentetan pertanyaan-pertanyaan lainnya. Hal  ini juga ada pada Cerpen yang berjudul “Salindri” . yang menceritakan percintaan dengan fasilitas era digital “Chatbox” dan “webcam”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pada Cerpen “perempuan dunia maya” . pembaca diajak untuk melintasi sebuah batas dikotomi antara laki-laki dan perempuan. Melintasi batas pandangan stereotipe Bahwa tidak selamanya perempuan adalah seorang yang penuh kelembutan. Ada kalanya perempuan juga menyimpan sebuah kekuatan dan kekejaman yang bisa diwujudkan saat motivasi memenuhi rongga dada. “Lelaki di dunia ini adalah wujud kebohongan dan kebodohan manusia, maka aku bangga dan sukarela untuk menghabisi kebohongan dan kebodohan yang mereka ciptakan”. Bisik raha kepada setiap lelaki korbannya yang tengah capek kepuasan. Gaya penceritaan dalam cerpen ini mengingatkan saya pada film-film misteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Soliloqui labirin hitam” adalah contoh bagaimana sebuah cerpen bisa membuat kita menarik nafas panjang dan menghembuskannya setelah membacanya. Karena begitu dalamnya tema yang coba diberikan agung hima pada para pembacanya. Hingga kita perlu berdialog ke dalam diri kita sendiri agar bisa menyingkap sebuah labirin hitam. Dengan analogi legenda Jaka Tarub yang mencuri selendang  nya bidadari yang mandi di pancuran. Sampai pada sebuah pertanyaan tentang kematian. “jangan takut, air kolam akan membuka rahasia padamu”. Perempuan itu terus mengajakku masuk ke dalam kolam. “aku akan mati, aku tidak bisa bernafas dalam air”. Aku ketakutan. Ah..ternyata aku masih saja takut mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerpen terakhir adalah “Amin Mati”. Pengambilan judulnya sungguh menarik. Sesuai dengan apa yang terjadi di sekeliling kita Amin dari kata al amin (jujur) banyak yang mati. Dan ini juga ditulis di dalam salam satu dialog cerpen ini “ Dimana-mana, jujur itu pasti ajur, min.” Begitu pernah dinasehatkan seorang teman. Yang menarik disini adalah agung hima menceritakan apa yang dilihat disekelilingnya tanpa sedikitpun menggurui tentang  makna kejujuran. Hanya menyisakan sebuah pertanyaan pada kita para pembaca , saat Amin meradang menjelang maut “Jawablah Tuhan, sekejap saja.” Dan sepi merangkulnya. Sungguh sebuah cerpen yang memukau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ernest hemingway mengatakan : “ Keanggunan gerak gunung es terjadi hanya  seperdelapan bagiannya yang muncul di atas air.” Dalam seperdelapan tersebut menyimpan sebuah magma. Begitupun cerpen, penggalan-penggalan kisahnya menyimpan sebuah makna yang  dapat  ditafsirkan oleh pembaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara keseluruhan saya memberikan apresiasi yang tinggi atas Buku kumpulan cerpen ini. Banyak tema yang diambil dan berbagai eksperimentasi tekhnik penceritaan. Sesuai dengan aktifitas Agung Hima yang malang melintang di dunia teater. Hingga banyak menemukan hal-hal yang bisa ditangkap dan diolah dalam sebuah cerita. Semoga kumpulan Cerpen “nasihat Terakhir”  Agung Hima ini dapat menambah Khasanah Kesusasteraan Indonesia , agar semakin Hidup dan semakin menyebar di seluruh Negeri Ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul Buku :  Nasehat Terakhir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis     : Agung Hima&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerbit : Kawan Kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jl. Gombel Permai VI/107&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madiun, 27 Mei 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arif Gumantia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GUSDURIans, Pemerhati budaya yang aktif pada Gerakan Koin Sastra PDS HB Jassin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-7151991185059350436?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/7151991185059350436/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=7151991185059350436' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/7151991185059350436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/7151991185059350436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2011/05/nasihat-terakhir-kumpulan-cerpen-agung.html' title='Nasihat Terakhir (Kumpulan Cerpen Agung Hima)'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-JRiDHJp1lqM/Td8efaC1oxI/AAAAAAAAAKA/_xG1L8Zd_2w/s72-c/176513_1782686577339_1544707773_1770177_6787730_o.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-1215696081086506188</id><published>2011-05-10T21:30:00.000-07:00</published><updated>2011-05-10T21:31:24.126-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='humor'/><title type='text'>Dongkrak Naik Turun (Modifikasi dari Humor grup Warkop)</title><content type='html'>Dalam sebuah bus yang penuh sesak, ada seorang cewek cantik barpakaian putih-putih naik dari sebuah halte. karena kursi sudah penuh ditempati, maka Paijo menawarkan diri, mbak saya pangku aja kalo mau?&lt;br /&gt;ternayata si cewek mau, wah dapat rejeki iki rek, batin Paijo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah si cewek di pangku, Paijo basa-basi bertanya, Namanya siapa mbak. si cewek menjawab : "lilin, mas". oh nama yang indah, lilin itu rela menghacurkan dirinya agar bisa menerangi kegelapan.( rayuan gombal paijo mulai menyerang). seindah dan secantik orangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenalkan nama saya Paijo, dan obrolanpun berlanjut :" mbak lilin, kerja di apotik ya?". di jawab sama lilin :" iya mas, lho kok tahu mas?". Paijo menjawab : "lha, ini bajunya bau obat".&lt;br /&gt;tidak berapa lama, Lilin ganti bertanya: "Mas Paijo kerjanya di bengkel ya, jadi montir?"...paijo langsut menyahut :"iya bener mbak, lho kok tahu juga"&lt;br /&gt;dengan kalem lilin menjawab :"ini mas, Dongkraknya mas Paijo naik turun, terasa sampai Rok saya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;huahahhahahhahah..hahahhahahha..wakakkakakakkakkakaka&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-1215696081086506188?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/1215696081086506188/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=1215696081086506188' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/1215696081086506188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/1215696081086506188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2011/05/dongkrak-naik-turun-modifikasi-dari.html' title='Dongkrak Naik Turun (Modifikasi dari Humor grup Warkop)'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-1390253676204646922</id><published>2011-05-09T22:45:00.000-07:00</published><updated>2011-05-09T22:49:52.638-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi Buku'/><title type='text'>BIAR! 'Puisi Mencakar wajahmu dengan kuku jemarinya yang lentik" (Kumpulan Puisi Nanang Suryadi)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-sUrggS0ZBl0/TcjR4BaL-fI/AAAAAAAAAJ4/l7NlfQlqN80/s1600/coverlengkap.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 222px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-sUrggS0ZBl0/TcjR4BaL-fI/AAAAAAAAAJ4/l7NlfQlqN80/s320/coverlengkap.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5604960496643734002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Puisi yang diam-diam ingin kau tulis mencakar wajahmu. Dengan kukunya yang tajam. Dan kau menulisnya  sebagai  kepedihan. Inilah puisi, katamu, sambil membayangkan kuku di jemarinya yang lentik, dan menyisakan perih  di wajahmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian sepenggal bait dari puisi nanang suryadi yang berjudul “Puisi Mencakar Wajahmu dengan kuku jemarinya yang lentik”. Kita dapat merasakan luka macam mana yg dihasilkan dari sebuah jemari yang lentik dengan  kuku  yang tajam. Ruang  imajinasi kita langsung penuh dengan sebuah bayangan perih dan mungkin kepedihan. Begitulah sebuah puisi, unsur-unsur yang menyusunnya dan sarana-sarana kepuitisannya  membuat pembaca merasakan semacam  Emosi, imajinasi, kesan pancaindera yang menyentuh perasaan , atau bahkan memunculkan pemikiran dan ide-ide baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nanang Suryadi, lahir di Pulomerak, serang, 8 juli 1973, seorang penyair yang sudah tak asing lagi di percaturan sastra Indonesia, penyair yang juga  dosen Fakultas Ekonomi  Universitas Brawijaya  Malang. Beruntung  sekali  saya pernah satu Kost-kostan waktu Kuliah DI Malang. Masih ingat sering setelah maghrib nanang mengajak saya  sharing tentang  Puisinya, sambil membawa  buku-bukunya Chairil anwar,  subagio sastrowardoyo, WS Rendra, HB Jassin, dll, daripada diskusi tentang ekonomi, jurusan yang diambilnya waktu kuliah.:) hingga waktu itu saya sudah yakin, kalau kelak nanang  akan menjadi Penyair  hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku-buku puisi nanang suryadi antara lain : Sketsa, sajak di usia dua satu, orang sendiri membaca diri, dan lain-lain. Puisi-puisinya  Juga  banyak  masuk  di antologi-antologi seperti  Puisi tak pernah pergi (Penerbit Kompas,2003) , ini sirkus senyum (komunitas Bumi Manusia, 2002) dan masih banyak lagi. Juga  Aktif  mengelola  fordisastra.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puisi  sebagai sebuah bagian  dari seni tentunya juga  tunduk  pada sebuah hakikat karya seni, yaitu selalu terjadi keregangan antara Konvensi dan pembaharuan (inovasi). Itulah kenapa Rifaterre mengatakan Puisi  selalu berubah-ubah sesuai dengan evolusi selera  dan  perubahan konsep estetiknya.  Hingga sah-sah saja  kalau nanang suryadi menulis  puisi-puisinya  sesuai  dengan  konsep estetik yang diyakininya, seperti  Puisi di bawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutelusuri Matamu yang hitam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kutelusuri matamu yang hitam, sebuah lorong&lt;br /&gt;Perempuan di mana kau simpan rahasia,&lt;br /&gt;Pada tubuh yang rebah,pada tatap kekaguman, pada bayang&lt;br /&gt;Sebagai gelinjang  gairah atau lelah yang membuatmu&lt;br /&gt;Menyerah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kutelusuri seluruh tubuh, dengan sorot mata mencari &lt;br /&gt;Jejak riwayat,&lt;br /&gt;Seperti tak dipercaya telah dipatahkan sepotong rusukku,&lt;br /&gt;O dilorong-lorong panjang, kapan mimpi khan terjaga!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ilmu sastra (Poetika) disebutkan bahwa untuk membuat sebuah karya itu agar memenuhi  unsur kepuitisan dapat dicapai dengan bermacam-macam cara, misalnya dengan Bentuk Visual :  tipografi, susunan bait, dengan Bunyi : persajakan,asonansi,aliterasi,kiasan bunyi, lambang rasa, dan juga Orkestrasi dengan pemilihan kata (diksi), bahasa kiasan, sarana retorika,unsur-unsur ketatabahasaan, gaya bahasa, dan sebagainya. Dalam hal ini saya yakin sang penyair  sungguh memahaminya, hingga puisi-puisinya terasa  meminjam istilah Carlyle “ merupakan pemikiran yang bersifat Musikal”.  Pembaca bisa merasakan nada dan irama, yang kadang menghentak membuat kita meloncat, atau ritmis hingga seperti kita menggoyang-goyangkan kepala, bisa juga begitu lirih seperti sebuah sayatan gitar, biola atau harpa. Seperti sebuah puisi di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya  Engkau Hanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah diserahterimakan. Seluruh nasib. Ke dalam&lt;br /&gt;Genggaman. Biarlah segala menghambur.menujumu.&lt;br /&gt;Sebagai serpih.debu yang memburu.menyeru ngilu.&lt;br /&gt;Demikian diri terlunta.pada tatapmu.&lt;br /&gt;Tak berdaya diri. Tak&lt;br /&gt;Hanya engkau. Hanya. Menggelisahkan aku. Dengan&lt;br /&gt;Sepenuh rahasia kehendak dan aku? Terhisap ke dalam&lt;br /&gt;Tubir. Gelegak.lumpur api. Marahmu.&lt;br /&gt;Tak berdaya diri. Tak.&lt;br /&gt;Terlontar aku. Terjerembab.dalam takut gundahku&lt;br /&gt;Menatap wajahmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam seni sastra secara teoritis juga dinyatakan bahwa puisi mempunyai nilai seni, bila pengalaman  jiwa yang menjadi dasarnya dapat dijilmakan ke dalam kata (slamet muljana). Jadi sebuah luka ataupun rasa yang menyentuh jiwa sang penyair haruslah dijelmakan ke dalam kata, disinilah dibutuhkan kepekaan penghayatan, juga kedalaman perenungan, dan diaktualisasikan dengan memilih diksi (pemilihan kata dalam sajak) yang tepat  hingga setiap diksinya mempunya daya evokasi, yaitu daya yang kuat untuk menimbulkan pengertian. Hingga pengalaman-pengalaman jiwa atau batin Penyair bisa dirasakan pembaca puisinya, merasakan sesuatu yang hadir dalam kehidupan  dan begitu tiba-tiba  menyergap  perasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin Engkau demikian Letih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin engkau demikian letih. Di puncak sepi mengamuk&lt;br /&gt;Gelisah. Di puncak sunyi mengamuk cemas. Di puncak&lt;br /&gt;Lengang mengamuk debar. Di puncak penat mengamuk amarah. Di puncak&lt;br /&gt;Gejolak mengamuk gelombang. Rindumu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin engkau demikian letih menanti. Karena rindu&lt;br /&gt;Menggelisahkan diri. Bertanya dan bertanya pada jam yang&lt;br /&gt;Terus berdetik. Mengurai  usai. Lalu bertumbuhan rasa bosan&lt;br /&gt;Menunggu. Waktu demikian lambat merayap. Demikianlah &lt;br /&gt;Engkau mencatat dengan airmata, kenangan demi &lt;br /&gt;Kenangan. Rasa khawatir akan kehilangan. Walau tak ada&lt;br /&gt;Yang melambaikan tangannya bagi sebuah perpisahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...........................................................................................&lt;br /&gt;.......................................................................................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara keseluruhan dalam buku puisi nanang suryadi ini secara pribadi saya sungguh menikmatinya baik dari unsur-unsur kepuitisannya maupun muatan yang hendak disampaikan dari pengalaman-pengalaman batinnya. Ada banyak diksi-diksinya yang membuat puisinya menarik perhatian , menimbulkan kesegaran hidup, dan  kejelasan sebuah gambaran angan. Juga asosiasi-asosiasi perasaan yang  diciptakannya. harapan saya energi kreatif dari nanang suryadi tetap terjaga untuk semakin kreatif menciptakan  puisi-puisi , meskipun menjadi penyair itu bagi banyak orang adalah sebuah jalan sunyi.  Sebagaimana dungkapnya dalam puisi berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak kau ingat lampu-lampu yang menyihir kita menjadi&lt;br /&gt;Orang  yang menertawakan dunia. Tak kau ingat keringat&lt;br /&gt;Meleleh di langkah kaki, di punggung, kening, menantang&lt;br /&gt;Matahari! Menunggingkan pantat ke  muka-muka orang-&lt;br /&gt;Orang yang dipuja sebagai dewa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O, engkau telah membunuh kenangan demikian cepat.&lt;br /&gt;Seperti kulindas kecoak dengan ujung sepatuku. Perutnya&lt;br /&gt;Yang memburai, putih, mata yang keluar dari kepala,masih&lt;br /&gt;Bergerak-gerak, aku menjadi pembunuh, seperti dirimu.&lt;br /&gt;Demikian telengas. Tanpa  belas. Kepada kenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biar. Jika kau tak mau temani. Biar kurasakan nyeri sendiri.&lt;br /&gt;Di puncak sepiku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madiun, 10 mei 2011&lt;br /&gt;Arif Gumantia&lt;br /&gt;Penggemar Puisi dan aktif Di Gerakan Koin Sastra PDS HB Jassin&lt;br /&gt;Berumah di  http://kalbukita.blogspot.com&lt;br /&gt;Kumpulan Puisi “Biar”&lt;br /&gt;Diterbitkan oleh:&lt;br /&gt;Indie Book Corner&lt;br /&gt;Gambiran Baru UH5 Gg. Ksatria No. 36 RT 45/08&lt;br /&gt;Yogyakarta&lt;br /&gt;(0274) 9207841&lt;br /&gt;Cetakan pertama, Februari 2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-1390253676204646922?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/1390253676204646922/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=1390253676204646922' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/1390253676204646922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/1390253676204646922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2011/05/biar-puisi-mencakar-wajahmu-dengan-kuku.html' title='BIAR! &apos;Puisi Mencakar wajahmu dengan kuku jemarinya yang lentik&quot; (Kumpulan Puisi Nanang Suryadi)'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-sUrggS0ZBl0/TcjR4BaL-fI/AAAAAAAAAJ4/l7NlfQlqN80/s72-c/coverlengkap.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-2475387051935750966</id><published>2011-03-31T22:49:00.000-07:00</published><updated>2011-03-31T22:51:30.885-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi Buku'/><title type='text'>Halaman Rumah (Buku Kumpulan Puisi "yayan triyansyah")</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-H1lRfDwsMtw/TZVn2odE_1I/AAAAAAAAAJw/QbmGCPZk7AM/s1600/x2_54686f2.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 228px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-H1lRfDwsMtw/TZVn2odE_1I/AAAAAAAAAJw/QbmGCPZk7AM/s320/x2_54686f2.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5590488700720316242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Apa sebenarnya tugas Penyair? jawabannya. Adalah Sesuai dengan output yang dihasilkannya yaitu Puisi, maka tugasnya adalah bagaimana mengolah sebuah proses kreatif menjadi Puisi. Proses kreatif yang merupakan penjelajahan dari unsur pengalaman (empiris), unsur keindahan (estetis) dan unsur pengamatan (analitis). Di sini penyair bisa mengungkapkan dari sebuah gagasan yang abstrak menjadi sesuatu yang konkret bagi para pembaca. Dari menafsirkan sebuah kegelisahan diri pribadi sampai merefleksikan kegelisahan masyarakatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dengan Penyair Muda dari Rembang Jawa tengah, Yayan Triyansyah yang barusan menerbitkan Buku Puisinya “ Halaman Rumah”. Kegelisahan-kegelisahan juga luka yang dideranya berhasil diungkapkan dalam 69 puisinya di Buku Puisinya ini. Puisi-puisinya pernah singgah di beberapa media cetak local dan nasional, dibukukan dalam antologi bersama “secangkir kopi dan puisi” (TBJT, 2009), “Musibah Gempa Padang” (Kuala Lumpur, 2009), Empat amanat hujan (bunga rampai sastra DKJ, Jakarta 2010) dan masih banayak lagi di antologi bersama. “halaman rumah” adalah buku kumpulan Puisinya yang pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada apa dengan halaman rumah? Seperti yang ditulis oleh penyairnya di halaman pembuka buku, “sebenarnya semacam klise, bahwa halaman rumah adalah tempat kenangan, ingatan masa kanak-kanak paling akrab tertinggal, jarak yang sebenarnya tak pernah berjengkal. Apakah halaman rumah itu halaman sendiri? Bukan, karena banyak pula halaman rumah tetangga yang juga saya hadirkan di sini”. Menarik memang, menurut saya inilah sebuah kegelisahan tentang kenangan yang kadang-kadang menyergap datang, ada juga luka pada masa lalu, pertanyaan tentang kehadiran Tuhan di halaman hati kita, yang diolah dalam sebuah proses kreatif, diendapkan dan lahir berbagai puisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka lahir lah puisi “halaman rumah” yang ada di halaman 55 buku ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;……………………………………&lt;br /&gt;…………………………………….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halaman rumah jadi ingatan tentang sawah yang berubah wajah. Penjelasan yang lebih tegas tergilas waktu. Membisu. Tinggal punguti saja serpih sisa tanah dan memamahnya dengan bungah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puisi yang melakukan proses penciptaan dan penyerapannya ke dalam berbagai bentuk dan keadaan kehidupan di luar diri pengarang, semakin mendekatkan dimensi pengalaman-pengalamannya dengan alam, masyarakat dan kemanusiaan dan akhirnya kesatuan semesta. Puisi merupakan pembentukan nilai-nilai empiris melalui gagasan dan pemikiran. Hingga pembaca seolah ditarik ke dalam sebuah nilai-nilai empiris tersebut. Seperti Puisi dengan judul “sejarah” yang ada di hal. 5 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…………………………….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang menulis jenis dan bau tanah&lt;br /&gt;Saat jadi bagian paling madah&lt;br /&gt;Lalu membacanya dengan sumringah&lt;br /&gt;Dengan alur memagar ramah di kepala &lt;br /&gt;Kita hanya menyebutnya “iya”&lt;br /&gt;Pada setiap halaman yang di baca&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O, benarkah kita korban sejarah&lt;br /&gt;Saat menuliskan nama Tuhan dari pusar&lt;br /&gt;Hingga pusara?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puisi juga bisa menjadi sebuah fungsi dari hasil pengamatan dari sebuah waktu sejarah yang dilalui oleh penyair, ada yang luput tak terjamah sejarah, di sini mungkin puisi dengan getir dan haru mencatatnya, dengan sebuah bahasa yang bisa menjadi indah. Tentunya pembaca puisi dalam membaca pesan moral dalam puisi, juga dituntut untuk punya kreatifitas  yang bisa membawanya ke luar menguak makna dari kata-kata yang di sajikan penyair tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa Hilang Ingatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami kehilangan ingatan setelah ribuan tahun disibukkan menghapal alamat singgah, mengukur jarak perpindahan waktu dari muka ke dalam kepala. Sebuah kolam tak lagi berisi ikan, kemarau bukan alas an karena hujan masih bertahan. Hanya sedikit bagian hutan mengubah pohon jadi asap, itu pun kasak kusuk yang sering di bekap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;……………………………………………………………………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara keseluruhan saya menyukai puisi-puisi dari yayan ini. Ada eksperimentasi berbagai bentuk yang justru menarik untuk dinikmati pembaca. Seperti kalimat-kalimat panjang yang tanpa tanda baca, seakan membuat kita ingin  mencari jeda sementara, diantara kata yang berkejaran dalam riuh makna. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah puisi yang sangat saya suka dari kumpulan buku puisi ini, sebuah kegelisahan pribadi penyairnya yang diungkapkan dalam diksi-diksi dan punya daya evokasi yang kuat, hingga pembaca bisa merasakan kegelisahan atau mungkin luka yang hadir pada Puisi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau #1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa ingatan peristiwa&lt;br /&gt;Yang belum pernah dilalui&lt;br /&gt;Menjadi alas an kita menyatu&lt;br /&gt;Dulu kita lukis kisah waktu&lt;br /&gt;Di selembar batu&lt;br /&gt;Harap kekalnya jadi saksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak tahu harus menamainya apa&lt;br /&gt;Saat janji tiba-tiba pupus karena raga kita&lt;br /&gt;Tak sejurus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kautemu pamungkas&lt;br /&gt;Dan aku sibuk&lt;br /&gt;Mencari-cari kalimat penutup&lt;br /&gt;Cerita dalam puisi ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga hadirnya buku puisi ini, menjadikan semangat bagi para penyair lainnya untuk berkreasi dan menghadirkan puisi-puisi yang mewarnai Sastra kita. Bravo Sastra Indonesia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madiun, 1 april 2011&lt;br /&gt;Arif Gumantia&lt;br /&gt;Penggemar puisi yang berumah di http://kalbukita.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini diterbitkan oleh:&lt;br /&gt;Indie Book Corner&lt;br /&gt;Pajeksan GT 1/727&lt;br /&gt;Yogyakarta&lt;br /&gt;0274-9207841&lt;br /&gt;http://www.indiebook.co.cc&lt;br /&gt;http://facebook.com/inibuku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pemesanan bisa langsung ke website indie book corner atau ke irwan bajang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-2475387051935750966?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/2475387051935750966/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=2475387051935750966' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/2475387051935750966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/2475387051935750966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2011/03/halaman-rumah-buku-kumpulan-puisi-yayan.html' title='Halaman Rumah (Buku Kumpulan Puisi &quot;yayan triyansyah&quot;)'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-H1lRfDwsMtw/TZVn2odE_1I/AAAAAAAAAJw/QbmGCPZk7AM/s72-c/x2_54686f2.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-3131203077585741302</id><published>2011-03-16T20:32:00.000-07:00</published><updated>2011-03-16T20:33:29.113-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Doa Sang Prajurit untuk anaknya (Jendral Douglas Mc Arthur)</title><content type='html'>Puisi  dari Jendral Douglas McArthur  ini saya ambil dari tulisan kata pengantar buku “Tapak Jejak Gus Dur” yang ditulis oleh mbak Alissa Wahid, putri pertama beliau, saat Haul 1 tahun meninggalnya Gus Dur di ciganjur, Jakarta. Alhamdulillah atas undangan mbak Alissa saya bisa hadir, bersama teman-2 yang lain dalam haul tersebut. &lt;br /&gt;Dan sekarang saya share buat teman-teman semua, semoga bermanfaat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa Sang Prajurit untuk anaknya  ( Jendral Douglas McArthur)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku…&lt;br /&gt;Jadikan putraku insan&lt;br /&gt;Yang kuat untuk sadar kapan ia lemah,&lt;br /&gt;Yang berani hadapi dirinya sendiri manakala&lt;br /&gt;Kekuatan menjumpainya.&lt;br /&gt;Yang tegar dan teguh dalam kekalahan,&lt;br /&gt;Yang rendah hati serta berbudi halus dalam kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadiakan putraku insan&lt;br /&gt;Yang hasrat keinginannya tak mengalahkan kewajibannya,&lt;br /&gt;Putera yang selalu mengingat Engkau Tuhannya,&lt;br /&gt;Yang insyaf bahwa mengenal dirinya sendiri&lt;br /&gt;Adalah landasan pemahamannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku, bimbinglah ia,&lt;br /&gt;Bukan di jalan yang mudah dan nyaman,&lt;br /&gt;Tetapi di dalam tekanan, kesulitan, dan tantangan&lt;br /&gt;Biarkan ia belajar untuk teguh berdiri menentang badai&lt;br /&gt;Biarkan ia belajar untuk berbelas kasih terhadap mereka yang gagal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadikan puteraku insan&lt;br /&gt;Dengan nurani yang jernih&lt;br /&gt;Dengan cita-cita yang tinggi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putera  yang sanggup memimpin dirinya sendiri&lt;br /&gt;Sebelum hasrat memimpin orang lain.&lt;br /&gt;Putera yang menjangkau masa depan&lt;br /&gt;Namun tak pernah melupakan masa lampau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan setelah semua itu sudah menjadi bagian dirinya,&lt;br /&gt;Aku mohon juga&lt;br /&gt;Berilah ia rasa humor yang cukup&lt;br /&gt;Agar ia dapat selalu bersikap serius&lt;br /&gt;Tanpa terlampau serius menilai dirinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berilah ia kerendahan hati,&lt;br /&gt;Kesahajaan dalam keagungan diri sejati&lt;br /&gt;Keterbukaan pikiran dalam kearifan sejati&lt;br /&gt;Dan kelembutan dalam kekuatan sejati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga aku ayahnya berani berbisik :&lt;br /&gt;“hidupku tidaklah sia-sia”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madiun,17/03/2011&lt;br /&gt;Arif gumantia&lt;br /&gt;Penggemar puisi yg berumah di http://kalbukita.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-3131203077585741302?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/3131203077585741302/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=3131203077585741302' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/3131203077585741302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/3131203077585741302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2011/03/doa-sang-prajurit-untuk-anaknya-jendral.html' title='Doa Sang Prajurit untuk anaknya (Jendral Douglas Mc Arthur)'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-6680750376495449833</id><published>2011-03-02T20:42:00.000-08:00</published><updated>2011-03-02T20:50:47.769-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi Buku'/><title type='text'>Kumpulan Cerpen "Tawa Kecil sang Bidadari" dari Agustini suciningtias seorang penderita penyakit lupus</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-J6ZiQ8OLCME/TW8eH1EULvI/AAAAAAAAAJo/Ffqay6iCs_I/s1600/40486_1575102659556_1295258154_31549517_1760935_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 218px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-J6ZiQ8OLCME/TW8eH1EULvI/AAAAAAAAAJo/Ffqay6iCs_I/s320/40486_1575102659556_1295258154_31549517_1760935_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5579711583188430578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Membaca Kumpulan Cerpen “tawa kecil sang bidadari” dari agustini suciningtias ini kita seakan di ajak untuk masuk dalam kehidupan remaja masa sekolah  dengan segala problematika di sebuah kota, bandung dan kota kecil majalengka. Ada cinta, ada kelucuan, ada keceriaan, ada juga tangis yang mungkin juga pernah kita alami saat-saat kita beranjak remaja. Dari 6 cerita pendeknya semuanya berkisar pada kisah masa remaja dalam jalinan sebuah ruang keluarga, sekolah dan sebuah kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agustini  Suciningtias, lahir 6 agustus  1980, di majalengka. Mulai menulis saat divonis mengidap penyakit lupus pada tahun 2001. Saat itu ia hanya menulis di dunia maya, karena dibatasi oleh penyakit  yang  menyerangnya  hingga  membuat harus drop out dari kampus STMIK AMIK Bandung, tulisannya yang lain diterbitkan oleh syamsi dhuha foundation dan mizan pada tahun 2009 dalam buku memorial pasien-pasien lupus bersama 13 pasien lupus lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuat sebuah cerpen adalah tidak mudah, karena begitu cerita di mulai tugas pengarang adalah bagaimana  Pembaca tidak berhenti membaca dan tetap setia menyusuri jalinan cerita sampai selesai. Di sinilah tugas pengarang membuat sebuah cerita tersebut menjadi hidup  hingga pembaca seakan dihadapkan pada impuls naratif yang memancing daya imajinasi dan juga hanyut seakan pembaca merasa ada di dalam cerita tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperlukan sebuah kejelian untuk membuat deskripsi tentang detail baik suasana maupun tempat yang diceritakan dengan mengalir indah, dialog antar tokoh-tokohnya yang saling bertautan, juga bangunan konflik yang di bangun,  agar  memancing daya emosi dan imajinasi pembaca seakan kita sendiri yang sedang mengalami jatuh cinta atau patah hati yang ada pada jalinan cerita tersebut. Selain itu sangat diperlukanbagaimana penulis meramu sebuah ending  yang bisa membuat pembaca terhenyak oleh sesuatu yang tidak terduga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibuka dengan cerpen  oooh tidak! Yang membuat kita tersenyum atau bahkan terpingkal-pingkal saat membaca endingnya, kemudian breaking news mbak sofi . dalam cerpen breaking news mbak sofi, pengarang membuat deskripsi yang indah tentang suasana  pagi saat semua orang berkejaran dalam bising, dengan sudut pandang seorang penumpang angkot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam cerpen Friday night dan cerpen hantu, kita akan disuguhi sebuah cerita yang dibangun karena adanya perasaan takut akan hantu. Dengan selingan kelucuan di dalam cerita yang membuat cerita mengalir dan seakan “renyah”  untuk kita nikmati. Jug a pada cerpen kelima yang berjudul midnight.pada cerpen terakhir dengan judul “gara-gara humairah” adalah cerpen cinta remaja dengan segala romantikanya, dan  bagi yang pernah mengalaminya, seperti membuka lembaran-lembaran buku kenangan kita saat remaja. Saat bagaimana mengucapkan sepatah kata pun begitu sulit bagi yang sedang dilanda asmara. Tentang kerinduan yg bahkan memandangnya sekelebatan pun sudah seperti lepas dari dahaga yang menyiksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara keseluruhan 6 cerpen ini berhasil menjaga gaya bercerita yang mengalir meskipun ada letupan-letupan perasaan para tokohnya, membuat Ceritanya enak untuk dibaca dan dinikmati.  Saran  dari saya, masih banyak hal-2 yang bisa dieksplorasi  menjadi sebuah tema cerita, konflik-konflik yang bisa dibangun dalam sebuah cerita, agar semakin memberikan kejutan-kejutan dan kontemplasi bagi para pembaca.Dan khusus buat penulisnya Agustini sucinintias, segala sesuatu pasti ada hikmahnya. Ada sebuah kalimat dari imam al ghozali : “tak ada sesuatupun yang lebih indah dari takdir Tuhan, meski tak sepenuhnya bisa kita pahami. Karena yang terindah adalah rahasia.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi teruslah berkarya, Tuhan pasti memberikan yang terbaik bagi umatnya.  penyakit lupus bukan  halangan untuk berkarya, hadapi dengan penuh semangat dalam menjalani hidup apapun yang terjadi, dan teruslah belajar membaca dan menulis, banyak teman-teman cerpenis yang ada di dunia maya, belajarlah pada mereka semua. &lt;br /&gt;“tersenyumlah pada semua duka dan lukamu, agar  semua bisa menjadi  bunga  bagi hidupmu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madiun, 3 pebruari 2011&lt;br /&gt;Arif Gumantia&lt;br /&gt;Penggemar cerpen yg berumah di  http://kalbukita.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-6680750376495449833?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/6680750376495449833/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=6680750376495449833' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/6680750376495449833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/6680750376495449833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2011/03/kumpulan-cerpen-tawa-kecil-sang.html' title='Kumpulan Cerpen &quot;Tawa Kecil sang Bidadari&quot; dari Agustini suciningtias seorang penderita penyakit lupus'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-J6ZiQ8OLCME/TW8eH1EULvI/AAAAAAAAAJo/Ffqay6iCs_I/s72-c/40486_1575102659556_1295258154_31549517_1760935_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-2213672085589674231</id><published>2011-02-07T18:53:00.000-08:00</published><updated>2011-02-07T18:57:26.374-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel ekonomi'/><title type='text'>Dynamic Research (DR) your partner in your life.</title><content type='html'>Dynamic Research (DR) is an independent private consumer research and marketing. Research agency and currently is developing and  dynamic in consumer  research and  marketing research  services  besides provides methodology  research  based  on  special  request  from  the  clients.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Scope of our  service : taylor made studies, syndicated studies, multi client  studies.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Our  services offering : field work force, marketing investigation research, consumer research, data entry force, distribution check, feasibility study, others.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Methodology  research :&lt;br /&gt;1) desk riset  (secondary  data)&lt;br /&gt;2) research  data primary :&lt;br /&gt;     a)Qualitative research&lt;br /&gt;      b)Quantitative research&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qualitative  research (mystery shoping) is a techinique to measure service quality. Technique often used for quality control or for researching  competitor ‘s product.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Quantitative  research (customer satisfaction) repsresent a  modern approach  for quality in enterprises  and organization and service development of a truly customer – focused management and culture.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Consumer research quality control in Qualitative research : project preparation, data collecting, data entry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimention measured in quantitative research : reliability, responsivenes, assurance, empathy, tangibles, reliability.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nowdays Dynamic Research has a field force more than 500 part timer interviewers and team leaders and also field workers in more than 20 (twenty) main cities and cities in indonesia,  namely jakarta, bogor, tangerang, bekasi,,bandung,cirebon,pekalongan, semarang, yogyakarta, surabaya, malang, solo, madiun, jember, medan, palembang, lampung, batam, denpasar, pontianak,samarinda, makassar, ambon, jayapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If a study be required in cities other than above cities, a special arrangement will be provided, either by establishing a new team or by transferring a team from nearest city where the field force is available.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We have a team of good interviewers who have experiences enough in quantitative research as well as quantitative research.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dynamic Research has worked on behalf of larger number of major companies, including both local to multinational companies, such as:&lt;br /&gt;1.      Carrefour Indonesia&lt;br /&gt;2.      International data corp&lt;br /&gt;3.      Business digest (BD)&lt;br /&gt;4.      JAVAPR&lt;br /&gt;5.      PRPT-DKP&lt;br /&gt;6.      FISDATIN&lt;br /&gt;7.      PRATESIS&lt;br /&gt;8.      Pusat Kajian Bioindustri BPPT&lt;br /&gt;9.      Permata Bank&lt;br /&gt;10.     Ajinomoto&lt;br /&gt;11.     Semen padang&lt;br /&gt;12.     Semen Tonasa&lt;br /&gt;13.     Semen Gresik&lt;br /&gt;14.     Departemen Perindustrian&lt;br /&gt;15.     Distry Survey&lt;br /&gt;16.     Nielsen&lt;br /&gt;17.     LIPI&lt;br /&gt;18.     Elnusa&lt;br /&gt;19.     Others&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dynamic Research has produced some multi clients study, such as :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.   -    Evaluasi ekonomi 2009 dan prospek 2010&lt;br /&gt;2.    -   Studi tentang minyak dan gas bumi 2009/2010 industri, pasar, dan   prospeknya.&lt;br /&gt;3.     -  Kajian tentang kondisi dan prospek bisnis semen di indonesia hingga tahun 2018.&lt;br /&gt;4.     -  Kajian tentang prospek bisnis ENERGI di Indonesia 2010-2025&lt;br /&gt;5.    -   Transparency International Indonesia untuk  Indeks Persepsi Korupsi Indonesia (IPK Indonesia) pengukuran tingkat korupsi pemerintah daerah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;if you or your companies want to research about consumer, marketing, corruption index,culture, PILKADA, politics, economic evaluation, and others, please contac :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dynamic Research&lt;br /&gt;CIK’s Building, 3 rd Floor&lt;br /&gt;Jl. Cikini Raya no. 84-86 Jakarta 10330-Indonesia&lt;br /&gt;HP : 0852 3358 5154&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-2213672085589674231?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/2213672085589674231/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=2213672085589674231' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/2213672085589674231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/2213672085589674231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2011/02/dynamic-research-dr-your-partner-in.html' title='Dynamic Research (DR) your partner in your life.'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-174009423828018303</id><published>2011-01-24T21:57:00.000-08:00</published><updated>2011-01-24T21:58:57.860-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Musik'/><title type='text'>“flying in a blue dream” With Joe Satriani</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/TT5mlt5T2qI/AAAAAAAAAJc/0LL_VhllJeg/s1600/220px-Joe_satriani.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 220px; height: 293px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/TT5mlt5T2qI/AAAAAAAAAJc/0LL_VhllJeg/s320/220px-Joe_satriani.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565998987637676706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mendengarkan musik joe satriani  kita seakan dibawa ke  sebuah dimensi  ruang dan waktu yang berbeda dengan dimensi tempat kita berpijak . Sayatan gitarnya yang kadang  melodius, penuh emosional, kadang juga meraung mencabik-cabik jiwa, seakan di ajak terbang ke dimensi mimpi seperti pada lagu “flying in a blue dream” atau mungkin kita dibawa mengarungi  samudera alam raya dalam “Surfing with alien”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joe “scath” satriani lahir 15 juli 1956 di westbury, New York, dari  keluarga keturunan italia. Joe berguru gitar pada 2 maestro jazz modern :Billy Bauer dan lennie Tristano. Tahun 1974 Joe mulai mengajar gitar di westbury selama 3 tahun berturut-turut, salah  satu muridnya adalah steve vai. Tahun 1978 joe pindah ke berkley california mengejar karir sbg instruktur gitar. Yang menghasilkan murid-2 yg sangat berbakat seperti kirk hammet(metallica), david bryson (counting crows), Kevin Cadogan (Third eye Blind), larry lalonde (Primus, possessed), dan alex skolnick (testament). Joe mengakui bahwa permainan gitarnya sangat dipengaruhi  oleh Jimi Hendrix, jeff beck, dan Jimmy page.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1984 joe merilis EP yang berjudul rubina, (nama Rubina diambil dari nama istrinya). Setahun kemudian, joe mendapat kontrak dari relativity  record dan meluncurkan album Not of this earth, yang merupakan album EP Rubina dan dilengkapi dengan beberapa lagu lainnya. Di album kedua adalah salah satu instrumentalis Rock Tersukses “ Surfing With Alien” (1987). Surfing with alien, ice9, cruching day, midnight adalah lagu hit-hitnya. Juga “hill of the skull” yang dipengaruhi genre musik celtic yang gelap. Selain itu lagu balada yang melodius dan menyayat emosi “always with you always with me” dan “echo”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Album ini meraih gold, dan di tahun 1989 Mick jagger pun mengajaknya tur keliling dunia dan sempat melakukan konsernya di jakarta. Bahkan sempat bergabung dengan Deep  Purple untuk menggantikan posisi Ritchie Blackmore pada tur di jepang. Tapi menolak menjadi gitaris tetap karena dia lebih memilih bersolo karir. Tahun 1989 Joe satriani meluncurkan album ‘Flying in a Blue Dream” yang juga laris manis. Salah satu lagunya “One Big Rush” menjadi soundtrack film say anything yg disutradarai oleh cameron crow. Album ini juga menghasilkan lagu-2 balada seperti “into the light”, the forgotten-parts one and two, i believe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1992 joe melaunching album The Extremist dengan lagu-lagu hit “summer Song” , “cryin’”,”The Extremist”, “friends”. Summer song menjadi jingle iklan Sony walkman. Album ini meraih nominasi grammy award. Disusul tahun 1993 joe merilis album double CD Time Machine. Disusul tahun 1995 dengan album Joe satriani yang berbau blues kental. Dan tahun 1998 meluncurkan album Crystal planet. Dengan Hit “love thing”, a train of angles, crystal planet, rapsberry jam deltra V.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joe satriani bereksperimen dengan menggunakan programming komputer pada album Engines of creation tahun 2000. Disusul album Beatiful music, Is There love in space (2004) dan super colossal (2006). Bersama Steve vai, joe satriani membentuk G3 yang merupakan konser tur keliling dunia dari 3 orang gitaris instrumentalis. G3 menghadirkan jagoan gitar yang handal dan melegenda seperti eric johnson, yngwie malmsteen, john petrucci, kenny wayne sheperd, robert fripp, uli jon roth, michlael schenker, adrian legg, dan paul gilbert. G3 menghasilkan album-2 : G3:live concert pada tahun 1996 dg formasi joe satriani, steve vai, Eric johnson. G3: Rockin’ in the free world tahun 2003 dg formasi Joe satriani, Steve Vai, Yngwie malmsteem. Dan G3:live in tokyo tahun 2005 dg formasi Joe satriani,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;steve vai, john petrucci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joe satriani terkenal rendah hati di kalangan para gitaris, meskipun dia sangat menguasai tehnik bermain gitar, tehnik legatonya yang dahsyat, two handed tapping dan sweep-picking yang maut, dan permainan whammy bar yang menakjubkan, tapi kata-kata nya yang paling terkenal adalah :”aku lebih suka seseorang berkata: itulah solo gitar yang tak pernah kulupakan daripada itulah orangnya yang menguasai tehnik bermain gitar.” Dahsyat memang joe.....dan memang benar  “always with you always with me”..tak akan pernah kulupakan Joe.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskografi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Not of This Earth (1986)&lt;br /&gt;    * Surfing with the Alien (1987)&lt;br /&gt;    * Dreaming #11 (1988)&lt;br /&gt;    * Flying in a Blue Dream (1989)&lt;br /&gt;    * The Extremist (1992)&lt;br /&gt;    * The Beautiful Guitar (European compilation album) (1993)&lt;br /&gt;    * Time Machine (1993)&lt;br /&gt;    * Joe Satriani (1995)&lt;br /&gt;    * G3: Live in Concert (1997)&lt;br /&gt;    * Crystal Planet (1998)&lt;br /&gt;    * Engines of Creation (2000)&lt;br /&gt;    * Additional Creations (Bonus CD with limited "Engines of Creation") (2000)&lt;br /&gt;    * Live in San Francisco (Previously recorded material) (2001)&lt;br /&gt;    * Strange Beautiful Music (2002)&lt;br /&gt;    * The Electric Joe Satriani: An Anthology (2003)&lt;br /&gt;    * G3: Rockin' in the Free World (2004)&lt;br /&gt;    * Is There Love in Space? (2004)&lt;br /&gt;    * G3: Live in Tokyo (2005)&lt;br /&gt;    * Super Colossal (2006)&lt;br /&gt;    * Gillan's Inn (Tracks 1,4,12) (2006)&lt;br /&gt;    * Professor Satchafunkilus And The Musterion Of Rock (2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madiun, 24 januari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arif Gumantia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Founder of “legenda Rock group in Facebook”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Only Brave heart playing rock”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;note ini berdasarkan Buku Dewa-Dewa Gitar karya D. Rush, Wikipedia, dan Pendapat Pribadi. Foto diambil dari wikipedia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-174009423828018303?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/174009423828018303/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=174009423828018303' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/174009423828018303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/174009423828018303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2011/01/flying-in-blue-dream-with-joe-satriani.html' title='“flying in a blue dream” With Joe Satriani'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/TT5mlt5T2qI/AAAAAAAAAJc/0LL_VhllJeg/s72-c/220px-Joe_satriani.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-5433340969308171808</id><published>2011-01-10T22:15:00.000-08:00</published><updated>2011-01-10T22:18:13.843-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Ketika tahun 2010 beranjak pergi</title><content type='html'>ketika tahun 2010 beranjak pergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah yang tersisa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemanakah perginya waktu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kadang lekas bergegas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagi hati yang digetarkan oleh cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kadang lambat merambat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagi hati yang didera dan dikoyak sepi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika tahun 2010 beranjak pergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semanis apapun harus kita tinggalkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sepahit apapun biarkan lewat dan menjadi jejak-jejak kenangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersinar bagai ribuan kunangkunang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika tahun 2010 beranjak pergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selalu ada cahaya bintang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menuntun kita mengarungi samudera kehidupan di depan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang pasang surutnya tak terduga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada seutas tali cahaya tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menarik kita untuk menyongsong matahari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melangkah meski kadang gontai, tertatih, dan terjatuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;agar tetap tegar menyemai benih-benih harapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika tahun 2010 beranjak pergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tak ada sesuatupun yang lebih indah dari takdir tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;meski tak sepenuhnya kita pahami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena yang terindah adalah rahasia" *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31/12/2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arif Gumantia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas kereta Fajar Utama "jakarta-semarang"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* kalimat dalam tanda " " adalah kutipan dari imam al ghozaly.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-5433340969308171808?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/5433340969308171808/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=5433340969308171808' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/5433340969308171808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/5433340969308171808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2011/01/ketika-tahun-2010-beranjak-pergi.html' title='Ketika tahun 2010 beranjak pergi'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-6799579695184249880</id><published>2010-12-20T22:42:00.000-08:00</published><updated>2010-12-20T22:46:00.260-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel sosial budaya'/><title type='text'>Gus Durku, Gus Durmu, dan Gus Dur kita.(dari Forum  silaturahmi Gus DuR-ian di Jombang tgl. 19/12/2010)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/TRBNGO66zmI/AAAAAAAAAJQ/qhp-tkT_EaM/s1600/logo-gdian.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 177px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/TRBNGO66zmI/AAAAAAAAAJQ/qhp-tkT_EaM/s320/logo-gdian.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5553023110027595362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tanpa terasa, sudah satu tahun sejak Al-Maghfurlah Gus Dur wafat meninggalkan bangsa Indonesia. Gus Dur mewariskan kepada anak-anak biologis dan ideologisnya sebuah jejak perjuangan yang kuat. Sejarah mencatat banyaknya elemen-elemen masyarakat yang berkomitmen untuk melanjutkan pemikiran, nilai-nilai dan perjuangan Gus Dur,  yang dirintis di dunia kita dan masyarakat kita masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan setahun ini dapat kita saksikan kondisi Indonesia yang semakin semrawut dan tidak jelas ke mana arah tujuan bangsa ini. Saat-saat seperti inilah kita semua begitu merindukan sosok Gus Dur, yang seluruh hidupnya berjuang dan berjuang untuk negeri ini, agar menjadi negeri yang makmur dengan kehidupan bangsa yang selalu berlandaskan kedaulatan hukum, demokrasi, dan Pluralisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat juga kita saksikan semakin tajamnya konflik-konflik horizontal di masyarakat karena mengutamakan kepentingan kelompok dan politik uang, seperti yang dilakukan islam radikal seperti FPI. Semakin kita merindukan sosok beliau, yang memperjuangkan nilai-nilai luhur seperti keadilan, kebhinnekaan dan hak asasi manusia yang terus diperjuangkannya. Dengan kondisi yang seperti ini terlihat semakin ada  relevansi antara pemikiran-pemikiran Beliau dengan kondisi kekinian bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di berbagai kota telah bermunculan komunitas-komunitas GUSDURian, tempat berhimpunnya para penerus pemikiran-pemikiran Gus Dur secara informal. Dan merupakan sebuah hal yang menggembirakan dan sangat berpotensi untuk menyemaikan dan meneruskan perjuangan Gus Dur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena sekali, saya sangat bersyukur bisa menghadiri acara silaturahmi Forum Jaringan GUSDURian, bersama teman-teman jaringan GUSDURian yang di adakan di jombang pada hari minggu kemarin tanggal 19-12-2010 mulai jam 08 sampai jam 16.00. dengan agenda Sharing, Networking &amp; Strategizing. acara yang dipinpim langsung  oleh Putri Pertama Gus Dur Alissa wahid, dan juga dihadiri adik-adiknya Anita Wahid, dan inayah Wahid. Sedangkan Yenny Wahid tidak bisa hadir karena ada acara koordinasi di Kediri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah acara yang diadakan dengan penuh humor ala Gus Dur ini, bisa menghasilkan  langkah-langkah yang kongkrit dalam memperjuangkan pemikiran-pemikiran Gus Dur. Selain membangun sinergi yang menghubungkan jaringan GUSDURian di seluruh dunia. Juga dideklarasikan bahwa GusDuRian adalah komunitas yang egaliter dan inklusif. Bukan sebuah komunitas yang eksklusif, karena Gus Dur adalah milik semua. Gus Dur adalah milik semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak identifikasi masalah yang berhasil kita urai bersama dan akan segera ditindak lanjuti dengan langkah-langkah yang nyata. Seperti kita ketahui hanya Gus Dus lah Presiden yang berani head to head dengan kekerasan yang dilakukan FPI. Sedangkan Presiden selanjutnya hanya ber-retorika untuk pencitraan tanpa ada tindakan nyata. Karena sang Presiden tak ingin kehilangan dukungan dari islam garis kanan. Maka secara terang-terangan Gus DuRian akan segera melakukan tindakan-tindakan hukum jika FPI melakukan kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga untuk memperkuat ekonomi rakyat, maka kita semua akan mengawal program-program pemerintah yang dalam taraf Konsep pro-rakya dan pro-poor, tapi sering terjadi distorsi di tingkat implementasi. Seperti isu ramainya pembahasan RPP tembakau, agar ada win-win solution, jangan sampai ratusan ribu buruh dan pegawai pabrik rokok terjadi PHK massal. Pembebasan lahan Jalan Tol Trans-Jawa Selain itu juga adanya isu warung-warung kecil akan kena Pajak penghasilan 10 % dari Omzet. Hal ini akan menjadi konsentrasi kita, jangan sampai pengusaha kecil yang sudah “mbrebes mili” semakin “ajur mumur”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibidang peribadatan juga masih terlihat diskriminasi dalam pendirian tempat Ibadah, dan penyegelan tempat ibadah yang dilakukan oleh FPI. Hal ini tentunya tidak bisa kita biarkan, karena bertentangan dengan pasal Kebebasan Beragama dan Beribadah di UUD 1945. di bidang program-program pemerintah pun demikian banyak program-program pemerintah yang hanya dinikmati oleh saudara, teman, atau para kader partai dimana sang menteri tersebut berasal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal demikian inilah membuat kita semua semakin rindu pada sosok Gus Dur. Dan bagi teman-teman semua yang ingin bergabung dengan GusDuRian secara online, bisa mendaftar ke http://www.gusdurian.net/ dan mari kita perjuangkan pemikiran beliau bersama-sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GUS DUR..i miss you..i love you…PUolllllll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arif Gumantia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koordinator GusDuRian Wilayah Madiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;﻿&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-6799579695184249880?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/6799579695184249880/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=6799579695184249880' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/6799579695184249880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/6799579695184249880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2010/12/gus-durku-gus-durmu-dan-gus-dur.html' title='Gus Durku, Gus Durmu, dan Gus Dur kita.(dari Forum  silaturahmi Gus DuR-ian di Jombang tgl. 19/12/2010)'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/TRBNGO66zmI/AAAAAAAAAJQ/qhp-tkT_EaM/s72-c/logo-gdian.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-6336122901750753243</id><published>2010-11-02T22:29:00.000-07:00</published><updated>2010-11-02T22:31:59.925-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi Buku'/><title type='text'>Langkah, Dua kuntum Cinta, Gerimis malam, Tukang Bunga dan burung Gagak (Kumpulan Cerpen 4 Cerpenis)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/TNDzwKhrwMI/AAAAAAAAAJI/hZ3zBOY9_Hs/s1600/18438_289201442157_623942157_3289275_2109894_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 241px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/TNDzwKhrwMI/AAAAAAAAAJI/hZ3zBOY9_Hs/s320/18438_289201442157_623942157_3289275_2109894_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5535191950823243970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sangat bisa kita pahami, kenapa begitu banyak orang menyukai cerpen, mulai dari anak-anak, remaja, sampai dewasa. Karena Cerpen bisa menjadi semacam sebuah liputan kamera, pembaca dibawa untuk menyaksikan sebuah lanskap, adegan, tokoh, konflik dari luar. Dan kadang ada pertautan antara cerita dan kisah yang di alami pembaca, atau bisa dikatakan cerpen bisa mempertautkan antara pembaca dan sebuah kenangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga saat membaca buku Kumpulan cerpen dari 4 cerpenis indonesia yaitu : Agnes Majestika, Kurnia Effendi, Kurniawan Junaedhie, dan Ryana Mustamin. Cerpen-cerpen yang dimasukkan dalam buku ini juga sebagian besar sudah dimuat di media cetak, baik surat kabar harian, maupun majalah. Kompas, Femina, Anita cemerlang, Horison, dll. Sehingga cerpen-cerpen yang ada dalam buku ini begitu memikat. Cerpen-cerpennya sebagian besar seperti puisi yang  punya banyak makna untuk ditafsirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agnes Majestika, Dokter Hewan lulusan IPB dan Pascasarjana UGM, sekarang bekerja sebagai PNS di Dinas Peternakan Bengkulu, hadir dengan 4 buah Cerpen : Calon adik untuk Bhy, Istri, Langkah, dan Alibi. Dalam calon adik untuk Bhy, tema yang diambil sungguh menarik dan futuristik. Merancang sebuah bayi lewat komputer. Cerpen “istri” adalah deskripsi tentang sifat seorang Laki-laki. Penceritaan dengan sudut pandang si “laki-laki” cukup menarik untuk diikuti. Laki-laki yang sering bersifat jantan, tetapi juga punya sifat rapuh dan terpaksa. Cerpen “Langkah” terlihat Agnes Piawai dalam detail. Terutama saat bercerita tentang  desa dan peternakan. Sedangkan cerpen “alibi” membongkar habis sifat Cemburu kaum laki-laki yang kadang tidak mau diakuinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunia Effendi, sastrawan yang sudah tidak asing lagi, beberapa kali diundang untuk perhelatan sastra dan sudah begitu banyak buku yang diterbitkan. Alumni FSRD ITB ini hadir dengan 4 cerpennya : “ Ikebana Bagi Calon Mama, Dua Kuntum Cinta, Pojok Kafe Simpang Lima, dan terompet. Dalam cerpen-cerpennya banyak permainan emosi dan pergolakan bathin tokoh yang dapat kita terka melalui deskripsi perasaan dan pikiran tokohnya. Juga kutipan-kutipan dari syair Leo Kristi bisa menyatu dengan cerita dan menghadirkan pesona nuansa puitis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada “Ikebana bagi calon mama”  sebuah cerita tentang kepedihan dalam perjalanan hidup manusia, tentang misteri kematian. Siap-siap bagi pembaca untuk mengusap air mata yang mungkin menetes, saat membaca ending cerita. “dengan simfoni kutegak melangkah, dengan dirimu di hati ini” syair lagu serenada pagi 1971 Leo Kristi menghiasi cerpen kedua :Dua kuntum cinta” . sebuah kisah cinta yang membuat pembaca bisa mempertautkan antara dirinya dengan kenangan yang pernah terjadi di masa lalu. Cerpen ketiga “pojok simpang lima’ membuat kita seakan menikmati sebuah Puisi yang panjang. Karena deretan kalimat-kalimatnya begitu puitis dan kaya makna. Dan cerpen terakhir “Terompet” yang pernah dimuat di majalah  Horison, maret 2005 adalah cerpen dengan tema kemeriahan Tahun Baru yang begitu memukau dalam detail suasana dan ending yang cukup menghentak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurniawan Junaedhie, pernah menjadi redaktur di beberapa majalah kelompok kompas-gramedia, penulis sejak 1974 di berbagai media massa, kumpulan  buku Puisinya adalah Cinta seekor singa. Juga hadir dengan 4 buah Cerpen  Tukang Bunga dan Burung gagak, Opera Asmara, Sepatu Elvis, Kenangan Keluarga. Menurut Kurniawan, untuk mengarang cerpen dibutuhkan kesabaran. Kesabaran untuk mengamati, merenungkan, kemudian mengungkapkan dalam bahasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya suka sekali membaca cerpen “Tukang Bunga dan Burung gagak’ yang bercerita dengan tema Mitos Burung gagak dan kematian. Dengan narasi yang memikat kita bisa betah membaca alur kalimatnya sampai di akhir cerita. Pembaca diundang untuk mengais makna dan menyimpulkan pesan yang ada dalam cerita. Opera Asmara bercerita tentang sesuatu yang sering kita lihat di realitas media, Pejabat yang kelihatan santun dan berwibawa ternyata mempunyai “wanita simpanan’. Cerpen “sepatu Elvis” membuat pembaca bisa tersenyum atas kehebohan karena sebuah sepatu. Tema yang jenaka dan menarik. “Kenangan Keluarga’ cerpen keempat yang  membuat Pembaca menjadi merenung begitu banyak sebenarnya ruang rahasiai yg tersimpan dalam keluarga. Dan saat kita mengetahuinya diperlukan sebuah Kebijakan untuk mengungkapkannya atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Cerpenis Terakhir adalah Ryana Mustamin, Head Corporate Communications of AJB Bumiputera 1912. alumni magister manajemen komunikasi universitas indonesia, menulis cerita pertama kali saat duduk di kelas 5 SD. Dan cerpen-cerpennya sudah tersebar di berbagai majalah. Sebagai wanita karir Opini dan Esainya tersebar di berbagai Media massa seperti Tempo, Kompas, dan Majalah InfoBank. Mbak ana, begitu biasanya saya memanggilnya, menghadirkan 4 cerpen Dahaga, Gerimis malam, Tenriawaru, Dan Napak Tilas. Menurut Mbak ana semua cerpennya lahir tanpa Pretensi, lahir bukan dalam rangka ini atau itu. Hanya semata-mata karena ingin menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerpen Dahaga menyergap kita sejak awal cerita, tentang sebuah sosok misterius yang tiba-tiba hadir dalam keseharian seseorang. Sebuah sosok yang imanjinatif , yang sering mengajak untuk beradu argumentasi, saat kita mempunyai sebuah hasrat.  sosok yang pada ending cerita kita akan menemukan siapa dia sebenarnya. Dalam gerimis malam kisah yang dihadirkan adalah sebagian kisah yang dialami wanita, tentang kebencian seorang wanita terhadap laki-laki akibat luka yang digoreskannya. Cerita dari sudut pandang seorang wanita. Dalam Tenriawaru mbak ana bercerita tentang sebuah gaya hidup, gaya hidup yang sebagian ada di sekitar kita. Hidup bersama tanpa menikah. Di sini justru menarik, karena cerpenis tidak berusaha untuk menggurui, cerpenis bukan pencerita yang sedang berkhotbah. Hanya menuliskan dalam sebuah cerita, pembacalah yang punya hak menilai dan menyimpulkannya. Dalam cerpen terakhir napak tilas ada kisah tentang misteri dan trauma yang membayangi sebuah kecelakaan kereta. Permainan kalimat yang meluncur membuat kita seakan masuk dalam cerita dan hidup dalam sebuah trauma yang menghimpit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntung sekali saya dapat membaca cerpen-cerpen ini, cerpen yang ditulis di  tahun 1984 sampai 2009. kisah-kisah yang inspiratif. Kisah-kisah yang kadang kita rasakan bukan sebagai sebuah Fiksi tapi sebuah kenyataan. Semoga buku ini bisa memberikan semangat bagi penulis- penulis lainnya, dan juga memberikan kontribusi yang Positif Bagi Sastra Indonesia. Bravo Sastra Indonesia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arif Gumantia&lt;br /&gt;Penggemar Cerpen dan penggemar nasi pecel.&lt;br /&gt;http://kalbukita.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*terima kasih Buat mbak ana atas kiriman Bukunya.&lt;br /&gt;*Bagi yang berminat, silahkan kontak langsung dengan Mbak ana Mustamin yang saya tag di note ini, atau Langsung Ke Gramedia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-6336122901750753243?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/6336122901750753243/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=6336122901750753243' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/6336122901750753243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/6336122901750753243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2010/11/langkah-dua-kuntum-cinta-gerimis-malam.html' title='Langkah, Dua kuntum Cinta, Gerimis malam, Tukang Bunga dan burung Gagak (Kumpulan Cerpen 4 Cerpenis)'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/TNDzwKhrwMI/AAAAAAAAAJI/hZ3zBOY9_Hs/s72-c/18438_289201442157_623942157_3289275_2109894_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-1497910926974206691</id><published>2010-08-23T22:31:00.000-07:00</published><updated>2010-08-23T22:32:53.953-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi Buku'/><title type='text'>Milan Kundera, Novel, dan tawa malaikat-tawa iblis</title><content type='html'>Milan Kundera lahir di Brno, Cekoslowakia tahun1929. memasuki Partai Komunis Ceko tepat setelah perang dunia II. Kemudian keluarsetelah insiden Februari 1948 (Pengambil alihan Praha). Menjadi Profesor diPrague Institute for advanced cinematographic studies. Kumpulan ceritanyaLaughable Loves dicetak di praha, 1968, juga Novel pertamanya The Joke.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah invasi rusia agustus 1968,dia kehilangan pekerjaannya dan buku-2nya dicekal. Tahun 1975 bersama istrinyaia menetap di prancis. Menanggapi terbitnya novel "The Book of laughter andForgetting" pemerintah ceko mencabut kewarganegaraannya. Novel-2 lainnya ygdilarang terbit adalah Life is Elsewhere dan The Farewell Party.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut hasil rangkuman daripernyataan Milan Kundera saat diwawancarai Philip Roth, tentang Novelnya "kitablupa dan gelak tawa" (The Book of Laughter and Forgetting) dan pernah dimuat diharian Riau Pos, Januari 1997.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novel adalah sepotong prosa sintesis yang panjang yg didasarkan pada permainan dg tokoh-2 yang diciptakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosa"sintesis" sbg keinginan novelis utk memahami subyeknya dari segala  sisi dan dalam kelengkapannya yg paling penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kekuatan sintesis menyatukan "Esai ironis,narasi novelistis,penggalan otobiografis,kenyataan historis,aliran fantasi" menjadi kesatuan tunggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hingga kekuatan sintesis novel ini sanggup mengkombinasikan segala hal ke dlm kesatuan tunggal spt bebunyian dr musik polifonis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kesatuan novel tdk harus berasal dari plot, tp bisa disediakan oleh tema, seperti novel saya, ada 2 tema, gelak tawa dan lupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya mempelajari nilai humor selama masa teror stalin. . saya bisa mengenali stalinis atau bukan dari caranya tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa Humor adlh tanda pengenal yg layak dipercayai, saya takut pd dunia yg kehilangan rasa humornya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam kitab lupa dan gelak tawa ada 2 tema, yg pertama adlh perjuangan terberat kita adalah perjuangan melawan lupa .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang kedua adlh tentang gelak tawa malaikat dan gelak tawa iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis tertawa karena dunia Tuhan tampak tak berarti baginya, malaikat tertawa karena segala sesuatunya dlm dunia Tuhan memiliki arti .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hingga kehidupan manusia itu dibatasi oleh 2 jurang: fanatisisme di satu sisi,dan skeptisisme absolut disisi lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;orang senang mengatakan bhw revolusi itu indah, hanya teror yg muncul darinya yg jahat, itu tidaklah benar.Yang jahat mmg sudah ada dalam yg indah, neraka memang sudah terdapat dalam impian mengenai surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan kalau kita ingin memahami esensi neraka kita harus meneliti esensi surga yang melahirkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan Lupa merupakan sebentuk kematian yang hadir dalam kehidupan, yg juga merupakan masalah besar dlm politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa yg kehilangan kesadaran akan masa lalunya perlahan-lahan akan kehilangan dirinya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa dasar di novel Kitab Lupa dan gelak tawa adlh cerita ttg Totaliratianisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Totalitarianisme melepaskan orang dari memori dan karenanya menjatuhkan mereka ke dalam bangsa anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novelis mengajari pembacanya untuk memahami dunia sebagai sebuah pertanyaan, ada kebijaksanaan dan toleransi dlm hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam dunia yang dibangun di atas kepastian-2 keramat, novel menjadi mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;orang-2 jaman sekarang lebih suka mengadili ketimbang memahami, menjawab ketimbang bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan suara Novel hampir tak bisa didengar di tengah-2 ketololan keyakinan manusia yg hiruk pikuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;﻿&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-1497910926974206691?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/1497910926974206691/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=1497910926974206691' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/1497910926974206691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/1497910926974206691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2010/08/milan-kundera-novel-dan-tawa-malaikat.html' title='Milan Kundera, Novel, dan tawa malaikat-tawa iblis'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-3666654214774661268</id><published>2010-08-18T21:21:00.000-07:00</published><updated>2010-08-18T21:22:58.468-07:00</updated><title type='text'>Ucapan Ulang tahun buat ku dari Penyair AFrizal Anoda</title><content type='html'>Sahabat, begitu kau bangun pagi hari ini, terputus sudah jarak kaudengan hari kemarin. Tapi ada yang mesti tetap kau lanjutkan, karenatugas itu sudah dibebankan padamu sejak kau dilahirkan ke alam fana ini,yaitu jalan lurus yang dibangun Ibumu untuk kau lalui. Jalan itu takboleh sedikit pun melengkung apalagi berbelok. Ujung jalan itu ada padaayunan langkah yang kau rancang setiap bangun pagi. Dan pada hari ini,ketika kau bangun lagi dari tidurmu, pengerjaan jalan itu masih harusdilanjutkan. Itu amanah dari Ibumu, agar di ujung jalan itu nanti adadua tangan yang terbuka menerima kedatanganmu. Siapkah kau melanjutkan?Atau tetap terkurung pada mimpi semalam? Betul, hari ini ada api lilinyang kau tiup sebagai tanda selamat tinggal hari kemarin. Kau punmenerima ucapan selamat memasuki usia baru. Namun, yang lebih penting,bukan usia yang bertambah, tapi jalan yang sudah dibangun Ibumu itu,masihkah tetap lurus? Ulang tahun hanya batu kilometer, dan berapa batulagi yang akan kau tancapkan di jalan itu, hanya kau yang tahu. Jadinikmatilah amanah itu, nikmati usia, dan bergembiralah pada hari jadikau ini bila jalan itu masih tetap lurus dan masih terus dalampengerjaan.﻿&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16/08/2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Afrizal Anoda&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-3666654214774661268?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/3666654214774661268/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=3666654214774661268' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/3666654214774661268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/3666654214774661268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2010/08/ucapan-ulang-tahun-buat-ku-dari-penyair.html' title='Ucapan Ulang tahun buat ku dari Penyair AFrizal Anoda'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-7630862902205079762</id><published>2010-07-19T21:12:00.000-07:00</published><updated>2010-07-19T21:16:00.638-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi Buku'/><title type='text'>"Kolecer Dan Hari Raya Hantu". 20 Cerita Pendek Kearifan lokal.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/TEUi7FrTHuI/AAAAAAAAAI4/ewZlTvw5iYc/s1600/37607_1548606356256_1267988504_31488474_4086784_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 87px; height: 130px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/TEUi7FrTHuI/AAAAAAAAAI4/ewZlTvw5iYc/s320/37607_1548606356256_1267988504_31488474_4086784_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495837318806970082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Benedict Anderson mengatakan sebuah negara adalah sebuah komunitas yang diangankan. Dimana komunitas yang diangankan tersebut terbentuk dari komunitas-komunitas dari berbagai suku, agama, ras, etnis, dan budaya. Sebuah keragaman yang penuh warna-warni dan pesona. Begitu juga kumpulan cerita Pendek “Kolecer dan Hari Raya Hantu” ini. Berisi kisah-kisah yang beragam yang digali oleh para penulisnya, kisah-kisah dengan ragam budaya lokal, kisah-kisah yang diangkat berdasarkan pengamatan atas tradisi, mitos, dan fakta yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“20 Cerita Pendek Kearifan Lokal” ini adalah karya kolektif dari 11 penulis, yang terdiri dari Benny Arnas, Cesillia Ces, Gunawan Maryanto, Hanna Fransisca, Khrisna Pabichara, Nenden lilis A, Noena Fadzila, Oka Rusmini, Sastri Bakry, Sutan Iwan Soekri Munaf, dan Saut Poltak Tambunan. Cerpen-cerpen yang ada adalah sebuah cerpen yang kaya nuansa dan makna. Dengan berbagai sudut pandang yang diambil penulisnya. Cerpen-cerpen yang diangkat dari tradisi, mitos, dan juga potret sebuah realitas, tanpa ada keinginan untuk menggurui, tanpa ada pretensi untuk berkhotbah. Pembaca bisa menarik berbagai kesimpulan lewat Tokoh, latar, alur, maupun tema cerita-ceritanya. Disinilah justru cerpen akan menjadi memikat. Seperti mengikuti liputan sebuah kamera, pembaca dibawa untuk menyaksikan lanskap, adegan, dan tokoh. Perasaaan, pikiran, permainan emosi dan pergolakan batin dapat kita terka dari kalimat dan tindakan para tokoh yang mengisi dunia fiksi para penulis. Watak dan alur tokoh, juga konflik adalah “diperagakan” bukan diuraikan. Disinilah justru pembaca mempunyai ruang yang luas untuk mencoba menginterpretasikan muatan moral yang ingin disampaikan para penulisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benny Arnas (Lubuk Linggau-Sumsel) dengan 3 buah cerpennya “Anak Ibu Yang Kembali”, “Tujuh”, dan “Tukang cerita”. Pada “Anak Ibu Yang Kembali”, merupakan Cerpen yang mempertanyakan tentang problem budaya. Antara budaya sebuah daerah yang mengagungkan anak Perempuan, tapi ada juga daerah yang mengagungkan anak laki-laki, dan menggali konflik dari tema tersebut. “Tujuh” menceritakan tetang mitos (yang kadang bisa menjadi “fakta”) Tukang tenung. Yang saya rasa dimanapun daerah-nya pasti punya mitos seperti ini, dengan nama yang lain. Dan “Tukang Cerita” Benny mencoba mengangkat tema Tukang Cerita, sebuah cerita tentang pendongeng yang semakin lama semakin hilang di era media cetak dan media audio visual saat ini. Cerita yang memikat dengan ending yang menyisakan misteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cesillia Ces (Bali) menulis cerpen dengan tema perbedaan yang coba disatukan lewat cinta 2 anak manusia. Kisah cinta antara Bali dan Balige-Toba Samosir. Dan keduanya harus berbenturan dengan akar tradisi dan budaya masing-masing.&lt;br /&gt;Gunawan Maryanto (Djogdjakarta) menghadirkan 2 buah cerpen “ Arya Mangkunegara” dan “Sarpakenaka”. “Arya Mangkunegara” dengan setting Jawa Tengah Tempo Dulu, Raja, tumenggung, Patih, dan keratonnya bercerita dengan narasi yang puitis tentang cinta, dendam, fitnah, intrik, dan pembunuhan. Yang menurut saya tema-tema tersebut tetap relevan sampai sekarang. Sedangkan Cerpen “Sarpakenaka” dengan latar peristiwa tahun 1965, sungguh menggedor, dan menyergap perasaan kita. Mencabik-cabik jiwa kita. Sebuah cerita tentang Wayang Kulit Sarpakenaka yang terbuat dari kulit manusia korban pembantaian Tahun 1965. sebuah cerita yang suram dan Gelap. Seperti melihat film dengan genre “Noir”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanna Fransisca (Singkawang-Kalbar) menulis cerpen-cerpennya bak Puisi yang kaya Makna. “Hari Raya Hantu” dan “Sembahyang Makan Malam”. Cerita dengan alur yang mengalir indah untuk kita nikmati. Dengan metafora dan alegori hanna mencoba memberikan sebuah gambaran tentang budaya leluhurnya. Pengamatan, pengalaman, pemahamannya akan budaya leluhurnya juga kemampuannya membuat citraan dengan menulisnya dalam sebuah cerpen, patut kita beri apresiasi tinggi. Saya merasa disinilah kekuatan Hanna. Dengan gaya penulisan yang memancing imajinasi pembaca, sehingga kritikpun tetap terasa halus dan menggoda. Seperti Dalam “Hari Raya Hantu” yang membingkai disparitas antara kaya-miskin dalam kisah Perayaan hari raya Hantu. Juga dalam “Sembahyang Makan Malam” yang mempertanyakan sebuah makna kebahagiaan, tentang harta yang cukup tapi selalu didera kesepian. “Bunyi petasan yang diyakini dapat mengusir roh-roh jahat, kini meletup di dadanya seperti balon udara yang terbakar.” Mambaca kalimat ini, kita terasa hidup dalam kesepian yang menghimpit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khrisna Pabichara (Sulawesi Selatan), hadir dengan 3 Cerpennya. Cerita yang diangkat dari tradisi dan Mitos daerah sulawesi selatan ini membuat kita menjadi semakin mencintai keberagaman yang ada di negeri ini. “Laduka”, “Pembunuh Parakang”, dan “Selasar”. “Laduka” yang berkisah tentang tema Kerinduan akan Pulang. Kerinduan seorang Perantau. “Pembunuh Parakang” menelanjangi kita semua tentang intrik dan dendam dalam balutan mitos daerah leluhurnya.. Sebuah cerpen yang baik untuk intropeksi diri kita, bahwa tidak ada seorangpun yang sempurna. Dan kepiawaian bertutur Khrisna juga kita temukan pada “selasar”, cerita cinta yang sampai kapanpun akan tetap menarik untuk digali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nenden Lilis (Bandung) menulis 2 cerita Pendek yang merupakan potret sosial masyarakat. Potret manusia dengan segala problem kehidupaannya. “Hari Pasar” dan “Kolecer” kedua cerpen ini membuat kita melayang menuju masa kecil kita. Meskipun dengan setting daerah jawa barat, tetapi kisah didalamnya seperti menonton Tukang obat di pasar dan mandi di sungai tentunya akrab dengan masa kecil kita. “Hari Pasar” yang ditulis Nenden Lilis menceritakan tentang Tukang Obat yang suka menipu dengan menampilkan kesaktian yang palsu. Sedang “Kolecer” (kincir angin Khas Parahyangan) memberi ruang bagi kita untuk merenung. Bahwa hidup terus berputar. Sedih, bahagia, tangis, dan tawa akan selalu mengiringi perjalanan hidup kita. Yang dikemas dalam cerita hubungan antara anak perempuan dan bibinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Noena Fadzila (BMI Hongkong) seorang buruh migran di Hongkong menghadirkan Cerpen dengan judul “Sri Sumini”. Sebuah kisah yang mengharu biru tentang perjuangan seorang perempuan yang bekerja di Luar negeri dan sering menjadi obyek Eksploitasi para Oknum Majikan dan Penguasa. kisah nasib perempuan yang sering tertindas, sebagaimana larik dalam Puisi Chairil Anwar yang terkenal “Nasib adalah kesunyian masing-masing”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oka Rusmini (Bali) menulis satu cerpen dengan judul “Pastu”. Kisah tentang problem benturan budaya dengan segala tradisi yang ada terhadap perubahan zaman. Sebuah kisah yang mempertanyakan konsep sebuah perkawinan dalam budaya yang patriarki. Sebagai seorang penulis cerpen yang handal, Oka berhasil mengganggu kesadaran dan pikiran kita tentang pertanyaan-pertanyaan yang dikemas dalam kalimat yang liris juga retoris. Pertanyaan-pertanyaan tentang hak atas tubuh perempuan dalam akar tradisi yang membelitnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sastri Bakry (Padang) dengan cerpennya “Baminantu” merupakan cerita pendek dengan tema tentang penerapan adat dan tradisi, yang sering kita jumpai sering berseberangan dengan Agama. Seperti Tradisi bahwa pihak perempuanlah yang meminang pihak laki-laki sebelum melangsungkan Pernikahan secara adat. Tema inilah yang coba diangkat oleh sastri, hingga memunculkan konflik yang cukup tajam. Bangunan konflik dalam cerpen ini, cukup bagus hingga membuat kita penasaran untuk mengetahui endingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sutan Iwan Soekri Munaf (Pariaman-Sumatera Barat) lebih dikenal dengan nama Iwan Soekri, sebagai tokoh yang sudah melang melintang di ranah sastra negeri ini, yg juga ikut mendirikan yayasan multimedia sastra dengan Cybersastra.net-nya. Menyuguhkan Cerpen dengan judul “Pak Gubernur belum mendengar cerita ini”. Dengan gaya bahasa yang rancak dan enak dinikmati, khas minang, Iwan mengangkat tema tentang Kepahlawanan. Kepahlawanan kaum albino dalam menghadapi musuh, dengan setting cerita masa lalu, jaman Kerajaan Majapahit yang ingin menaklukkan Kerajaan Minang . Dengan kisah kepahlawanan kaum albino yang sering di pandang sebelah mata ini, membuat kita agar merekontruksi dan meredefinisi makna dari kata “Pahlawan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir Saut Poltak Tambunan (Tapanuli) Penulis Novel, dan Cerpen, yang beberapa Novelnya diangkat ke layar lebar dan sinetron, seperti Hatiku Bukan Pualam, Harga Diri, Dan lainnya. Menulis 3 cerpen untuk Kumpulan Cerpen ini. “Lali Panggora”, “Menunggu Matahari”, dan “Omak”. Kepiawaiannya dalam mengemas sebuah cerita membuat kita seakan larut dalam cerita-cerita yang dibuatnya. Dalam “lali Panggora” kita sejak awal kisah seakan ikut resah menunggu siapa yang akan dijemput kematian. Dengan munculnya “Elang Pengabar”, Elang Bondol yang hampir punah terbang berputar dan tinggi sebagai sebuah penanda akan adanya seorang yang meninggal di kampung tersebut. Elang yang menebarkan keresahan. Ini bisa jadi Mitos, tapi bisa juga sebuah realitas yang ada, realitas yang masih sering kita jumpai, mungkin di daerah kita juga. Mitos dan fakta memang punya batas yang sangat tipis. “Menunggu Matahari” menghadirkan Kisah kekerasan ayah terhadap anaknya. Sebuah metode mendidik kedisiplinan dengan penerapan yang salah. Sebuah cinta kasih ayah terhadap anaknya dengan cara yang salah. Hingga sang anak harus melarikan dari rumah. “Omak” menggali cerita dari kisah kasih seorang Ibu. Kasih yang tak mengenal batas dan balas. Dengan suasana cerita di jaman Pemberorantakan PRRI. Perjuangan seorang Ibu dalam menghidupi keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menulis cerita Pendek Diperlukan keahlian untuk memilih diksi, menciptakan Tokoh, dan juga membangun sebuah konflik batin para tokohnya. Bagaimana memilih diksi yang tepat dan juga ada nilai estetikanya. Sehingga pembaca bisa menikmati gambaran peristiwa, alur cerita yang mengalir, dialog-dialog para tokohnya. Pemilihan diksi yang tepat akan memancing imajinasi pembaca. Hingga kalimat-kalimat yang ada bisa bertransformasi, tidak hanya menjadi makna konseptual tapi juga imajinatif dan penuh religiusitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbitnya Buku Kumpulan Cerpen “Kolecer dan Hari Raya Hantu” ini patut kita beri apresiasi yang tinggi. Karena menghadirkan cerita dan kisah yang diambil dari kearifan Lokal. Saya yakin seperti yang Ditulis di Epilog, Bang Saut Poltak Tambunan akan juga menerbitkan cerita-cerita yang mengangkat keraifan lokal dari Wilayah Timur Indonesia. Hal ini belum ada di buku ini karena terkendala oleh berbagai keterbatasan teknis saja. Semoga buku kumpulan cerpen ini dapat bermanfaat bagi perkembangan sastra kita. Bravo Sastra Indonesia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madiun, 19 Juli 2010&lt;br /&gt;Arif Gumantia&lt;br /&gt;Juru Tulis yang bergiat di ESOK (Emperan Sastra COK) Surabaya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-7630862902205079762?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/7630862902205079762/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=7630862902205079762' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/7630862902205079762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/7630862902205079762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2010/07/kolecer-dan-hari-raya-hantu-20-cerita.html' title='&quot;Kolecer Dan Hari Raya Hantu&quot;. 20 Cerita Pendek Kearifan lokal.'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/TEUi7FrTHuI/AAAAAAAAAI4/ewZlTvw5iYc/s72-c/37607_1548606356256_1267988504_31488474_4086784_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-889861945219375057</id><published>2010-07-08T20:30:00.001-07:00</published><updated>2010-07-08T20:30:52.047-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel sosial budaya'/><title type='text'>Tradisi dan akulturasi Budaya</title><content type='html'>Kata orang, “Pengalaman adalah guru yang terbaik, dan salah satu caranya adalah dengan belajar pada pengalaman sejarah masa lalu”. Ada sebuah akar tradisi yang sangat penting dalam kebudayaan masyarakat Islam, yang mengajarkan kita untuk menghargai perbedaan. Yaitu, penyebaran Islam melalui akulturasi agama dan budaya yang dilakukan oleh Wali songo (sembilan wali/sunan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah akar tradisi yang sangat penting dalam kebudayaan masyarakat Islam, yang mengajarkan kita untuk menghargai perbedaan agama dan budaya. Yaitu, penyebaran Islam melalui akulturasi budaya yang dilakukan oleh Wali songo (sembilan wali/sunan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satunya bisa kita lihat pada bangunan Menara Kudus, yang dibangun oleh Sunan Kudus (Ja’far Shodiq) pada tahun 1949. kalau kita lihat bangunan menara kudus berbentuk bangunan Hindu dengan batu bata yang ditumpuk seperti candi. Bentuk menara yang digunakan untuk syi’ar agama Islam ini mirip dengan candi-candi pada masa Majapahit. Walau Sunan Kudus bisa dianggap cukup kaku dalam penyebaran kepercayaannya dan mendukung formalitas dibandingkan beberapa wali lainnya, namun ia juga masih mempunyai kemauan untuk merangkul unsur-unsur dari agama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu adalah adanya tradisi Ziarah makam yang sudah mengakar pada masyarakat Indonesia. Khususnya masyarakat Jawa. Menurut Dr. Purwadi, Doktor filsafat lulusan UGM Yogyakarta, ziarah ke makam adalah meneruskan tradisi Hinduisme, yakni upacara Srada. Tradisi ini ada sejak masa pemerintahan hayam wuruk, raja Majapahit sekitar pertengahan abad ke-14. Srada adalah upacara memuliakan leluhur yang sudah meninggal. Dari kata Srada inilah, masyarakat Jawa mengenal “Nyadran” yaitu kegiatan ziarah ke makam leluhur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Astana Gunung Jati, yaitu Makam Sunan Gunung Jati, tidak adalah beragama Islam, tetapi juga penganut agama Budha dan Konghucu dari etnis Tionghoa. Mereka datang ke kompleks pemakaman untuk Ziarah ke makam Ong Tien, Putri kaisar Hong Gie dari dinasti Ming, yang diperistri oleh Sunan Gunung Jati. Disediakan tempat khusus untuk tempat peziarah Ong Tien, di sebelah barat serambi depan kompleks pemakaman Sunan Gunung Jati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akulturasi juga ada dalam sebuah ajaran yang di sampaikan Sunan Bonang melalui simbol budaya Jawa. Menurut Sunan Bonang, kita harus berpuasa dengan ikhlas dan hanya mencari ridho Tuhan agar setelah puasa bisa menikmati kupat. “Kupat” adalah makanan khas saat lebaran. Berupa nasi putih yang di masak di dalam janur. “Janur” di sini adalah daun kelapa yang masih muda. Sunan Bonang, yang juga dikenal dengan nama Tionghoa-nya Bon Ang, mengartikan kupat sebagai laku sing papat atau empat keadaan yang dianugerahkan oleh Tuhan kepada orang yang berpuasa dengan keikhlasan dan kesungguhan. Yaitu: Lebar, Lebur, Luber, dan Labur. Lebar berarti telah menyelesaikan puasanya dengan melegakan. Lebur berarti terhapus semua dosa yang dilakukan di masa lalu, Luber berarti melimpah ruah pahala amal-amalnya. Dan Labur berarti bersih dirinya dan cerah-bercahaya wajah dan hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang mendapat “jatining nur” dan “laku sing papat” adalah orang yang lembut dan santun terhadap sesama umat tetapi sekaligus tegas dan berani melawan ketidak- adilan. Masing-masing diri kitalah yang dapat menentukan apakah kita berpuasa untuk meraih “jatining nur” dan “laku sing papat” ataukah hanya sekedar basa-basi agar tercitrakan sebagai orang yang saleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan “janur” sendiri diartikan oleh beliau sebagai Jatining Nur, dalam pengertian kalau kita dapat berpuasa dengan penuh keyakinan dan keteguhan sikap (iman) dan penuh perhitungan serta kehati-hatian (ihtisaab) pada bulan syawal kita akan mendapat jatining Nur. Jatining nur inilah yang sejatinya di sebut fitrah. Memperoleh jatining nur berarti telah kembali ke Fitrah. Yang akan ditandai dengan perubahan perilaku dari yang semula tidak baik menjadi baik dan semula baik menjadi lebih baik lagi. Mereka yang kembali ke fitrah dengan “jatining nur” dan “laku sing papat” adalah mereka yang tawadhu’, jauh dari kesombongan, dan tidak mau bersikap sewenang-wenang atau melanggar hak orang lain seperti korupsi misalnya, baik korupsi materi maupun korupsi perilaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak proses-proses akulturasi budaya yang dilakukan oleh para wali dalam menyebarkan agama Islam. Misalnya, Sunan Kalijogo lebih banyak menyampaikan nilai-nilai religiusitas dengan menyatukannya dalam pertujunjukan wayang Kulit. Baik cerita Mahabarata maupun Ramayana yang merupakan produk budaya agama Hindu. Dari sini kita dapat belajar dan bercermin bahwa Tradisi telah mengajarkan pada kita semua untuk menghargai perbedaan agama dan budaya. Perbedaan ini justru memperdahsyat kebudayaan dan agama itu sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-889861945219375057?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/889861945219375057/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=889861945219375057' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/889861945219375057'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/889861945219375057'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2010/07/tradisi-dan-akulturasi-budaya.html' title='Tradisi dan akulturasi Budaya'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-1036425239930319714</id><published>2010-06-30T20:23:00.000-07:00</published><updated>2010-06-30T22:01:12.284-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Kunci Surga itu ada di Relung Hatimu, Ibu.</title><content type='html'>Aku ingin meringkuk tidur di sampingmu ibu&lt;br /&gt;Mengupas masa kecilku, bercerita tentang embun yang beranjak dan kaki-kaki gerimis menapaki pagi. Tentang hutan yang masih mengelilingi negeri. tentang aku yang suka mandi di kali dan duduk di pinggirnya sambil membawa tongkat bambu, membayangkan menjadi seorang sunan kalijaga. Tentang aku yang selalu berlari-lari berkejaran dengan azan maghrib di surau, dan selalu ketinggalan al-fatihah di rakaat pertama. Tentang purnama dan kita duduk di bawah pohon mangga, sambil mengajariku menembang ilir-ilir, sebelum aku bermain petak umpet di halaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin meringkuk tidur disampingmu ibu&lt;br /&gt;Mendengarkan dongeng tentang bawang putih, dan tentang putri cinderella. Dan aku sering membayangkan untuk menelusup masuk ke dalam dongengmu, menjadi sang pangeran bermahkota. Mendengarkan dongeng tentang kancil dan tentang timun mas. Berharap agar aku tahu makna yang dikandungnya, meskipun aku sering terlelap saat dongeng masih di tengah cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin meringkuk tidur disampingmu ibu&lt;br /&gt;Mendengarkan cerita tentang ketabahan seorang drupadi yang dijadikan taruhan di meja judi. Tentang gandari yang menutup matanya sepanjang hidup setelah perkawinannya, yang rela tidak melihat cahaya dan butiran mutiara. Tentang keberanian satria muda abimanyu dalam bharata yudha. Tentang nasib yang begitu pedih menimpa Karna, tetapi dia tetap menjadi satria yang setia membela negeri yang menghidupinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin meringkuk tidur disampingmu ibu&lt;br /&gt;Mendengarkan dengan penuh pesona, tentang agama, tentang Tuhan yang ada di mana-mana. Tuhan yang tidak saja ada di masjid, gereja, vihara dan di menara-menara do’a. Tetapi Tuhan juga ada di diri orang-orang miskin, ada pada tubuh-tubuh kedinginan karena dini hari harus berjalan tanpa alas kaki, menawarkan sayuran keliling desa. Ada pada pemulung yang mengais mimpinya, Dan Tuhan selalu hadir dalam hati nurani kita. Maka aku selalu ingat kata-katamu “Pulanglah pada dirimu, pulanglah pada hati nuranimu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin meringkuk tidur di sampingmu ibu&lt;br /&gt;Sambil aku bercerita tentang kondisi negeri ini. Tentang politisi yang Menawarkan ujung pelangi, agar kami bisa membuat lukisan pagi. Tentang pengusaha yang berjanji memberikan sebongkah purnama, dan tentang pejabat negara yang pidato-pidatonya bagai suara dari surga. Semua berjanji ingin menjadi matahari. Dan engkau mendengarkan sambil tersenyum dan selalu berkata : “itulah tingkah manusia yang sering lupa akan jati dirinya”. Yang lupa bahwa segala macam harta, pangkat, dan jabatan hanyalah sebuah pakaian, yang cepat menjadi usang. Dan yang abadi adalah menebarkan kasih terhadap sesama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin meringkuk tidur di sampingmu ibu&lt;br /&gt;Dan berkata padamu :”aku tahu, kunci surga itu ada di relung hatimu ibu. Denganmu dan hanya denganmu aku bisa membuka dan menapaki taman surga. Tanpamu, aku akan tetap tertahan di daun pintu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;madiun, 6 juni 2010&lt;br /&gt;Arif Gumantia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-1036425239930319714?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/1036425239930319714/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=1036425239930319714' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/1036425239930319714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/1036425239930319714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2010/06/kunci-surga-itu-ada-di-relung-hatimu.html' title='Kunci Surga itu ada di Relung Hatimu, Ibu.'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-165588447706209041</id><published>2010-06-08T21:54:00.000-07:00</published><updated>2010-06-08T21:58:47.312-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi Buku'/><title type='text'>Kecerobohan Negara terhadap nasib warganya dalam Buku Puisi "Suatu Cerita dari Negeri Angin" penyair Agus R. Sarjono</title><content type='html'>Sebuah sajak yang menjadi adalah sebuah dunia. dunia yang dijadikan, diciptakan kembali oleh si penyair. Diciptakannya kembali, dibentuknya dari benda (materi) dan rohani, keadaan alam dan penghidupan sekelilingnya, dia juga mendapat bahan dari hasil-2 kesenian lain yang berarti bagi dia, berhubungan djiwa dengan dia, dari pikiran-2 dan pendapat-2 orang lain.&lt;br /&gt;segala yang masuk dalam bayangannya, anasir-2 atau unsur-2 yang sudah ada dijadikannya, dihubungkannya satu sama lain, dikawinkannya menjadi suatu kesatuan yang penuh (indah serta mengharukan) dan baru, suatu dunia baru, dunia kepunyaan penyair itu sendiri.&lt;br /&gt;(Chairil Anwar, Pidato di radio tahun 1946).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga sajak-sajak dari Agus R Sarjono (saya lebih suka memanggilnya kang Agus), dalam buku Puisinya “Suatu Cerita dari Negeri Angin” adalah sebuah dunia, dunia yang dijadikan, diciptakan dan dibentuknya dari kenyataan negeri ini, kenyataan di mana hampir sebagian besarnya berpulang pada atau disebabkan oleh urusan penanganan negara yang sangat ceroboh terhadap nasib warganya. Sebuah indonesia yang tak terhindarkan bagi sang Penyair, yang selalu berhubungan dengan jiwanya, yang membuatnya tak bisa berpaling. Karena dimanapun kang Agus berada, meskipun ada di belanda, jerman, perancis, filipina, dan kemanapun menghadapkan pandangan, selalu saja dihadapkan pada wajah negara Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agus R. Sarjono (dan sampai sekarang saya tak pernah tahu, apa kepanjangan dari huruf “R”-nya), adalah salah satu penyair besar negeri ini. Lahir di Bandung, 27 Juli 1963. Bekerja sebagai pengajar pada jurusan teater Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung, redaktur Majalah sastra Horison, dan anggota majelis sastra Asia Tenggara. Kang Agus menulis puisi, cerpen, esai, kritik, dan drama. Sebagaimana ditulis oleh Alm. WS Rendra pada kata kalimat pembuka buku puisi ini :” Saya gembira puisi Indonesia, terus ditulis, bagai ombak tak putus-putus, setiap generasi diikuti generasi lainnya. Generasi saya disusul generasi berikutnya, dan berikutnya. Pada Ombak Puisi generasi kini, Agus R. Sarjono-lah puncaknya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berwacana atau bercakap adalah cara yang dengannya kita mengartikulasikan “secara signifikan” mengada-dalam-dunia.” Tulis Martin Heidegger seorang filsuf dalam karyanya Being and Time. Bagi Heidegger, bercakap-cakap adalah satu aktivitas yang membawa pada penemuan signifikansi keberadaan kita sebagai manusia di dunia. Karena itu percakapan adalah aktivitas yang hampir mustahil dihindari. Demikian juga sajak, bisa menjadi semacam percakapan, antara Penyair dengan pembaca atau penikmat puisinya. Atau antara “kegelisahan jiwa” Penyair dengan “kesadaran” penyair itu sendiri. Bisa juga Percakapan antara “Nurani” dan “realitas yang harus dihadapi” Sebagaimana Percakapan antara “Bedil” dan “tangan” dalam Puisi Kang Agus Yang berjudul :”Airmata Hujan” berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…………………………………………………………&lt;br /&gt;Jangan bidikkan aku, raung Bedil. Diam!&lt;br /&gt;Ini bukan persoalan pribadi, hardik Tangan.&lt;br /&gt;Ini masalah politik. Satu dua nyawa&lt;br /&gt;Sebagai taktik. Tapi ini bukan soal angka,&lt;br /&gt;Bukan soal satu dua&lt;br /&gt;Tapi soal ibu meratap kehilangan,&lt;br /&gt;Soal dimusnahkannya satu kehidupan&lt;br /&gt;Soal masa depan manusia yang dibekam. Soal hak….&lt;br /&gt;Tutup mulutmu barang dinas! Kamu hanya alat&lt;br /&gt;Dan jangan berpendapat. Itu urusan politisi di majelis sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan terberat kita adalah “perjuangan melawan lupa” demikian ungkapan yang terkenal dari Novelis Dunia Milan Kundera. Dan memang demikianlah kenyataannya. Dalam kehidupan kenegaraan kita begitu gampang melupakan sebuah kepedihan dan penderitaan. Kita begitu cepat lupa dengan apa yang dilakukan Rejim ORBA, peristiwa Mei 1998, semburan Lumpur Lapindo, dan sebentar lagi kita juga akan melupakan kasus Gayus. Hal ini juga ada dalam salah satu sajak dari kang Agus yang berjudul “Belajar Menulis Sejarah”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;………………………………………………….&lt;br /&gt;Aku ingin menjadi ikan&lt;br /&gt;Pewaris negeri bahari, ucapmu tiba-tiba.&lt;br /&gt;Aku bergegas pergi sambil memejamkan mata&lt;br /&gt;Seperti sejarah, berlari-larian&lt;br /&gt;Ke negeri seribu lupa. Tapi tv-tv bersiap&lt;br /&gt;Membangun sejarah baru, pahlawan-pahlawan baru&lt;br /&gt;Di antara merk-merk rokok, jamu kuat&lt;br /&gt;Dan kembang gula yang dijajakan di antara dada&lt;br /&gt;Dan paha wanita. Katanya&lt;br /&gt;………………………………………..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bait-bait yang ditulis kang agus , adalah bait-bait yang evokatif. Bait-bait yang “menggugah rasa”. Sehingga sajak-sajaknya berisi kata atau kalimat yang punya Daya Evokasi. Daya Evokasi dalam sajak bisa diartikan secara mudah sebagai sebuah kekuatan dari kata yang di ambil atau kalimat yang dipungut berhasil menggugah rasa dan menjelaskan gagasan dari penyairnya. gagasan yang di maksud bisa juga tema yang ingin di sampaikan oleh penyair. Salah satu sajaknya yang begitu menggugah rasa dan menyergap kesadaran kita adalah ;”Catatan Harian Diam-diam”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun sarapan seperti biasa. Hutan-hutan tropis&lt;br /&gt;Di piring porselin dengan mayonnaise.&lt;br /&gt;Tentu juga steak hangat tubuh-tubuh remaja&lt;br /&gt;Anak sekolah. Tapi tak ada keringat buruh&lt;br /&gt;Dengan es batu di gelas minumku.&lt;br /&gt;Sekarang mereka terlalu pemberang&lt;br /&gt;Hingga keringatnya masam, tak cocok&lt;br /&gt;Untuk lambungku. Aku pun bersiul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;……………………………………………………………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya kang Agus Tidak hanya menulis untuk di baca, tetapi juga untuk di dengar, tidak menghidangkan teka-teki tetapi menulis untuk dimengerti. Sebagaimana seperti yang ditulis Intelektual Ignas Kleden, pada buku puisi ini:”Metafor puisi yang dipakainya ternyata juga gejala sosial atau bahkan gejala ekonomi. Tidak lagi diceritakan percakapan burung dan bulan atau awan dan matahari. Tetapi percakapan penuh lambang antara buldozer dan pematang sawah yang harus pergi sebelum fajar pagi.”&lt;br /&gt;Bukan Untuk Kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;……………………………………&lt;br /&gt;Nasib kami yang meranggas, hari-hari yang keras.&lt;br /&gt;Kami kejar dan kami bakar pencuri panci,&lt;br /&gt;Sepeda, dan motor kami. Kami hajar&lt;br /&gt;Dan kami terjang lelaki-lelaki yang mengerling&lt;br /&gt;Gadis-gadis sekolah kami, kami bakari&lt;br /&gt;Rumah-rumah kampung seberang&lt;br /&gt;Karena mencuci kaki di sumur kami.&lt;br /&gt;Maka kami pilih pemimpin-pemimpin&lt;br /&gt;Untuk mendamaikan sengketa kami dan menghukum&lt;br /&gt;Semua pencuri dan perusak ladang kami..&lt;br /&gt;Para petinggi itu pun menghilang dari tengah kami&lt;br /&gt;Kami dengar mereka berpesta di hotel-hotel&lt;br /&gt;Mewah sambil tertawa-tawa membuat lelucon&lt;br /&gt;Tentang kami.&lt;br /&gt;………………………………..&lt;br /&gt;Pencuri-pencuri raksasa yang merampok seluruh&lt;br /&gt;Masa depan kami dipersilahkan mencuci tangan&lt;br /&gt;Dengan air mata kami. Maka kami pun mengerti&lt;br /&gt;Basa-basi reformasi sekarang ini.&lt;br /&gt;Dan proklamasi merdeka dulu itu,&lt;br /&gt;Semuanya memang bukan&lt;br /&gt;Untuk kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara keseluruhan sajak-sajak dalam puisi kang Agus ini, sangat memikat, untuk kita baca, kita nikmati, kita apresiasi, dan kita mengerti. Seperti apa yang dikatakan kang Agus dalam wawancara dengan Linde Voute :”Lewat sajak, saya justru ingin belajar dan bukan mengajar, ingin bertanya dan bukan menjawab, dan sesekali menangis atau berduka bersama orang-orang pinggiran di berbagai pelosok negeri saya yang tidak punya massa, tidak punya kekuasaan, tidak punya harta, tidak punya partai, dan terus menerus dibisukan”. Saya sangat setuju dengan hal ini, Sajak-sajak justru menemukan pengertiannya saat begitu banyak pertanyaan-pertanyaan yang menghimpit kesadaran kita. Semoga ketekunan dan konsistensi dari kang Agus dalam berkecimpung di dunia sastra, semakin membuat kita-kita para generasi selanjutnya semakin bersemangat dalam menggairahkan sastra Indonesia. BRAVO SASTRA INDONESIA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu orang-orang palsu&lt;br /&gt;Meneriakkan kegembiraan palsu dan mendebatkan&lt;br /&gt;Gagasan-gagasan palsu di tengah seminar&lt;br /&gt;Dan dialog-dialog palsu menyambut tibanya&lt;br /&gt;Demokrasi palsu yang berkibar-kibar begitu nyaring&lt;br /&gt;Dan palsu. (Sajak Palsu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madiun, 9 Juni 2010&lt;br /&gt;Arif Gumantia&lt;br /&gt;Penggemar Puisi dan penggemar nasi pecel&lt;br /&gt;Juru Tulis dari Komunitas ESOK (Emperan Sastra COK…Surabaya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul Buku : Suatu Cerita dari Negeri Angin&lt;br /&gt;Penyair : Agus R Sarjono&lt;br /&gt;Penerbit : Komodo Books&lt;br /&gt;Jl. Permata IV A1/4 Kompleks Permata Puri I,&lt;br /&gt;Cimanggis Depok Indonesia.&lt;br /&gt;Telp. 021-8730205&lt;br /&gt;Cetakan pertama, 2002&lt;br /&gt;Cetakan kedua, 2006&lt;br /&gt;Cetakan ketiga, 2010.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-165588447706209041?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/165588447706209041/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=165588447706209041' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/165588447706209041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/165588447706209041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2010/06/kecerobohan-negara-terhadap-nasib.html' title='Kecerobohan Negara terhadap nasib warganya dalam Buku Puisi &quot;Suatu Cerita dari Negeri Angin&quot; penyair Agus R. Sarjono'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-4786996734430240995</id><published>2010-05-26T23:10:00.000-07:00</published><updated>2010-05-26T23:14:48.674-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Musik'/><title type='text'>"Bu Guru Yang Sexy, Cinta, Dan Lompatan Mimpi VAN HALEN"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/S_4NyirruMI/AAAAAAAAAIw/xOmbXk_Q-x8/s1600/220px-Van_Halen_logo.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 220px; height: 165px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/S_4NyirruMI/AAAAAAAAAIw/xOmbXk_Q-x8/s320/220px-Van_Halen_logo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475829358883748034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“banyak orang berpikir bahwa lagu tanpa bernyanyi bukanlah sebuah lagu. Katakan hal itu pada Beethoven dan dia akan menghajarmu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu adalah kalimat yang sering diucapkan oleh legenda gitar dunia Edward Lodewijk “Eddie” Van Halen. Atau sering di panggil Eddie Van Halen. Lahir di belanda 26 januari 1955. dan pada tahun 1962 keluarganya pindah ke Pasadena Amerika serikat hanya dengan $15 dan sebuah piano. Saat berusia 6 tahun dia dan kakaknya alex van halen sudah mengikuti latihan piano. Menginjak dewasa Eddie merasa bosan bermain di depan meja piano, lalu dia membeli drum kit dan berlatih drum. Sebaliknya kakaknya alex lebih memilih memainkan gitar. Akhirnya mereka bertukar instrument saat Eddie melihat Alex jauh lebih berbakat memainkan drum. Dan tepatlah insting Eddie van halen, begitu dia memfokuskan dengan berlatih memetik gitar, maka pada usia 14 tahun sudah bias menguasai semua solo gitar lagu Eric Clapton di Cream.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“berlatih, aku biasa duduk di pinggir tempat tidurku dengan 6 kaleng Schlitz malt. Kakakku akan pergi jam 7 malam ke pesta dan tidur bersama cewek-cewek. Saat dia pulang jam 3 pagi, aku masih duduk di tempat yang sama, bermain gitar, aku melakukannya selama bertahun-tahun, aku masih melakukannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Van Halen band dibentuk di Pasadena , California pada 1972 . Mereka telah menikmati kesuksesan berskala besar sejak rilis album debut mereka Van Halen , (1978)., Pada tahun 2007, Van Halen telah menjual 80.000.000 album di seluruh dunia, [1] dan telah memiliki paling banyak nomor satu hits di Billboard Mainstream Rock . Menurut Asosiasi Industri Rekaman Amerika , Van Halen adalah band terlaris 19 / artis sepanjang masa dengan penjualan lebih dari 56.000.000 album di Amerika Serikat.&lt;br /&gt;Pertama kali dibentuk dengan formasi Eddie sebagai vokalis dan gitaris, alex sebagai drummer, dan mark stones sebagai bassis. Dan namanya grupnya Mammoth. Saat david lee roth masuk sebagai vokalis, dan posisi bassis digantikan Michael Anthony, maka namanya diubah menjadi Van Halen, seperti usulan dari David Lee Roth.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberuntungannya mulai muncul saat Van Halen manggung di Starwood. Biarpun penampilannya sepi penonton karena hujan deras, Ted Templeman terkagum-kagum melihat penampilan mereka dan langsung menawarkan menjadi produsernya di album pertama : Van Halen di tahun 1978. Dengan lagu-lagu Hit ;”You Really Got Me” dari the Kinks, “Runnin’ with the Devil”, “Ain’t Talkin’ about Love” dan tentunya “Eruption”. Khusus lagu Eruption, Eddie terinspirasi dari permainan Jimmy Page saat membawakan Solo lagu Heartbreaker, yang melakukan pull of pada open string. Sehingga dia mampu menciptakan teknik two -handed tapping yang maha dahsyat. Sejak saat itu teknik gitar Eddie Van Halen mendadak menjadi Dewa Gitar yang paling banyak ditiru. Dan album ini langsung laris sampai terjual 6 juta kopi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha karya Van halen adalah pada album 1984, album terakhir bersama vokalis David Lee Roth. Eddie van halen yg juga sejak kecil belajar piano, mulai menggunakan keyboard dan synthesizer dalam Lagu JUMP. Sebuah lagu yang membuat kita bersemangat. Sebuah lagu yang sering saya putar, setelah bangun pagi. Sebuah lagu yang memompa semangat untuk menjalani hari-hari yang kadang melelahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I get up, and nothing gets me down.&lt;br /&gt;You got it tough. I've seen the toughest around.&lt;br /&gt;And I know, baby, just how you feel.&lt;br /&gt;You've got to roll with the punches to get to what's real&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;………………..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Might as well jump. Jump !&lt;br /&gt;Might as well jump.&lt;br /&gt;Go ahead, jump. Jump !&lt;br /&gt;Go ahead, jump.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Album 1984 ini menghasilkan hit-hit seperti “JUMP”, “Panama”, “I’ll wait”, “Top Jimmy” dan tentunya “Hot For Teacher”. Sayangnya setelah album ini David Lee Roth keluar untuk bersolo Karir agar bisa keluar dan lebih besar dari baying-bayang Van Halen. Eddie dengan sedikit bergurau mengatakan David Lee Roth terkena penyakit L.S.D (lead singer’s disease). Album ini juga memunculkan video klip yang “berani” pada lagu “Hot For Teacher”. Dimana dalam video tersebut dimunculkan seorang guru yang seksi saat mengajar di kelas anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I think of all the education that I missed.&lt;br /&gt;But then my homework was never quite like this.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Got it bad, got it bad, got it bad,&lt;br /&gt;I'm hot for teacher.&lt;br /&gt;I got it bad, so bad,&lt;br /&gt;I'm hot for teacher.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi Vokalis akhirnya digantikan oleh sammy Hagar. Selama bersama sammy hagar menghasilkan 5 album yang cukup sukses: 5150, OU812, F.U.C.K, Balance, dan satu album live : Right Here, Right Now. Dan para fans Van Hale nada yang lebih suka David Lee Roth tapi ada juga yang lebih suka Sammy Hagar. Dengan Sammy hagar banyak juga hit-hit yang yang diciptakan, seperti ‘Dreams”, “Love Walk in”,”Why can’t this be love”, “Feel so Good”,”When It’s Love”,”Feels So Good”,”Can’t stop Loving you”,”Don’t Tell Me what love can do”, “Right Now”, “human being” dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahun 1996, Sammy Hagar menyatakan cabut dari Van Halen, dan David Lee Roth Masuk lagi sempat merekam album Best of dan merekam 2 lagu “Me wise magic” dan “Can’t Get this stuff no more.”.sayang hanya sebentar dan david keluar lagi. Gary Cherone mantan vokalis extreme menggantikan posisi David Lee roth. Sempat menghasilkan 1 album ;Van Halen III. Penjualan albumnya tidak begitu sukses, meskipun single-nya yang berjudul without you sukses manjadi nomor 1 di tangga lagu Rock.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahun 2000 Sammy hagar kembali bereuni singkat dengan melakukan tur dan meluncurkan album Best of Both World. Setelah itu sammy hengkang. Dan formasi terakhir adalah David Lee Roth kembali bereuni utk ketiga kalinya. Dan yang cukup mengejutkan di formasi terakhir ini, bassisnya adalah Wolfgang van Halen yg tidak lain adalah anak kandung Eddie Van Halen sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam majalah Guitar World, Eddie van Halen membuat revolusi cara memainkan gitar. Pada lagu ‘Eruption” di album Van Halen (album pertama, 1978) dalam waktu hampir 1 menit 42 detik, Eddie menciptakan tehmik two-handed tapping yang menjadi trik yg harus dipunyai oleh semua gitaris hard Rock.&lt;br /&gt;Pada era Sammy Hagar, banyak diciptakan lagu-lagu yang Romantis, salah satunya yang terkenal adalah Love Walks in.&lt;br /&gt;…………………….&lt;br /&gt;Another world, some other time&lt;br /&gt;You lay your sanity on the line&lt;br /&gt;Familiar faces familiar sights&lt;br /&gt;Reach back remember with all your might&lt;br /&gt;Ohh there she stands in a silken gown&lt;br /&gt;Silver lights shining down&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Love comes walkin' in&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sleep and dream is all I crave&lt;br /&gt;I travel far across the Milky Way&lt;br /&gt;To my master I become a slave&lt;br /&gt;Til we meet again some other day&lt;br /&gt;Where silence speaks as loud as war&lt;br /&gt;And the earth returns to what it was before&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pilot perancis mengatakan, bahwa sejak kecil dia bermimpi bisa terbang, bahkan saat dia belum bisa berjalan. Dan dalam hidup ini kadang kita hidup hanya menjalankan mimpi orang lain, bukan mimpi kita sendiri. Maka Van Halen menciptakan sebuah lagu yang juga menjadi legenda sebagaimana “JUMP”, yaitu lagu yang juga sering saya putar untuk selalu bersemangat mewujudkan mimpi-mimpi kita, dengan lantang Sammy Hagar bernyanyi dengan suara khasnya : “Dreams”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;World turns black and white&lt;br /&gt;Pictures in an empty room&lt;br /&gt;Your love starts fallin' down&lt;br /&gt;Better change your tune&lt;br /&gt;Yeah, you reach for the golden ring&lt;br /&gt;Reach for the sky&lt;br /&gt;Baby, just spread your wings&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We'll get higher and higher&lt;br /&gt;Straight up we'll climb&lt;br /&gt;We'll get higher and higher&lt;br /&gt;Leave it all behind&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Run, run, run away&lt;br /&gt;Like a train runnin' off the track&lt;br /&gt;Got the truth bein' left behind&lt;br /&gt;Falls between the cracks&lt;br /&gt;Standin' on broken dreams&lt;br /&gt;Never losin' sight, ah&lt;br /&gt;Well just spread your wings&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We'll get higher and higher&lt;br /&gt;Straight up we'll climb&lt;br /&gt;We'll get higher and higher&lt;br /&gt;Leave it all behind&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So baby dry your eyes&lt;br /&gt;Save all the tears you've cried&lt;br /&gt;Oh, that's what dreams are made of&lt;br /&gt;'Cause we belong in a world that must be strong&lt;br /&gt;Oh, that's what dreams are made of&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And in the end on dreams we will depend&lt;br /&gt;'Cause that's what love is made of&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Discography&lt;br /&gt;Original studio albums&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Van Halen (1978)&lt;br /&gt;* Van Halen II (1979)&lt;br /&gt;* Women and Children First (1980)&lt;br /&gt;* Fair Warning (1981)&lt;br /&gt;* Diver Down (1982)&lt;br /&gt;* 1984 (1984)&lt;br /&gt;* 5150 (1986)&lt;br /&gt;* OU812 (1988)&lt;br /&gt;* For Unlawful Carnal Knowledge (1991)&lt;br /&gt;* Balance (1995)&lt;br /&gt;* Van Halen III (1998)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Live Album :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Right here,Right Now (1993)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;compilation album:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Best of Volume 1 (1996)&lt;br /&gt;* The Best of Both World&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- artikel dikumpulkan dari :&lt;br /&gt;* buku dewa-dewa gitar karya D Rush&lt;br /&gt;* wikipedia&lt;br /&gt;* Pendapat pribadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madiun, 27 Mei 2010.&lt;br /&gt;Arif Gumantia&lt;br /&gt;creator grup "legenda Rock" di Facebook&lt;br /&gt;"only brave heart playing rock"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-4786996734430240995?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/4786996734430240995/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=4786996734430240995' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/4786996734430240995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/4786996734430240995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2010/05/bu-guru-yang-sexy-cinta-dan-lompatan.html' title='&quot;Bu Guru Yang Sexy, Cinta, Dan Lompatan Mimpi VAN HALEN&quot;'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/S_4NyirruMI/AAAAAAAAAIw/xOmbXk_Q-x8/s72-c/220px-Van_Halen_logo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-8329373921952802489</id><published>2010-05-18T22:20:00.000-07:00</published><updated>2010-06-08T21:54:31.543-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi Buku'/><title type='text'>"Konde Penyair Han"..Konde yang penuh pesona.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/S_N2CQmHxDI/AAAAAAAAAIo/N3jg-Jl34Ak/s1600/hanna.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 66px; height: 130px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/S_N2CQmHxDI/AAAAAAAAAIo/N3jg-Jl34Ak/s320/hanna.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472847753371960370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sejak kecil saya menyukai kesendirian, memandang rumputan, memperhatikan capung meluruskan sayap seperti pesawat kecil yang meluncur ke angkasa, juga belalang-belalang yang memiliki kaki panjang untuk melompat. Saya juga menyukai warna kupu-kupu, dan seringkali membayangkan bisa terbang dengan sayap warna-warni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah paragraph pertama pada pengantar buku kumpulan puisi “Konde Penyair Han” dari Hanna Fransisca ini sudah menyergap dan menuntun kesadaran kita, bahwa puisi-puisi lahir dengan sebuah proses kreatif . sesuatu yang menggoda pikiran dan jiwa kita kemudian dituangkan dalam kata dan kalimat yang membuat kita terpesona. Baik kata-kata yang berisi ironi atau perlambang, juga kata-kata yang bertansformasi dari makna konseptual menjadi makna imajinatif dan penuh religiusitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanna Fransisca (Zhu Yong Xia) lahir 30 mei 1979, di singkawang, Kalimantan barat, jatuh cinta dengan bacaan sastra dan aktif menulis di dunia maya. Menulis puisi dan prosa. Puisi dan cerpennya dimuat di Kompas, Koran Tempo, Suara Merdeka, Malang Pos, dan sejumlah majalah social. Aktif di organisasi social dan profesi, LIONS Club Jakarta Kalbar Prima. Kini menetap di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut penyair Joko Pinurbo, dari judul buku “Konde Penyair Han”. Bila seseorang sanggup menciptakan “Konde” untuk menyanggul segala kerumitan yang melingkupinya menjadi jalinan rambut yang jelita, dapat dibayangkan betapa hebat proses yang dijalaninya. Maka buku puisi ini dapat dianggap sebagai konde yang menyanggul sengkarut kegelisahan seorang individu, seorang penyair, yang menjalani proses menjadi “aku” di tengah berbagai kompleksitas yang melatarinya. Maka beberapa puisinya ada semacam penghormatan kepada Tokoh besar milik negeri ini Gus Dur. Seorang tokoh pembela demokrasi dan kemajemukan bangsa ini. Seperti puisi yang berjudul “Air mata tanah air”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;……………………………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengerti kotak artinya benar penjara,&lt;br /&gt;Lantaran wasiat ayahku sebelum mati:&lt;br /&gt;“Engkau telah dewasa, jangan berjalan riang&lt;br /&gt;Di jalan raya sebab semua aspal yang kaupijak&lt;br /&gt;Bukan punya kita”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengerti kotak artinya benar penjara,&lt;br /&gt;Saat ibuku yang renta dan rabun usia berkata :&lt;br /&gt;“Kita boleh punya rumah, punya tanah,&lt;br /&gt;Pergi sekolah, Tapi kita tak boleh&lt;br /&gt;Memiliki tanah air”&lt;br /&gt;………………………….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah puisi yang bisa menjadi pernyataan sebuah kegelisahan dari seorang warga Negara Indonesia sama seperti kita dan yang lainnya, untuk menjadi “Pribumi” juga. Agar secara bahu membahu dan bersama-sama bisa membangun negeri ini.&lt;br /&gt;Juga dalam sebuah Puisi yang berjudul “PUISI MEI”, sebuah judul yang langsung menghimpit kesadaran kita akan peristiwa atau tragedy yang terjadi di bulan Mei 1998.&lt;br /&gt;………………………………………………&lt;br /&gt;Inilah negeri Mei, Amoi!&lt;br /&gt;Tarian naga meliuk merah sepanjang kota&lt;br /&gt;Kau kibarkan tanda kutang tepat di bawah warna&lt;br /&gt;Bendera.&lt;br /&gt;Merah dan putih.&lt;br /&gt;Seperti darah. Seperti kulit.&lt;br /&gt;“Mari Membakar sate, dari pekik anak dara yang&lt;br /&gt;Belum lulus esde.”&lt;br /&gt;Lalu kalian menyambutnya dengan sederhana,&lt;br /&gt;Dengan menjarah lorong-lorong kota&lt;br /&gt;Sambil menyanyikan bersama : Padamu Negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku kumpulan puisi Hanna ini, juga banyak kita temui kekaguman dan ketakjuban sang penyair atas tanah kelahirannya yaitu kota Singkawang, KALBAR. Puisi-puisi yang deskripsinya begitu detail baik tentang sebuah suasana, pengalaman, peristiwa, dan juga bisa menjadi sebuah catatan perjalanan yang jika kita membacanya akan membangkitkan imajinasi tentang sebuah keindahan kota singkawang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya sebagai seorang penggemar puisi, tentunya punya sebuah puisi yang paling saya sukai. Ini adalah masalah selera, dari sekian banyak puisi yang ada, saya menyukai Puisi dengan judul “Mencintaimu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencintaimu&lt;br /&gt;Adalah melubangi meja dengan kepal tangan&lt;br /&gt;Lalu mencari wajah di rongga mulut kekasih&lt;br /&gt;Yang sibuk mencongkel sisa makanan&lt;br /&gt;Dan mengunyahnya kembali&lt;br /&gt;Bersama air ludah&lt;br /&gt;Sisa residu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;……………………………..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencintaimu&lt;br /&gt;Adalah menerima dirimu&lt;br /&gt;Dan semua yang patut dibela&lt;br /&gt;Seumur hidupmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang dikatakan Hanna saat launching bukunya di Goethe Haus, Jakarta, masa kecilnya yang didera kemiskinan, sehingga wajib bisa memasak untuk adik-adiknya, maka banyak sajak-sajaknya yang mengangkat tema kegiatan masak memasak, yang menurut Pak Sapardi Djoko Damono diberikan istilah : Ritual Kuliner. Seperti Puisi yang berjudul “Puisi Kacang Hijau”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh berdenting&lt;br /&gt;Jatuh&lt;br /&gt;Di air bening&lt;br /&gt;Dahaga menderas&lt;br /&gt;Merebus hati&lt;br /&gt;Di dasar belanga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai tema, berbagai hal berbagai peristiwa telah ditulis Hanna dalam Buku Puisi ini, kita semua berharap dengan hadirnya buku Puisi ini akan menambah gairah dunia puisi Indonesia. Kita patut memberikan apresiasi yang tinggi atas kerja keras Hanna dalam membukukan kumpulan puisinya. BRAVO SASTRA INDONESIA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seekor sriti hinggap di tepi langit&lt;br /&gt;Rindu tanah, rindu air, rindu kesuburan.(Singkawang, 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul Buku : Konde Penyair Han&lt;br /&gt;Penerbit : Kata Kita&lt;br /&gt;Pesona Khayangan CM-4, Depok 16431&lt;br /&gt;Telp. 021-77832078&lt;br /&gt;Tahun : April 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madiun, 19 Mei 2010&lt;br /&gt;Arif Gumantia&lt;br /&gt;Penggemar Puisi dan juga Penggemar Nasi Pecel.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-8329373921952802489?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/8329373921952802489/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=8329373921952802489' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/8329373921952802489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/8329373921952802489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2010/05/konde-penyair-hankonde-yang-penuh.html' title='&quot;Konde Penyair Han&quot;..Konde yang penuh pesona.'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/S_N2CQmHxDI/AAAAAAAAAIo/N3jg-Jl34Ak/s72-c/hanna.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-5917996478597150351</id><published>2010-04-27T20:55:00.000-07:00</published><updated>2010-04-27T20:56:55.701-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Musik'/><title type='text'>Eric Clapton...Sang Legenda Gitar yg Menyuarakan Luka-luka Psikologisnya.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/S9ex_JXLrdI/AAAAAAAAAIg/41eZ6MPCeWg/s1600/165px-Clapton.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 165px; height: 276px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/S9ex_JXLrdI/AAAAAAAAAIg/41eZ6MPCeWg/s320/165px-Clapton.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465032371240414674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;I feel wonderful because I see&lt;br /&gt;The love light in your eyes&lt;br /&gt;And the wonder of it all&lt;br /&gt;Is that you just don't realize&lt;br /&gt;How much I love you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah sepenggal lirik lagu abadi milik Eric Clapton “wonderful tonight” yang ada di album Slowhand (1976). Eric Clapton adalah Legenda Gitar dunia, karena kehebatannya bermain gitar, maka salah seorang penggemarnya menuliskan graffiti di sebuah tembok stasiun di Islington Underground dengan sebutan “Clapton is God”, sebagai pendewaan terhadap Clapton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eric Patrick Clapton CBE (lahir di Ripley, Surrey, England, 30 Maret 1945; umur 65 tahun), dari seorang ibu yg bernama patricia Molly Clapton yang saat itu masih berusia 16 tahun. Ayahnya sendiri bernama Edward Walter Fryer, berusia 24 tahun, seorang tentara dari Kanada, keduanya tidak menikah. Sebelum Clapton lahir ayahnya kembali bertugas ke kanada. Masa Kecil yang kelam membuat dirinya sejak kecil menjadi pemurung dan Pemalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ulang tahunnya yang ke 13, dia diberikan hadiah gitar akustik Spanish Goya. Dia pertama kali mendengar lagu-2 Robert Johnson yang penuh kegetiran dan kesepian di usia 16 tahun. Sejak saat itu hidupnya berubah dan langsung mempunyai cita-cita menjadi seorang pemusik Blues. Di Usia 17 tahun, dia sudah bergabung dengan band R n B yg bernama Roosters. Setelah itu mendirikan the Yardbird dari tahun 1963-1965. Permainan Gitarnya sangat dipengaruhi oleh Buddy Guy, Freddie King, and BB King.&lt;br /&gt;julukan: "Slowhand", diberikan karena kebiasaannya saat senarnya putus di atas panggung, dia akan menggantikan senarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Clapton gitaris sekaligus penyanyi, pencipta lagu, dan komponis asal Inggris yang pernah memenangi Grammy Award. Sebagai salah seorang musisi paling sukses di abad ke-20 dan abad ke-21, namanya diabadikan di museum Rock and Roll Hall of Fame sebanyak 3 kali (sebagai personil The Yardbirds, Cream, dan sewaktu berkarier solo). Penggemar dan kritikus musik menyanjungnya sebagai gitaris terbesar sepanjang zaman. menempati urutan ke-4 dalam daftar Gitaris Terbesar Sepanjang Masa yang diumumkan majalah Rolling Stone. Selain itu, namanya juga masuk ke dalam daftar "100 Artis Terbesar Sepanjang Zaman" (The Immortals: 100 Greatest Artists of All Time) yang diumumkan majalah yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang kariernya, Clapton dikenal memiliki gaya bermusik yang sangat bervariasi, namun semuanya berakar dari blues. Selain itu, nama Clapton dicatat dalam sejarah musik sebagai pencetus aliran blues-rock (bersama John Mayall &amp; the Bluesbreakers dan The Yardbirds) serta psychedelic rock (sewaktu bersama grup musik Cream). Bukan hanya itu saja, lagu-lagu Clapton sukses dalam tangga lagu berbagai aliran, mulai dari delta blues (Me and Mr. Johnson) hingga kategori musik pop ("Change the World") dan reggae (sewaktu menyanyikan ulang lagu Bob Marley's "I Shot the Sheriff"). Clapton juga terkenal dengan lagu "Layla" sewaktu bergabung bersama grup musik Derek and the Dominos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Time can bring you down&lt;br /&gt;Time can bend your knee&lt;br /&gt;Time can break your heart&lt;br /&gt;Have you begging please&lt;br /&gt;Begging please&lt;br /&gt;(instrumental)&lt;br /&gt;Beyond the door&lt;br /&gt;There’s peace I’m sure&lt;br /&gt;And I know there’ll be no more…&lt;br /&gt;Tears in heaven&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lirik di atas adalah penggalan lirik dari lagu “Tears in Heaven” milik Eric Clapton yang diciptakan di tahun 1991, saat anak lelakinya yang bernama Connor dan masih berumur empat tahun meninggal akibat jatuh dari lantai 53 sebuah gedung bertingkat di New York. Sebuah kegetiran yang dituangkan dalam lagu yang akhirnya melegenda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eric Clapton selalu bernyanyi dan menjadi Bluesman yang berdiri di ujung panggung dan mengungkapkan luka-luka psikisnya kepada penonton. Dan bagi kita yang mencintai seseorang dan kita tidak bisa memilikinya karena sudah menjadi istri orang, kalian tidak sendirian, karena sang Legenda Gitar ini juga mengalaminya. Saat membentuk Grup Derek and the Dominos, Clapton mencipta lagu yang sangat terkenal “Layla”. Lagu ini terinspirasi dari cerita Persia Layla Majnun. Cerita yang mengisahkan seorang pemuda yg jatuh cinta pada perempuan cantik tetapi tidak bisa menjadi istrinya. Clapton menganggap cerita cinta ini sangat mirip dengan kisah cintanya kepada Pettie Boyd (istri George Harrison, The Beatles).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When You Get L onely&lt;br /&gt;With Nobody Waiting By Your Side&lt;br /&gt;Youve Been Running And Hiding Much Too Long&lt;br /&gt;You Know Its Just Your foolish Pride&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layla&lt;br /&gt;You Got Me On My Knees&lt;br /&gt;Layla&lt;br /&gt;im Begging Darling Please&lt;br /&gt;Layla&lt;br /&gt;darling Wont You Tease My Worried Mind&lt;br /&gt;Tried To Give You Consolation&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Your Old Man Wont Let You Down&lt;br /&gt;Like A fool&lt;br /&gt;I fell In Love With You&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskografi :&lt;br /&gt;1970 Eric Clapton&lt;br /&gt;1974 461 Ocean Boulevard&lt;br /&gt;1975 There's One in Every Crowd&lt;br /&gt;1976 No Reason to Cry&lt;br /&gt;1977 Slowhand&lt;br /&gt;1978 Backless&lt;br /&gt;1981 Another Ticket&lt;br /&gt;1983 Money and Cigarettes&lt;br /&gt;1985 Behind the Sun&lt;br /&gt;1986 August&lt;br /&gt;1989 Journeyman&lt;br /&gt;1994 From the Cradle&lt;br /&gt;1998 Pilgrim (RIAA:Platinum)&lt;br /&gt;2001 Reptile&lt;br /&gt;2004 Me and Mr. Johnson&lt;br /&gt;2004 Sessions for Robert J&lt;br /&gt;2005 Back Home (RIAA:Gold)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madiun, 28 April 2010&lt;br /&gt;Arif Gumantia&lt;br /&gt;Creator Grup Legenda Rock Di FB&lt;br /&gt;“Only Brave Heart playing Rock”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber bacaan :&lt;br /&gt;-Buku “Dewa-dewa Gitar” karangan D. Rush&lt;br /&gt;- Wikipedia&lt;br /&gt;- Pendapat pribadi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-5917996478597150351?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/5917996478597150351/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=5917996478597150351' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/5917996478597150351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/5917996478597150351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2010/04/eric-claptonsang-legenda-gitar-yg.html' title='Eric Clapton...Sang Legenda Gitar yg Menyuarakan Luka-luka Psikologisnya.'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/S9ex_JXLrdI/AAAAAAAAAIg/41eZ6MPCeWg/s72-c/165px-Clapton.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-1342317133813406859</id><published>2010-04-13T22:09:00.000-07:00</published><updated>2010-04-13T22:12:03.162-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Pintu dan waktu</title><content type='html'>Pintu-pintu masa lalu&lt;br /&gt;telah kau kunci dari luar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan aku di dalam&lt;br /&gt;terperangkap dalam kenangan yang menghimpit&lt;br /&gt;gairah dan pesonamu&lt;br /&gt;juga desah nafas yang memburu&lt;br /&gt;hingga teriakan orgasmemu&lt;br /&gt;telah menjerat sempurna hatiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak ada yang bisa lepaskanku&lt;br /&gt;tak ada&lt;br /&gt;bahkan waktu yang setia memapahku&lt;br /&gt;telah lama meninggalkanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sedang di luar&lt;br /&gt;kau begitu lelah&lt;br /&gt;bersenggama dengan bayangku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madiun, 08 april 2010&lt;br /&gt;Arif Gumantia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-1342317133813406859?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/1342317133813406859/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=1342317133813406859' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/1342317133813406859'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/1342317133813406859'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2010/04/pintu-dan-waktu.html' title='Pintu dan waktu'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-6183838745823868441</id><published>2010-03-22T21:07:00.000-07:00</published><updated>2010-03-22T21:09:35.741-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi Buku'/><title type='text'>"Merah Yang Meremah" Kumpulan sajak 10 Penyair perempuan di Facebook</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/S6g-9H6lyEI/AAAAAAAAAIY/1i926d2KoLs/s1600-h/25399_1414909613921_1267988504_31166795_197440_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 86px; height: 130px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/S6g-9H6lyEI/AAAAAAAAAIY/1i926d2KoLs/s320/25399_1414909613921_1267988504_31166795_197440_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451676568749721666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sajak adalah sebuah organisme, sesuatu barang hidup, yang bila diletakkan di atas meja analisis untuk diuraikan dengan pisau ilmu bedah ilmu sastra, atau untuk disinari dengan sinar roentgen intelek, ia akan menjadi barang mati! Tapi hal demikian tetap akan berguna demi pendekatan ilmiah terhadap sastra, demi pencerdasan apresiasi puisi, demi sumbangan untuk menumbuhkan dan memelihara iklim sastra, demikianlah sebuah uraian dari penyair Sitor Situmorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga sajak-sajak yang kita temukan pada buku 10 penyair Perempuan di Facebook, “Merah Yang Meremah”. Sajak-sajak dari Dewi maharani, Faradina Izdhihary, Helga Worotijan, Kwek li Na, Nona Muchtar, Pratiwi Setyaningrum, Shinta Miranda, Susy Ayu, Tina K, Weni Suryandari, terasa bagai organisme hidup, tumbuh dari situasi dan kondisi budaya para penyairnya. Tentunya para penyair perempuan ini mencerap segala rupa jenis kesan yang ada disekitarnya, dan yang dialaminya dan diberinya bentuk sastra. Penyair dengan segala sifat ke-perempuannya berfungsi sebagai medium, hingga terasa sekali tema dan diksi-diksi yang diambilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti puisi dari Dewi Maharani, dari purworejo, jawa tengah, yang sehari-hari bekerja sebagai buruh migran di singapura, yang menjadi judul buku kumpulan puisi ini, “merah yang meremah”, ada sebuah kepedihan dan juga keterasingan di dalamnya, terasa sekali perasaan seorang perempuan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masihkah harus kutunggu?&lt;br /&gt;Saat Tanya tak lagi terjawab&lt;br /&gt;Menggilas harap dinding retak&lt;br /&gt;Di ujung kilau tajam yang terjaga siang malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…………………………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga puisi dari Faradina yang berjudul “Pada akhirnya adalah air mata”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…………………….&lt;br /&gt;Engkau menyulutkan api&lt;br /&gt;Lalu diam-diam pergi&lt;br /&gt;Memanggangku dalam panas hati&lt;br /&gt;Lalu dendam menjadi daging&lt;br /&gt;Menyatu dengan amuk darah&lt;br /&gt;Beban menjadi tambah&lt;br /&gt;Betapa nafsu membuatku lengah&lt;br /&gt;……………………………..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman batin para penyair perempuan ini banyak mewarnai sajak-sajaknya, Pengalaman batin yang punya pertautan dengan kenyataan di luar atau lingkungan sekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti sajak Helga Worotitjan, “Hari Senggama”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari berpeluh bersamaku&lt;br /&gt;Dan akan kutunjukkan padamu&lt;br /&gt;Batapa malamnya cinta&lt;br /&gt;Betapa paginya rindu&lt;br /&gt;Sedang siang dan sore kurendakan di pinggir-pinggir&lt;br /&gt;Keduanya&lt;br /&gt;Agar ada sebuah hari&lt;br /&gt;Yang bernama senggama&lt;br /&gt;:taut kita berkali-kali hingga mati sebagai setali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga sajak Kwek Li na yang sekarang berdomisili di Taiwan, “Cinta Abadi’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin masuk ke sangkar cintamu&lt;br /&gt;Jadikan aku tawanan hatimu&lt;br /&gt;Cambuklah aku dengan rindu akanmu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilur-bilur menetes darah rasa&lt;br /&gt;Pedih dan nikmat ajari aku makna&lt;br /&gt;Sumbang dan merdu, luapan ekspresi jiwa&lt;br /&gt;……………………………………………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang penting dari seorang penyair adalah apakah seorang penyair punya daya kreatif dan rangsangan kreatif, serta mampu menjadikan bahasa sebagai media ekspresinya. Dan proses kreatif inilah yang bagi para penyair terasa sekali sangat mengasyikkan bahkan bias dikatakan sebagai sebuah Orgasme.&lt;br /&gt;Sebagaimana kita temukan pada Sajak “Rumah kita Rubuh”, dari nona muchtar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata katamu serupa bilah membelah kalbu&lt;br /&gt;Menyatakan mati itu adalah sahabat yang akan kita tuai bersama gulita&lt;br /&gt;Seolah jiwa tak abadi menghisap cahaya bulan&lt;br /&gt;Memenjarakan pikiran dan membutai harapan&lt;br /&gt;Sewaktu kemarin kau semaikan benci dalam ketergesaan&lt;br /&gt;Rumah kita pun rubuh pada tengah kemarau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga puisi Penyair asal Solo Pratiwi setyaningrum “Rindu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menit kesekian mengalunkan puji puji suci&lt;br /&gt;Duduk bersimpuh di atas sajadah&lt;br /&gt;Kedua tangan terangkat makin ke atas&lt;br /&gt;Tak terasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air mata mengalir diantara nama namaNYA&lt;br /&gt;Apa lagi&lt;br /&gt;Sebagaimana dikatakan Oleh Prof. Abdul Hadi WM : manusia memerlukan pengalaman batin, hati, karena dalam hati manusia itulah terdapat jendela untuk melihat Tuhan,untuk melihat cerminan dirinya. Karena itu puisi juga merupakan katarsis, upaya bersih diri dari bentuk-bentuk kehidupan profane dengan nilai-nilai transcendental. Puisi bias menjadi sarana ibadah, pernyataan baru, dan cinta yang mendalam dan personal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang mesti Kukatakan sajak dari shinta Miranda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang mesti kukatakan ketika anakku perempuan berkata&lt;br /&gt;“bunda, aku mengandung..!”&lt;br /&gt;Apa yang mesti kukatakan ketika anakku perempuan berkata&lt;br /&gt;Aku tak pernah tau jahanam yang mana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman-pengalaman batin juga mewarnai sajak-sajak dari Susy Ayu, dimana salah satunya berjudul : “Usai Bercinta”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;………………………….&lt;br /&gt;Ketika kita usai&lt;br /&gt;Kekosongan di seluruh tubuhku masih terasa penuh&lt;br /&gt;Serupa tubuhmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku cinta padamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan juga puisi pendek dari cerpenis Tina K&lt;br /&gt;“Pedih”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam gereja yang sesak&lt;br /&gt;Saat hosti dibagikan&lt;br /&gt;Alangkah masak kesedihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya masih banyak sebenarnya tema-tema kemanusiaan atau ide-ide yang bisa digali lebih dalam lagi agar menghasilkan sebuah Puisi yang menjadi, puisi yang menjadi sebuah dunia. Akan tetapi terbitnya antologi puisi 10 penyair perempuan di facebook ini layak kita koleksi dan apresiasi, agar media social networking semacam facebook ini bisa menjadikan wahana yang positif dalam mengembangkan sastra Indonesia baik prosa maupun puisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir sebuah puisi dari weni suryandari yang pernah terpilih mejadi pemenang sayembara menulis novelette tahun 2008 oleh tabloid nyata.&lt;br /&gt;“Puisi Cinta”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika yang kutulis adalah puisi cinta,&lt;br /&gt;Aku tak kan kehabisan tinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madiun, 22 maret 2010&lt;br /&gt;Arif Gumantia&lt;br /&gt;Juru tulis yang suka sama nasi pecel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul Buku : Merah yang Meremah&lt;br /&gt;(kumpulan puisi 10 penyair perempuan)&lt;br /&gt;Penerbit : Bisnis 2030&lt;br /&gt;tahun : 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-6183838745823868441?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/6183838745823868441/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=6183838745823868441' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/6183838745823868441'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/6183838745823868441'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2010/03/merah-yang-meremah-kumpulan-sajak-10.html' title='&quot;Merah Yang Meremah&quot; Kumpulan sajak 10 Penyair perempuan di Facebook'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/S6g-9H6lyEI/AAAAAAAAAIY/1i926d2KoLs/s72-c/25399_1414909613921_1267988504_31166795_197440_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-5961887010711260149</id><published>2010-02-24T00:05:00.000-08:00</published><updated>2010-02-24T00:06:39.761-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel sosial budaya'/><title type='text'>Twit dari mario Teguh yang menuai masalah!(poin 6)</title><content type='html'>1.Kebahagiaan adlh keadaan tanpa ketidak-bahagiaan,yaitu Kekhawatiran n Rasa Takut.&lt;br /&gt;2.Yg Anda khwatirkn itu,apkh ada yg btl2 trjadi?Smpi kpn kah Anda akn mngkhawatirkn yg sbtlnya bs Anda selesaikan?&lt;br /&gt;3.Kekhawatiran betul2 terjadi kepada dia yang hanya khawatir n mengeluh terus&lt;br /&gt;4.Kita tdk bisa menyelesaikan kekhawatiranyang tidak kita ketahui namanya. apakah nama dari kekawatiran Anda?&lt;br /&gt;5.Orang yang mandi saja butuh disemangati, tidak pantas untuk penyemangatan apapun&lt;br /&gt;6.Wanita yg pas u/ tmn pesta,clubbing,bgadang smp pagi,chitchat yg snob,mrokok,n kdang mabuk tdk mungkin direncanakan jadi istri&lt;br /&gt;7.Pria yang pas untuk #MTOF 7, tidak akan jadi suami yang setia dan ayah yang mengehabatkan anak-anak.&lt;br /&gt;8.Karakter asli orang selalu baik, kelakukan buruknya yang menjadikannya dinilai harus memperbaiki diari.&lt;br /&gt;9.Orang yang gelisah dan protes saat mendengar nasehat baik adalah orang baik yang sedang salah sikap.&lt;br /&gt;10.Jodoh itu di tangan Tuhan dan akan lebih baik jika kita periksa apakah kita mempersulit orang yang ingin memperjodoh kita.&lt;br /&gt;11.Hidup berbahagialah dengan istri anda yang baik atau suami anda yang anggun. Tidak ada kebahagiaan di yang selain kebaikan.&lt;br /&gt;12.Pada akhirnya kita harus memilih wanita yang baik untuk istri, pria yang baik untuk suami dan membangun keluarga yang baik. Jika tidak segera, pasti nanti.&lt;br /&gt;13.Janganlah kita akhirnya melakukan yang telah lebih dahulu dilakukan oleh mereka yang lebih ikhlas membaikkan diri, saat perbaikan menjadi terlalu sulit.&lt;br /&gt;14.Ada hukum kepantasan bagi segala sesuatu maka ia yang memperbaiki diri akan menjadi pantas bagi kehidupan yang terperbaiki.&lt;br /&gt;15. Ada orang yang dari seni ke jumat-memikirkan sabtu dan minggu, dan mengkawatirkan hari senin selama hari minggu. Dia hidup dari apa?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-5961887010711260149?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/5961887010711260149/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=5961887010711260149' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/5961887010711260149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/5961887010711260149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2010/02/twit-dari-mario-teguh-yang-menuai.html' title='Twit dari mario Teguh yang menuai masalah!(poin 6)'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-8571415378777868951</id><published>2010-02-14T19:13:00.000-08:00</published><updated>2010-02-14T19:14:09.584-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel sosial budaya'/><title type='text'>Permen dari Tifatul, akankah pahit rasanya????</title><content type='html'>Menkominfo Tifatul Sembiring tengah menggodok peraturan menteri yang melarang pendistribusian, transmisi, dan penyediaan akses terhadap konten-konten pornografi serta yang berlawanan dengan kesusilaan, perjudian, penghinaan, dan SARA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rancangan Peraturan Menteri (RPM) itu kini mulai ramai dibicarakan para blogger di dunia maya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keterangnya, Kemenkominfo menjelaskan, maksud dari pembentukan Peraturan Menteri Kominfo ini adalah untuk melindungi kepentingan umum dari segala jenis gangguan sebagai akibat penyalahgunaan Informasi Elektronik, Dokumen Elektronik dan Transaksi Elektronik yang mengganggu ketertiban umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan dari pembentukan Peraturan Menteri Kominfo ini adalah untuk memberikan pedoman kepada Penyelenggara untuk bertindak secara patut, teliti, dan hati-hati dalam menyelenggarakan kegiatan usahanya yang terkait dengan Konten Multimedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut sebagian hal-hal yang diatur dalam RPM Menkominfo itu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Penyelenggara dilarang mendistribusikan, mentransmisikan, dan/atau membuat dapat diaksesnya konten yang menurut peraturan perundang-undangan yang merupakan konten pornografi dan konten lain yang menurut hukum tergolong sebagai konten yang melanggar kesusilaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Penyelenggara dilarang mendistribusikan, mentransmisikan, dan/atau membuat dapat diaksesnya konten yang menawarkan perjudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Penyelenggara dilarang mendistribusikan, mentransmisikan, dan/atau membuat dapat diaksesnya konten yang mengandung muatan mengenai tindakan yang merendahkan keadaan dan kemampuan fisik, intelektual, pelayanan, kecakapan, dan aspek fisik maupun non fisik lain dari suatu pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Penyelenggara dilarang mendistribusikan, mentransmisikan, dan/atau membuat dapat diaksesnya konten yang mengandung muatan berupa berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik, yaitu konten mengenai suatu peristiwa atau hal yang tidak benar atau tidak berdasarkan fakta yang dinyatakan sedemikian rupa sehingga menurut penalaran yang wajar konten tersebut adalah benar atau autentik, yang secara materil dapat mendorong konsumen untuk melakukan atau tidak melakukan suatu tindakan yang dapat mengakibatkan kerugian pada konsumen, muatan yang bertujuan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) meliputi konten mengenai penghinaan dan/atau menyatakan informasi yang tidak benar atau tidak sesuai dengan fakta mengenai suatu suku, agama, ras, atau golongan, muatan mengenai pemerasan dan/atau pengancaman meliputi konten yang ditransmisikan dan/atau diumumkan melalui Perangkat Multimedia yang bertujuan untuk melakukan kegiatan pemerasan dan/atau pengancaman, dan/atau muatan berupa ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi meliputi Konten yang ditransmisikan dan/atau diumumkan melalui Perangkat Multimedia yang bertujuan untuk melakukan ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Penyelenggara dilarang mendistribusikan, mentransmisikan, dan/atau membuat dapat diaksesnya Konten yang mengandung muatan privasi, antara lain konten mengenai isi akta otentik yang bersifat pribadi dan kemauan terakhir ataupun wasiat seseorang, riwayat dan kondisi anggota keluarga, riwayat, kondisi dan perawatan, pengobatan kesehatan fisik, dan psikis seseorang, kondisi keuangan, aset, pendapatan, dan rekening bank seseorang, hasil-hasil evaluasi sehubungan dengan kapabilitas, intelektualitas, dan rekomendasi kemampuan seseorang, dan/atau catatan yang menyangkut pribadi seseorang yang berkaitan dengan kegiatan satuan pendidikan formal dan satuan pendidikan nonformal dan/atau muatan hak kekayaan intelektual tanpa izin dari pemegang hak kekayaan intelektual yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut rancangan peraturan itu, Menkominfo juga akan membentuk Tim Konten Multimedia yang memiliki kewenangan untuk menentukan apakah sebuah konten termasuk konten yang dilarang atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim ini nantinya beranggotakan maksimal 30 orang dengan komposisi 50 persen dari unsur masyarakat dan 50 persen lain dari unsur pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama setahun tim ini akan menganalisa konten-konten di internet dan memastikan konten-konten itu aman atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber dari inilah.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-8571415378777868951?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/8571415378777868951/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=8571415378777868951' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/8571415378777868951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/8571415378777868951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2010/02/permen-dari-tifatul-akankah-pahit.html' title='Permen dari Tifatul, akankah pahit rasanya????'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-6349045841165725983</id><published>2010-01-14T19:54:00.000-08:00</published><updated>2010-01-14T19:56:59.919-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='religiusitas'/><title type='text'>Gus Dur Adalah Jendela, Garansi, Lokomotif</title><content type='html'>Dr. Rumadi dan Abd Moqsith Ghazali: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Dur Adalah Jendela, Garansi, Lokomotif &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku Gus Dur terbaru, Islamku, Islam Anda, Islam Kita,  merekam konsistensi garis besar pemikiran dan sikap Gus Dur dalam soal-soal keagamaan dan kebangsaan. Gus Dur tetap kokoh di jalur keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan. Itulah setidaknya kesaksian dua intelektual muda NU, Dr. Rumadi dan Abd. Moqsith Ghazali kepada Jaringan Islam Liberal (JIL)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JIL: Mas Rumadi, buku yang memuat kolom-kolom Gus Dur setelah lengser dari kursi kepresidenansudah terbit kemarin. Sebagai salah seorang editornya, apa yang dimaksud Islam Ku, Islam Anda, Islam Kita, yang dijadikan judulnya itu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumadi: Oh, itu diambil dari salah satu judul tulisan Gus Dur yang ada di dalam buku itu. Judul tulisan itu sebenarnya menggambarkan pusaran utama keseluruhan pemikiran Gus Dur yang ada di dalam buku itu. Kalau dilihat mendetail, memang banyak sekali hal-hal yang dibicarakan Gus Dur, sejak soal Islam dan ketatanegaraan, sampai responnya terhadap masalah-masalah kontemporer seperti kasus Inul dan problem ekonomi global. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esai dengan judul Islam Ku, Islam Anda, Islam Kita, yang menjadi judul buku itu sebenarnya tidak panjang. Tapi dari esai itu kita menyadari bahwa Islam memang beragam. Ungkapan pribadi seseorang dalam berislam mungkin berbeda atau juga bertentangan dengan apa yang saya alami. Dari situlah kita dapat melihat adanya Islam yang aku pahami secara pribadi, dan Islam yang Anda pahami menurut Anda sendiri. Namun meski beragam, kita tetap Islam, dan disitulah mulai dikatakan soal Islam kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi judul buku ini menggambarkan Islam yang warna-warni; meski Islamnya satu tapi masing-masing orang punya pemahaman berbeda-beda tentang Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JIL: Mas Moqsith, dari telaah Anda atas tulisan-tulisan Gus Dur, apakah keragaman Islam itu hanya ditunjukkan dari sudut pandang sosiologis-antropologis saja, atau juga dalam soal doktrin-teologisnya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moqsith: Saya kira, tidak hanya keragaman dari sisi sosiologis-antropologis yang sejak lama didengungkan Gus Dur. Kita tidak bisa mengelak bahwa di dalam soal doktrin, dalam tafsir keagamaan yang paling asasi pun kita tak mungkin bisa menunggal. Karena itu, ada Islamku, yakni Islam sebagai hasil penafsiran yang bersifat personal-individual dari seseorang; ada Islam Anda yang berdasarkan penafsiran Anda dan juga Islam kita, yang menjadi benang merah dari Islamku dan Islam Anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Gus Dur, yang dinamakan Islam kita itu adalah prinsip-prinsip dasar kemanusiaan yang universal. Gus Dur sering mengutip al-Ghazali soal 5 prinsip dasar ajaran Islam. Pertama adalah soal kebebasan beragama. Gus Dur adalah orang kampung yang saya kira sangat konsisten melakukan pembelaan terhadap kelompok-kelompok minoritas. Sebab minoritas agama, ras, dan sebagainya itu, merupakan bagian dari perwujudan tafsir atau pemahaman orang terhadap Islam. Menurut Gus Dur, mereka itu tidak bisa dihancurkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping kebebasan beragama, kebebasan berfikir dan aspek-aspek kebebasan lain juga terus-menerus didengungkan Gus Dur. Bagi saya, Gus Dur telah memberi injeksi moral agama ke dalam isu-isu yang dianggap bersifat profan sekalipun. Dia bicara HAM, demokrasi, pluralisme, dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JIL: Apa soal baru yang buku ini, Mas Rumadi ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumadi: Bagi saya, yang perlu dari buku ini bukan soal baru atau tidaknya, tapi justru kesaksian akan konsistensi Gus Dur dalam pikiran-pikiran yang sejak lama ia usung. Saya belum pernah melihat pemikir Indonesia yang begitu konsisten membela prinsip-prinsip yang ia pegang teguh sebagaimana Gus Dur. Buah pikirannya bukan hanya diwacanakan dalam bentuk tulisan lalu diseminarkan dlsb., tapi juga diwujudkannya dengan aksi. Lihatnya bagaimana kukuhnya Gus Dur berpegang pada prinsip anti-diskriminasi. Bukan hanya menulis, dia benar-benar memperjuangkan prinsip itu dalam aksi nyata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga konsistensinya dalam pembelaan terhadap pluralitas. Dia tetap melakukan itu meski dianggap kerja yang tidak populer dan dipandang kontroversial. Tapi dia tetap lakukan pembelaan. Dalam soal pembelaan atas pluralitas, saya tidak pernah melihat orang sekonsisten Gus Dur. Aktivismenya juga merupakan cerminan dari apa yang ia pikirkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JIL: Mas Moqsith, Anda melihat konsistensi dan kesinambungan dalam gagasan-gagasan keislaman Gus Dur, atau justru melihat titik-titik kisar perubahan paradigma berpikir? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moqsith: Saya pertama-tama melihat Gus Dur sebagai sosok santri, dan santri itu dididik berpikir secara plural oleh tradisi fikih. Sebab, tak mungkin ada pandangan yang tunggal di dalam fikih. Karena itu, orang yang ahli fikih seperti Gus Dur, tak mungkin menganut satu konsep kebenaran absolut. Itulah saya kira yang pertama kali mendidik Gus Dur untuk tidak memutlakkan pandangannya sendiri. Di samping fikih, dia juga banyak belajar ilmu-ilmu lain seperti sosiologi, antropologi, dan filsafat. Dia juga pembaca sastra yang baik. Karena itu, medan perhatian Gus Dur terhadap ilmu pengetahuan amatlah luas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, di sinilah ia berbeda dengan tokoh Indonesia lainnya seperti Prof. Syafi’i Ma’arif atau Buya Syafii. Buya bukanlah pembaca buku dengan dimensi yang sangat luas. Buya terutama adalah seorang sejarawan dan mungkin juga pembaca buku-buku keislaman yang cukup luas. Tapi bacaan Gus Dur memang luar biasa, bukan hanya fikih, tapi juga fasih bicara sastra. Ketika masih SMP dan SMA dulu, saya juga sering melihat Gus Dur sebagai pengamat sepakbola. Ini menunjukkan bahwa perhatian Gus Dur terhadap banyak dimensi kehidupan sangat besar sekali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JIL: Selain soal minat bacaan, apa perbedaan lainnya dengan sosok Buya Syafii yang beberapa bulan lalu juga meluncurkan otobiografinya yang memikat? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moqsith: Mungkin yang juga berbeda adalah titik berangkatnya. Gus Dur bukanlah seorang ploretar, tapi datang dari kalangan aristokrat. Kakek dan bapaknya ibarat raja di dalam tradisi NU. Tapi anehnya, gagasan-gagasan Gus Dur itu potensial menghancurkan dirinya sendiri. Dari politik berwacana, itu sebenarnya merugikan. Tapi Gus Dur tetap melakukan itu. Gagasan-gagasannya seakan-akan ingin menghancurkan kelasnya sendiri. Dia kan seorang yang punya otoritas tinggi, tapi tiap hari ia seakan menghancurkan otoritasnya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu dapat diamati dari pandangan-pandangan keagamaannya yang di kalangan para kyai cukup kontroversial. Kerja seperti itu, kalau tak hati-hati, tentu akan melenyapkan kharisma dan lain sebagainya. Tapi Gus Dur tidak peduli, ia tetap membuat perbedaan. Ia tetap konsisten menghadirkan sudut pandang yang berbeda dalam melihat banyak persoalan. Pembelaan Gus Dur terhadap kelompok minoritas seperti Ahmadiah, aliran kepercayaan, dan lain-lain, sudah konsisten ia lakukan sejak dulu dan sampai sekarang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JIL: Mas Rumadi bisa menunjukkan konsistensi gagasan keislaman Gus Dur lebih rinci lagi? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumadi: Dilihat dari sejarah perkembangan pemikiran Gus Dur, masa-masa awalnya memang tak lempang-lempang amat. Dia pernah mendukung gagasan-gagasan Ihkwanul Muslimin yang dianggapnya sebagai salah satu ptototipe Islam yang benar. Tapi setelah belajar tentang nasionalisme Arab dan sosialisme di Irak, dia mulai berubah pikiran. Selanjutnya, perubahan-perubahan itu terus terjadi, terkait dengan pengalaman hidup Gus Dur sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melihat kenyataan Islam Indonesia, dia menemukan ide-ide baru yang pelan-pelan mulai menggeser cara pandangnya yang lama. Sekarang, yang dia pegang adalah prinsip-prinsip dasar Islam yang disebutkan tadi. Tapi dia terlihat konsisten dalam prinsip dasar pemikirannya. Dalam aksi politik, ia memang sering agak sirkus dan zig-zag. Tapi prinsip-prinsip dasar pemikirannya terlalu jelas untuk dilihat. Tak ada sesuatu yang samara-samar atau kabur. Prinsip-prinsip dasar pemikiran Gus Dur menurut saya terlalu jelas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JIL: Anda bisa merinci gagasan-gagasan keislaman apa yang paling penting dari Gus Dur? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moqsith: Yang sangat popular tentu soal pribumisasi Islam. Ini adalah cara Gus Dur khususnya dan NU umumnya untuk menolak Arabisasi. Tapi ini juga bukan pikiran yang baru datang dari Gus Dur, karena sejak dulu para kyai pesantren sudah punya kecenderungan untuk menghadirkan jenis keislaman yang khas Indonesia, tanpa banyak dicampur unsur Arabisme. Jadi pribumisasi Islam itu hanya stempelnya saja. Gus Dur berjasa menteorikannya. Gus Dur telah memberi nama terhadap jenis perjuangan yang dilakukan oleh para ulama Indonesia sejak Walisongo sampai sekarang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gagasan Gus Dur yang sampai sekarang masih konsisten juga adalah aspek penolakannya terhadap negara Islam. Dia mungkin terpengaruh oleh buah pikiran Ali Abdul Raziq (ulama Mesir) yang mengatakan tidak adanya konsep negara Islam. Sampai sekarang, dengan pilihan itu, dia dicaci-maki dan berhadapan dengan banyak orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu pemikiran Gus Dur yang sudah cukup jelas juga adalah visi kebangsaannya. Visi kebangsaan itu berulang kali dia tuangkan dalam ungkapan bahwa tidak ada ajaran Islam yang mengharuskan untuk menegakkan negara Islam. Itu berulangkali dia katakan. Dia juga sering mengatakan, ”Meski saya Islam dan mayoritas orang Indonesia itu beragama Islam, tidak terbesit sedikit pun di pikiran saya untuk mendominasi Indonesia ini atas nama Islam.” Gus Dur juga seringkali mengatakan bahwa yang ia perjuangkan adalah Islam berwatak kultural, bukan Islam yang selalu ingin tampil di kelembagaan politik. Prinsip itu diwujudkannya dengan cara membentuk partai politik yang bervisi kebangsaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kira itu pikiran-pikiran dasar Gus Dur. Ia memang punya perhatian besar terhadap isu-isu politik, persoalan pluralisme dan sebagainya. Tapi yang tidak dilakukan Gus Dur adalah menulis secara serius pandangannya tentang perempuan. Saya kira, pada aspek itu ada kemiripan antara Gus Dur dengan almarhum Cak Nur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JIL: Bisa lebih detil tentang sejarah penyikapan NU atas perjuangan politik yang menginginkan negara Islam di Indonesia? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumadi: Pada masa awalnya, tahun 1945--1955, NU berada dalam blok atau kelompok yang memperjuangkan tegaknya Islam sebagai dasar negara. Tapi di situ ada polemik antara Gus Dur dan adiknya, Gus Solah (Solahuddin Wahid). Gus Dur bilang, NU tidak mendukung Islam sebagai dasar negara, sementara Gus Solah bilang sebaliknya. Saya cenderung mengatakan bahwa NU pada mulanya berada dalam blok yang menginginkan Islam sebagai dasar negara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sejarah tidak berjalan linier. Di tengah arus, ada masa ketika NU harus mengambil sikap tentang hidup bernegara. Itu secara jelas diproklamasikan di tahun 1984, dipelopoli langsung oleh Gus Dur. Di situ dikatakan bahwa Indonesia sebagai negara kesatuan dengan Pancasila sebagai dasarnya, merupakan bentuk yang final bagi NU. Apakah pernyataan final itu cerminan keinginan jamaah NU, atau cerminan situasi ketika NU tidak bisa berkata lain, tentu akan diuji sendiri oleh sejarah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buktinya, dalam perkembangan belakang, ada saja beberapa kompenen NU yang tidak tahan akan godaan negara Islam. Itu bisa dibuktikan lewat kelompok-kelompok di dalam NU yang membuat partai dengan Islam sebagai asasnya. Bahkan dalam Muktamar NU tahun 1999, ada juga yang mengusulkan agar NU kembali ke asas Islam, meski suara itu akhirnya bisa dieliminasi. Saya kira, ini merupakan salah satu bentuk pergumulan pemikiran NU. Arus besarnya memang masih dikusai kalangan yang menginginkan NKRI. Tapi riak-riak yang menghendaki dan memimpikan adanya negara Islam tampaknya tak juga pernah mati di lingkungan NU. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JIL: Gus Dur pernah menulis tentang Islam sebagai faktor komplementer atau pelengkap Indonesia. Apakah gagasan seperti itu masih dianut mayoritas di NU atau sudah diganti menjadi Islam sebagai kekuatan hegemonik? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moqsith: Gagasan Islam sebagai faktor komplementer itu saya kira bukan hanya dimiliki Gus Dur, karena kyai-kyai lain juga berpikir tentang hal yang sama. Dan sampai sekarang, saya kira gagasan itu masih cukup kuat. Itu dapat dibuktikan dari pandangan beberapa kyai, termasuk KH Sahal Mahfudz yang menolak formalisasi syariat Islam atau perda bernuansa syariah Islam. Gus Mus atau KH Mustofa Bisri juga seperti itu. Artinya mereka ingin menjadikan fikih sebagai dunia di dalam basis kulturalnya saja dan tidak masuk ke dalam institusi negara. Itu pandangan yang hampir merata di lingkungan kiay-kiay NU. Kyai Sahal telah menolak fikih dijadikan hukum positif negara, tetapi menerimanya sebagai etika sosial. Karena itu, keterlibatan Islam di dalam negara yang majemuk ini tidak bisa dalam format ingin mendominasi dan menjadi satu-satunya faktor penentu. Ia hanya menjadi unsur komplementer saja… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JIL: Sebagai generasi muda NU, seberapa jauh pikiran-pikiran Gus Dur mempengaruhi Anda dan teman-teman? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moqsith: Bagi saya, Gus Dur itu adalah jendela bagi warga NU. Melalui jendela itulah warga NU bisa mengintip, bisa melihat luasnya dunia luar. Keberhasilan Gus Dur terletak dalam cara dia menginspirasi anak-anak muda di pesantren. Lewat Gus Dur, anak-anak muda mulai belajar menulis dan berpikir secara kritis. Di tahun 1991, ada rumusan pentingnya melakukan kontekstualisasi pemahaman kitab kuning. Itu tidak terlepas dari upaya-upaya yang dilakukan generasi-generasi tua NU seperti Gus Dur, Masdar Farid Mas’udi, dan lain-lain. Saya kira di situ terletak peran yang sangat besar dari Gus Dur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua, dari segi gagasan, Gus Dur itu memang mumpuni, terlepas dia adalah seorang Gus, anak dari bapaknya dan cucu dari kakeknya yang mendirikan NU. Karena itu, ia memiliki otoritas sangat besar untuk melakukan perubahan-perubahan paradigmatik di lingkungan NU. Apa yang dilakukan Gus Dur akan gampang diamini anak-anak muda. Resistensi atas gagasan dan gerakannya pun tidak akan terlalu kuat ketimbang kalau dikatakan dan dilakukan orang lain. Jadi, keluar Gur Dur menjadi jendela, di dalam ia menjadi garansi bagai anak-anak muda. Kalau anak-anak muda dikritik para kyai, Gus Dur akan memberi penjelasan-penjelasan dengan menggunakan bahasa kyai, dlsb. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JIL: Anda optimistis atau pesimistis akan perkembangan intelektual anak-anak muda NU setelah Gus Dur? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moqsith: Saya kira ke depan kita tak bisa lagi bersandar pada individu atau tokoh. Itu harus diakhiri. Apa yang dilakukan anak muda NU sekarang adalah institusionalisasi gagasan-gagasan Gus Dur. Itu sudah berkembang melalui lembaga-lembaga pendidikan alternatif yang dikembangkan sejumlah NGO/LSM di beberapa daerah. Kalau terus mengandalkan tokoh, sejumlah tokoh memiliki keterbatasan. Ketika Gus Dur menjadi politisi dalam pengertian yang sesungguhnya, susah mengikuti alur permainannya yang bagai sirkus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untungnya anak-anak muda NU mampu menentukan barometer: yang harus kita ikuti dari Gus Dur adalah Gus Dur yang makro, bukan Gus Dur yang mikro, seperti istilah almarhum Cak Nur. Gus Dur yang kulli bukan Gus Dur yang juz’i. Itu saya kira patokan yang baik bagi kita dalam melakukan gerakan perubahan sosial di tengah-tengah masyarakat. Saya kira, gagasan-gagasan Gus Dur tetap relevan karena ia lebih banyak bukan gagasan yang tentatif. Pemikiran Gus Dur tentang pribumisasi Islam, saat ini makin relevan seiring makin maraknya orang berpikir tentang negara Islam dan mengintensifkan Arabisasi terhadap Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JIL: Bagi Anda seperti apa kedudukan Gus Dur bagi generasi muda NU? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Dur bukan hanya jendela tapi juga lokomotif. Di belakang Gus Dur terdapat banyak anak muda NU yang disebut progresif atau apapun namanya. Semaunaya tidak ada yang terlepas dari inspirasi Gus Dur. Tapi memang ke depan kita tidak bisa bersandar pada Gus Dur atau figur seorang tokoh. Tapi gagasan-gagasannya memang tetap perlu disosialisasikan, diterjemahkan ke dalam tindakan-tindakan yang lebih riil. []&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-6349045841165725983?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/6349045841165725983/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=6349045841165725983' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/6349045841165725983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/6349045841165725983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2010/01/gus-dur-adalah-jendela-garansi.html' title='Gus Dur Adalah Jendela, Garansi, Lokomotif'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-6921209175356153369</id><published>2010-01-11T18:40:00.000-08:00</published><updated>2010-01-11T18:43:22.730-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel ekonomi'/><title type='text'>Taufiq di Balik Release &amp; Discharge Obligor (Buku Manuver Taufiq Kiemas)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/S0vhsRXjCSI/AAAAAAAAAIQ/8pQsF4myRWw/s1600-h/56009_taufiq_kiemas_dan_yudhoyono_300_225.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/S0vhsRXjCSI/AAAAAAAAAIQ/8pQsF4myRWw/s320/56009_taufiq_kiemas_dan_yudhoyono_300_225.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425678326790555938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebagai suami dari Megawati Soekarnoputri yang menjadi Presiden pada 2001-2004, Taufiq Kiemas memainkan peran yang tak kecil. Dalam buku "Jurus dan Manuver Taufiq Kiemas: Memang Lidah Tak Bertulang" terungkap peran Taufiq dalam penyelesaian kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Derek Manangka, penulis buku, menyebut saat Megawati menjadi presiden, terdapat 300 ribu perusahaan yang terancam gulung tikar. Perusahaan itu berutang kepada bank nasional namun gagal membayar karena pengaruh krisis beberapa tahun sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pemerintahan Mega harus mengatasi persoalan ratusan ribu perusahaan dengan nilai transaksi sekitar 500 triliun rupiah," kata Derek dalam buku yang dirilis Oktober 2009 itu. "Penyelesaian utang-utang tersebut ditangani oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN)," ujar Derek. BPPN ini dibentuk atas saran Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itulah, kata Derek yang mengenal Taufiq sejak 1998 itu, Taufiq menyadari pengaruh masyarakat internasional terutama elite Amerika di IMF dan Bank Dunia. Taufiq lalu bergerak melakukan lobi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang pertama kali dilobi adalah John O'Neal, mantan Menteri Keuangan. Hasilnya, Indonesia disarankan agar segera menyelesaikan utang-utang tersebut agar kepercayaan komunitas bisnis terhadap Indonesia pulih," ujar Derek dalam buku yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah O'Neal, Taufiq melobi mantan Perdana Menteri Singapura, Lee Kuan Yew, dan mantan PM Malaysia, Mahathir Mohammad. Dalam setiap lobi, Taufiq yang berasal dari Palembang ini melibatkan diplomat Indonesia di negara setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Release &amp; discharge dilakukan atas saran Lee Kuan Yew, Mahathir Mohammad &amp; John O'Neal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa saran Lee dan Mahathir? "TK berpikir bahwa semua tokoh yang ditemuinya di luar negeri berpikiran sama. Jadi semestinya pemikiran itu patut diterima dan dijabarkan," ujar Derek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke Jakarta, Taufiq berdiskusi dengan Menteri Koordinator Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro Jati. "Berbagai keputusan penting dikeluarkan mulai dari pergantian Kepala BPPN. Lalu kebijakan release and discharge (R&amp;D) diberikan kepada pengusaha berutang yang bersedia memenuhi kewajiban mereka," kata Derek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fasilitas R &amp; D ini diamankan dengan koordinasi Menko Politik dan Keamanan Susilo Bambang Yudhoyono dengan Jaksa Agung Rachman. Dampaknya, kata Derek, positif. Perusahaan yang membayar pajak meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pada tahun 2003, tahun kedua istri TK menjadi presiden, pemerintah mencatat rekor. Pemasukan pajak di tahun itu lebih besar daripada total jumlah pajak yang berhasil dikoleksi Direktorat Jenderal Pajak selama pemerintahan Soeharto," tulis Derek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;artikel dari vivanews.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-6921209175356153369?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/6921209175356153369/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=6921209175356153369' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/6921209175356153369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/6921209175356153369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2010/01/taufiq-di-balik-release-discharge.html' title='Taufiq di Balik Release &amp; Discharge Obligor (Buku Manuver Taufiq Kiemas)'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/S0vhsRXjCSI/AAAAAAAAAIQ/8pQsF4myRWw/s72-c/56009_taufiq_kiemas_dan_yudhoyono_300_225.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-2166262983374519365</id><published>2010-01-05T00:56:00.000-08:00</published><updated>2010-01-05T00:58:48.029-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='religiusitas'/><title type='text'>Kisah Frank Slazak</title><content type='html'>Semua dimulai dari impianku. Aku ingin menjadi astronot. Aku ingin terbang ke luar angkasa. Tetapi aku tidak memiliki sesuatu yang tepat. Aku tidak memiliki gelar. Dan aku bukan seorang pilot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sesuatu pun terjadilah. Gedung Putih mengumumkan mencari warga biasa untuk ikut dalam penerbangan 51-L pesawat ulang-alik Challanger. Dan warga itu adalah seorang guru. Aku warga biasa, dan aku seorang guru. Hari itu juga aku mengirimkan surat lamaran ke Washington. Setiap hari aku berlari ke kotak pos. Akhirnya datanglah amplop resmi berlogo NASA. Doaku terkabulkan. Aku lolos penyisihan pertama. Ini benar-benar terjadi padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama beberapa minggu berikutnya, perwujudan impianku semakin dekat saat NASA mengadakan test fisik dan mental. Begitu test selesai, aku menunggu dan berdoa lagi. Aku tahu aku semakin dekat pada impianku. Beberapa waktu kemudian, aku menerima panggilan untuk mengikuti program latihan astronot khusus di Kennedy Space Center&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 43.000 pelamar, kemudian 10.000 orang, dan kini aku menjadi bagian dari 100 orang yang berkumpul untuk penilaian akhir. Ada simulator, uji klaustrofobi , latihan ketangkasan , percobaan mabuk udara. Siapakah di antara kami yang bisa melewati ujian akhir ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sangat yakin bahwa akulah yang akan terpilih. “ Tuhan, biarlah diriku yang terpilih karena itu adalah anugerah yang terbesar dalam hiduku!” , begitu aku berdoa. Lalu tibalah berita yang menghancurkan itu. NASA memilih orang lain yaitu Christina McAufliffe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kalah. Impian hidupku hancur. Aku mengalami depresi. Rasa percaya diriku lenyap, dan amarah menggantikan kebahagiaanku. Aku mempertanyakan semuanya. Kenapa Tuhan? Kenapa bukan aku? Bagian diriku yang mana yang kurang? Mengapa aku diperlakukan kejam ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berpaling pada ayahku. Dan katanya: “Semua terjadi karena suatu alasan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 28 Januari 1986, aku berkumpul bersama teman-teman untuk melihat peluncuran Challanger. Saat pesawat itu melewati menara landasan pacu, aku menantang impianku untuk terakhir kali. Tuhan, aku bersedia melakukan apa saja agar berada di dalam pesawat itu. Kenapa bukan aku? 73 detik kemudian, Tuhan menjawab semua pertanyaanku dan menghapus semua keraguanku saat Challanger meledak... dan menewaskan semua penumpang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itulah aku menangis, dan perasaan kesal dan marah kepada Tuhan hilang…yang ada adalah perasaan yang sangat bahagia dan tersanjung…bahwa Tuhan benar-benar sayang kepada diriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku teringat kata-kata ayahku: “Semua terjadi karena suatu alasan.” Aku tidak terpilih dalam penerbangan itu, walaupun aku sangat menginginkannya karena Tuhan memiliki alasan lain untuk kehadiranku di bumi ini. Aku memiliki misi lain dalam hidup. Aku tidak kalah; aku seorang pemenang….&lt;br /&gt;Aku menang karena aku telah kalah. Aku, Frank Slazak, masih hidup untuk bersyukur pada Tuhan karena tidak semua doaku dikabulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan mengabulkan doa kita dengan 3 cara:&lt;br /&gt;1. Apabila Tuhan mengatakan YA. Maka kita akan mendapatkan apa yang kita minta.&lt;br /&gt;2. Apabila Tuhan mengatakan TIDAK. Maka mungkin kita akan mendapatkan yang lain yang lebih sesuai untuk kita.&lt;br /&gt;3. Apabila Tuhan mengatakan TUNGGU. Maka mungkin kita akan mendapatkan yang terbaik sesuai dengan kehendakNYA.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-2166262983374519365?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/2166262983374519365/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=2166262983374519365' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/2166262983374519365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/2166262983374519365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2010/01/kisah-frank-slazak.html' title='Kisah Frank Slazak'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-8981611554516141328</id><published>2009-12-30T18:00:00.001-08:00</published><updated>2009-12-30T18:03:21.609-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel sosial budaya'/><title type='text'>GUS DURKU, BUNG KARNOKU… SELAMAT JALAN…(artikel dari Yahya Cholil Staquf/juru bicara Gus Dur saat menjabat Presiden RI)</title><content type='html'>Ini kehilangan tak terperi. Tapi diam-diam aku merasakannya seperti formalitas saja. Ketuk palu atas sesuatu yang telah ditetapkan sebelumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehilangan yang sesungguhnya telah terjadi dua belas tahun yang lalu, ketika suatu hari kamar mandi kantor PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama), di Kramat Raya Jakarta, tak kunjung terbuka. Kamar mandi itu terkunci dari dalam dan Gus Dur ada didalamnya. Orang-orang menggedor-gedor pintu, tak ada sahutan. Ketika akhirnya pintu itu dijebol, orang mendapati Gus Dur tergeletak bersimbah darah muntahannya sendiri. Itulah strokenya yang pertama dan paling dahsyat, yang sungguh-sungguh merenggut kedigdayaan fisiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum malapetaka itu, Gus Dur adalah sosok “pendekar” yang nyaris tak terkalahkan. Pada waktu itu, tak ada yang tak sepakat bahwa beliau adalah salah satu tumpuan harapan untuk masa depan Indonesia yang lebih baik. Tapi ketika akhirnya memperoleh kesempatan menakhodai bangsa ini, keruntuhan fisik telah membelenggu beliau sedemikian rupa sehingga gelombang pertempuran yang terlampau berat pun menggerusnya. Aku tak pernah berhenti percaya bahwa seandainya yang menjadi presiden waktu itu adalah Gus Dur sebelum sakit, pastilah hari ini Indonesia sudah punya wajah yang berbeda, wajah yang lebih cerah dan lebih bersinar harapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku telah menjadi pengagum berat Gus Dur dan mendaulat diriku sendiri sebagai murid beliau sejak aku masih remaja. Tapi memang Gus Dur telampau besar untukku, sehingga aku tak pernah mampu menangkap secuil pemahaman yang berarti dari ilmunya, kecuali senantiasa terlongong-longong takjub oleh gagasan-gagasan dan tindakan-tindakannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika datang kesempatan bagiku untuk benar-benar mendekat secara fisik dengan tokoh idolaku, yaitu saat aku ditunjuk sebagai salah seorang juru bicara presiden, saat itulah pengalaman-pengalaman besar kualami. Bukan karena aku melompat dari santri kendil menjadi pejabat negara. Bukan sorot kamera para wartawan, bukan pula ta’dhim pegawai-pegawai negeri. Tapi inspirasi-inspirasi yang berebutan menjubeli kepala dan dadaku dari penglihatanku atas langkah-langkah presidenku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, langkah-langkah Presiden Gus Dur waktu itu mengingatkanku kembali pada kitab DBR (Dibawah Bendera Revolusi) yang kukhatamkan sewaktu kelas satu SMP dulu. Mengingatkanku pada “Nawaksara”, mengingatkanku pada “Revolusi belum selesai!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang mengecam kegemarannya berkeliling dunia, mengunjungi negara-negara yang dalam pandangan umum dianggap kurang relevan dengan kepentingan Indonesia. Namun aku justru melihat daftar negara-negara yang beliau kunjungi itu identik dengan daftar undangan Konferensi Asia-Afrika. Brasil mengekspor sekian ratus ribu ton kedelai ke Amerika setiap tahunnya, sedangkan kita mengimpor lebih separuh jumlah itu, dari Amerika pula. Maka presidenku datang ke Rio De Janeiro ingin membeli langsung kedelai dari sumbernya tanpa makelar Amerika. Venezuela mengipor seratus persen belanja rempah-rempahnya dari Rotterdam, sedangkan kita mengekspor seratus –persen rempah-rempah kita kesana. Maka presidenku menawari Hugo Chavez membeli rempah-rempah langsung dari kita. Gus Dur mengusulkan kepada Sultan Hasanal Bolkiah untuk membangun Islamic Financial Center di Brunaei Darussalam, lalu melobi negara-negara Timur Tengah untuk mengalihkan duit mereka dari bank-bank di Singapura kesana…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali pikiranku melompat serampangan. Tapi sungguh yang terbetik dibenakku waktu itu adalah bahwa Gus Dur, presidenku, sedang menmpuh jalan menuju cakrawala yang dicita-citakan pendahulunya, Pemimpin Besarku, Bung Karno. Yaitu mengejar kemerdekaan yang bukan hanya label, tapi kemerdekaan hakiki bagi manusia-manusia Indonesia. Yaitu bahwa masalah-masalah bangsa ini hanya bisa dituntaskan apabila berbagai ketidakadilan dalam tata dunia yang mapan pun dapat diatasi. Yaitu bahwa dalam perjuangan semesta itu harus tergalang kerjasama diantara bangsa-bangsa tertindas menghadapi bangsa-bangsa penindas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, Gus Dur mengikhtiarkan perjuangan itu dengan caranya sendiri. Bukan dengan agitasi politik, bukan dengan machtsforming, tapi dengan langkah-langkah taktis yang substansial, cara-cara yang selama karir politiknya sendiri memang menjadi andalannya. Yang bagi banyak orang terlihat sebagai kontroversi, bagiku adalah cara cerdik beliau menyiasati pertarungan melawan kekuatan-kekuatan besar, baik didalam negeri maupun diluar negeri, yang terlampau berat untuk ditabrak secara langsung dan terang-terangan. Gus Dur terhadap Bung Karno, bagiku layaknya Deng Xiao Ping terhadap Mao Tse Tung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi pahlawanku bertempur ditengah sakit, seperti Panglima Besar Soedirman di hutan-hutan gerilyanya. Maka nasib Diponegoro pun dicicipinya pula…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang belakangan bertanya-tanya, mengapa orang tua yang sakit-sakitan itu tak mau berhenti saja, beristirahat menghemat umurnya, ketimbang ngotot seolah terus-menerus mencari-cari posisi ditengah silang-sengkarut dunia yang kian semrawut saja. Saksikanlah, wahai bangsaku, inilah orang yang terlalu mencintaimu, sehingga tak tahan walau sedetik pun meninggalkanmu. Inilah orang yang begitu yakin dan determined akan cita-citanya, sehingga rasa sakit macam apa pun tak akan bisa menghentikannya. Selama napas masih hilir-mudik di paru-parunya, selama detak masih berdenyut di jantungnya, selama hayat masih dikandung badannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menyelimutkan kasih sayang paripurnanya untuk hambaNya yang mulia itu. Memperbolehkannya beristirahat dari dunia tempat ia mengais bekal akhiratnya. Semoga sesudah ini segera tercurah pula kasih sayang Allah untuk bangsa yang amat dicintainya ini, agar dapat beristirahat dari silang-sengkarut nestapa rakyatnya. Gus Durku, Bung Karnoku… Selamat jalan….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-8981611554516141328?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/8981611554516141328/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=8981611554516141328' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/8981611554516141328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/8981611554516141328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2009/12/gus-durku-bung-karnoku-selamat.html' title='GUS DURKU, BUNG KARNOKU… SELAMAT JALAN…(artikel dari Yahya Cholil Staquf/juru bicara Gus Dur saat menjabat Presiden RI)'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-6957170362477036002</id><published>2009-12-30T01:31:00.000-08:00</published><updated>2009-12-30T01:33:28.173-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Happy New Year!</title><content type='html'>Another fresh new year is here . . .&lt;br /&gt;Another year to live!&lt;br /&gt;To banish worry, doubt, and fear,&lt;br /&gt;To love and laugh and give!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This bright new year is given me&lt;br /&gt;To live each day with zest . . .&lt;br /&gt;To daily grow and try to be&lt;br /&gt;My highest and my best!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I have the opportunity&lt;br /&gt;Once more to right some wrongs,&lt;br /&gt;To pray for peace, to plant a tree,&lt;br /&gt;And sing more joyful songs!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_William Arthur Ward_&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-6957170362477036002?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/6957170362477036002/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=6957170362477036002' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/6957170362477036002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/6957170362477036002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2009/12/happy-new-year.html' title='Happy New Year!'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-5698983288458361107</id><published>2009-12-29T20:53:00.000-08:00</published><updated>2009-12-29T20:54:34.253-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi Buku'/><title type='text'>Waspadai Makanan di Sekitar Kita</title><content type='html'>Judul : Bahan-bahan Berbahaya Dalam Kehidupan: Kenali Produk Sebelum Membeli&lt;br /&gt;Penulis : Mia Siti Aminah &amp; Andra Himawan&lt;br /&gt;Penerbit : Salamadani, 2009&lt;br /&gt;Tebal : 78 halaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini, kita dikagetkan oleh berita yang menayangkan acara penyelidikan mengenai kecurangan dan perbuatan tidak bertanggung jawab sejumlah orang yang memproduksi makanan dari bahan-bahan yang tidak layak, kemudian dipasarkan di pasar tradisional hingga dikonsumsi oleh anak-anak sekolah. Ditemukan pula puluhan jenis makanan olahan, seperti nugget, bakso, mi basah, tahu, dan ikan pindang laut yang mengandung bahan-bahan berbahaya, seperti rhodamin B (pewarna kertas), formalin, dan boraks (bahan pengawet mayat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena tersebut memberikan informasi dan pengetahuan yang sangat berharga. Sebagai konsumen kita harus jeli, cerdas, dan teliti sekaligus waspada terhadap makanan maupun minuman yang kita beli untuk kebutuhan sehari-hari. Buku ini berisi informasi lengkap mengenai bahan tambahan pangan berbahaya, dan kasus penipuan yang merebak di masyarakat, seperti daging sapi glonggongan, ayam tiren, makanan berformalin, jajanan anak sekolah yang mengandung bahan kimia berbahaya, beras berpemutih, obat palsu, dan peralatan makanan berformalin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan uraian yang jelas, singkat, dan padat, buku ini dapat menjadikan Anda sebagai konsumen yang peduli terhadap kesehatan dan cerdas agar tidak terkecoh informasi palsu yang menyesatkan dan tidak bertanggung jawab. Sebuah buku yang menarik untuk disimak. (Nia Kurniawati, Pusat Data Redaksi)**&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-5698983288458361107?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/5698983288458361107/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=5698983288458361107' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/5698983288458361107'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/5698983288458361107'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2009/12/waspadai-makanan-di-sekitar-kita.html' title='Waspadai Makanan di Sekitar Kita'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-3703188659234400499</id><published>2009-12-29T20:21:00.000-08:00</published><updated>2009-12-29T20:24:10.166-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel sosial budaya'/><title type='text'>Centurygate dan Bhagavad Gita</title><content type='html'>OLEH ADHIE M MASSARDI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JEONG CHO-SHIN memang bukan kriminolog. Tapi film berjudul Jakarta (2001) yang disutradarainya, bisa dijadikan rujukan para kriminolog Indonesia untuk mempelajari praktek kejahatan, khususnya, perampokan bank, yang belakangan ngeren di negeri kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun judulnya Jakarta, film komedi thriller ini tidak berlokasi di Ibukota negara kita. Sebab “Jakarta” dalam film ini adalah kata sandi para bandit Korea yang artinya “kejahatan sempurna”, perfect crime. Memang, dalam film ini, komplotan perampok uang 3 juta dolar AS di sebuah bank di Seoul itu, sangat rapi. Untuk merayakan kesuksesannya, para bandit ini terbang ke Jakarta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak dijelaskan apakah setelah sampai Jakarta mereka bertemu Robert dan Dewi Tantular, atau bergabung dengan para penjahat perbankan kita yang juga sukses membobol Bank Indonesia Rp 600 T lewat skandal BLBI. Kita juga tidak diberi informasi apakah pemakaian judul Jakarta sebagai kata sandi “kejahatan sempurna” ini diilhami oleh sempurnanya kejahatan perbankan di Jakarta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita hanya tahu, kejahatan perbankan seperti BLBI, Indover, Bahana, memang nyaris berjalan sempurna. Karena itu, meskipun kerugian negara sudah mencapai ratusan triliun rupiah, tapi yang masuk penjara bisa dihitung dengan jari sebelah tangan. Itu pun yang kelas milyaran… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skandal perampokan uang negara Rp 6,7 T lewat Bank Century, misalnya, berjalan sempurna. Sebab para pelakukanya menutupi kejahatannya dengan berbagai argumentasi cerdas, sangat masuk akal. Mereka juga berlindung di tengah isu krisis global, berdampak sistemik, mengubah peraturan, mengelabui DPR, Polri, Kejaksaan Agung, dan memayungi semua itu dengan peraturan yang mereka bikin sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih sempurna lagi, para penjahat perbankan kita adalah kalangan profesional terpelajar dengan berbagai gelar akademik tinggi. Perilaku mereka sehari-hari di depan publik juga santun, mengesankan pejabat pemerintah yang bersih. Itulah sebabnya meskipun skandal Bank Century centang-perentang, pelanggaran hukumnya juga sudah dibeberkan BPK dengan transparan, tetap saja masih ada kaum terpelajar, di antaranya saudara kita, teman kita, yang bersedia membela mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pembela pelaku skandal Bank Century memang saudara kita sendiri, teman kita sendiri, yang saat melawan rezim Orde Baru, berada bersama kita. Ada Erry Riyana Hardjapamekas yang pernah menjabat Wakil Ketua KPK, ada Wimar Witoelar sohib saya ketika jadi jubir Gus Dur, ada Marsilam Simandjuntak, Goenawan Mohamad, Todung Mulya Lubis, Rachland Nashidik, Faisal Basri, dll. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang, melihat “di sana” berbaris saudara dan teman-teman sendiri, membuat saya ragu dan berpikir ulang apakah langkah saya (dan teman-teman Gerakan Indonesia Bersih) sudah benar? &lt;br /&gt;Saya memang ingat pesan Mahatma Gandhi. “Buang rasa takut menegur atau melawan saudara sendiri, teman sendiri, bila itu untuk menegakkan keadilan…!” Tapi benarkah saya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah kebimbangan yang menggundahkan ini, Khresna muncul dari balik kitab Bhagavad Gita. Lalu dengan suaranya yang menggetarkan, Khresna berkata: “Dari manakah timbulnya depresi batinmu ini, pada saat-saat yang penuh dengan krisis seperti ini? Menolak berperang adalah tidak pantas untuk seorang Aryan. Penolakan ini akan menutup pintu masuk ke sorga. Penolakan ini adalah puncak dari kehinaan, oh Arjuna!” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum hilang rasa kaget itu, Khresna berkata lagi: “Janganlah bertindak sebagai seorang pengecut, oh Arjuna! Tiada laba yang akan kau petik dari kelakuanmu ini. Buanglah jauh-jauh kelemahan hatimu. Bangkitlah, wahai Arjuna!” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkinkah Khresna salah alamat? Saya memang adiknya Yudhistira (Massardi). Tapi kan bukan Arjuna?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-3703188659234400499?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/3703188659234400499/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=3703188659234400499' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/3703188659234400499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/3703188659234400499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2009/12/centurygate-dan-bhagavad-gita.html' title='Centurygate dan Bhagavad Gita'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-286735716898796250</id><published>2009-12-23T21:32:00.000-08:00</published><updated>2009-12-23T21:33:24.325-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Daya Evokasi dalam puisi</title><content type='html'>Dalam Kereta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh : Chairil Anwar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kereta.&lt;br /&gt;Hujan menebal jendela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semarang, Solo, makin dekat saja&lt;br /&gt;Menangkup senja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menguak purnama.&lt;br /&gt;Caya menyayat mulut dan mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjengking kereta. Menjengking jiwa.&lt;br /&gt;Sayatan terus ke dada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15 Maret 1944&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Daya Evokasi dalam puisi bisa diartikan secara mudah sebagai sebuah kekuatan dari kata yang di ambil atau kalimat yang dipungut untuk menjelaskan gagasan dari penyairnya. gagasan yang di maksud bisa juga tema yang ingin di sampaikan oleh penyair. Coba kita belajar dari Puisi Chairil Anwar dengan Judul "Dalam Kereta" Di atas...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sajak “Dalam Kereta” dibuka oleh dua baris berbunyi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kereta&lt;br /&gt;Hujan menebal jendela&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua baris itu langsung menyajikan suasana terkurung –mungkin(?) juga pengap. Chairil menggambarkan suasana yang dikurung oleh dua lapisan sekaligus: sudah berada (1) di “dalam kereta”, ealah…. (2) masih pula keretanya diguyuri hujan yang “menebali jendela”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja tidak semua penumpang yang berada dalam kereta yang ditebali hujan lebat akan merasakan suasana pengap dan muram. Penumpang yang sedang jatuh cinta atau yang baru saja naik pangkat akan tersenyum-senyum dan menikmati rinai hujan di luaran sebagai simfoni indah yang berdentang dalam dada. Hanya saja, baris-baris berikutnya –sehemat saya—lebih menunjukkan aura mencekam ketimbang riang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semarang, Solo? Makin dekat saja&lt;br /&gt;Menangkup senja&lt;br /&gt;Menguak purnama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, ya, dua baris berikutnya dari sajak ini menunjukkan bahwa kereta yang dimaksud sedang menuju Semarang dan/atau Solo. Tapi, kenapa di situ Chairil menyebutkan dua kota tujuan sekaligus? Kenapa tidak salah satu saja? Yang mana yang benar? Adakah Chairil sedang menggambarkan kebingungan menentukan tujuan? Atau memang belum tahu tujuan? Tak bisa tidak, suasana ketidakpastian sudah menelisut di situ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati belum jelas dan pasti kota apa yang dituju, Chairil sepertinya sudah cukup jelas punya tujuan dari perjalanannya yaitu hendak “menangkup senja” dan “menguak purnama”. Mungkin senja akan ditangkup di Semarang sementara purnama akan dikuak di Solo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, di situ Chairil menunjukkan satu target atau obsesi (“menangkup senja” dan “menguak purnama”). Tapi, target atau kehendak itu rasanya sedikit aneh dalam kosa kata sajak-sajak Chairil. Biasanya, atau lebih banyak, Chairil menguarkan obsesi dan tekad dengan bahasa yang lugas, tegas dan seringkali seperti hentakan dari ujung sebuah orasi yang menggelegar, macam: “Aku mau hidup seribu tahun lagi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Objek dari target atau obsesi atau tekad itu ternyata “senja” dan “purnama”; dua hal abstrak yang seringkali dirujuk untuk menggambarkan suasana hati yang teduh, indah, pendeknya jauh dari sesuatu yang hiruk-pikuk, menggelegar atau tantang-menantang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga baris terakhir sajak Chairil makin menyempurnakan kemuraman, rasa perih dan mencekam yang sudah disiapkan Chairil sejak baris pertama itu dalam satu pukulan ironi yang menggambarkan kepasrahan untuk dicincang-cincang:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caya menyayat mulut dan mata&lt;br /&gt;Menjengking kereta. Menjengking jiwa.&lt;br /&gt;Sayatan terus ke dada.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-286735716898796250?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/286735716898796250/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=286735716898796250' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/286735716898796250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/286735716898796250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2009/12/daya-evokasi-dalam-puisi.html' title='Daya Evokasi dalam puisi'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-4315671717136179705</id><published>2009-12-18T23:39:00.000-08:00</published><updated>2009-12-18T23:40:05.634-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Orang-orang miskin</title><content type='html'>Orang-orang miskin di jalan,&lt;br /&gt;yang tinggal di dalam selokan,&lt;br /&gt;yang kalah di dalam pergulatan,&lt;br /&gt;yang diledek oleh impian,&lt;br /&gt;janganlah mereka ditinggalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin membawa bau baju mereka.&lt;br /&gt;Rambut mereka melekat di bulan purnama.&lt;br /&gt;Wanita-wanita bunting berbaris di cakrawala,&lt;br /&gt;mengandung buah jalan raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang miskin. Orang-orang berdosa.&lt;br /&gt;Bayi gelap dalam batin. Rumput dan lumut jalan raya.&lt;br /&gt;Tak bisa kamu abaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kamu remehkan mereka,&lt;br /&gt;di jalan kamu akan diburu bayangan.&lt;br /&gt;Tidurmu akan penuh igauan,&lt;br /&gt;dan bahasa anak-anakmu sukar kamu terka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan kamu bilang negara ini kaya&lt;br /&gt;karena orang-orang berkembang di kota dan di desa.&lt;br /&gt;Jangan kamu bilang dirimu kaya&lt;br /&gt;bila tetanggamu memakan bangkai kucingnya.&lt;br /&gt;Lambang negara ini mestinya trompah dan blacu.&lt;br /&gt;Dan perlu diusulkan&lt;br /&gt;agar ketemu presiden tak perlu berdasi seperti Belanda.&lt;br /&gt;Dan tentara di jalan jangan bebas memukul mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang miskin di jalan&lt;br /&gt;masuk ke dalam tidur malammu.&lt;br /&gt;Perempuan-perempuan bunga raya&lt;br /&gt;menyuapi putra-putramu.&lt;br /&gt;Tangan-tangan kotor dari jalanan&lt;br /&gt;meraba-raba kaca jendelamu.&lt;br /&gt;Mereka tak bisa kamu biarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah mereka tak bisa kamu mistik menjadi nol.&lt;br /&gt;Mereka akan menjadi pertanyaan&lt;br /&gt;yang mencegat ideologimu.&lt;br /&gt;Gigi mereka yang kuning&lt;br /&gt;akan meringis di muka agamamu.&lt;br /&gt;Kuman-kuman sipilis dan tbc dari gang-gang gelap&lt;br /&gt;akan hinggap di gorden presidenan&lt;br /&gt;dan buku programma gedung kesenian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang miskin berbaris sepanjang sejarah,&lt;br /&gt;bagai udara panas yang selalu ada,&lt;br /&gt;bagai gerimis yang selalu membayang.&lt;br /&gt;Orang-orang miskin mengangkat pisau-pisau&lt;br /&gt;tertuju ke dada kita,&lt;br /&gt;atau ke dada mereka sendiri.&lt;br /&gt;O, kenangkanlah :&lt;br /&gt;orang-orang miskin&lt;br /&gt;juga berasal dari kemah Ibrahim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yogya, 4 Pebruari 1978&lt;br /&gt;Potret Pembangunan dalam Puisi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-4315671717136179705?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/4315671717136179705/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=4315671717136179705' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/4315671717136179705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/4315671717136179705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2009/12/orang-orang-miskin.html' title='Orang-orang miskin'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-6150706596615259398</id><published>2009-12-11T18:34:00.000-08:00</published><updated>2009-12-11T18:35:22.634-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penulis fenomenal'/><title type='text'>Alan Alexander Milne (1882 – 1956)</title><content type='html'>Alan Alexander Milne (1882 – 1956)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On Wednesday, when the sky is blue&lt;br /&gt;And I have nothing to do&lt;br /&gt;I sometimes wonder if it’s true&lt;br /&gt;That who is what and what is who&lt;br /&gt;(dari Winnie-the Pooh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis Inggris, pencipta “Winie-the-Pooh.” Milne menulis beragam jenis buku, syair-syair humor dan komedi ringan saat bekerja sebagai staf Punch. Dia juga menulis novel detektif, The Red House Mystery, yang dikritik keras oleh Raymond Chandler. Tetapi karya Milne paling populer adalah Winnie-the-Pooh (1926) dan The House at the Pooh Corner (1928). Walau terkenal sebagai penulis buku anak-anak, Milne bukanlah orang yang “sangat sayang anak.:”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alan Alexander Milne lahir di London pada 18 Agustus 1882. Ayahnya mempunyai sekolah sendiri di Mortiner Road, The Henley House. Di antara gurunya selama beberapa waktu adalah penulis fiksi sains, H.G. Wells. Milne menempuh studi matematika di Trinity College, Cambridge dan menyunting majalah mahasiswa Granta. Setelah menerima gelar B.A. pada 1903, dia memulai karirnya sebagai penulis lepas. Esai dan puisinya dimuat dalam majalah satirikal, Punch dan St James Gazette, dan sejak 1906 dia masuk sebagai staff Punch. Atas saran H.G.Well, Milne beranjak untuk menulis novel. Buku pertamanya, Lovers in London terbit pada 1905. Pada 1910-an dia terkenal sebagai penulis drama, khususnya Mr Pim Passes By (1919). Pada 1913 Milne menikahi Dorothy de Sêlincourt dan satu-satunya putra mereka, Christopher Robin Milne, lahir pada 1920. Seusai perang Milne menulis drama The Dover Road (1921), dan menangguk sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dramanya yang sukses itu kemudian diproduksi di London dan Broadway dan popularitasnya membuat dirinya mampu membeli rumah pribadi di Cotchford Farm pada 1925. Di situlah, di sebuah ruangan kecil, dengan jendela menghadap ke halaman, Milne menulis sambil mengisap pipa rokoknya, dan setelah makan malam dia biasanya mengisi teka-teki silang. Pada usia 42 Milne menerbitkan When We Were Very Young, koleksi puisi untuk anak-anak. Dua tahun kemudian lahirlah Winnie-the-Pooh. Cerita yang sangat populer ini berlatar belakang Hutan Ashdown. Ceritanya menampilkan anak Milne, Christopher (1920-1996), bersama hewan-hewan yang bisa berbicara dan mainan bonekanya – yang terkenal adalah Teddy-bear, Piglet, Tiger, Eeyore dan sebagainya. Cerita itu pada awalnya diberi ilustrasi oleh E.H. Shepard. The House at the Pooh Corner (1928) melanjutkan petualangan Beruang Pooh dan kawan-kawannya. Belakangan Pooh menjadi industri, melahirkan mainan, komik dan film, seperti Winnie-the-pooh and the Honey Tree (1996) produksi Disney.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Milne meninggal pada 31 Januari 1956. Setelah istrinya wafat pada 1971 sebagian keuntungan dari buku-buku Pooh masuk ke ‘Royal Literary Fund,’ yang memberi dana kepada para penulis yang kantongnya kering. Karya-karyanya yang lain diantaranya adalah The Day's Play (1910); The Holiday Round (1912); Once a Week (1914); Happy Days (1915); Würzel-Flummery (1917); The Boy Comes Home (1918); Make-Believe (1918 – yang juga memuat kisah The Princess and The Woodcutter, Oliver's Island, Father Christmas dan The Hubbart Family); Belinda (1918); The Camberley Triangle (1919); The Romantic Age (1920); The Great Broxopp: Four Chapters in Her Life (1921); A Gallery of Children (1925); King Hilary and the Beggarman (1926); The Ivory Door: A Legend (1927); The Secret and Other Stories (1929); Behind the Lines (1940); The Table Near the Band and Other Stories (1950); dan lain-lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-6150706596615259398?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/6150706596615259398/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=6150706596615259398' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/6150706596615259398'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/6150706596615259398'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2009/12/alan-alexander-milne-1882-1956.html' title='Alan Alexander Milne (1882 – 1956)'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-1305948920334767475</id><published>2009-12-07T20:51:00.000-08:00</published><updated>2009-12-07T20:52:59.663-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>DERAI-DERAI CEMARA</title><content type='html'>Derai-derai Cemara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh : Chairil Anwar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cemara menderai sampai jauh&lt;br /&gt;terasa hari akan jadi malam&lt;br /&gt;ada beberapa dahan di tingkap merapuh&lt;br /&gt;dipukul angin yang terpendam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sekarang orangnya bisa tahan&lt;br /&gt;sudah berapa waktu bukan kanak lagi&lt;br /&gt;tapi dulu memang ada suatu bahan&lt;br /&gt;yang bukan dasar perhitungan kini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup hanya menunda kekalahan&lt;br /&gt;tambah terasing dari cinta sekolah rendah&lt;br /&gt;dan tahu, ada yang tetap tidak terucapkan&lt;br /&gt;sebelum pada akhirnya kita menyerah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1949&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah Puisi…tidaklah harus memilih kata-kata yang rumit dan asing untuk menyampaikan sebuah gagasan atau Pesan.&lt;br /&gt;Kita lihat Puisi sang Legenda Penyair Chairil Anwar di atas…sangat sederhana bukan?&lt;br /&gt;Dan keindahan yang di munculkan sangat kita rasakan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan puisi-2 chairil banyak yang menjaga rima untuk menawarkan sebuah pembacaan yang indah ..bisa kita lihat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh…malam….merapuh…terpendam….(untuk bait pertama dan pada akhir kalimatnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan juga jalinan kata , pertautan antar baitnya sangat terasa..mulai penggambaran suasana pada bait pertama dan sebuah ending di bait terakhir yang merupakan sebuah renungan yang dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hidup hanya menunda kekalahan” …..&lt;br /&gt;Memang kita pada akhirnya kalah dan menyerah dengan kematian…karena jasad dan waktu adalah fana.&lt;br /&gt;Tetapi penekanannya bukan pada kata KALAH tapi pada kata MENUNDA..&lt;br /&gt;Mengandung pengertian “tundalah kematianmu dengan mengisi hidupmu dengan segala kebaikan yang kita miliki. Agar berguna bagi orang lain.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah Chairil Anwar yang meninggal di usia 27 tahun sudah begitu banyak memberikan perenungan pada kita tentang Hidup, dan juga bagaimana membuat puisi yang indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya kita tidak harus meniru gaya berpuisi d seperti CA, setiap orang punya style atau cara pengungkapan masing-masing.&lt;br /&gt;Yang jelas menurut saya Puisi yang bagus adalah bagaimana merangsang daya imajinasi pembaca saat membaca larik-larik dalam puisi tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-1305948920334767475?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/1305948920334767475/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=1305948920334767475' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/1305948920334767475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/1305948920334767475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2009/12/derai-derai-cemara.html' title='DERAI-DERAI CEMARA'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-1815474144725910186</id><published>2009-12-05T19:54:00.000-08:00</published><updated>2009-12-05T19:56:13.149-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel sosial budaya'/><title type='text'>Kasus prita masuk "new york time"</title><content type='html'>New York Times&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;THE SATURDAY PROFILE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trapped Inside a Broken Judicial System After Hitting Send&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"People always lose to the powerful in this country. I'm a mother, a regular person like everybody else, so a lot of people identified with me and felt sympathy." PRITA MULYASARI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By NORIMITSU ONISHI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Published: December 05, 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TANGERANG, Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PRITA MULYASARI became famous, as her lawyer put it, for going from "e-mail to jail."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Her ordeal began when she sent an e-mail message complaining about the poor treatment she received at a hospital to 20 relatives, friends and co-workers. The message, forwarded from one mailing list to another, eventually fell into the hands of the hospital's lawyers, who sued for defamation. In no time, Ms. Mulyasari, 32, a mother of two infants, found herself sharing a jail cell with murderers and facing six years in prison, seemingly yet another ordinary Indonesian caught up in one of the world's most corrupt legal systems.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And yet Ms. Mulyasari's story didn't end there. After word of her predicament leaked out, support for her swelled in Indonesia's freewheeling news media and blogosphere, forcing the authorities to release her after three weeks in jail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"People always lose to the powerful in this country," Mrs. Mulyasari said. "I'm a mother, a regular person like everybody else, so a lot of people identified with me and felt sympathy."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Being a symbol made her visibly uncomfortable, though, as she posed for photographs for supporters at a court hearing this week here in Tangerang, a city near the capital, Jakarta. A ruling in her trial is expected later this month, and Mrs. Mulyasari said she was hoping that a not-guilty verdict would allow her to slip back into anonymity. Prosecutors are seeking a six-month sentence.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Whatever the judgment, it will be scrutinized because of an unrelated, continuing scandal involving the national police, attorney general's office and anticorruption agency. Recent revelations have put a spotlight on a judicial netherworld where the rich routinely bribe corrupt police officials, prosecutors and judges for favorable treatment.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meanwhile, ordinary people appear subject to severe punishment for seemingly harmless infractions. Last month, an illiterate grandmother in Central Java was convicted of stealing cacao fruits worth 15 cents, which she took by mistake, from a plantation company and handed a suspended sentence of 45 days. A Jakarta man arrested for charging his cellphone in a hallway inside his building is now on trial for theft.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As for Ms. Mulyasari, she said she had lost faith in the country's legal system.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"My only hope is to pray and to appeal to the judge's humanity," she said, a few minutes before her hearing began.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On this morning, as they had done for every court hearing in recent months, Ms. Mulyasari and her husband, Andri Nugroho, 30, took a day off from work and left their two children at home. It was her lawyers' turn to argue that Ms. Mulyasari had had no intention of forwarding her e-mail message beyond the original recipients.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In a courtroom with no air-conditioning, where many fanned themselves with sheets of paper, her lawyers took turns reading from a 178-page brief. Ms. Mulyasari, who did not speak, sat by herself in a chair facing three judges on an elevated bench. Only the white hijab covering her head was visible from the gallery.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It all began one night 16 months ago when Ms. Mulyasari went to the Omni International Hospital here with a high fever, a few months after the birth of her second child. She had driven by the hospital many times before and had been drawn by the word "international" on the modern building's facade. "You think the service must be good, that the standards are international," she said during breaks in the hearing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ACCORDING to Mrs. Mulyasari's account, she was diagnosed with dengue fever, an infectious disease transmitted by mosquitoes that is common here, and began receiving injections. But her condition kept getting worse. As her neck, left hand and left eye swelled, she had trouble breathing. After six days at Omni, she transferred herself to another hospital, which immediately diagnosed her with mumps and treated her.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angry about her treatment at Omni and what she described as the staff's unresponsiveness, she composed the long e-mail message detailing her experience there, criticizing physicians and others by name. Then, using her Yahoo account, she fired it off to her circle of family, friends and colleagues at the bank where she works in customer service. "I don't want to know who forwarded it," she said, "because they're all family and friends."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The message flitted from one address to another, bouncing onto a Yahoo mailing list of Indonesian physicians, before being picked up by Omni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The hospital's lawyers filed a civil lawsuit, eventually winning $21,600 in damages, a ruling that Ms. Mulyasari's chief lawyer, Slamet Yuwono, is planning to appeal. What's more, acting on the hospital's complaints, prosecutors at first pursued criminal charges of defamation, which carries a maximum four-year prison sentence. Lawyers for Omni did not return phone calls requesting comment.&lt;br /&gt;Then, for reasons that remain unclear, prosecutors indicted Ms. Mulyasari under a new law governing electronic information and transactions, which carries a maximum sentence of six years in prison. This law, originally intended to help regulate business transactions, was enacted in such a way that, human rights organizations warned, it could be used to rein in Indonesia's flourishing Internet culture. Ms. Mulyasari was one of the first people to be charged under the law, which, because it carries a maximum prison sentence of more than five years, allowed the authorities to put her in jail immediately.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"I asked the prosecutors to let me go home for one night to say goodbye to my family, but they refused," Ms. Mulyasari said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;During her 21 days in jail, she was kept in a small cell with 11 other inmates and was unaware that news of her incarceration had spread in the media, in blogs and on Facebook. Lawyers volunteered to defend her pro bono. She was freed, relieved to go home but no longer able to breastfeed her daughter Ranarya, who was 16 months old at the time.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Whenever her trial seemed over, a new development would bring her back to court. Her case was dismissed in July, but prosecutors quickly succeeded in obtaining a new trial. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A local politician tried to broker an out-of-court settlement between Ms. Mulyasari and the hospital. "But the hospital demanded a written apology," she said. "If I'd agreed, that would have meant admitting that I was wrong."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Born in Jakarta, Ms. Mulyasari has lived in this area her entire life, except for three years of college in Perth, Australia. For several years, she worked in customer service at an insurance company where she met her future husband, a graphic designer. When they married in 2006, in keeping with a widespread practice forbidding couples to work in the same company, she switched to her current employer, an Indonesian bank.&lt;br /&gt;"When I first met her," said her husband, Mr. Nugroho, "I saw her as a strong and independent woman."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BY midafternoon, as the heat settled all over the courtroom, Ms. Mulyasari's lawyers neared the end of their 178-page brief. Some people in the gallery were sound asleep. The chief judge handed a piece of candy to an assistant judge who, clearly struggling to stay awake, kept rubbing his eyes. The tilt of Ms. Mulyasari's covered head, seen from the gallery, suggested that she, too, was nodding off.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;With another hearing fixed for next week, the couple drove their Honda hatchback to the middle-class, gated community here where they live in a small rented house. Their neighborhood is more than two hours from their offices in Jakarta. But their children are free to play on their block.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;One of the couple's two maids brought out a cake. It happened to be Mr. Nugroho's birthday. "I just hope this will be all over by the end of the year," Ms. Mulyasari said. "I'm not comfortable being famous. People recognize me in the malls or in the markets, and I have to be nice to them, even though I'm not in a good mood. I prefer being a normal person."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-1815474144725910186?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/1815474144725910186/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=1815474144725910186' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/1815474144725910186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/1815474144725910186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2009/12/kasus-prita-masuk-new-york-time.html' title='Kasus prita masuk &quot;new york time&quot;'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-8631672853884421517</id><published>2009-12-04T16:53:00.000-08:00</published><updated>2009-12-05T19:54:27.504-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Musik'/><title type='text'>Album-album Legenda Rock AC DC</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/Sxsq35MlrKI/AAAAAAAAAII/u4FWRdTDOUk/s1600-h/220px-ACDC-Hughes-long_ago.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 220px; height: 278px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/Sxsq35MlrKI/AAAAAAAAAII/u4FWRdTDOUk/s320/220px-ACDC-Hughes-long_ago.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411966516950576290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;AC/DC adalah kelompok musik hard rock yang dibentuk di Sydney, Australia pada November 1973 oleh rhythm guitarist Malcolm Young dan saudaranya lead guitarist Angus Young. Band ini telah menjual lebih dari 150 juta keping album di seluruh dunia. Album mereka dari tahun 1980, Back in Black, terjual 42 juta keping di dunia (21 juta di Amerika Serikat saja). Band ini telah memiliki dua lead singers, dan penggemarnya terbagi dua antara penggemar "Bon Scott era" (1974-80), dan "Brian Johnson era" (1980-sekarang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah kelompok rock yang tetap konsisten.AC/DC dari Australia.Tetap dengan semangat Rock n Roll rules.Mereka adalah orang-orang yang konsisten dengan musik Rock, tak perduli dengan selera pasar musik dunia.Dentaman musiknya tetap gahar dan sangar.Tentunya tetap dengan citarasa Rock n Roll yang kental terutama pada riff-riff Angus young yang menggetarkan penikmat dan penyimaknya.Walau usia telah pelan-pelan mengikis,toh AC/DC tetap berupaya untuk tetap digjaya.Semangat semacam ini harus dikembangbiakkan oleh band aliran apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang pasti AC/DC adalah Angus Young.Gitaris yang selalu mengenakan seragam SD. berjiwa bagai dalam kisah Legenda Peter Pan,tak mau beranjak dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Current Members&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brian Johnson – lead vocals (1980–present)&lt;br /&gt;Angus Young – lead guitar (1973–present)&lt;br /&gt;Malcolm Young – rhythm guitar, backing vocals (1973–present)&lt;br /&gt;Cliff Williams – bass guitar, backing vocals (1977–present)&lt;br /&gt;Phil Rudd – drums, percussion (1975–1983, 1994–present)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Former members&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dave Evans – lead vocals (1973–74)&lt;br /&gt;Bon Scott – lead vocals (1974–80)&lt;br /&gt;Mark Evans – bass guitar, backing vocals (1975–77)&lt;br /&gt;Simon Wright – drums, percussion (1983–89)&lt;br /&gt;Chris Slade – drums, percussion (1989–94)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskografi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Studio Albums&lt;br /&gt;• 1975: High Voltage (Australia)&lt;br /&gt;• 1976: T.N.T. (Australia)&lt;br /&gt;• 1976: High Voltage&lt;br /&gt;• 1976: Dirty Deeds Done Dirt Cheap (Australia)&lt;br /&gt;• 1976: Dirty Deeds Done Dirt Cheap&lt;br /&gt;• 1977: Let There Be Rock (Australia)&lt;br /&gt;• 1977: Let There Be Rock&lt;br /&gt;• 1978: Powerage&lt;br /&gt;• 1979: Highway to Hell&lt;br /&gt;• 1980: Back in Black&lt;br /&gt;• 1981: For Those About to Rock We Salute You&lt;br /&gt;• 1983: Flick of the Switch&lt;br /&gt;• 1984: '74 Jailbreak&lt;br /&gt;• 1985: Fly on the Wall&lt;br /&gt;• 1986: Who Made Who&lt;br /&gt;• 1988: Blow Up Your Video&lt;br /&gt;• 1990: The Razor's Edge&lt;br /&gt;• 1995: Ballbreaker&lt;br /&gt;• 1997: Bonfire&lt;br /&gt;• 2000: Stiff Upper Lip&lt;br /&gt;. 2008: Black Ice&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Live Albums&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• 1978: If You Want Blood You've Got It&lt;br /&gt;• 1992: Live&lt;br /&gt;• 1992: Live: 2 CD Collector's Edition&lt;br /&gt;• 1997: Live from the Atlantic Studios&lt;br /&gt;• 1997: Let There Be Rock: The Movie&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Videography&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• 1980: AC/DC: Let There Be Rock&lt;br /&gt;• 1985: Fly on the Wall&lt;br /&gt;• 1986: Who Made Who&lt;br /&gt;• 1989: AC/DC (Released in Australia only)&lt;br /&gt;• 1991: Clipped&lt;br /&gt;• 1991: Live at Donington&lt;br /&gt;• 1993: For Those About to Rock We Salute You&lt;br /&gt;• 1996: No Bull&lt;br /&gt;• 2001: Stiff Upper Lip Live&lt;br /&gt;• 2003: Live '77 (Released in Japan only)&lt;br /&gt;• 2004: Toronto Rocks&lt;br /&gt;• 2005: Family Jewels&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arif Gumantia&lt;br /&gt;Creator Grup Legenda Rock di FB.&lt;br /&gt;"Only brave heart playing Rock"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-8631672853884421517?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/8631672853884421517/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=8631672853884421517' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/8631672853884421517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/8631672853884421517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2009/12/album-album-legenda-rock-ac-dc.html' title='Album-album Legenda Rock AC DC'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/Sxsq35MlrKI/AAAAAAAAAII/u4FWRdTDOUk/s72-c/220px-ACDC-Hughes-long_ago.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-5730472507536847423</id><published>2009-12-01T17:03:00.000-08:00</published><updated>2009-12-01T17:08:02.019-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='religiusitas'/><title type='text'>. ARTI KEJUJURAN ...   Oleh : Hilda Hima</title><content type='html'>Abdullah bin Dinar meriwayatkan, suatu hari ia melakukan perjalanan bersama Khalifah Umar bin Khathab dari Madinah ke Mekah. Di tengah jalan mereka berjumpa dengan seorang anak gembala yang tampak sibuk mengurus kambing-kambingnya. Seketika itu muncul keinginan Khalifah untuk menguji kejujuran si gembala. Kata Khalifah Umar, “Wahai gembala, juallah kepadaku seekor kambingmu....”&lt;br /&gt;.... “Aku hanya seorang budak, tidak berhak menjualnya,” jawab si gembala.&lt;br /&gt;...“Katakan saja nanti kepada tuanmu, satu ekor kambingmu dimakan serigala,” lanjut Khalifah.&lt;br /&gt;Kemudian si gembala menjawab dengan sebuah pertanyaan, ...“Lalu, di mana Allah?”...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah Umar tertegun karena jawaban itu. Sambil meneteskan air mata ia pun berkata,&lt;br /&gt;... “Kalimat ‘di mana Allah’ itu telah memerdekakan kamu di dunia ini, semoga dengan kalimat ini pula akan memerdekakan kamu di akhirat kelak.” ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah di atas merupakan gambaran pribadi yang jujur, menjalankan kewajiban dengan disiplin yang kuat, tidak akan melakukan kebohongan walau diiming-imingi dengan keuntungan materi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam menganjurkan berlaku jujur bagi setiap orang –apa pun profesinya– dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Nabi Muhammad saw menegaskan, “Berlaku jujurlah, karena sesungguhnya kejujuran itu menuntun kepada kebaikan, dan sesungguhnya kejujuran itu menuntun ke surga. Dan jauhilah dusta, karena dusta itu menyeret kepada dosa dan kemungkaran, dan sesungguhnya dosa itu menuntun ke neraka.” (HR Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlaku jujur memang sulit manakala ia berbenturan dengan kepentingan-kepentingan tertentu yang bersifat duniawi. Orang rela mengorbankan kejujurannya demi kepentingan materi, pangkat, jabatan dan semacamnya. Yang tergambar dalam pikirannya bahwa dengan banyaknya materi yang dia miliki segera akan dihormati orang banyak, dengan ketinggian jabatan dan kedudukan yang dia sandang serta merta mendapatkan penghargaan dan prestise di masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini maka muncullah spekulasi kebohongan untuk maksud asal bapak senang, menghalalkan segala cara, menumpuk kekayaan di atas keprihatinan orang lain, tidak peduli akan terjadinya kesenjangan sosial, dan meningkatnya angka kemiskinan. Alhasil, kebohongan demi kebohongan dengan mudah ia lakukan demi kesenangan dan kenikmatan sesaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kaitannya dengan kejujuran ini, ada seorang sahabat masuk Islam, yang sebelumnya sangat gemar melakukan dosa besar –berzina, berjudi, merampok, dan lain-lain. Dengan sangat jujur dia ceritakan perbuatannya ini di hadapan Rasulullah. Setelah Nabi memahami apa yang ia kisahkan itu, beliau memberi fatwa kepada sahabat ini dengan satu kalimat pendek, “Jangan berbohong.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, ia menganggap begitu sepele permintaan Rasulullah ini, namun ternyata implikasinya begitu indah, mampu membebaskannya dari segala perbuatan dosa. Setiap ada keinginan berbuat dosa, ia selalu teringat pada nasihat Nabi saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk berkata jujur bahwa ia telah berbuat kejahatan, ia malu dengan dirinya sendiri. Akhirnya, dengan kesadaran penuh ia pun meninggalkan segala perbuatan dosa dan menjadi pengikut setia Rasulullah... Subhanallah...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-5730472507536847423?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/5730472507536847423/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=5730472507536847423' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/5730472507536847423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/5730472507536847423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2009/12/arti-kejujuran-oleh-hilda-hima.html' title='. ARTI KEJUJURAN ...   Oleh : Hilda Hima'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-2966713161959741349</id><published>2009-11-25T18:21:00.000-08:00</published><updated>2009-11-25T18:23:21.820-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='humor'/><title type='text'>EFEK SAMPING BLEKBERI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/Sw3mi3b2_cI/AAAAAAAAAIA/Fw-2pTMe2V4/s1600/blackberry.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 273px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/Sw3mi3b2_cI/AAAAAAAAAIA/Fw-2pTMe2V4/s320/blackberry.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5408232214212574658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;EFEK SAMPING BLEKBERI | = | &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan diketahui bahwa BlackBerry ternyata memberi efek samping bagi pemakainya. Berikut adalah akibat-akibatnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Rela disuruh antri, semakin panjang semakin tenang, gak menunjukkan gejala kekesalan sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Yang tadinya ngedumel saat macet, sekarang tenaaaaang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Berharap kena lampu merah berulang-ulang. Kalo lampu berubah jadi ijo malah kesel. Tetep nekad jawabin email/chatting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sering diklaksonin orang lain, sampe disaranin pasang stiker di belakang mobil "harap sabar, BlackBerry user".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Waktu BAB jadi tambah lama. Padahal isinya udah kosong tapi tetep aja nongkrong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Tidur miring nungguin pasangan sambil BB di tangan. Kejar target ngabisin baca email.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Suka senyum-senyum sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Gak konsen kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Bangun pagi yang pertama dicari BB dulu bukan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Waktu diajak ngobrol orang tetep maksa jawab email/chatting. Cuek. Padahal yang ngajak ngobrol itu kadang bossnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Lebih senang disupirin daripada nyetir sendiri. Rela naik busway biar gak usah nyetir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Jadi jarang marah tapi jadi sering dimarahin orang karena diajak ngobrol gak nyambung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Kalo di tempat umum suka panik nyari stop kontak. Batere sekarat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Kalo anaknya rewel langsung nunjukkin BB nya buat menghibur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Sering lupa mencet tombol lift. Harusnya naik malah turun. Belum lagi kebablasan lantainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16.&lt;br /&gt;Kalo ngantri di bank pake nomor antrian, pas dipanggil di speaker gak&lt;br /&gt;denger. Pas kepala liat monitor kaget. Waks! Harus ambil antrian ulang.&lt;br /&gt;Tapi tetep tenaaaaang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Langganan koran dan majalah masih tertumpuk rapi tak terbaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Sering kejedug karena kalo jalan mata tertuju ke layar BB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19.&lt;br /&gt;Bikin tangan ga pernah kosong. Walaupun ga chatting, tetep aja BB di&lt;br /&gt;tangan! Ga bisa taro di kantong, tas.. uda settingannya gitu. BB kejait&lt;br /&gt;di tangan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-2966713161959741349?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/2966713161959741349/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=2966713161959741349' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/2966713161959741349'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/2966713161959741349'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2009/11/efek-samping-blekberi.html' title='EFEK SAMPING BLEKBERI'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/Sw3mi3b2_cI/AAAAAAAAAIA/Fw-2pTMe2V4/s72-c/blackberry.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-1392622332668310424</id><published>2009-11-20T16:44:00.000-08:00</published><updated>2009-11-20T16:47:14.883-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='humor'/><title type='text'>Kepribadian manusia dilihat dari status Facebook dan twitter (Diambil dari grup KOTAK HUMOR)</title><content type='html'>1. Manusia Super Update&lt;br /&gt;Kapanpun dan di manapun selalu update status. Statusnya tidak terlalu panjang tapi terlihat bikin risih, karena hal-hal yang tidak terlalu penting juga dipublikasikan.&lt;br /&gt;Contoh : "Lagi makan di restoran A..", "Dalam perjalanan menujuneraka..", "Saatnya baca koran..", dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Manusia Melankolis&lt;br /&gt;Biasanya selalu curhat di status. Entah karena ingin banyak diberi komentar dari teman-temannya atau hanya sekedar menuangkan unek-uneknya ke facebook. Biasanya orang tipe ini menceritakan kisahnya dan terkadang menanyakan solusi yang terbaik kepada yang lain.&lt;br /&gt;Contoh : "Kamu sakitin aku..lebih baik aku cari yang lain..", "Cuma kamu yang terbaik buat aku..terima kasih kamu sudah sayang ama aku selama ini..".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Manusia Tukang Ngeluh&lt;br /&gt;Pagi, siang, malem, semuanya selalu ada aja yang dikeluhkan.&lt;br /&gt;Contoh : " Jakarta maceeet..!! Panas pula..", "Aaaargh ujan, padahal baru nyuci mobil..sialan. .!!", "Males ngapa2in.. cape hati gara2 si do' i..", dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Manusia Sombong&lt;br /&gt;Mungkin beberapa dari mereka ga berniat menyombongkan diri, tapi terkadang orang yang melihatnya, yang notabene tidak bisa seberuntung dia, merasa kalo statusnya itu kelewat sombong, dan malah bikin sebel.&lt;br /&gt;Contoh : "Otw ke Paris ..!!", "BMW ku sayang, saatnya kamu mandi..aku mandiin ya sayang..", "Duh, murah-murah banget belanja di Singapur, bow,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Manusia Puitis&lt;br /&gt;Dari judulnya udah jelas. Status nya selalu diisi dengan kata-kata mutiara, tapi ga jelas apa maksudnya. Bikin kita terharu? Bikin kita sadar atas pesan tersembunyinya? atau cuma sekedar memancing komentar? Sampai saat ini, tipe orang seperti ini masih dipertanyakan.&lt;br /&gt;Contoh : "Kita masing-masing adalah malaikat bersayap satu. Dan hanya bisa terbang bila saling berpelukan", "Mencintai dan dicintai adalah seperti merasakan sinar matahari dari kedua sisi", "Jika kau hidup sampai seratus tahun, aku ingin hidup seratus tahun kurang sehari, agar aku tidak pernah hidup tanpamu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Manusia in English&lt;br /&gt;Tipe manusianya bisa seperti apa saja, apakah melankolis, puitis, sombong dan sebagainya. Tapi dia berusaha lebih keren dengan mengatakannya dalam bahasa Inggwis gicyu Low..&lt;br /&gt;Contoh : "Tie and Chair..", "I can tooth, you Pink sun.." dsb..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Manusia Lebay&lt;br /&gt;Updatenya selalu bertema 'gaul' dengan menggunakan bahasa dewa.. ejaan yang dilebaykan..&lt;br /&gt;Contoh.." met moulnin all.. pagiiieh yg cewrah... xixiixi" &lt;&lt; lol~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Manusia Terobsesi&lt;br /&gt;Mengharap tapi ga kesampaian.. pengen jd artis ga dapat-dapat.&lt;br /&gt;Contoh : "duwh... sesi pemotretan lagi! cape..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Manusia Sok Tau&lt;br /&gt;Sotoy tenarnya. Padahal dia sendiri tidak tahu apa yang ditulisnya.&lt;br /&gt;Contoh : "Pemerintah selalu memanjakan rakyatnya.. bla..bla...bla,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Bioskop Mania&lt;br /&gt;Update film yang abis ditonton dan kasih comment..&lt;br /&gt;Contoh : "ICE AGE 3..Recomended! !", "Transformers 2 mantab euy.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Manusia pedagang&lt;br /&gt;Contoh: "jual sepatu bla bla bla"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Manusia penyuluh masyarakat&lt;br /&gt;Contoh: "jangan lupa dateng ke TPS, 5 menit utk 5 tahun bla..bla"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Manusia Alay&lt;br /&gt;Ada berbagai macam versi, dari tulisannya yang aneh, atau tulisannya biasa aja, hanya saja kosakata nya ga lazim seperti bahasa alien.&lt;br /&gt;Contoh:Alay 1 : "DucH Gw4 5aYan9 b6t s4ma Lo..7aNgaN tin69aL!n akYu ya B3!bh..!!"&lt;br /&gt;Alay 2 : "km mugh kog gag pernach ngabwarin aq lagee seech? kmuw maseeh saiangs sama aq gag seech sebenernywa? "&lt;br /&gt;Alay 3 : "Ouh mY 9oD..!! kYknY4w c gW k3ReNz 48ee5h d3ch..!!"(Khusus buat tipe ini, ga usah di baca juga gpp..saya pribadi juga mikirdulu buat nulis ini, walaupun jadinya kurang mirip sama yg aslinya..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Tipe Hidden Message&lt;br /&gt;Tipe ini biasanya tidak to the point, tapi tentunya punya niat biar orang yg dituju membaca nya. (bagus kalo baca..kalo ngga? kelamaan nunggu) padahal kan bisa langsung aja sms ya..&lt;br /&gt;Contoh : "For you my M***, I can' t live without you..you are my bla bla bla..","Heh, cewe bajingan..ngapain lo deket2in co gw?! kyk ga laku aja lo.." (padahal ce tersebut tidak ada dalam jaringannya. . mana bisa baca...:p)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Tipe Misterius&lt;br /&gt;Tipe yang biasanya bikin banyak orang bertanya tanya atas apa maksud dari status orang tersebut..Biasanya dalam suatu kalimat membutuhkanSubjek + Predikat + Objek + Keterangan. Tapi orang tipe ini mungkinhanya mengambil beberapa atau malah hanya 1 saja..Dan pastinyamengundang kontroversi.&lt;br /&gt;Contoh : "Sudahlah.." , "Telah berakhir.." (apanya??),"Termenung.. ." (so what gitu, loh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalian ngikut yang mana???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madiun, 6/08/2009&lt;br /&gt;Arif Gumantia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Berhubung ini humor nggak boleh ada yang tersinggung jika statusnya sama..wakakkakka..hahahhahha..hehhehe&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-1392622332668310424?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/1392622332668310424/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=1392622332668310424' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/1392622332668310424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/1392622332668310424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2009/11/kepribadian-manusia-dilihat-dari-status.html' title='Kepribadian manusia dilihat dari status Facebook dan twitter (Diambil dari grup KOTAK HUMOR)'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-2663917470725764669</id><published>2009-11-20T16:04:00.000-08:00</published><updated>2009-11-20T16:06:35.674-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Indonesia dalam Berita!</title><content type='html'>Dudukkan diri dan pandangi Televisi,&lt;br /&gt;Mencoba tenangkan sesuatu yang menyesakkan dada,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang Polisi yang bersumpah atas nama Tuhan, seperti saat dia bersendawa,&lt;br /&gt;Tentang Jaksa yang berkata : “mari tegakkan hukum dengan cara yang tidak melanggar hukum”, sementara dia berkompromi secara sembunyi dengan pejabat yang korupsi,&lt;br /&gt;Tentang para ulama yang berteriak –teriak :”kamilah yang berhak mengurus buah dada dan paha wanita”,&lt;br /&gt;Tentang pemimpin yang selalu bicara Negara adil, makmur, dan sejahtera, sementara kita hanyalah gugusan angka, dihitung selepas senja,.&lt;br /&gt;Tentang para petani yang terlempar dari satu krisis ke krisis berikutnya, berdiam dengan gemetaran tentang nasibnya yang kelam bagai langit biru malam,&lt;br /&gt;Tentang para wanita penjaja cinta yang kedingingan di etalase-etalase kota, tanpa tahu kapan nasib akan menjemputnya menuju ruang cahaya,&lt;br /&gt;Tentang sekolah-sekolah yang rapuh dan mulai roboh, dan kita sudah lelah bertanya mengapa bantuan Negara belum juga tiba, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wajah negeri kita&lt;br /&gt;Dalam berita!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madiun,19/11/2009&lt;br /&gt;Arif Gumantia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-2663917470725764669?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/2663917470725764669/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=2663917470725764669' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/2663917470725764669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/2663917470725764669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2009/11/indonesia-dalam-berita.html' title='Indonesia dalam Berita!'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-4255537240627717247</id><published>2009-11-18T21:11:00.000-08:00</published><updated>2009-11-18T21:12:17.697-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='religiusitas'/><title type='text'>Harta Kita yang sebenarnya.</title><content type='html'>Salam Hikmah...&lt;br /&gt;Assalamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh&lt;br /&gt;Salam Sejahtera...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat Hikmah...&lt;br /&gt;Kita sering salah menyikapi HARTA KITA YANG SEBENARNYA milik kita, banyak orang menumpuk hartanya di bank, investasi saham, membeli tanah, rumah, mobil dan lains ebagainya.&lt;br /&gt;Apakah benar itu milik kita yang sebenarnya???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjawabnya marilah kita belajar dengan kisah Ibu Ella yang sangat sederhana ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Ela adalah wanita yang pekerjaannya mengumpullkan sampah plastic dari kemasan. Cuma untuk memperolehnya, dia harus memungutnya di sungai. wanita paruh baya, kurus, rambutnya diikat ke belakang, banyak warna putihnya itu berumur 54 tahun, inilah petikan wawancara tim Uang Kaget RCTI dengan Bu Ela&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Assalamu’alaikum…”&lt;br /&gt;“Wa’alaikum salam. Ada apa ya Pak?” tanya Ibu Ela..&lt;br /&gt;“Saya dari tabloid An Nuur, mendapat cerita dari seseorang untuk menemui Ibu. Kami mau wawancara sebentar, boleh Bu…?” saya menjelaskan, dan mengunakan ‘Tabloid An Nuur’ sebagai ‘penyamaran’.&lt;br /&gt;“Oh.. boleh, silahkan masuk.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Ela, masuk lewat pintu belakang. Saya menunggu di depan. Tak beberapa lama, lampu listrik di ruang tengahnya nyala, dan pintu depan pun dibuka.&lt;br /&gt;“Silahkan masuk…”&lt;br /&gt;Saya masuk ke dalam ‘ruang tamu’ yang diisi oleh dua kursi kayu yang sudah reot. Tempat dudukannya busa yang sudah bolong di bagian pinggir. Rupanya Ibu Ela hanya menyalakan lampu listrik jika ada tamu saja. Kalau rumahnya ditinggalkan, listrik biasa dimatikan. Berhemat katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebentar ya Pak, saya ambil air minum dulu” kata Ibu Ela.&lt;br /&gt;Yang dimaksud Ibu Ela dengan ambil air minum adalah menyalakan tungku dengan kayu bakar dan diatasnya ada sebuah panci yang diisi air. Ibu Ela harus memasak air dulu untuk menyediakan air minum bagi tamunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya Bu.. ngga usah repot-repot.” Kata saya ngga enak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami pun mulai ngobrol, atau ‘wawancara’.&lt;br /&gt;Ibu Ela ini usianya 54 tahun, pekerjaan utamanya mengumpulkan plastic dan menjualnya seharga Rp 7.000 per kilo. Ketika saya Tanya aktivitasnya selain mencari plastic,&lt;br /&gt;“Mengaji…” katanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hari apa aja Bu…?” Tanya saya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hari senin, selasa, rabu, kamis, sabtu…” jawabnya. Hari Jum’at dan Minggu adalah hari untuk menemani Ibunya yang dirawat di rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh.. jadi mengaji rupanya yang jadi aktivitas paling banyak. Ternyata dalam pengajian itu, biasanya ibu-ibu pengajian yang pasti mendapat minuman kemasan, secara sukarela dan otomatis akan mengumpulkan gelas kemasan air mineral dalam plastik dan menjadi oleh-oleh untuk Ibu Ela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm, sambil menyelam minum air rupanya. Sambil mengaji dapat plastik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tanya lagi,&lt;br /&gt;“Paling jauh pengajiannya dimana Bu?”&lt;br /&gt;“Di dekat terminal Bubulak, ada mesjid taklim tiap Sabtu. Saya selalu hadir; ustadznya bagus sih…” kata Ibu Ela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kesana naik mobil dong..?” tanya saya.&lt;br /&gt;“Saya jalan kaki” kata Ibu Ela&lt;br /&gt;“Kok jalan kaki…?” tanya saya penasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghasilan Ibu Ela sekitar Rp 7.000 sehari. Saya mau tahu alokasi uang itu untuk kehidupan sehari-harinya. Bingung juga bagaimana bisa hidup dengan uang Rp 7.000 sehari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya.. mas, saya jalan kaki dari sini. Ada jalan pintas, walaupun harus lewat sawah dan jalan kecil. Kalau saya jalan kaki, khan saya punya sisa uang Rp 2.000 yang harusnya buat ongkos, nah itu saya sisihkan untuk sedekah ke ustadz…” Ibu Ela menjelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maksudnya, uang Rp 2.000 itu Ibu kasih ke pak Ustadz?” Saya melongo. Khan Ibu ngga punya uang, gumam saya dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya, yang Rp 2.000 saya kasih ke Pak Ustadz… buat sedekah.” Kata Ibu Ela, datar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kenapa Bu, kok dikasihin?” saya masih bengong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Soalnya, kalau saya sedekahkan, uang Rp 2.000 itu udah pasti milik saya di akherat, dicatet sama Allah…. Kalau uang sisa yang saya miliki bisa aja rezeki orang lain, mungkin rezeki tukang beras, tukang gula, tukang minyak tanah….” Ibu Ela menjelaskan, kedengarannya jadi seperti pakar pengelolaan keuangan keluarga yang hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzig! Saya seperti ditonjok Cris John. Telak!&lt;br /&gt;Ada rambut yang serempak berdiri di tengkuk dan tangan saya. Saya Merinding!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Ela tidak tahu kalau dia berhadapan dengan saya, seorang sarjana ekonomi yang seumur-umur belum pernah menemukan teori pengelolaan keuangan seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, Ibu Ela menyisihkan uangnya, Rp 2.000 dari Rp 7.000 sehari untuk disedekahkan kepada sebuah majlis karena berpikiran bahwa itulah yang akan menjadi haknya di akherat kelak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Wawancara’ yang sebenarnya jadi-jadian itu pun segera berakhir. Saya pamit dan menyampaikan bahwa kalau sudah dimuat, saya akan menemui Ibu Ela kembali, mungkin minggu depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sebenarnya on mission, mencari orang-orang seperti Ibu Ela yang cerita hidupnya bisa membuat ‘merinding’..Saya sudah menemukan kekuatan dibalik kesederhanaan. Keteguhan yang menghasilkan kesabaran. Ibu Ela terpilih untuk mendapatkan sesuatu yang istimewa dan tak terduga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu depannya, saya datang kembali ke Ibu Ela, kali ini bersama dengan tim kru televisi dan seorang presenter kondang yang mengenakan tuxedo, topi tinggi, wajahnya dihiasai janggut palsu, mengenakan kaca mata hitam dan selalu membawa tongkat. Namanya Mr. EM (Easy Money)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kru yang bersama saya adalah kru Uang Kaget, program di RCTI yang telah memilih Ibu Ela sebagai ‘bintang’ di salah satu episode yang menurut saya salah satu yang terbaik. Saya mengetahuinya, karena dibalik kacamata hitamnya, Mr. EM seringkali tidak kuasa menahan air mata yang membuat matanya berkaca-kaca. Tidak terlihat di televisi, tapi saya merasakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Ela mendapatkan ganti dari Rp 2.000 yang disedekahkannya dengan Rp 10 juta dari uang kaget. Entah berapa yang Allah akan ganti di akherat kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Ela membeli beras, kulkas, makanan, dll untuk melengkapi rumahnya. Entah apa yang dibelikan Allah untuk rumah indahnya di akherat kelak...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat Hikmah...&lt;br /&gt;Hidup ini fana...sementara...&lt;br /&gt;Kita diberi waktu di dunia ini untuk menyiapkan KEHHIDUPAN YANG SEBENARNYA di akhirat.&lt;br /&gt;Barang siapa yang mengumpulkan hartanya hanya untuk KEDUNIAAN maka itu semua PASTI akan DITINGGALKAN...&lt;br /&gt;Tetapi barang siap mengumpulkan hartanya untuk NEGERI AKHIRAT, maka kita PASTI akan MENDATANGINYA....&lt;br /&gt;Sudahkah kita menyiapkan HARTA KITA YANG SEBENARNYA di akherat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan carilah dari APA SAJA yang telah Allah BERIKAN KEPADAMU untuk mencapai KEBAHAGIAAN di NEGERI AKHIRAT, dan JANGANLAH kamu MELUPAKAN NASIBMU di DUNIA. Dan berbuat baiklah sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu. Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan." (QS 28:77)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat Hikmah....bahkan apa yang kita infakkan akan dilipatgandakan oleh Allah ta'ala....&lt;br /&gt;" Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui. " (QS. 2:261)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan dibalas dengan 700 kali lipat !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumus matematika mengatakan 100 – 10 = 90, tetapi rumus sedekah yang dibuat oleh Allah ta'ala adalah: 100-90 = 7090 dengan perhitungan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;100 kita dapat rizki dari Allah, 10 disedekahkan/diinfakkan maka&lt;br /&gt;10 dilipat gandakan 700 x menjadi = 7000&lt;br /&gt;Sehingga 100-10 = 90 + (10x700)= 7090&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang bertanya, jadi kalau saya sedekahkan Rp10.000, maka saya akan mendapatkan kembali Rp.7000.000 ??? Semudah itu???&lt;br /&gt;Ya ! Silahkan buktikan wahai sahabatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu diingat adalah : IKHLAS.. IKHLAS.. dan IKHLAS..&lt;br /&gt;Cuma kadang kita menhgetahui RIZKI hanya diukur dengan uang...?&lt;br /&gt;Tidak wahai sahabtku....&lt;br /&gt;Kadang matematika Tuhan ini tidak kasat mata. Tidak melulu uang diganti dengan uang. Tetapi Allah Yang Maha Suci dengan Kesempurnaan-Nya juga Maha Mengetahui mana yang terbaik dan apa yang sedang dibutuhkan oleh hamba-Nya saat itu. Bisa jadi Diganti dengan keselamatan dijalan, bertahun-tahun gak pernah sakit, mudah cari kerja, kemudahan berusaha, kebahagiaan keluarga, anak yang berbakti, ditemukan jodohnya dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita senantiasa IKHLAS.. IKHLAS.. dan IKHLAS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih ...atas kiriman dari Rumah Yatim Indonesia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-4255537240627717247?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/4255537240627717247/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=4255537240627717247' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/4255537240627717247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/4255537240627717247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2009/11/harta-kita-yang-sebenarnya.html' title='Harta Kita yang sebenarnya.'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-8437032902680159241</id><published>2009-11-17T20:33:00.000-08:00</published><updated>2009-11-17T20:37:37.355-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Musik'/><title type='text'>Metallica...always POWERFULL</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SwN5bbhWqGI/AAAAAAAAAH4/6ZI3JbiXtgw/s1600/180px-Metallica_logo.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 80px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SwN5bbhWqGI/AAAAAAAAAH4/6ZI3JbiXtgw/s320/180px-Metallica_logo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405297489925810274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di awal tahun 1981, Lars Ulrich sang drummer memasang iklan dalam sebuah koran setempat mencari personil untuk membentuk sebuah band. Iklan ini mendapat sambutan dari James Hetfield yang dengan segera bergabung dengan band yang belum punya nama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metallica didirikan pertama kali di Los Angeles - Amerika Serikat dengan nama The Young of Metal Attack. Beberapa bulan kemudian grup ini berganti nama dengan Metallica yang konon merupakan gabungan kata Metal dan Vodca. Nama Metallica sendiri sebenarnya adalah nama yang diusulkan untuk sebuah majalah musik yang dicuri oleh Lars Ulrich sebelum majalah tersebut mendapat nama tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Formasi pertama Metallica adalah Lars Ulrich (drum), James Hetfield (vokal dan gitar), Lloyd Grant (gitar) dan Ron Mc Govney (bass). Formasi inilah yang kemudian melahirkan lagu pertama berjudul Hit The Light, yang kemudian masuk album kompilasi rock Metal Massacre tahun 1981.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Metal Massacre beredar, Grant dan Ron mengundurkan diri. Posisi Grant digantikan oleh Dave Mustaine dan posisi Ron digantikan Cliff Burton. Formasi ini kemudian pada Juli 1982 mengeluarkan demo-album No Life Till Leather. Demo inilah yang kemudian mengantarkan Metallica mendapatkan agen dan kemudian hijrah ke New York.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1983, Metallica berencana akan melakukan tur pendek kebeberapa kota. Sayang Hetfield dan Mustaine malah terlibat perseteruan, hingga akhirnya Mustaine keluar dan kemudian mendirikan Megadeth. Posisi Mustaine digantikan oleh Kirk Hammett , gitaris dari grup Exodus. Formasi ketiga inilah yang kemudian mengeluarkan album Kill 'Em All pada bulan Mei 1983.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1984, Metallica semakin besar dengan menerbitkan album Ride the Lightning. Album ini bertahan 50 minggu dalam Billboard Top 200. Demi memperlancar promosi mereka juga mengeluarkan mini album Jump In The Fire.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;September 1985, Metallica memproduksi album Master Of Puppets. Kembali Metallica masuk Billboard Top 40 selama 72 minggu. Album ini merupakan album yang meraih platinum tanpa single dan video.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 27 September 1986, dalam perjalanan tur ke Skandinavia - bus yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan dan Cliff Burton (bass) meninggal dunia. Peristiwa ini begitu memukul seluruh anggota band. Bahkan Dave Mustaine yang telah mendirikan Megadeth, mengenang kematian Cliff dalam lagu In My Darkest Hour (album Megadeth: So far.. So Good.. So What!). Oktober 1986, posisi Cliff Burton digantikan oleh Jason Newsted, basis dari grup Floatsam And Jetsam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Album ...And Justice For All beredar September 1988. Disinilah Metallica mulai mengeluarkan video klip. Video pertama mereka adalah untuk lagu One, video ini mencapai nomor 1 di MTV. Keberhasilan ini kemudian mendorong produksi video klip Cliff 'Em All sebuah video kenangan untuk Cliff Burton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir 1990 album Metallica direkam. Album ini membuat Metallica mencapai penjualan quadruple platinum dan menjadi album nomor satu di delapan negara Amerika dan Eropa. Serta meraih penghargaan Grammy Award, kategori Penampil Metal Terbaik dua tahun berturut-turut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Basis jason Newsted mengundurkan diri dari band setelah bersitegang dengan James Hetfield. Perseteruan ini disebabkan Jason Newsted lebih menghabiskan waktu dengan proyek-nya sendiri. Anggota band yang lain menganggap Metallica harus diutamakan, meskipun pada saat itu Metallica sedang vakum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Grup ini pada saat ini beranggotakan Lars Ulrich (drums), James Hetfield (vokal dan gitar), Kirk Hammett (gitar) dan Robert Trujillo (bass). Mantan anggota lainnya termasuk Ron McGovney (bass), Dave Mustaine (gitar), Cliff Burton (bass) dan Jason Newsted (bass).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 10 Agustus 2008 Metallica akhirnya telah menyelesaikan proses rekaman album studio baru mereka yang ke sembilan "Death Magnetic" yang diluncurkan pada tanggal 12 September 2008 di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Album tersebut diproduseri oleh "Rick Rubin" dan proses rekaman dilakukan di Sound City Studios, Shangri La Studios dan di studio Metallica sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan usia yang tidak muda lagi tapi Metallica tetap bermusik dengan irama heavy dan speed metal, always powerfull. sebuah dedikasi pada musik Rock yang patut diteladani oleh para musisi-musisi muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Discography&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Kill 'Em All (1983)&lt;br /&gt;* Ride the Lightning (1984)&lt;br /&gt;* Master of Puppets (1986)&lt;br /&gt;* ...And Justice for All (1988)&lt;br /&gt;* Metallica (1991)&lt;br /&gt;* Load (1996)&lt;br /&gt;* ReLoad (1997)&lt;br /&gt;* St. Anger (2003)&lt;br /&gt;* Death Magnetic (2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Band members&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Current members&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* James Hetfield – rhythm guitar, lead vocals (1981–present)&lt;br /&gt;* Kirk Hammett – lead guitar, backing vocals (1983–present)&lt;br /&gt;* Robert Trujillo – bass, backing vocals (2003–present)&lt;br /&gt;* Lars Ulrich – drums, percussion (1981–present)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Former members&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Jason Newsted – bass, backing vocals (1986–2001)&lt;br /&gt;* Cliff Burton – bass, backing vocals (1982–1986)&lt;br /&gt;* Dave Mustaine – lead guitar, backing vocals (1982–1983)&lt;br /&gt;* Ron McGovney – bass (1982)&lt;br /&gt;* Lloyd Grant (gitar) (1982)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madiun, 16/11/2009&lt;br /&gt;Arif Gumantia&lt;br /&gt;Creator Grup Legenda Rock di FB&lt;br /&gt;"Only brave heart playing rock"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-8437032902680159241?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/8437032902680159241/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=8437032902680159241' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/8437032902680159241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/8437032902680159241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2009/11/metallicaalways-powerfull.html' title='Metallica...always POWERFULL'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SwN5bbhWqGI/AAAAAAAAAH4/6ZI3JbiXtgw/s72-c/180px-Metallica_logo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-6879446574109946784</id><published>2009-11-15T18:59:00.000-08:00</published><updated>2009-11-15T19:56:25.248-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Musik'/><title type='text'>Chickenfoot, Grup Baru dari para Legenda Rock dunia.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SwDNYDPLj2I/AAAAAAAAAHw/IftXN6h3PAI/s1600/chickenfoot.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 190px; height: 175px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SwDNYDPLj2I/AAAAAAAAAHw/IftXN6h3PAI/s320/chickenfoot.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5404545365914128226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;BERSENANG-SENANG, sebuah kata yang nampaknya memang akrab dengan kehidupan para rockstar, namun apa yang dilakukan oleh Sammy Hagar, Joe Satriani, Chad Smith dan Michael Anthony rupanya boleh dibilang menyenangkan juga bagi fans. Mereka membentuk sebuah Band yang bernama Chickenfoot. Serasa menyimak Van Halen yang diwakili oleh Ex-Vokalisnya Sammy Hagar, dan juga bassistnya Michael Antony, dan ada nuansa fusion rock-funk, berkat gebukan drum Chad smith yang merupakan drummer Red Hot Chili Peppers, salah satu Legenda Gitar terbaik di dunia ini Joe satriani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah band baru yang di isi oleh para Super Star Rock, bagaikan sebuah band yang baru dibentuk tapi langsung menjadi sebuah supergroup., saat di konfirmasi ", vocalist Sammy Hagar states: "We’re not a supergroup, we like hanging out together and the music is a bonus. We just happen to be in other groups tapi racikan dari empat musisi kawakan ini rasanya layak untuk diapresiasi, terlebih mereka tetap bermain apa adanya, saling menyisakan ruang untuk sesama “nama besar .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Album debut self-titled Chickenfoot, memang rilis pada 9 Juni 2009 lalu, namun kebersamaan Sammy, Anthony, Satriani dan Chad sebenarnya telah berlangsung sejak awal 2008 silam, ini membuktikan meski mereka musisi kawakan, namun masih butuh sebuah proses ‘PDKT’ untuk saling memahami karakter masing-masing. Dan tak sia-sia, dengan mayoritas lagu dibuat oleh Sammy dan Satriani, mereka berhasil memilih 11 track, yang kabarnya harus dipilih dari ratusan materi jam session mereka!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi die-harder Van Halen tentu akan terpuaskan dengan high-pitch vokal Sammy serta low-strong beat khas Anthony semasa mereka masih bersama Edy Van Halen dulu. Bahkan, di opening single “Oh Yeah, Down The Drain” serta “Sexy Little Thing”, Chickenfoot bagaikan Van Halen ‘tandingan’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At least, ternyata identitas Chad sebagai salah satu ikon funk dalam Red Hot Chili Peppers juga mendapat porsi. Sangat terasa di “Future in the Past” dan “Turnin’ Left”, dua track dominasi fusion berdistorsi yang tetap groovie dan dinamis.&lt;br /&gt;Begitu pula Joe Satriani yang lumrah ber-surfing di neck gitarnya, bersama Chickenfoot, guru besar Kirk Hammet ini menyisakan ruang untuk kekuatan lick gitar rhytem. Namun, sebagai seorang shredder gitaris gundul ini tak pernah menyia-nyiakan celah dalam setiap aransemen untuk jamming. Uniknya, semua dilakukan tanpa harus njlimet memikirkan komposisi, atau strict khas Satriani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk track yang potensial menjadi sing-a-long anthem, antara lain “Runnin’ Out”, “Soap On A Rope”, “Get It Up” serta “Learnin’ To Fall”. Semuanya bercirikan hits rock old-school yang rasanya sudah terlalu lama absen dari industri musik yang kian instan. Untuk track terakhir mengedepankan irama ballad harmonis, bertema religi dengan choir yang megah sebagai latar.&lt;br /&gt;Overall, Chickenfoot jelas bukan mencari platinum, namun output yang unik dan langka ini bisa jadi adalah ekses bersenang-senang mereka yang bernilai mahal. Sebuah eksplorasi baru yang bukan hanya brilian bagi mereka, namun bermutu bagi telinga kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka album dari Chickenfoot ini layak untuk kita miliki, kita apresiasi, sekaligus kita koleksi. Keep On rockin’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Album : Self Title&lt;br /&gt;Label : Redline entertainment&lt;br /&gt;Release : 5 Juni 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Full "Chickenfoot" Track Listing:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Avenida Revolution&lt;br /&gt;Soap On A Rope&lt;br /&gt;Sexy Little Thing&lt;br /&gt;Oh Yeah&lt;br /&gt;Runnin' Out&lt;br /&gt;Get It Up&lt;br /&gt;Down The Drain&lt;br /&gt;My Kinda Girl&lt;br /&gt;Learning To Fall&lt;br /&gt;Turnin' Left&lt;br /&gt;Future In The Past&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madiun, 13/11/2009&lt;br /&gt;Arif Gumantia&lt;br /&gt;Creator grup Legenda Rock di FB.&lt;br /&gt;"Only brave heart playing Rock"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-6879446574109946784?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/6879446574109946784/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=6879446574109946784' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/6879446574109946784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/6879446574109946784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2009/11/chickenfoot-grup-baru-dari-para-legenda.html' title='Chickenfoot, Grup Baru dari para Legenda Rock dunia.'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SwDNYDPLj2I/AAAAAAAAAHw/IftXN6h3PAI/s72-c/chickenfoot.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-2057164712412608540</id><published>2009-11-11T18:37:00.000-08:00</published><updated>2009-11-11T18:40:56.158-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel sosial budaya'/><title type='text'>Kata-kata terakhir para Tokoh dunia sebelum meninggal</title><content type='html'>Biasanya sebelum meninggalkan dunia ini, sebagian orang ada yang mengucapkan kata-kata atau juga berupa pesan-pesan terakhir mereka. Berikut ini adalah kumpulan kata-kata atau pesan terakhir dari orang-orang terkenal. Semoga kita dapat mengambil hikmah dari mereka yang sudah pergi mendahului kita. Salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahu kamu kalau aku ngomong blak-blakan. Aku yakin akan terjadi perang saudara. Kalau perang dengan bangsa lain, kita bisa membedakan fisiknya. Tapi dengan bangsa sendiri, itu sangat sulit. Lebih baik aku robek diriku sendiri, aku yang mati daripada rakyatku yang perang. Aku tidak sudi minta suaka ke negeri orang.&lt;br /&gt;oleh :&lt;br /&gt;Bung Karno, dibisikkan kepada Putu Sugianitri ajudannya sebelum ajal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku, Tuhanku ….&lt;br /&gt;oleh :&lt;br /&gt;Chairil Anwar, Penyair Angkatan 45&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Is someone hurt?&lt;br /&gt;(Adakah orang lain yang terluka?)&lt;br /&gt;oleh :&lt;br /&gt;Robert F. Kennedy kepada istrinya setelah dia tertembak dan sebelum koma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I’ll be in Hell before you start breakfast!&lt;br /&gt;(Saya akan berada di neraka sebelum kamu memulai sarapanmu !)&lt;br /&gt;oleh :&lt;br /&gt;“Black Jack” Ketchum, perampok kereta api&lt;br /&gt;Don’t worry…it’s not loaded…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Jangan khawatir … pistol ini belum siap pelurunya …)&lt;br /&gt;oleh :&lt;br /&gt;Terry Kath, musisi rock Chicago Transit Authority ketika ia membersihkan pistolnya dan menarik pelatuknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Die, my dear? Why that’s the last thing I’ll do!&lt;br /&gt;(Matikah aku, sayangku ? Mengapa hal itu yang terakhir yang akan kualami.)&lt;br /&gt;oleh :&lt;br /&gt;Groucho Marx, Komedian Amerika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Go on, get out! Last words are for fools who haven’t said enough!&lt;br /&gt;(Ayolah, semua keluar ! Kata-kata terakhir hanyalah kebodohan bagi siapa saja yang berkata cukup !)&lt;br /&gt;oleh&lt;br /&gt;Karl Marx, ketika ditanya oleh pembantunya apa kata-kata terakhirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I have a terrific headache.&lt;br /&gt;(Saya merasa sakit kepala yang luar biasa.)&lt;br /&gt;oleh&lt;br /&gt;Franklin Delano Roosevelt, presiden ke-32 USA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I’d hate to die twice. It’s so boring.&lt;br /&gt;(Saya benci kalau harus mati dua kali. Kematian ternyata begitu membosankan.)&lt;br /&gt;oleh :&lt;br /&gt;Richard Feynman, Fisikawan Amerika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I have not told half of what I saw.&lt;br /&gt;(Saya belum mengungkapkan separuh dari apa yang kulihat.)&lt;br /&gt;oleh&lt;br /&gt;Marco Polo,Penjelajah dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lord help my poor soul&lt;br /&gt;(Tuhan, tolong jiwaku yang malang)&lt;br /&gt;oleh :&lt;br /&gt;Edgar Allan Poe, penulis Amerika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thank God. I’m tired of being the funniest person in the room.&lt;br /&gt;(Terimakasih Tuhan. Saya lelah untuk menjadi orang paling lucu di ruangan ini.)&lt;br /&gt;oleh :&lt;br /&gt;Del Close,komedian Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I don’t have the passion anymore, and so remember, it’s better to burn out than to fade away. Peace, Love, Empathy. Kurt Cobain.&lt;br /&gt;(Aku sudah tidak bergairah lagi, dan ingatlah, tubuh ini lebih baik dibakar hingga musnah daripada dikuburkan. Damai, cinta, kasih. Dari Kurt Cobain.)&lt;br /&gt;oleh :&lt;br /&gt;Kurt Cobain, vokalis dan gitaris grup musik Nirvana dalam catatan bunuh dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It’s very beautiful over there.&lt;br /&gt;(Di sana ternyata begitu indah.)&lt;br /&gt;oleh :&lt;br /&gt;Thomas Alva Edison,penemu bola lampu listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Don’t worry, relax!&lt;br /&gt;(Jangan khawatir, santai saja!)&lt;br /&gt;oleh :&lt;br /&gt;Rajiv Gandhi, PM India kepada staf keamanannya beberapa menit sebelum dibunuh oleh bom bunuh diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No! I didn’t come here to make a speech. I came here to die.&lt;br /&gt;(Tidak! Saya ke sini bukan mau berpidato. Saya kesini untuk mati.)&lt;br /&gt;oleh :&lt;br /&gt;Crawford Goldsby a.k.a. Cherokee Bill, ketika ditanya apa yang akan dikatakannya sebelum dia digantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I know you’ve come to kill me. Shoot, you are only going to kill a man.&lt;br /&gt;(Saya tahu kamu datang untuk membunuhku. Tembaklah, kamu hanya akan membunuh seorang manusia.)&lt;br /&gt;oleh :&lt;br /&gt;Che Guevara, Pemimpin Revolusi Marxis Argentina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I’m tired of fighting.&lt;br /&gt;(Saya dibikin cape oleh pertempuran ini.)&lt;br /&gt;oleh :&lt;br /&gt;Harry Houdini,pesulap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I see black light.&lt;br /&gt;(Saya melihat cahaya hitam.)&lt;br /&gt;oleh :&lt;br /&gt;Victor Hugo, penulis Perancis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Let me go to the Father’s house.&lt;br /&gt;(Lepaskan aku menuju rumah Bapaku.)&lt;br /&gt;oleh :&lt;br /&gt;Pope John Paul II, Paus ke-263.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I’m bored with it all.&lt;br /&gt;(Saya sedang bosan dengan semua ini.)&lt;br /&gt;oleh :&lt;br /&gt;Winston Churchill, PM Inggris pada PD II, sebelum koma dan meninggal sembilan hari kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jesus, I love you. Jesus, I love you.&lt;br /&gt;(Jesus, aku cinta engkau. Jesus, aku cinta engkau.)&lt;br /&gt;oleh :&lt;br /&gt;Mother Teresa, suster dari Albania.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Don’t disturb my circles!&lt;br /&gt;(Jangan ganggu lingkaranku !)&lt;br /&gt;oleh :&lt;br /&gt;Archimedes, ilmuwan Yunani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I hope the exit is joyful and hope never to return.&lt;br /&gt;(Aku berharap jalan keluar ini penuh dengan kegembiraan dan berharap tidak akan pernah kembali lagi.)&lt;br /&gt;oleh :&lt;br /&gt;Frida Kahlo, Pelukis Mexico.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;They couldn’t hit an elephant at this distance.&lt;br /&gt;(Mereka tidak akan bisa menjatuhkan satu gajah pun pada jarak ini.)&lt;br /&gt;oleh :&lt;br /&gt;General John Sedgwick, Union Commander dalam U.S. Civil War, yang ditembak beberapa menit setelah mengucapkan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dying is easy, comedy is hard.&lt;br /&gt;(Mati itu mudah, meluculah yang sulit)&lt;br /&gt;oleh :&lt;br /&gt;George Bernard Shaw, novelis, kritikus, politikus dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I’m losing.&lt;br /&gt;(Saya sedang kalah.)&lt;br /&gt;oleh :&lt;br /&gt;Frank Sinatra, penyanyi dan bintang film Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Crito, I owe a cock to Asclepius. Will you remember to pay the debt?&lt;br /&gt;(Crito, aku berhutang seekor ayam pada Asclepius. Akan ingatkah kamu untuk membayar hutangku itu?)&lt;br /&gt;oleh :&lt;br /&gt;Socrates, filsuf dari Yunani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummatii … ummatii … ummatii&lt;br /&gt;(Umatku … umatku … umatku)&lt;br /&gt;oleh :&lt;br /&gt;Rasul Muhammad Saw, Nabi dan Rasul terakhir.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-2057164712412608540?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/2057164712412608540/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=2057164712412608540' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/2057164712412608540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/2057164712412608540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2009/11/kata-kata-terakhir-para-tokoh-dunia.html' title='Kata-kata terakhir para Tokoh dunia sebelum meninggal'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-5041511745060125866</id><published>2009-11-08T19:05:00.000-08:00</published><updated>2009-11-08T19:07:35.342-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel sosial budaya'/><title type='text'>Jenis Ciuman.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SveHZagxz8I/AAAAAAAAAHo/SAEMCuIgzV0/s1600-h/ciuman"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 125px; height: 94px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SveHZagxz8I/AAAAAAAAAHo/SAEMCuIgzV0/s320/ciuman" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5401935148737482690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang hanya mengenal dua jenis ciuman: ciuman leher dan ciuman orang Prancis (French kiss). Namun, dunia perciuman berkembang pesat. Kini ciuman memiliki banyak ragam. Berikut rinciannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciuman kupu-kupu&lt;br /&gt;Dekatkan wajah Anda ke wajah pasangan sedekat mungkin dan kemudian kerjap-kerjapkanlah bulu mata Anda dengan cepat dan tiba-tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciuman leher&lt;br /&gt;Seperti yang sudah kita kenal, ciuman ini biasanya menandai kencan pertama sebuah pasangan. Anda dengan lembut menyapu leher pasangan dengan bibir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciuman daun telinga&lt;br /&gt;Sudah jelas yang menjadi sasaran adalah daun telinga pasangan. Sedot dan gigit dengan lembut. Berhubung begitu dekat dengan lubang telinga, usahakan tidak membuat bebunyian yang gaduh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciuman eskimo&lt;br /&gt;Secara lembut gesekkan hidung Anda dengan hidung pasangan. Selembut mungkin dan rasakan setiap sentuhan yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciuman mata&lt;br /&gt;Sesuai namanya, cium dengan lembut mata pasangan yang terpejam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciuman jari&lt;br /&gt;Sambil bersantai dengan pasangan Anda, ambil jari pasangan dan perlahan-lahan diemut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciuman kaki&lt;br /&gt;Ciuman nan erotis ini dimulai dengan mencium jari kaki, lalu merambat ke atas dengan ciuman nan lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciuman dahi&lt;br /&gt;Inilah ciuman ramah. Anda hanya cukup mencium kening pasangan dari ujung satu ke ujung lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciuman membeku&lt;br /&gt;Juga dikenal dengan ciuman mencair. Ini sama dengan ciuman es, hanya memakai es balok kotak kecil. Kulum es balok tadi dan menggunakan lidah pindahkan ke mulut pasangan. Efek dingin dan mencairnya es akan memberikan perasaan sensual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciuman orang Prancis&lt;br /&gt;Inilah ciuman paling sensual di antara ragam ciuman. Ada yang menyebutnya ciuman jiwa, melibatkan lidah dan bibir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciuman buah&lt;br /&gt;Ambil sepotong buah (yang agak keras) dan gigit ujungnya. Ujung yang lain diberikan ke pasangan sambil melakukan ciuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciuman tangan&lt;br /&gt;Angkat tangan pasangan dan ciumi mulai ujung jari sampai tangan bagian atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciuman panas dan dingin&lt;br /&gt;Pertama jilat bibir pasangan untuk membuatnya hangat, lalu tiup bibir itu untuk membuatnya dingin. Perhatikan napas Anda. Sebelum berciuman, hindari makan makanan yang merangsang, seperti bawang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciuman bangun tidur&lt;br /&gt;Ini lebih ke waktu daripada teknik. Saat pasangan bangun tidur, cium dia mulai dari leher dan berakhir di bibir. Lalu dengan suara mesra, bilang: "Selamat pagi sayang..."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-5041511745060125866?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/5041511745060125866/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=5041511745060125866' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/5041511745060125866'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/5041511745060125866'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2009/11/jenis-ciuman.html' title='Jenis Ciuman.'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SveHZagxz8I/AAAAAAAAAHo/SAEMCuIgzV0/s72-c/ciuman' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-2429666265323330622</id><published>2009-11-05T17:24:00.001-08:00</published><updated>2009-11-05T17:26:07.351-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Musik'/><title type='text'>Classic Rock’s Roll Of Honour</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SvN7FRSEnyI/AAAAAAAAAHg/d87wKUE5gD8/s1600-h/14.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 230px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SvN7FRSEnyI/AAAAAAAAAHg/d87wKUE5gD8/s320/14.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400795708616122146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Rock Never Die...bukanlah hanya sebuah jargon penuh basa-basi, tapi kalimat tersebut sudah terbukti dalam kehidupan kita. Musik Rock selalu hidup dan menghidupi. lagu-lagunya selalu dikenang sepanjang masa.&lt;br /&gt;Musik-musik lama selalu membuat Rindu akan selera dan suasana masa lalu. &lt;br /&gt;Musik yang di hasilkan oleh para legenda sangat kuat baik lirik maupun pencapaian irama musiknya.&lt;br /&gt;dan itu semua selalu membuat kita bergetar akan suatu masa di mana kita pernah melewati hari-harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patut kita simak penghargaan pada musisi Rock yang melegenda atau dengan istilah Classic Rock yang diadakan di London, Inggris, semoga hal demikian juga bisa diadakan di Negara kita Indonesia Tercinta.&lt;br /&gt;Artikel ini diambil dari classic rock magazine…..silahkan diterjemahkan sendiri…karo belajar boso inggris rek..hahahha&lt;br /&gt;Keep on rockin’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arif gumantia&lt;br /&gt;creator grup "Legenda Rock" di Facebook&lt;br /&gt;only brave heart playing Rock!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Punk pioneer Iggy Pop grabbed the ‘Living Legend’ gong at Classic Rock’s Roll Of Honour event in London this evening. Ronnie Wood, Ginger Baker, John Bonham and many more top stars were also there to collect prestigious awards. Come inside for a full list of winners… &lt;br /&gt;The heavy hitters and major players of the rock music industry all gathered together tonight at the Park Lane Hotel in London to celebrate the winners of the Marshall Classic Rock Roll Of Honour Awards 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hosted by Thunder’s Danny Bowes, the awards were attended by the biggest names in rock royalty, including Iggy Pop, Ronnie Wood, Tony Iommi and Ginger Baker, all collecting much sought-after Classic Rock magazine awards.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iggy Pop was named as ‘Living Legend’ (sponsored by Marshall), with Chrissie Hynde of Pretenders fame on hand to present him with his award. Iggy joins rock heroes Alice Cooper, Lemmy, Jimmy Page and Ozzy Osbourne, all of whom are previous ‘Living Legend’ winners.&lt;br /&gt;Recognising his musical achievements with The Jeff Beck Group, The Faces and now The Rolling Stones, and honouring his ‘ageless presence on the scene’, Ronnie Wood was presented with the ‘Outstanding Contribution’ award (sponsored by Monitor Audio) by fellow guitar legend, The Who’s Pete Townshend.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The ‘Tommy Vance Inspiration Award’ (sponsored by Rhino) went to the late, great John Bonham – Led Zeppelin’s legendary drummer and the ‘embodiment of all that is rock’, who, along with Jimmy Page, Robert Plant and John Paul Jones, formed one of the world’s greatest rock groups of all time. Bonham’s mother and sister collected the award in his honour.&lt;br /&gt;Former Cream drummer Ginger Baker was honoured as the Classic Rock magazine‘Innovator’ (sponsored by Eagle Rock) for his pioneering rhythm techniques and indelible influence. A jazz drummer ‘who embraced and enlivened rock’, Baker’s 40-year career is testament to his ability to fuse music styles and remain cutting-edge.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;That’s not all. The crown jewels of the heavy rock and metal world were on the receiving end of Classic Rock honours too, as voted for by readers of Classic Rock magazine.&lt;br /&gt;AC/DC won the reader-voted award for ‘Album Of The Year’ (sponsored by Universal Catalogue / Lost Tunes) for Black Ice.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Commemorating their spectacular achievements of touring around the world last year, the adventures of which created the film Flight 666, Iron Maiden were honoured with the prestigious ‘Band Of The Year’ award (sponsored by Guitar Hero) and were there on the night to personally accept – as was Tony Iommi of Black Sabbath, who was given the award for ‘Best Reissue’ (sponsored by Live Nation) for the deluxe re-releases of Black Sabbath’s first three albums: Black Sabbath, Paranoid and Master Of Reality.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The ‘Best New Band’ award (sponsored by Mean Fiddler) went to Chickenfoot, and they beat off worthy competition from Roadrunner Records’ The Parlor Mob and Steadlür, Diagonal, Crippled Black Phoenix and New Device.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘DVD / Film Of The Year’ (sponsored by Play.com) went to Canadian metallers Anvil for their rockumentary Anvil! The Story Of Anvil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Live Nation VP of Promotions Andy Copping picked up ‘Event Of The Year’ (sponsored by Alchemy) for the Download Festival, which this year saw some outstanding performances by the likes of Def Leppard, ZZ Top, Whitesnake and Faith No More.&lt;br /&gt;A further nine awards, as decided on by a Classic Rock magazine judging panel, were given out throughout the evening. You can check out the complete list of winners below!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Classic Rock’s Editor In Chief Scott Rowley said:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“It’s nice to end the decade on a high, with the fifth and most star-studded Classic Rock Roll Of Honour. Classic Rock is the UK’s fastest-growing music monthly – and the ONLY one whose sales went up in 2009. It’s going to be a very heavy 2010…”&lt;br /&gt;Marshall Classic Rock Roll Of Honour 2009 – full list of winners&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Best New Band&lt;br /&gt;Voted for by readers of Classic Rock magazine&lt;br /&gt;Sponsored by Mean Fiddler&lt;br /&gt;Winner: Chickenfoot&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Album Of The Year&lt;br /&gt;Voted for by readers of Classic Rock magazine&lt;br /&gt;Sponsored by Universal Catalogue / Lost Tunes&lt;br /&gt;Winner: AC/DC Black Ice&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Band Of The Year&lt;br /&gt;Voted for by readers of Classic Rock magazine&lt;br /&gt;Sponsored by Guitar Hero&lt;br /&gt;Winner: Iron Maiden&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Best Reissue&lt;br /&gt;Voted for by readers of Classic Rock magazine&lt;br /&gt;Sponsored by Live Nation&lt;br /&gt;Winner: Black Sabbath Reissues&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DVD / Film Of The Year&lt;br /&gt;Voted for by readers of Classic Rock magazine&lt;br /&gt;Sponsored by Play.com&lt;br /&gt;Winner: Anvil! The Story of Anvil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Event Of The Year&lt;br /&gt;Voted for by readers of Classic Rock magazine&lt;br /&gt;Sponsored by Alchemy&lt;br /&gt;Winner: Download Festival&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Outstanding Contribution&lt;br /&gt;Chosen by a Classic Rock Judging Panel&lt;br /&gt;Sponsored by Monitor Audio&lt;br /&gt;Winner: Ronnie Wood&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tommy Vance Inspiration Award&lt;br /&gt;Chosen by a Classic Rock Judging Panel&lt;br /&gt;Sponsored by Rhino&lt;br /&gt;Winner: John Bonham&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Innovator&lt;br /&gt;Chosen by a Classic Rock Judging Panel&lt;br /&gt;Sponsored by Eagle Rock&lt;br /&gt;Winner: Ginger Baker&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VIP Award&lt;br /&gt;Chosen by a Classic Rock Judging Panel&lt;br /&gt;Sponsored by Dannoff Premium Vodka&lt;br /&gt;Winner: Doc McGhee&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metal Guru &lt;br /&gt;Chosen by a Classic Rock Judging Panel&lt;br /&gt;Sponsored by Bravado&lt;br /&gt;Winner: Biff Byford&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spirit Of Prog&lt;br /&gt;Chosen by a Classic Rock Judging Panel&lt;br /&gt;Sponsored by Planet Rock&lt;br /&gt;Winner: Dream Theater&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marshall 11 Award&lt;br /&gt;Chosen by a Classic Rock Judging Panel&lt;br /&gt;Sponsored by Marshall&lt;br /&gt;Winner: Billy Gibbons&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Childline Rocks Award&lt;br /&gt;Winner: Steve Harley&lt;br /&gt;Classic Songwriter&lt;br /&gt;Chosen by a Classic Rock Judging Panel&lt;br /&gt;Sponsored by Sony Music&lt;br /&gt;Winner: Paul Rodgers&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Classic Album&lt;br /&gt;Chosen by a Classic Rock Judging Panel&lt;br /&gt;Sponsored by Provogue&lt;br /&gt;Winner: Aerosmith Rocks&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Breakthrough&lt;br /&gt;Chosen by a Classic Rock Judging Panel&lt;br /&gt;Sponsored by Rock Radio&lt;br /&gt;Winner: Joe Bonamassa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Comeback Of The Year&lt;br /&gt;Chosen by a Classic Rock Judging Panel&lt;br /&gt;Sponsored by EMI Music&lt;br /&gt;Winner: Mott The Hoople&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Living Legend&lt;br /&gt;Chosen by a Classic Rock Judging Panel&lt;br /&gt;Sponsored by Marshall&lt;br /&gt;Winner: Iggy Pop&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-2429666265323330622?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/2429666265323330622/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=2429666265323330622' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/2429666265323330622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/2429666265323330622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2009/11/classic-rocks-roll-of-honour.html' title='Classic Rock’s Roll Of Honour'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SvN7FRSEnyI/AAAAAAAAAHg/d87wKUE5gD8/s72-c/14.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-2710200371834655123</id><published>2009-11-03T16:55:00.000-08:00</published><updated>2009-11-03T16:56:04.079-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel sosial budaya'/><title type='text'>Festival sastra utan kayu</title><content type='html'>Merandai Kata, Musik, dan Rupa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; Festival Sastra Utan Kayu menghadirkan 30&lt;br /&gt;&gt; sastrawan dalam dan luar negeri. Meski masing-masing dengan bahasanya&lt;br /&gt;&gt; sendiri, universalitas tetap mengemuka.&lt;br /&gt;&gt; KOPER tua itu ditemukan di kamar ayahnya&lt;br /&gt;&gt; yang baru wafat. Di dalamnya ada selembar pasfoto. Kecil, buram, hanya&lt;br /&gt;&gt; menampakkan raut wajah perempuan muda, tapi kuyu. Ia kemudian memaksa&lt;br /&gt;&gt; membangun kontak dengan sepasang mata yang tampak di wajah itu. "Mata&lt;br /&gt;&gt; itu, mata Solo. Mata nenekku," kata penyair Belanda Reggie Baay. Ada&lt;br /&gt;&gt; selembar surat di koper itu, yang mengutip nama sang nenek, singkat:&lt;br /&gt;&gt; Muinah, asal Solo-Jengkilung.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&gt; Kakek Reggie seorang Belanda totok. Semasa bertugas di Hindia&lt;br /&gt;&gt; Belanda, ia mengambil seorang perempuan muda menjadi gundiknya. Seorang&lt;br /&gt;&gt; anak lelaki lahir dari hubungan mereka. Kemudian kakeknya kembali ke&lt;br /&gt;&gt; Belanda. Si anak lelaki, berusia lima tahun, menurut hukum yang&lt;br /&gt;&gt; berlaku, dibawa serta. Surat itu adalah bukti penyerahan si anak dari&lt;br /&gt;&gt; ibunya kepada sang ayah. Tali kasih yang diputus, selama-lamanya. &lt;br /&gt;&gt; Pasfoto dan surat itu menjadi inspirasi buku kumpulan cerpen De&lt;br /&gt;&gt; ogen van Solo (Mata Solo) karya Reggie, sang cucu, pada 2005. Isinya&lt;br /&gt;&gt; kisah-kisah migrasi dan ketercerabutan anak-anak Indo-Belanda yang&lt;br /&gt;&gt; dibawa paksa. Salah satunya dibacakan Reggie pada malam pertama Bienal&lt;br /&gt;&gt; Sastra Utan Kayu di Teater Salihara, Jakarta Selatan, 21 Oktober silam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; Perjumpaan hangat Reggie dan 30 sastrawan dalam dan luar negeri&lt;br /&gt;&gt; menerjemahkan tema Bienal kali ini, yakni merandai yang diartikan&lt;br /&gt;&gt; berpindah dari satu tempat ke tempat lain pada bidang setara. Tak&lt;br /&gt;&gt; berhenti dalam puisi, merandai dalam hal ini juga perpindahan dari&lt;br /&gt;&gt; disiplin seni yang berbeda, dari sastra, rupa, dan musik. Pada saat&lt;br /&gt;&gt; yang sama Bienal juga menggelar pameran seni rupa: lukisan, patung, dan&lt;br /&gt;&gt; instalasi yang berangkat dari puisi yang dibacakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; Selama empat hari mereka silih berganti membawakan puisi dan&lt;br /&gt;&gt; cerpen dalam bahasa masing-masing: Belanda, Italia, Korea, dan&lt;br /&gt;&gt; Indonesia. Saat tampil, sebuah layar di belakang mereka menayangkan&lt;br /&gt;&gt; terjemahannya dalam bahasa Inggris. Setelah membacakan puisi, para&lt;br /&gt;&gt; penyair berdiskusi. Sesungguhnya keempat diskusi itu menarik, meski&lt;br /&gt;&gt; singkat dan lamban karena pemandu harus bolak-balik menerjemahkan. &lt;br /&gt;&gt; Reggie menikmati ketika, dalam bienal, sejarah versi Belandanya&lt;br /&gt;&gt; bersanding dengan sejarah kolonial versi penyair Tanah Air. Penyair&lt;br /&gt;&gt; Iksaka Banu menyuguhkan Mawar di Kanal Macan, tentang perselingkuhan di&lt;br /&gt;&gt; era kolonial yang dihukum cambuk dan gantung. Penyair A.S. Laksana&lt;br /&gt;&gt; menyodorkan Bagaimana Murjangkung Mendirikan Kota dan Mati Sakit Perut,&lt;br /&gt;&gt; berisi cerita tentang asal-muasal Gubernur Jenderal Jan Pieterszoon&lt;br /&gt;&gt; Coen membangun Batavia. Penyair Indonesia dan penyair Belanda, menurut&lt;br /&gt;&gt; Reggie, berbagi banyak kesamaan. Reggie mengutip Sulak, panggilan akrab&lt;br /&gt;&gt; A.S. Laksana, yang menyebut "raksasa berwajah bayi". "Itu metafor&lt;br /&gt;&gt; serupa yang pernah dipakai penyair Belanda, wajah merah, hidung merah,"&lt;br /&gt;&gt; dia tertawa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; Eksplorasi terhadap sejarah pribadi juga dilakukan yang lain.&lt;br /&gt;&gt; Seperti Dacia Maraini, feminis Italia yang membacakan cerpen The Ship&lt;br /&gt;&gt; for Kobe. Inilah kisah perjalanan keluarganya yang naik kapal ribuan&lt;br /&gt;&gt; kilometer dari Italia menuju Jepang, menghindari pemerintahan fasis&lt;br /&gt;&gt; Mussolini pada 1938. Dacia baru berusia satu tahun saat itu. Juga&lt;br /&gt;&gt; Bernice Chauly, penyair Malaysia yang satu dari tiga puisinya menyitir&lt;br /&gt;&gt; memoar yang tengah ia kerjakan. Bernice besar dalam keluarga yang&lt;br /&gt;&gt; plural, ibunya Tionghoa dan ayahnya Punjabi. Ia sendiri menulis dalam&lt;br /&gt;&gt; bahasa Melayu dan Inggris. "Kami penyair mengerti satu sama lain, kami&lt;br /&gt;&gt; bicara bahasa universal," kata Bernice. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; Dari Tanah Air, berderet nama penyair seperti Sapardi Djoko&lt;br /&gt;&gt; Damono, Triyanto Triwikromo, Agus R. Sarjono, Ahda Imran, Handry T.M.,&lt;br /&gt;&gt; Gus tf Sakai, Yanusa Nugroho, dan Lily Yulianti Farid. Karya merekalah&lt;br /&gt;&gt; yang diberikan kepada perupa dan dimanifestasi dalam seni rupa.&lt;br /&gt;&gt; Wahyudin, kurator pameran, mengatakan para perupa sila memaknai puisi&lt;br /&gt;&gt; dengan bebas. Menyitir Sapardi, mereka boleh ikut dalam permainan atau&lt;br /&gt;&gt; melemparkannya saja.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&gt; Sapardi membacakan sajak Bayangkan Seandainya yang diambil dari&lt;br /&gt;&gt; buku puisinya yang terbaru, Kolam. Perupa Faisal Habibi telah&lt;br /&gt;&gt; menerjemahkannya dalam karya Hybridize: Table Mirror 2009. Tentu saja&lt;br /&gt;&gt; Wahyudin tidak mengkritik interpretasi Habibi. Namun ia menulis seperti&lt;br /&gt;&gt; cemas: "Bentuk ini semoga saja tidak membekukan gambar bergerak dalam&lt;br /&gt;&gt; benak dan menyurutkan kekuatan gaib kata-kata dalam puisinya itu." &lt;br /&gt;&gt; Penyair Australia, Jan Cornall, kagum terhadap Reggie yang&lt;br /&gt;&gt; disebutnya seperti tokoh Minke yang melangkah keluar dari novel Bumi&lt;br /&gt;&gt; Manusia karya Pramoedya Ananta Toer. Namun Jan dan penyair Korea, Moon&lt;br /&gt;&gt; Chung-hee, sama-sama menyebut nama penyair muda Makassar, M. Aan&lt;br /&gt;&gt; Mansyur, sebagai penyair muda potensial yang mereka sukai. Aan, 28&lt;br /&gt;&gt; tahun, yang tampil dengan sweatshirt abu-abu bertulisan "Batman",&lt;br /&gt;&gt; mengatakan ia mesti menulis dengan kata-kata yang jernih agar sang&lt;br /&gt;&gt; ibunda, yang tak lulus sekolah menengah, bisa paham. Seperti penutup&lt;br /&gt;&gt; pada sajak Pagi Ini: &lt;br /&gt;&gt; Pagi ini aku memutuskan pura-pura jadi orang gila dan tidur di trotoar. &lt;br /&gt;&gt; &gt;&lt;br /&gt;&gt; &gt;Aku biarkan kepalaku diinjak-injak pejalan kaki yang ringan bagai topi. &lt;br /&gt;&gt; &gt;&lt;br /&gt;&gt; &gt;Aku biarkan kepalaku pecah bagai telur yang hendak dibuat jadi&lt;br /&gt;&gt; &gt;omelet. Aku biarkan peristiwa-peristiwa meleleh ke jalan dan melengket&lt;br /&gt;&gt; &gt;pada sol sepatu orang-orang. Aku terpingkal-pingkal agar sekalian bisa&lt;br /&gt;&gt; &gt;buang air. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; l l l&lt;br /&gt;&gt; Paruh kedua acara, pukul 9 hingga tengah malam, diisi dengan poetry&lt;br /&gt;&gt; slam. Terjemahannya, bantingan puisi: setiap orang yang ingin&lt;br /&gt;&gt; membacakan puisinya tinggal mendaftar dan berlaga, juri akan memilih&lt;br /&gt;&gt; yang terbaik. Dari ruang teater blackbox di lantai dasar, para&lt;br /&gt;&gt; pengunjung pun pindah ke atap. Di tempat terbuka seluas sekitar&lt;br /&gt;&gt; setengah lapangan bola itu seperangkat pengeras suara telah disiapkan.&lt;br /&gt;&gt; Pisang goreng, wedang ronde, dan tahu isi tersedia. Sebagian duduk di&lt;br /&gt;&gt; kursi, sebagian lain duduk di bangku batu yang mengelilingi area. Asap&lt;br /&gt;&gt; rokok mengepul ke langit mendung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; Ada empat band berbeda setiap malamnya. Mereka mengisi jeda&lt;br /&gt;&gt; antara pembacaan puisi dan musik yang berangkat dari karya penyair.&lt;br /&gt;&gt; Seperti band pada malam pertama, Tika and The Dissidents, yang&lt;br /&gt;&gt; menginterpretasi karya Iyut Fitra, penyair asal Payakumbuh. Setelah 5-6&lt;br /&gt;&gt; penyair tampil, yang menang adalah seorang guru bahasa Italia di&lt;br /&gt;&gt; Istituto Italiano di Cultura, Jakarta. Qissera el Thirfiarani, 26&lt;br /&gt;&gt; tahun, sang guru itu, tampil renyah dengan puisi Aldo Pallazeschi, La&lt;br /&gt;&gt; Fontana Malata. Meski tak bisa dimengerti, bunyi dan irama yang&lt;br /&gt;&gt; diucapkan Qissera terdengar lantang, segar, dengan sesekali berdesah.&lt;br /&gt;&gt; Qissera tertawa menanggapinya. "Itu tentang air mancur yang&lt;br /&gt;&gt; batuk-batuk, sakit," katanya. Tiga malam berikutnya, mereka yang menang&lt;br /&gt;&gt; adalah para penyair muda yang sederhana tapi bersemangat. &lt;br /&gt;&gt; Sebuah insiden kecil terjadi. Seorang penyair yang dipanggil&lt;br /&gt;&gt; namanya menyambar pengeras suara. Ia memegang pinggang celananya dan&lt;br /&gt;&gt; berguncang-guncang. "K***** adalah alat penyambung kehidupan!"&lt;br /&gt;&gt; teriaknya, tanpa teks. Ini masih disusul dengan celotehan lain yang&lt;br /&gt;&gt; serupa. Tak ada yang mencemooh, tapi tak ada pula yang bersorak.&lt;br /&gt;&gt; Seolah-olah mereka yang hadir mendadak jengah dan salah tingkah.&lt;br /&gt;&gt; Syukurlah, malam-malam berikutnya tak ada lagi yang begitu. "Cuma itu&lt;br /&gt;&gt; yang bisa dia tawarkan," seorang penyair senior berbisik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; Kurie Suditomo&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-2710200371834655123?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/2710200371834655123/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=2710200371834655123' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/2710200371834655123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/2710200371834655123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2009/11/festival-sastra-utan-kayu.html' title='Festival sastra utan kayu'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-6920517487589053738</id><published>2009-11-02T07:28:00.000-08:00</published><updated>2009-11-02T07:30:47.366-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Sajak Negeri para Bedebah.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/Su77EGbBvGI/AAAAAAAAAHY/4DrGYT3ZgME/s1600-h/adhie.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 82px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/Su77EGbBvGI/AAAAAAAAAHY/4DrGYT3ZgME/s320/adhie.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5399529051125824610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;SAJAK ADHIE M MASSARDI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu negeri yang dihuni para bedebah&lt;br /&gt;Lautnya pernah dibelah tongkat Musa&lt;br /&gt;Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah&lt;br /&gt;Dari langit burung-burung kondor &lt;br /&gt;menjatuhkan bebatuan menyala-nyala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?&lt;br /&gt;Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah&lt;br /&gt;Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah&lt;br /&gt;Atau menjadi kuli di negeri orang &lt;br /&gt;Yang upahnya serapah dan bogem mentah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negeri para bedebah&lt;br /&gt;Orang baik dan bersih dianggap salah&lt;br /&gt;Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan&lt;br /&gt;Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah&lt;br /&gt;Karena hanya penguasa yang boleh marah&lt;br /&gt;Sedangkan rakyatnya hanya bisa pasrah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka bila negerimu dikuasai para bedebah&lt;br /&gt;Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah&lt;br /&gt;Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum&lt;br /&gt;Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka bila melihat negeri dikuasai para bedebah&lt;br /&gt;Usirlah mereka dengan revolusi&lt;br /&gt;Bila tak mampu dengan revolusi, dengan demonstrasi&lt;br /&gt;Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi&lt;br /&gt;Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CATATAN:&lt;br /&gt;Sajak ini dibacakan di halaman kantor KPK&lt;br /&gt;sebagai bagian dari aksi keprihatinan nasional untuk KPK&lt;br /&gt;Senin, 02 November 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-6920517487589053738?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/6920517487589053738/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=6920517487589053738' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/6920517487589053738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/6920517487589053738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2009/11/sajak-negeri-para-bedebah.html' title='Sajak Negeri para Bedebah.'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/Su77EGbBvGI/AAAAAAAAAHY/4DrGYT3ZgME/s72-c/adhie.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-3643803796989043968</id><published>2009-10-30T17:57:00.000-07:00</published><updated>2009-10-30T17:58:30.286-07:00</updated><title type='text'>Terpecahkan Misteri senyum Monalisa.</title><content type='html'>Apa makna dibalik senyum Mona Lisa yang penuh teka teki? Para ilmuwan percaya senyum itu berubah-ubah tergantung bagian mata mana yang melihat terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu daya tarik lukisan yang paling terkenal di dunia itu adalah bisa terlihat berseri-seri, namun kemudian berubah menjadi serius dan sinis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini para ilmuwan mengklaim telah menemukan jawaban atas perubahan tersebut, yaitu mata kita yang mengirimkan sinyal acak ke otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka percaya bahwa senyum Mona Lisa dapat terlihat tergantung pada sel di retina dan saluran apa yang digunakan gambar masuk ke dalam otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sel yang berbeda di dalam mata dirancang untuk mengambil berbagai warna, kontras, latar belakang dan latar depannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua tergantung pada sel-sel apa yang menangkap gambar pertama kali dan saluran apa yang digunakan untuk menafsirkan ke otak. Saluran ini mengkodifikasikan data berdasarkan ukuran objek, kejelasan, kecerahan dan lokasi bidang visual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terkadang satu saluran menang atas lainnya, dan senuyum terlihat, namun jika lainnya mengambil alih, senyum tidak akan terlihat," kata Dr Luis Martinez Otero, seorang ilmuwan syaraf dari Institute of Neuroscience di Alicante, Spanyol yang melakukan penelitian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap tentang alasan dibalik senyum Mona Lisa Dr Martinez Otero mempertimbangkan beragam aspek yang berbeda dari Mona Lisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia kemudian memprosesnya melalui saluran visual yang berbeda, dan menanyakan pada relawan apakah mereka melihat senyum dalam lukisan atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Relawan cenderung melihat Mona Lisa tersenyum setelah sebelumnya mereka ditunjukkan layar gelap, dan membuat Martinez Otero berkesimpulan bahwa pada sel-sel pusat inilah senyum Mona Lisa dapat dirasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Leonardo berniat untuk menabur begitu banyak kebingungan dalam otak penikmat lukisannya? Martinez Otero berpendapat. Leonardo menulis dalam salah satu buku catatannya bahwa ia berusaha untuk melukis ekspresi dinamis, karena itulah yang ia lihat di jalan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini awalnya dipresentasikan dalam pertemuan tahunan Society for Neuroscience di Chicago. Ini bukan pertama kalinya bagi para ilmuwan untuk mendekonstruksi karya besar Leonardo da Vinci itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2000, Margaret Livingstone, seorang ilmuwan syaraf di Harvard Medical School, menunjukkan bahwa senyum Mona Lisa lebih menonjol pada kamera daripada pusat mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://inilah.com/berita/teknologi/2009/10/30/174509/terpecahkan-misteri-senyum-mona-lisa/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-3643803796989043968?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/3643803796989043968/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=3643803796989043968' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/3643803796989043968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/3643803796989043968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2009/10/terpecahkan-misteri-senyum-monalisa.html' title='Terpecahkan Misteri senyum Monalisa.'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-3094710788872193265</id><published>2009-10-29T07:14:00.001-07:00</published><updated>2009-10-29T07:14:41.202-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Beberapa Orang Menyukai Puisi</title><content type='html'>Beberapa Orang Menyukai Puisi"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa orang—&lt;br /&gt;itu berarti tidak semua orang.&lt;br /&gt;Pun tidak kebanyakan orang, melainkan beberapa saja.&lt;br /&gt;Tanpa menghitung sekolah, yang kita anggap perlu,&lt;br /&gt;dan penulis puisi itu sendiri,&lt;br /&gt;dan hasilnya mungkin hanya sekitar dua dari seribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyukai—&lt;br /&gt;tapi tentu saja, kitu juga bisa menyukai sup mi ayam,&lt;br /&gt;atau pujian, atau warna biru,&lt;br /&gt;syal kita yang lama,&lt;br /&gt;diri kita sendiri;&lt;br /&gt;atau menepuk-nepuk punggung seekor anjing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puisi—&lt;br /&gt;tapi apakah puisi?&lt;br /&gt;Lebih dari satu jawaban tak meyakinkan&lt;br /&gt;telah tumbang sejak pertama kali pertanyaan itu diajukan.&lt;br /&gt;Dan aku tetap tak tahu, dan bertahan kepada itu&lt;br /&gt;serupa kepada susuran tangga yang berlepasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1993]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wisława Szymborska adalah seorang nenek asal Polandia yang memenangkan Nobel Sastra tahun 1996, pada saat ia berusia 73 tahun. Semoga cukup membantu....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-3094710788872193265?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/3094710788872193265/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=3094710788872193265' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/3094710788872193265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/3094710788872193265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2009/10/beberapa-orang-menyukai-puisi.html' title='Beberapa Orang Menyukai Puisi'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-1105936011179522091</id><published>2009-10-26T18:37:00.000-07:00</published><updated>2009-10-26T18:38:16.478-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi Buku'/><title type='text'>Pusat Bahasa Luncurkan 10 Novel Indonesia</title><content type='html'>Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, Kamis (22/10), di Jakarta, meluncurkan 10 novel berbahasa Indonesia, karya 10 novelis terkemuka. Namun, dalam novel itu ditemukan banyak kesalahan berbahasa, kesalahan ejaan, dan kesalahan kata, sehingga Pusat Bahasa dinilai gagal jadi polisi bahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Padahal, karya sastra berbobot sangat ditentukan oleh kemampuan berbahasa tertib. Sebab, di situ dikaji hubungannya dengan kemampuan berpikir logis meliputi deduksi nalar dan analisis. Bukan bahasa yang centang perenang,” kata sastrawan dan pengamat bahasa Remy Sylado, yang dengan kritis mencermati halaman per halaman buku novel yang diluncurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh novel yang diluncurkan tersebut adalah Gandamayu Cinta Perempuan Terkutuk karya Putu Fajar Arcana,Arjunawijaya karya Hamsad Rangkuti, Kakawin Gajah Mada karya Kurnia Effendi, Mundinglaya Dikusumah karya Gola Gong, Kisah Tuhu dari Tanah Melayu karya Abidah El Khalieqy, Kundagdya karya Oka Rusmini, Rara Beruk karya Suyono Suyatno, Janji yang Teringkari karya Imam Budi Utomo, dan Lubdaka yang Berkelebut karya Yanusa Nugraha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Remy Sylado yang agak detail menyelisik kesalahan standar bahasa Indonesia yang tepat dan indah dalam novel-novel yang dibacanya, mengatakan, yang menyolok adalah justru hadirnya contoh ejaan centang perenang, tidak konsisten, diskordan, terlepas kontinuitas, dan hilang uniformitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan banyaknya kesalahan ia meragukan Pusat Bahasa sebagai polisi bahasa terhadap bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Remy Sylado, tiga dari 10 novel yang dibacanya dengan detail itu sulit dijadikan sebagai contoh ideal bahasa Indonesia yang tertib, yang memenuhi isyarat tepat dan indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan sastrawan Veven Sp Wardana yang mengkaji novel-novel terbitan Pusat Bahasa itu dari sisi cerita lama dan industri kreatif mengatakan, novel-novel yang diluncurkan Pusat Bahasa kurang bisa bersaing dengan novel-novel terbitan penerbit swasta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya perlihatkan novel-novel terbitan Pusat Bahasa kepada anak, pertanyaan yang muncul dari anak saya kemudian adalah, ini buku terbitan tahun berapa? Apakah kemasan seperti sekarang sebagai gambaran cerita lama, saya tak tahu. Pokoknya, tampilan kulit novel itu kurang menarik,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kritikus sastra Prof Dr Riris KT Sarumpaet mengaku kesal membaca satu novel di antara 10 novel itu, karena jorok sekali. “Mestinya penulis harus punya pertimbangan yang khas. Karya sastra harus dilihat sebagai alat pendidikan. Berikanlah yang bermanfaat. Ada juga cerpen yang penuh informasi, akibatnya ia bukan sebagai cerita lagi,” tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sastrawan Ahmadun Yosi Herfanda, salah seorang editor novel-novel tersebut mengatakan, pihaknya sedari awal sudah dengan jeli melakukan koreksi kata demi kata di naskah hard copy. “Kenapa masih terjadi banyak kesalahan kata, bahasa, dan sebagainya seperti yang dikritisi Remy Sylado, mungkin pencetak tidak melakukan perubahan, karena yang ada pada dia itu softcopy. Penerbitan selanjutnya akan diperbaiki semua kesalahan,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari persoalan kesalahan berbahasa dalam novel-novel itu, Kepala Pusat Bahasa Dendy Sugono berharap novel yang diuntukkan buat anak-anak Indonesia maupun bukan anak Indonesia itu dapat memperkaya pengetahuan kita tentang kehidupan masa lalu, yang dapat dimanfaatkan dalam menyikapi perkembangan kehidupan masa kini dan masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinukil dari Oase Kompas edisi22 Oktober 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-1105936011179522091?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/1105936011179522091/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=1105936011179522091' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/1105936011179522091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/1105936011179522091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2009/10/pusat-bahasa-luncurkan-10-novel.html' title='Pusat Bahasa Luncurkan 10 Novel Indonesia'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-4127066385972117947</id><published>2009-10-26T00:53:00.000-07:00</published><updated>2009-10-26T00:54:41.394-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel sosial budaya'/><title type='text'>Diplomasi Ketawa (I) : Gus Dur Keturunan mana? (dari note yahya cholil staquf)</title><content type='html'>Presiden Abdurrahman Wahid melakukan kunjungan resmi ke Pandeglang, Banten. Pada waktu itu sedang ramai tuntutan pembentukan Propinsi Banten tersendiri, lepas dari cakupan administratif Propinsi Jawa Barat. Dihadapan tokoh-tokoh Banten, termasuk utusan-utusan khusus suku Badui, Presiden membuat pernyataan tegas,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya adalah orang yang paling mendukung pembentukan Propinsi Banten!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin bersorak gembira dan bertepuk-tangan panjang sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kenapa?” Presiden beretorika, “karena saya ini juga keturunan Banten! Silsilah keluarga saya dan Mbak Mega, Bung Karno, bertemu pada kakek buyutnya Syaikh Muhammad Nawawi Banten, yaitu Maulana Ishaq At Tabarqi…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain waktu, pada perjamuan perayaan tahun baru Imlek, di hadapan tokoh-tokoh kalangan keturunan Tionghoa di Jakarta, Presiden pun lantang,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Semua orang tahu, dari dulu saya ngotot melindungi dan membela hak-hak kaum keturunan Tionghoa di negeri ini!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi tepuk-tangan membahana menyambutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kenapa?” lanjut Presiden setelah tepuk-tangan mereda, “karena saya sendiri juga keturunan Tionghoa!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin tertawa, mengira beliau sedang bercanda seperti biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Serius!” Presiden memotong tawa mereka, “Leluhur saya berasal dari Tionghoa, dari she (marga) Tan. Namanya: Tan Kim Han!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Sanaa (Shon’aa), ibukota Republik Yaman, ditengah jamuan kenegaraan menyambut kunjungan resmi Presiden Republik Indonesia, di hadapan Presiden Ali Abdallah Salih dan para tokoh dari qabilah-qabilah utama di Yaman, Presiden Abdurrahman Wahid menegaskan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ana kaman Yamaani… min Basyaiban!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Saya ini juga orang Yaman… dari marga Basyaiban).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang sekali saya tidak ikut serta ketika beliau berkunjung ke Venezuela. Entah apa yang beliau katakan dihadapan para kepala suku Indian pendukung Hugo Chavez disana…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-4127066385972117947?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/4127066385972117947/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=4127066385972117947' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/4127066385972117947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/4127066385972117947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2009/10/diplomasi-ketawa-i-gus-dur-keturunan.html' title='Diplomasi Ketawa (I) : Gus Dur Keturunan mana? (dari note yahya cholil staquf)'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-5280517226261173672</id><published>2009-10-21T15:28:00.000-07:00</published><updated>2009-10-21T15:29:46.919-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel sosial budaya'/><title type='text'>Dunia (panggung) Sandiwara</title><content type='html'>Peristiwa (I)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Pinggir kolam renang Pribadi seorang pejabat Negara yang masih muda. Suami Istri sedang mengobrol dengan santainya. “Pa, jadi nggak kita shopping ke paris terus ke New York, kalo jadi mana cukup uang 500 juta”, Tanya istrinya dengan air muka kesal. “Baru buat beli Tas merk “Louis Vuitton” saja sudah 15 juta, itu baru tas-nya, belum sepatu dengan Merk “Manolo Blahnik”, meskipun di diskon tetep saja sekitar 10 juta dalam kurs Rupiah, belum Lingerie, belum lagi jaket buat anak kita. Saya pengennya khan yang limited edition belanjanya.”&lt;br /&gt;Suaminya sambil baca Koran berucap :”sabar tho ma, papa lagi nunggu Fee dari perijinan Perusahaan Elektronika milik seorang konglomerat, dia kemarin janji mau memberi 5 Milyar. Pertamanya sih mau memberi 2 milyar, aku bilang kurang, soalnya khan kita juga harus setor ke Istana juga, kalo nggak setor, bisa-bisa kita di gantung di tiang bendera. Nanti kalo udah dapat 5 milyar, yang 3 milyar kita setorkan ke Istana. Yang 2 milyar baru buat kita. Cukup khan kalo mau jalan-jalan ke Luar negeri.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa (2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah Hotel bintang lima di kamar president suite, seorang anggota parlemen yang sudah 3 periode menjadi wakil rakyat, ditemani seorang gadis belia yang umurnya hamper sama dengan anak gadisnya , dan yang pasti bukan istrinya. Dia sibuk mengirim dan membaca email lewat macbooknya. Sedang si gadis sibuk memainkan kemaluan wakil rakyat tersebut. Terdengar Blackberry berdering, langsung diangkat oleh sang wakil rakyat sambil tetap menikmati kelembutan tangan teman gadisnya. “ selamat malam” terdengar suara dari penelpon. “maaf, mengganggu malam-2 pak”. Ini saya mau membicarakan kesepakatan tentang Rancangan Undang Undang Ketenaga kerjaan”. Sang wakil rakyat Menjawab :”Oh, iya ya, besuk mau dikonsultasikan dengan Parlemen ya Oleh Pemerintah”. “itulah pak” suara dari penelepon”kalo bisa untuk Upah Minimum Regionalnya dikurangi pak, jangan terlalu besar, bisa sedikit nanti kita punya laba. Dan ujung-ujungnya khan kita nggak bisa memberikan entertainment fee buat bapak tiap bulannya.”&lt;br /&gt;Si wakil rakyat menjawab dengan pelan sambil menahan kepuasan “tenang aja, semua bisa diatur kok, asal jangan lupa kerjasamanya.”&lt;br /&gt;“wah kalo itu sih pasti pak, kita khan sudah lama kenal, Ok pak terima kasih dan selamat menikmati malam.” Kata Si penelepon sambil menutup telpunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa (3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dini hari, di pinggiran kota, seorang ibu berumur sekitar empat puluhan dengan telanjang kaki berjalan menuju pasar tradisional. Dia harus datang cepat, agar mendapatkan sayuran yang segar, untuk dia jajakan keliling kampong dari rumah ke rumah. Sebelum berangkat, masih tergiang kata-kata anaknya, bahwa besuk pagi harus bayar tunggakan biaya sekolah sebesar 450 ribu. Saat mendekati pasar, terdengar keriuhan yang tidak biasanya, disertai pendaran-pendaran cahaya yang menyilaukan. Semakin dekat semakin terlihat, pasar tradisional yang menjadi tumpuan kehidupannya ternyata terbakar untuk yang ke-2 kalinya. Untuk beberapa lama dia terpaku dan terpana, sebelum Akhirnya diayunkan kembali langkahnya untuk menuju rumah. saat melewati sebuah Mushola , terdengar sebuah fatwa dari seorang Ustadz Tua : “Kita harus bisa memeras hikmah dari setiap peristiwa “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madiun, 20/10/2009&lt;br /&gt;Arif Gumantia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-5280517226261173672?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/5280517226261173672/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=5280517226261173672' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/5280517226261173672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/5280517226261173672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2009/10/dunia-panggung-sandiwara.html' title='Dunia (panggung) Sandiwara'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-2400454335188248436</id><published>2009-10-19T18:03:00.000-07:00</published><updated>2009-10-19T18:04:45.217-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel sosial budaya'/><title type='text'>Frankenstein</title><content type='html'>oleh adhie m massardi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OKTOBER selama beberapa puluh tahun kita kenal sebagai “Bulan Bahasa”. Pada bulan ini, Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa gencar mengampanyekan penggunaan bahasa Indonesia “yang baik dan benar”. Tidak ada penjelasan dari pemerintahanan Yudhoyono kenapa setelah jadi Pusat Bahasa Depdiknas, kampanye bahasa Indonesia malah nyaris tak terdengar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal bagi kita, menghormati bahasa nasional penting karena merupakan “rukun iman kebangsaan” ketiga setelah Pancasila dan UUD 1945. Sebab berbeda dengan bahasa bangsa lain, bahasa Indonesia lahir dari proses perjuangan, bagian penting nasionalisme pengobar semangat perlawanan dan pengusiran penjajah, penjarah kekayaan negeri kita ratusan tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sialnya, para pemimpin kita sekarang malah kembali “mempertuan” anak-cucu para kolonialis yang dulu susah payah diusir kakek-moyang kita. Sehingga dengan cara lebih santai, sambil minum wine dan haha-hihi, “paduka yang dipertuan” para pemimpin kita itu, menguras kembali kekayaan negeri ini. &lt;br /&gt;Sekarang Oktober jadi bulan yang garing. Heroisme anak muda yang merantau di Jakarta dan kos di rumah Sie Kok Liong di Jalan Kramat Raya 106 itu, yang pada 28 Oktiber 1928 menggagas political dream, punya “satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa: Indonesia”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan landasan imajinasi anak kos-kosan itulah, dan bukan orang-orang partai politik lho ya, Republik Indonesia yang selalu kita kritisi ini dibangun. Maka bersyukurlah bangsa Indonesia karena Partai Golkar, PDIP, PKS, Partai Demokrat, dll lahir zaman sekarang. Kalau lahir sebelum 1945, dijamin tak akan pernah ada Republik Indonesia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Partai politik justru membuat Oktober lima tahun sekali jadi “Bulan Frankenstein”. Bulan penuh horor karena menyimpan kegelisahan rakyat semesta. Sebab pada bulan ini “laboratorium politik Indonesia” meluncurkan ratusan hingga ribuan mahluk sejenis Frankenstein.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frankenstein, seperti kita tahu, sebenarnya adalah Dr Victor Frankenstein, ilmuwan dalam fiksi karangan penulis Inggris Mary Shelley, 1831. Dalam kisah yang ditulis saat Mary 18 tahun itu, Dr Victor membuat mahluk dari potongan sejumlah mayat. Dengan listrik dan petir, mahluk itu bisa hidup, jadi monster sangar dan menggasak tuannya. Karena selalu mengaku Frankenstein, jadilah dia Frankenstein, sohor ke antero dunia karena diperkenalkan para sineas Hollywood.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini kita seperti hidup di dunia imajinasinya Mary Shelley, dengan sistem politiknya: “demokrasi Frankenstein”. Dan kita, rakyat Indonesia, adalah Dr Victor yang melahirkan para Frankenstein yang di dadanya tersemat lencana “anggota DPR”. Di tingkat pusat ada 560. Pelantikannya pada Kamis, 1 Oktober lalu, bikin bulukuduk berdiri karena belum-belum sudah memangsa milyaran rupiah uang rakyat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada ribuan mahluk sejenis di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Termasuk bupati, walikota, gubernur dan para wakil mereka. Dari pengamalan dua kali pemilu sebelumnya, sebagian dari mereka memang menjadi Frankenstein, monster bagi yang melahirkannya: rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 20 Oktober ini, bakal diproses pula Presiden dan Wakil Presiden. Apakah mereka akan menjadi Frankestein yang juga bakal memangsa tuannya? Tapi kalau melihat prolognya dalam episode Bank Century, yang melibatkan langsung salah satu di antara kedua terlantik, jawabannya: Wallahualam bi shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sejak presiden dipilih langsung, setiap lima tahun sekali, Oktober memang menjadi “bulan Frankenstein”. Tugas kita adalah mengubah “bulan horor” Oktober menjadi “bulan penuh harapan”. Insya Allah. •&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-2400454335188248436?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/2400454335188248436/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=2400454335188248436' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/2400454335188248436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/2400454335188248436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2009/10/frankenstein.html' title='Frankenstein'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-8405150916671744270</id><published>2009-10-15T00:49:00.000-07:00</published><updated>2009-10-15T00:50:17.349-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi Buku'/><title type='text'>Resensi buku Gus Dur dan Ilmu Sosial Transformatif</title><content type='html'>Sebuah Biografi Intelektual&lt;br /&gt;Penulis : Syaiful Arif&lt;br /&gt;Pengantar : Prof. Dr. Taufik Abdullah&lt;br /&gt;Ulil Abshar-Abadalla&lt;br /&gt;Penerbit : Koekoesan, Jakarta ( Juli 2009)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengkritik keras kapitalisme karena ia membaca Marxisme.Namun,ia juga mengkritik Marxisme karena membaca Gramsci. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengamini Gramsci, Gus Dur melihat Marxisme terjebak pada ’ekonomisme kasar’ sehingga tak melihat budaya sebagai potensi perubahan. Grasmci pun dikritik karena Gus Dur membaca teologi pembebasan. KesilapanGramsciyangtakmelihat agama sebagai potensi perubahan membuat Gus Dur tertarik pada gerakan teologi Katolik Amerika Latin yang mengawinkan agama dengan analisis kritis Marxian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, di titik inilah Gus Dur kemudian mengkritik teologi pembebasan karena ia terjebak dalam ideologi. Sifat ideologis ini yang membuat para teolog pembebasan tidak bebas lagi karena terjebak dalam eksklusivisme gerakan. Maka, tak ayal, Gus Dur pun akhirnya menambatkan model gerakannya pada gerakan keagamaan berwawasan struktural, nonrevolusioner. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada titik inilah perbincangan seputar konsepsi pembebasan (berbasis keagamaan) dalam pemikiran Gus Dur menemukan relevansinya; satu hal yang digali oleh Syaiful Arif dalam buku Gus Dur dan Ilmu Sosial Transformatif ini. Barangkali ide-ide kiri banyak memengaruhi dan menginspirasi sejumlah tendensi pemikiran dan langkah politik Gus Dur. Namun, faktanya, pembaca Das Kapital pada usia 14 tahun ini tidak sungkan melemparkan kritik terhadap beberapa titik lemah dari sebuah aksi pembebasan serta sinisme atas ‘impotensi’ unsur kebudayaan tertentu, tak terkecuali predikasi miring Marx kepada agama sebagai the opium of the people. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Marx, gerakan bisa dikatakan revolusioner ketika ia meniadakan agama di dalam dirinya. Tak sebatas kritik,Gus Dur pun menggariskan bahwa model pembebasan yang hakiki adalah pembebasan yang senantiasa berakar dan terarah pada penghargaan setinggi-tingginya terhadap kehidupan sosial manusiawi (human social life) (hlm 254). Garis ide ini tidak hanya menyadari pentingnya sebuah gerakan pembebasan dari jerat hegemoni penindasan demi kemanusiaan, tapi juga memberi jaminan perlakuan manusiawi tetap berlangsung dalam rangkaian prosesi maupun ‘capaian final’ gerak pembebasan itu sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak aneh bila Gus Dur akhirnya memilih aksi pembebasan yang ia sebut sebagai perubahan struktural ‘tanpa Marx’ atau transformasi struktural nonrevolusioner. Poin nonrevolusioner menjadi penting karena bagi Gus Dur, revolusionerisme memiliki ‘sisi gelap’, yakni memosisikan unsur kultural tidak sebagai kebudayaan yang berdiri sendiri dan berhak hidup, tapi hanya sebagai aparat ideologis bagi tercapainya revolusi (hlm 89). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian keragaman dikorbankan demi suksesnya revolusi, yang kemudian melahirkan penyeragaman dan kelembagaan. Dari penyeragaman ini terjadi apa yang disebut Gus Dur sebagai revolusi yang tercuri (the stolen revolution) untuk menjaga dan mengonsolidasikan kehadiran satu pihak saja yang memenangkan revolusi seperti yang terjadi pada Revolusi Iran 1979 atau ‘pencurian’ Joseph Stalin atas Revolusi Bolsjewik 1917 yang menciptakan diktator komunisme (hlm 70). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecenderungan ideologisasi dari gerakan inilah yang dihindarkan Gus Dur pada Islam, yang hanya akan menciptakan eksklusivisme dan ekstremisme, meskipun berangkat dari ‘paradigma pembebasan’. Baginya, agama memang menyimpan kekuatan pembebasan, tetapi dunia memiliki mekanisme perubahan tersendiri sehingga bahaya ketika agama diturunkan ke level ‘teknis’ (penentu), sebab ia bisa menjelma kekuasaan yang menindas atas nama ‘otoritas surga’. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini sejalan dengan hakikat pembebasan yang ia gariskan sebagai ‘...pembebasan tanpa dasar dan landasan apa pun,kecuali manusia itu sendiri. Jadi sangat eksistensialis (hlm 87).’ Di sinilah pentingnya meletakkan Islam sebagai etika sosial. Orientasi (pembebasan) etis yang dipegang Gus Dur merujuk pada satu tujuan politik yang tidak mengandaikan adanya struktur politik tandingan dari tatanan yang ingin diubah sehingga sebuah gerakan akan terselamatkan dari watak ideologis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penekanan pada watak etis ini merupakan sinambung dari pilihan strategi pembebasan Gus Dur yang tidak bersifat sosio-politis, tapi lebih pada sosio-kultural (hlm 95).Keyakinan ini pernah dipraktikkan Gus Dur ketika berhadapan dengan hegemoni pembangunanisme Orde Baru melalui usaha membangkitkan fungsi transformatif Islam sebagai kritik atas praktik penindasan sembari melakukan kerja-kerja praksis yang terkait langsung dengan kebutuhan riil masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kaitan inilah ide pribumisasi Islam tak melulu bersifat budaya. Bagi Gus Dur, pribumisasi Islam adalah conditio sine qua non bagi tergeraknya fungsi etis sosial dari Islam. Karena Islam sudah melerai ketegangan dengan kebudayaan––melalui pribumisasi budaya, Islam tak lagi terjebak dalam perjuangan simbolis selayaknya formalisasi syariat.Islam yang telah membumikan lambaran kulturnya akhirnya bisa naik pada tataran nilai utama (Welstanschauung) dari Islam sendiri, yang tertuju pada keadilan (al-’adalah), persamaan (al-musawah), dan demokrasi (syura).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pentingnya tiga nilai ini menjadi cita utama Islam karena Gus Dur melihat watak universal dari Islam yang melakukan perlindungan terhadap lima hak dasar manusia (al-kulliyat alkhams) berupa perlindungan terhadap hak hidup, berpikir, berkeyakinan, hak milik pribadi, dan kesucian keluarga. Hak dasar inilah yang menjadi tujuan utama maslahat (ghayatul mashlahat) dan menjadi tujuan utama syariat (maqashid al-syari’ah). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, nilai keadilan, persamaan (di muka hukum), dan demokrasi adalah kondisi struktural yang harus diwujudkan demi tergeraknya perlindungan terhadap hak dasar kemanusiaan tadi. Term transformatif dalam buku ini menjadi epistemologi kunci bagi kelahiran ide-ide segar dan sejumlah aksi perjuangan Gus Dur baik yang menyentuh wacana keagamaan, kebudayaan maupun ilmu sosial.Ada kesan, penulis berusaha melampaui mainstreamtipologisasi atas corak intelektualisme Gus Dur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kritik disasarkan pada sejumlah ‘bias paradigmatis’ para peneliti saat mengotakkan pemikiran Gus Dur pada isme-isme tertentu.Kendati demikian, kritik tersebut sejatinya tidak sampai menganulir secara radikal, sebab yang berbeda dari ‘temuan baru’ ini dengan beberapa paham yang dialamatkan pada Gus Dur sebelumnya, semacam liberalisme, sekularisme, neomodernisme, pluralisme, atau pribumisasi Islam, terletak pada cita utama dan arah gerakan pemikiran Gus Dur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau yang lain memahami watak pemikirannya sebagai kesadaran pembaruan atas ‘keloyoan’ tradisi, maka watak transformatif mengandaikan pembaruan tersebut tak ubahnya ‘jembatan’ yang terhubung dengan cita pembebasan dari struktur politik otoriter yang tidak memihak.(*) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahbib Khoiron&lt;br /&gt;Mahasiswa Filsafat Islam, ICAS Jakarta&lt;br /&gt;Harian Seputar-Indonesia&lt;br /&gt;8 Agustus 2009&lt;br /&gt;Bagi yang berminat bisa menghubungi Syaiful Arif (081316299209) &lt;br /&gt;atau penerbit Kokoesan (085868685177)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-8405150916671744270?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/8405150916671744270/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=8405150916671744270' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/8405150916671744270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/8405150916671744270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2009/10/resensi-buku-gus-dur-dan-ilmu-sosial.html' title='Resensi buku Gus Dur dan Ilmu Sosial Transformatif'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-2026490859014744851</id><published>2009-10-12T23:57:00.000-07:00</published><updated>2009-10-13T00:01:24.971-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi Buku'/><title type='text'>Kesederhanaan dalam Puisi-Puisi Dad Munirah. (kumpulan Puisi "Perkawinan Cinta")</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/StQlrbSiY1I/AAAAAAAAAHQ/pztTg-7bH8w/s1600-h/kumpulan+puisi+nia.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 90px; height: 130px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/StQlrbSiY1I/AAAAAAAAAHQ/pztTg-7bH8w/s320/kumpulan+puisi+nia.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5391976081859437394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Write a New Note&lt;br /&gt;Kesederhanaan dalam Puisi-Puisi Dad Munirah. (kumpulan Puisi "Perkawinan Cinta")Share&lt;br /&gt; Yesterday at 5:07pm | Edit Note | Delete&lt;br /&gt;Berdasarkan pandangan Chairil Anwar nilai karya sastra ditentukan oleh sejauh mana ekspresi bahasanya sebagai bagiannya mampu mendukung ‘pokok’nya dalam hal ini gagasan yang mau disampaikan dalam suatu karya sastra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah yang kita temukan dalam Buku kumpulan puisi “Perkawinan Cinta” karya Dad Munirah ini. Menurut sastrawan Ahmadun Yosi Herfanda, yang ditulis dalam Epilog buku ini, Sajak yang indah tidak mesti dibangun dengan konsep puitika yang rumit. Sebab keindahan sebuah sajak pun dapat dibangun dengan puitika yang sederhana, bening dan komunikatif. Dan melalui buku kumpulan sajak ini, Dad Murniah (Nia), penyair yang juga peneliti dan pakar bahasa, telah membuktikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dad Murniah, lahir di Pontianak, 16 September 1959. keturunan Dayak Maanyan, Kalimantan Tengah. Masa kecil dihabiskan di Jakarta, Solo, dan Purwokerto. Menyelesaikan Pendidikan di SMA 1 Purbalingga, S1 Fakultas Sastra dan Budaya, Universitas Diponegoro, Semarang dan S2 di Universitas Indonesia. Telah lama menulis puisi ketika masih menjadi mahasiswi Fakultas Sastra Universitas Diponegoro, tahun 1980-an, dengan memakai nama “Nia Samsihono” dan sering dimuat di media massa terbitang semarang. Beliau pernah menjadi kepala kantor bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara (2003-2007), dan kini menjadi Kepala Sub Bidang Informasi dan Publikasi Pusat Bahasa Depdiknas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang peneliti sastra dan pakar Bahasa, Dad Murniah (Nia), bisa saja mengambil diksi metaphora dengan bermain-main pada konsep puitika yang rumit, tetapi beliau lebih memilih yang sederhana, agar lebih mudah dicerna para pembaca. Dan tentunya sebagaimana Pendapat penyair legendaries Indonesia Chairil Anwar, akan lebih mudah menyampaikan gagasan pokoknya dalam Puisi tersebut. Seperti puisi dengan judul “Aku Sembunyikan “ di Bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku Sembunyikan” : buat F&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sembunyikan sarungmu&lt;br /&gt;Supaya istrimu mencarinya&lt;br /&gt;Tapi ternyata tidak dan itu menunjukkan &lt;br /&gt;Bahwa aku lebih peduli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sembunyikan sarungmu&lt;br /&gt;Supaya ingatanmu tertinggal di sini&lt;br /&gt;Dan jika aku rindu&lt;br /&gt;Akan bergelung membisu di dalamya&lt;br /&gt;Sambil menatapi kenangan-kenangan&lt;br /&gt;Yang kita rangkai luruh satu per satu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sembunyikan sarungmu&lt;br /&gt;Agar semua orang tahu&lt;br /&gt;Bahwa kamu pernah bersamaku&lt;br /&gt;Mengukir cerita merangkai kata-kata&lt;br /&gt;Menjadi mozaik yang tak puasnya terpandangi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sembunyikan sarungmu&lt;br /&gt;Karena dari itu aku tahu&lt;br /&gt;Bahwa ada ikatan yang tak pernah sirna&lt;br /&gt;Menyatu pada dua hati yang padu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegelisahan, kerinduan, dan Ada juga puisi dengan tema seksualitas. Diungkapkan dengan cara bertutur yang naratif dengan bahasa yang sederhana tetapi punya daya evokasi yang kuat. Daya Evokasi dalam puisi bisa diartikan secara mudah sebagai sebuah kekuatan dari kata yang di ambil atau kalimat yang dipungut untuk menjelaskan gagasan dari penyairnya. gagasan yang di maksud bisa juga tema yang ingin di sampaikan oleh penyair Puisi tentang seksualitasnya berbicara dengan terbuka, tanpa terjebak pada pornografi. Bahkan bisa memberikan pada pembaca tidak saja makna konseptual tapi juga makna imajinatif. Seperti pada puisi “Tutur kata”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tutur Kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku suka tatapmu &lt;br /&gt;Yang jernih bagai telaga&lt;br /&gt;Dan aku suka hitam mata yang kau bawa&lt;br /&gt;Karena darinya aku dapat menjalin kata&lt;br /&gt;Dengan getaran seribu bahasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu katamu&lt;br /&gt;Aku suka seluruh dirimu&lt;br /&gt;Tatap matamu, desah suaramu,&lt;br /&gt;Getar bibirmu, hangat tubuhmu,&lt;br /&gt;Aroma keringatmu, dan lender&lt;br /&gt;Vaginamu……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu&lt;br /&gt;Debur ombak dengan lekuk gelombang&lt;br /&gt;Terseret angin barat, dan adakah nyalimu&lt;br /&gt;Mengarunginya?&lt;br /&gt;Lalu&lt;br /&gt;…………………………………………………..&lt;br /&gt;……………………………………………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak juga puisi Dad (nia) semacam sebuah catatan perjalanan yang dituangkan dalam puisi, berbicara tentang sebuah keindahan alam atau lokasi saat Dad (nia) bertugas ataupun saat berlibur. Kalimantan, jawa, lombok, bali, sulawesi, singapura, manila, wina, dan Praha. Puisi-puisinya merupakan deskripsi atas sebuah tempat juga kenangan-kenangan yang sangat mendalam dan berkesan bagi dad (nia). Seperti puisi yang ditulis di Kendari Sulawesi Tenggara dengan judul:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arus Lasolo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunyi merambat dari pohon nipah ke nipah&lt;br /&gt;Yang berjajar rapi di tepi sungai Lasolo&lt;br /&gt;Ada cerita menjalar dalam aliran &lt;br /&gt;Dari andowiya ke Tapunggaya&lt;br /&gt;Tentang gadis Tolaki&lt;br /&gt;Yang menumpahkan hasrat&lt;br /&gt;Pada kilau purnama&lt;br /&gt;Dan hentakan tari lulo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dendang mengambang&lt;br /&gt;Ke hilir dengan perlahan&lt;br /&gt;Menyentuh daun-daun pakis&lt;br /&gt;Dan runcing kulit buaya yang bersembunyi&lt;br /&gt;Di antara batang-batang bakau&lt;br /&gt;Bertutur tentang kesedihan&lt;br /&gt;Dan ratapan istri&lt;br /&gt;Saat suami bertukar kerling&lt;br /&gt;Di pesta tari dan pongasi.&lt;br /&gt;…………………………….&lt;br /&gt;………………………………..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara keseluruhan 75 puisi yang ada dalam kumpulan buku puisi “perkawinan cinta” ini akan kita temukan sebuah kesederhanaan dalam berpuisi, tapi kesederhanaan yang bisa membuat terpesona dan mengesankan pembaca. Baik diksi-diksinya maupun citraan-citraannya. Memang menurut saya ada juga puisi yang masih bisa diperindah lagi baik dari segi pemilihan diksi, citraan maupun idiom. Tetapi secara keseluruhan buku puisi ini berhasil memberikan sentuhan estetika bagi para pembaca dan juga mentranformasikan kata-kata menjadi sebuah makna yang konseptual, imajinatif, sekaligus misterius. Sebuah buku kumpulan puisi yang layak kita miliki dan kita apresiasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;Madiun, 12/09/2009&lt;br /&gt;Arif Gumantia&lt;br /&gt;Juru Tulis penggemar nasi pecel.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-2026490859014744851?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/2026490859014744851/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=2026490859014744851' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/2026490859014744851'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/2026490859014744851'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2009/10/kesederhanaan-dalam-puisi-puisi-dad.html' title='Kesederhanaan dalam Puisi-Puisi Dad Munirah. (kumpulan Puisi &quot;Perkawinan Cinta&quot;)'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/StQlrbSiY1I/AAAAAAAAAHQ/pztTg-7bH8w/s72-c/kumpulan+puisi+nia.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-9111874421061734112</id><published>2009-10-07T01:56:00.001-07:00</published><updated>2009-10-07T01:58:20.452-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='religiusitas'/><title type='text'>17/16 Oleh: Ahmad Syafii Maarif</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SsxYGpQ46kI/AAAAAAAAAHI/b1M6SCKyH7c/s1600-h/Gempa-padang-(kiriman)-dalamr.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 285px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SsxYGpQ46kI/AAAAAAAAAHI/b1M6SCKyH7c/s320/Gempa-padang-(kiriman)-dalamr.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5389779725234793026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gempa Sumatra telah mendorong sebagian orang untuk memberikan tafsiran spiritual. Tafsiran semacam ini tentu boleh saja, asal tidak dibuat kesimpulan yang serbapasti sebab kita tidak tahu keterkaitan hukum alam dengan kelakuan busuk manusia. Kita hanya mungkin menghubung-hubungkannya secara positif spekulatif. Di seberang itu, Allah yang Mahatahu, ilmu manusia terbatas adanya. Berspekulasi untuk suatu kebaikan tidaklah terlarang, apalagi itu bertujuan agar masyarakat luas, kita semua, menjadi sadar akan segala dosa dan dusta yang mungkin telah dilakukan dan tidak jarang berlindung di bawah naungan ayat-ayat suci, seperti perbuatan teror yang terjadi selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, pada 02 Oktober 2009, pukul 19.43, dari seorang yang tidak menyebut nama, saya menerima SMS sebagai berikut. Gempa Sumatra Barat terjadi tepat pukul 17.16 WIB, sementara QS 17 (Al-Isra) ayat 16 berbunyi, Dan, jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, Kami perintahkan orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menaati Allah), tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu. Maka, sudah sepantasnya berlaku perkataan (ketentuan Kami). Kemudian, Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya. Laa hawla wa laa quwwata illaa billaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SMS yang satu lagi dikirim oleh penyair Bung Taufiq Ismail yang tertanggal 05 Oktober 2009 pukul 06.01. Bunyinya, Asw. Kaitan antara gempa Padang pukul 17.16 dengan AQ [Alquran] 17:16 ditemukan oleh seorang ulama muda. Dahsyat. Saya terpukau. Baik kita renungkan bersama. Saya rasa, SMS semacam ini telah beredar secara luas, tentu dengan tujuan mulia agar bangsa ini, kita semua, tidak terus berkubang dalam perbuatan yang dimurkai Allah sehingga alam mengamuk. Dalam Alquran, kaitan antara kedurhakaan manusia dengan kemarahan alam banyak kita temui. Ingat, kisah Nabi Nuh yang dilecehkan kaumnya, kesombongan kaum Ad, kaum Tsamud, kepongahan Fir'aun, dan banyak lain. Tujuan moral dari semua kisah ini satu: agar manusia tidak larut dalam dosa, tidak lupa daratan, tidak lupa lautan, harus cepat kembali ke jalan yang benar. Sebab, alam semesta ini ada Pencipta dan Penjaganya. Manusia tidak boleh berbuat semau gue , seenak nafsunya di muka bumi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan musibah Sumatra, Jawa, dan pulau-pulau lain? Apakah manusia di kawasan-kawasan ini sudah demikian jauh melampaui batas ketentuan Allah sehingga alam diperintahkan untuk mengajar mereka? Jawabannya, kita hanya bisa berspekulasi, mencocok-cocokkan, tidak lebih dari itu. Kebetulan gempa Padang pada 30 September lalu terjadi pukul 17.16 tersambung dengan Alquran surat 17 ayat 16. Apakah kelakuan orang Minang sudah sangat buruk, lalu diajar dengan gempa dahsyat itu? Bagaimana Jakarta sebagai pusat kekuasaan dan pusat bisnis yang sarat dengan kongkalingkong, korupsi, dan nepotisme serta segala tipe kelakuan busuk lainnya, hanya menanti giliran? Kita tidak bisa mengatakannya. Yang perlu kita lakukan ialah kita semua eling (Jawa, ingat dan sadar) agar petualangan dosa yang kita lakukan tidak diteruskan. Siapa tahu dengan eling itu, bangsa ini tidak lagi terus-menerus dilanda musibah dan bencana berulang-ulang yang sungguh ngeri dan mematikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak membela kelakuan buruk sebagian orang Minang, tetapi kelakuan semacam itu dapat kita jumpai pada semua etnis di nusantara. Jika berbeda, tentu kadar dan coraknya saja. Bagaimana dengan gempa dan tsunami Aceh akhir Desember 2004 yang jauh lebih dahsyat, gempa Yogya Mei 2006. Apakah orang Aceh atau orang Yogya telah demikian jauhnya dari jalan yang benar sehingga alam harus memukulnya? Sekali lagi, kita tidak bisa menjawabnya. Namun, menurut agama, kita tidak boleh berburuk sangka kepada Allah. Semua kejadian, yang baik dan yang buruk, tidak satu pun yang luput dari pengetahuanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban kita adalah membantu saudara-saudara kita yang ditimpa musibah dengan tidak menghubung-hubungkannya dengan dosa yang mungkin telah dilakukan. Dalam Alquran, ada diktum yang misterius bahwa fitnah (cobaan/ujian), azab, musibah, atau bencana tidak ditimpakan kepada mereka yang zalim semata, yang baik pun bisa terkena, Dan takutlah/awaslah kamu terhadap fitnah yang tidak hanya menimpa khusus mereka yang zalim (QS Al-Anfal: 25). Maka, adalah kewajiban orang baik untuk melawan dan meniadakan penyebab fitnah agar kezaliman tidak merajalela. Gempa Sumbar, entah gempa mana lagi, karena rangkaian kepulauan nusantara memang rentan terhadap berbagai bencana alam, harus dihadapi dengan sikap positif melalui solidaritas yang tinggi terhadap saudara-saudara kita yang sedang mendapat cobaan berat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-9111874421061734112?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/9111874421061734112/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=9111874421061734112' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/9111874421061734112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/9111874421061734112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2009/10/1716-oleh-ahmad-syafii-maarif.html' title='17/16 Oleh: Ahmad Syafii Maarif'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SsxYGpQ46kI/AAAAAAAAAHI/b1M6SCKyH7c/s72-c/Gempa-padang-(kiriman)-dalamr.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-1162946125773166896</id><published>2009-10-02T18:25:00.000-07:00</published><updated>2009-10-02T18:29:14.229-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Musik'/><title type='text'>"Laron-Laron" MAKARA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/Ssao185xOwI/AAAAAAAAAHA/coqTCGAxD3o/s1600-h/Laron_160.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 160px; height: 270px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/Ssao185xOwI/AAAAAAAAAHA/coqTCGAxD3o/s320/Laron_160.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388179649030339330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1986, saat saya masih SMA Grup Makara adalah band yang muncul dari kampus UI. Terdiri atas Januari Irawan (bas),Andy Julias (drums),Kadri (vokal),Adi Adrian (keyboards), Agus Anhar (gitar) dan Harry Moekti (vokal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada album ini,Makara dengan terus terang menyatakan bahwa musiknya bernafas "art metal" apakah ini sebuah aliran atau Genrebaru ? Jika kita menyimak dengan seksama album perdana ini, maka kita akan menangkap adanya warna "art rock" istilah yang berkembang di era 70-an untuk menyebut jenis musik rock progresif..dalam beberapa komposisinya akan kita temukan warna ELP, Genesis, Saga, dan Yes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irama yang dimainkan memang sangat dinamis.Pola permaianan gitar Agus Anhar memang terbius dari penggalan riff riff metal.Jadi dari sinilah mungkin Makara lalu membabptis diri sebagai kelompok pengusung Art Metal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam album ini terlihat juga bagaimana Makara ingin memasukkan unsure musik tradisional. Di beberapa track tersirat adanya musik tradisional kita.Semisal pada lagu "Di Dunia Angan" tersibak atmosfer pentatonik Bali.Bahkan pada lagu "Fabel" mencuat pengaruh alam Minang lewat atmosfer instrumen Talempong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu yang menjadi Hit dan diputar di radio-radio saat itu adalah lagu “laron-laron” sebuah metaphora tentang urbanisasi dengan lirik yang cerdas dan kritis. Perpaduan vocal hari mukti yang kuat dengan kadri sungguh bisa membangun gagasan atau pesan pada lagu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LARON-LARON&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;secercah cahaya dalam kegelapan&lt;br /&gt;dian menyala dan membagi terang&lt;br /&gt;laron-laron terpesona datang menghampiri&lt;br /&gt;namun hangus dalam nyala api dia yang panas membara&lt;br /&gt;oh oh wo woh....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namun dian tetap indah dan menyala megah&lt;br /&gt;beribu laron datang lagi dan kembali musnah&lt;br /&gt;tiada sadar bahaya dibalik keindahan&lt;br /&gt;berselubung berjuta kehangatan dan kenikmatan dunia&lt;br /&gt;wo hoo wo ho...&lt;br /&gt;wo wo wo ho....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;reff :&lt;br /&gt;apakah engkau juga laron yang terpedaya&lt;br /&gt;apakah engkau ingin jadi laron tertipu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;laron-laron desa berduyun-duyun ke kota&lt;br /&gt;menuju gemerlap lampu-lampu yang indah&lt;br /&gt;dengan harapan dan impian tentang nirwana&lt;br /&gt;namun apa yang ditemui hanyalah sejuta kecewa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wo ho wo ho... 2x&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TRACKLIST&lt;br /&gt;1.LARON LARON&lt;br /&gt;2.ROSITA&lt;br /&gt;3.SANGKAKALA&lt;br /&gt;4.LEGENDA MASA DEPAN&lt;br /&gt;5.MENANTI BERITA&lt;br /&gt;6.RONTA JIWA&lt;br /&gt;7.KALA PERTAMA&lt;br /&gt;8.FABEL&lt;br /&gt;9.POLEMIK&lt;br /&gt;10.DI DUNIA ANGAN ANGAN&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-1162946125773166896?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/1162946125773166896/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=1162946125773166896' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/1162946125773166896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/1162946125773166896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2009/10/laron-laron-makara.html' title='&quot;Laron-Laron&quot; MAKARA'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/Ssao185xOwI/AAAAAAAAAHA/coqTCGAxD3o/s72-c/Laron_160.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-667955698158305723</id><published>2009-10-01T20:30:00.001-07:00</published><updated>2009-10-01T20:30:51.135-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='religiusitas'/><title type='text'>Lebaran, kupat, dan janur.</title><content type='html'>Sebuah ajaran yang di sampaikan sunan bonang melalui symbol budaya jawa. Menurut sunan bonang, kita harus berpuasa dengan ikhlas dan hanya mencari ridho Tuhan agar setelah puasa bisa menikmati kupat. “kupat” adalah makanan khas saat lebaran. Berupa nasi putih yang di masak di dalam janur. “janur” di sini adalah daun kelapa yang masih muda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunan bonang mengartikan kupat sebagai laku sing papat atau empat keadaan yang dianugerahkan oleh Tuhan kepada orang yang berpuasa dengan keikhlasan dan kesungguhan. Yaitu : Lebar, Lebur, Luber, dan Labur. Lebar berarti telah menyelesaikan puasanya dengan melegakan. Lebur berarti terhapus semua dosa yang dilakukan di masa lalu, Luber berarti melimpah ruah pahala amal-amalnya. Dan Labur berarti bersih dirinya dan cerah-bercahaya wajah dan hatinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan “janur” sendiri diartikan oleh beliau sebagai Jatining Nur, dalam pengertian kalau kita dapat berpuasa dengan penuh keyakinan dan keteguhan sikap (iman) dan penuh perhitungan serta kehati-hatian (ihtisaab) pada bulan syawal kita akan mendapat jatining Nur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jatining nur inilah yang sejatinya di sebut fitrah. Memperoleh jatining nur berarti telah kembali ke Fitrah. Yang akan ditandai dengan perubahan perilaku dari yang semula tidak baik menjadi baik dan semula baik menjadi lebih baik lagi. Mereka yang kembali ke fitrah dengan “jatining nur” dan “laku sing papat” adalah mereka yang tawadhu’, jauh dari kesombongan, dan tidak mau bersikap sewenang-wenang atau melanggar hak orang lain seperti korupsi misalnya, baik korupsi materi maupun korupsi perilaku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi orang yang mendapat “jatining nur” dan “laku sing papat” adalah orang yang lembut dan santun terhadap sesame umat tetapi sekaligus tegas dan berani melawan ketidak adilan. Masing-2 diri kitalah yang dapat menentukan apakah kita berpuasa untuk meraih “jatining nur” dan “laku sing papat” ataukah hanya menjadikannya sebagai basa-basi agar tercitrakan sebagai orang yang saleh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-667955698158305723?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/667955698158305723/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=667955698158305723' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/667955698158305723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/667955698158305723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2009/10/lebaran-kupat-dan-janur.html' title='Lebaran, kupat, dan janur.'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-3164038237976341704</id><published>2009-09-30T18:39:00.000-07:00</published><updated>2009-09-30T18:40:30.777-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel ekonomi'/><title type='text'>Ekonomi Kerakyatan</title><content type='html'>Perekonomian telah terjajah oleh sistem dan situasi ekonomi asing, setelah mengalami penderitaan krisis moneter 1997-1998 lalu. Seperti yang pernah dikatakan oleh pakar ekonomi kerakyatan dari Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Prof. Dr. Mubyarto (alm) dalam kutipannya di situs tokohindonesia.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Akibatnya ekonomi Indonesia kembali terjajah oleh ekonomi asing. Inipun pada 1988 sebenarnya sudah diperingatkan, namun rupanya diabaikan oleh para teknokrat kita,” ujar Mubyarto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana terjadi pemerintah Orde Baru yang sangat kuat dan stabil, memilih strategi pembangunan berpola “konglomeratisme” yang menomorsatukan pertumbuhan ekonomi tinggi dan hampir-hampir mengabaikan pemerataan. Ini merupakan strategi yang berakibat pada “bom waktu” yang meledak pada tahun 1997 saat awal reformasi politik, ekonomi, sosial, dan moral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi perekonomian dunia saat ini juga kembali mengalami kondisi yang sama buruknya. Kondisi yang disebabkan oleh krisis ekonomi di AS, telah menyeret seluruh negara di dunia. Bahkan seluruh negara Asia yang sepuluh tahun lalu mengalami krisis kembali diguncang kekhawatiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan terjadinya krisis ekonomi di AS ini, telah membuat banyak pengamat mencari solusi sistem ekonomi alternatif, termasuk sistem ekonomi kerakyatan, dan koperasi yang pernah diusung oleh mantan Wakil Presiden Republik Indonesia pertama Muhammad Hatta (alm).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia sebagai satu-satunya negara yang menganut sistem perekonomian pancasila, ternyata pada krisis moneter beberapa tahun lalu tidak mampu mengatasi dan tidak mempunyai solusi efektif yang dapat menambah percepatan perbaikan perekonomian nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kondisi perekonomian di AS yang carut marut, hingga membawa imbas ke seluruh dunia, membuat Indonesia kembali was-was. Ditambah dengan menjalankan sistem perekonomian Indonesia yang dianggap Mubyarto para penganut sistem perekonomian di tanah air sudah keblinger.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak medio 80-an bersamaan dengan datangnya globalisasi negara-negara industri terhadap negara dunia ketiga menurut kacamata Mubyarto sistem perekonomian Indonesia telah gagal mengatasi serangan pengaruh dari sistem perekonomian asing, terutama kapitalis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kegagalan terjadi karena politik ekonomi diarahkan pada akselerasi pembangunan yang lebih mementingkan pertumbuhan ekonomi tinggi ketimbang pemerataan dari hasil-hasilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan lelaki kelahiran Kota Pelajar itu mengatakan sebenarnya sejak terjadinya peristiwa malapetaka 15 Januari (Malari) 1974, slogan Trilogi Pembangunan sudah berhasil dijadikan “teori” yang mengoreksi teori ekonomi pembangunan yang hanya mementingkan pertumbuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trilogi pembangunan terdiri atas stabilitas nasional yang dinamis, pertumbuhan ekonomi tinggi, dan pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya. Namun sayangnya slogan yang baik ini justru terkalahkan karena sejak 1973/74 selama 7 tahun Indonesia di”manja” bonansa minyak yang membuat bangsa Indonesia “lupa daratan”. Rezeki nomplok minyak bumi yang membuat Indonesia kaya mendadak telah menarik minat para investor asing untuk ikut “menjarah” kekayaan alam Indonesia hingga sekarang, seperti perusahaan Exxon, Freeport dan Shell.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekonom Emil Salim (alm) pada tahun 1966 mengatakan roda kegiatan ekonomi bangsa digerakkan oleh rangsangan ekonomi, sosial, dan moral Ada kehendak kuat warga masyarakat untuk mewujudkan kemerataan sosial yaitu tidak membiarkan terjadi dan berkembangnya ketimpangan ekonomi dan kesenjangan sosial. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat nasionalisme ekonomi, dalam era globalisasi makin jelas adanya urgensi terwujudnya perekonomian nasional yang kuat, tangguh, dan mandiri. Demokrasi ekonomi berdasar kerakyatan dan kekeluargaan. Koperasi dan usaha-usaha kooperatif menjiwai perilaku ekonomi perorangan dan masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keseimbangan yang harmonis, efisien, dan adil, antara perencanaan nasional dengan desentralisasi ekonomi dan otonomi yang luas, bebas, dan bertanggungjawab, menuju perwujudan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pun yang diharapakan dari peran negara dalam melaksanakan program ekonomi dan sosial:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Harus dengan sungguh-sungguh menjalankan amandemen UUD 1945 pasal 33 dan 2 ayat baru pada pasal 34 tentang pengembangan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan pemberdayaan masyarakat lemah dan tidak mampu (ayat 2), dan tanggungjawab negara dalam penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak (ayat 3). Di samping itu pasal 31, yang semula hanya terdiri atas 2 ayat, tentang pengajaran sangat diperkaya dan diperkuat dengan penggantian istilah pengajaran dengan pendidikan. Selama itu pemerintah juga diamanatkan untuk menyelenggarakan sistem pendidikan nasional yang mampu meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, dan untuk semua itu negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya duapuluh persen dari nilai APBN dan APBD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Demikian jika ketentuan-ketentuan baru dalam penyelenggaraan program-program sosial ini dipatuhi dan dilaksanakan dengan baik, sebenarnya otomatis telah terjadi koreksi total atas sistem perekonomian nasional dan sistem penyelenggaraan kesejahteraan sosial kita yang tidak lagi liberal dan diserahkan sepenuhnya pada kekuatan-kekuatan pasar bebas. Penyelenggaraan program-program sosial yang agresif dan serius yang semuanya dibiayai negara dari pajak-pajak dalam APBN dan APBD akan merupakan jaminan dan wujud nyata sistem ekonomi Pancasila&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak orde reformasi, terutama sejak Sidang Istimewa Majelis Permusyawaratan Rakyat tahun 1998, menjadi populer istilah ekonomi kerakyatan sebagai sistem ekonomi yang harus diterapkan di Indonesia, yaitu sistem ekonomi yang demokratis yang melibatkan seluruh kekuatan ekonomi rakyat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang berpendapat bahwa sejak krismon 1997 Indonesia telah men¬jadi korban arus besar “globalisasi” yang telah menghancur-leburkan sendi-sendi kehidupan termasuk ketahanan moral bangsa. “Diagnosis” tersebut menurut pendapat Mubyarto benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1979 Mubyarto mengajukan ajaran ekonomi alternatif yang disebut ekonomi pancasila. Pada tahun 1981 konsep Ekonomi Pancasila dijadikan “polemik nasional” selama 6 bulan tetapi selanjutnya digemboskan dan ditenggelamkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada buku baru yang kami tulis di AS bersama seorang rekan Prof. Daniel W. Bromley “A Development Alternative for Indonesia”, bab 4 kami beri judul The New Economics of Indo¬nesian Development: Ekonomi Pancasila, dengan isi (1) Partisipasi dan Demokrasi Ekonomi, (2) Pembangunan Daerah bukan Pembangunan di Daerah, (3) Nasionalisme Ekonomi, (4) Pendekatan Multidisipliner dalam Pembangunan, dan (5) Pengajaran Ilmu Ekonomi di Universitas. Kesimpulan dalam sistem Ekonomi Pancasila, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dapat dicapai melalui etika, kemanusiaan, nasionalisme, dan demokrasi/kerakyatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekonomi yang diperkenalkan kaum neoklasik versi Amerika Serikat yang agresif khususnya dalam ketundukannya pada aturan-aturan tentang kebebasan pasar, ternyata keliru menganggap bahwa ilmu ekonomi adalah obyektif dan bebas nilai. Dan semuanya tidak tepat sebagai obat bagi masalah-masalah yang dihadapi masyarakat Indonesia dewasa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem Ekonomi Kerakyatan adalah Sistem Ekonomi Nasional Indonesia yang berasas kekeluargaan, berkedaulatan rakyat, bermoral Pancasila, dan menunjukkan pemihakan sungguh-sungguh pada ekonomi rakyat. Syarat mutlak berjalannya sistem ekonomi nasional yang berkeadilan sosial adalah berdaulat di bidang politik, mandiri di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang budaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moral Pembangunan yang mendasari paradigma pembangunan yang berkeadilan sosial mencakup: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. peningkatan partisipasi dan emansipasi rakyat baik laki-laki maupun perempuan dengan otonomi daerah yang penuh dan bertanggung jawab; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. penyegaran nasionalisme ekonomi melawan segala bentuk ketidakadilan sistem dan kebijakan ekonomi; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. pendekatan pembangunan berkelanjutan yang multidisipliner dan multikultural. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. pencegahan kecenderungan disintegrasi sosial; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. penghormatan hak-hak asasi manusia (HAM) dan masyarakat; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. pengkajian ulang pendidikan dan pengajaran ilmu-ilmu ekonomi dan sosial di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Srategi pembangunan yang memberdayakan ekonomi rakyat merupakan strategi melaksanakan demokrasi ekonomi yaitu produksi dikerjakan oleh semua untuk semua dan di bawah pimpinan dan penilikan anggota-anggota masyarakat. Kemakmuran masyarakat lebih diutamakan ketimbang kemakmuran orang seorang. Maka kemiskinan tidak dapat ditoleransi sehingga setiap kebijakan dan program pembangunan harus memberi manfaat pada mereka yang paling miskin dan paling kurang sejahtera. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah pembangunan generasi mendatang sekaligus memberikan jaminan sosial bagi mereka yang paling miskin dan tertinggal.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-3164038237976341704?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/3164038237976341704/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=3164038237976341704' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/3164038237976341704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/3164038237976341704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2009/09/ekonomi-kerakyatan.html' title='Ekonomi Kerakyatan'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-2828651967473033333</id><published>2009-09-27T08:51:00.000-07:00</published><updated>2009-09-27T08:52:14.151-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel sosial budaya'/><title type='text'>Kita Dan Kebudayaan</title><content type='html'>KITA DAN KEBUDAYAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdul Hadi W. M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu masalah yang memprihatinkan sekarang ini di bidang kajian ilmu-ilmu kebudayaan dan humaniora ialah simpang siur dan rancunya pengertian tentang kebudayaan. Ada yang mengaburkan arti kebudayaan dengan peradaban. Ada juga yang mengartikannya terlalu luas sehingga mencakup apa saja dalam kegiatan hidup manusia yang sebenarnya tidak bisa dimasukkan sebagai wilayah kebudayaan. Yang lain lagi mengartikan terlalu sempit sebatas kesenian,kesusastraan, arsitektur dan adat istiadat. Kesimpang siuran dan kekusutan pengertian itu sudah pasti berpengaruh terhadap upaya pengembangan dan penentuan kegiatan kebudayaan yang akan dilakukan, dan sudah pasti pula menimbulkan kebingungan dalam menyusun kebijakan dan strategi kebudayaan di masa depan.&lt;br /&gt;Memang begitu banyak takrif atau definisi yang diberikan terhadap kebudayaan dantidak sedikit di antaranya saling bertentangan, sehingga cukup membingungkan bagi orang yang baru belajar untuk mengerti masalah-masalah kebudayaan. Pada tahun 1960an misalnya Fakultas Sastra Universitas Gajah Mada disebut secara resmi sebagai Fakultas Sastra dan Kebudayaan. Beberapa tahun kemudian kata-kata Kebudayaan dihilangkan dan kini fakultas yang sama dirubah menjadi Fakultas Ilmu-ilmu Kebudayaan. Ini jelas mencerminkan kebingungan sejumlah sarjana. Nerkembangnya banyak teori dan pendekatan yang berbeda-beda pada masa yang akhir ini, telah menimbulkan aliran pemikiran yang berbeda-beda dan penekanan yang berbeda-beda pula tentang kebudayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebudayaan &lt;br /&gt;Taylor, seorang sarjana anthropologi Inggeris pada abad ke-19, sebagai contoh, memberi takrif sebagai berikut: “Kebudayaan ialah keseluruhan kompleks dari kehidupan, meliputi ilmu pengetahuan, kesenian, sastra, dogma-dogma agama, nilai-nilai moral, hukum, adat-istiadat masyarakat dan semua kemampuan dan kebiasaan yang diperoleh manusia dalam kedudukannya sebagai anggota masyarakat.” (`Effat al-Sharqawi 1981:6) Kata-kata ’semua kemampuan dan kebiasaan yang diperoleh manusia’ membuat rancunya pengertian kebudayaan dan peradaban (civilization). Padahal alat-alat atau sarana yang digunakan manusia untuk makan, tidur dan melakukan kegiatan lain berada dalam wilayah peradaban, begitu pula kesanggupannya menggunakan alat dan sarana tersebut, serta kemampuan mengembangkannya menjadi teknologi yang canggih.&lt;br /&gt;Kata-kata ‘kebudayaan’ pada mulanya diperkenalkan oleh Mangkunagara VII pada tahun 1920 untuk menerjemahkan kata-kata culture (Inggeris) atau kultur (Belanda). Kata-kata tersebut berasal dari kata-kata Jawa-Sanskerta ‘kabudidayan’ yang merupakan bentukan dari kata budi dan daya. Dalam bahasa Jawa kata ’kabudidayan’ biasanya digunakan untuk menyebut kegiatan mengolah tanah pertanian, sama dengan asal mula penggunaan culture dalam bahasa Inggeris yang erat kaitannya dengan kata agriculture (Fizee 1982). &lt;br /&gt;Dalam bahasa Sanskerta dan Jawa kata-kata ‘budhi’ diberi arti kesadaran atau kecerdasan akal. Kebudayaan di sini lantas dapat dirartikan sebagai upaya manusia untuk mengungkapkan kemampuan ’diri’nya dengan menggunakan kecerdasan akal budinya, dengan tujuan mengolah kehidupannya sebaik mungkin. Dalam bahasa Melayu kata budi juga diartikan sebagai kesadaran yang tumbuh disebabkan bekerjanya akal pikiran dan sarana kerohanian yang lain, seperti rasa, kalbu dan imaginasi. &lt;br /&gt;Kata-kata budi berpadanan arti dengan perkataan `aql dan fikr (akal dan pikiran) dalam bahasa Arab. Bertolak dari hal tersebut, kebudayaan dapat diartikan sebagai upaya manusia yang dilakukan secara sadar menggunakan akal pikiran untuk memberdayakan potensi kerohaniannya, agar mutu kehidupannya meningkat dan bertambah baik. Dengan demikian harkat dan martabatnya akan meningkat pula&lt;br /&gt;Sayangnya untuk perkataan civilization, di Indonesia kita tidak mengambil dari kata-kata Jawa-Sanskerta, tetapi dari kata-kata Melayu-Arab – yaitu ’peradaban’, dari akar kata adab, yang berarti civility atau sopan santun. Dalam kata adab, terkandung makna yang merangkum keterpelajaran, ketinggian pendidikan, sehingga seseorang yang memiliki adab berarti orang terpelajar, terdidik dan memiliki pengetahuan. Kata peradaban juga mensyaratkan perlunya pemilikikan kemampuan maksimal dalam menaati hukum, penggunaan teknologi dan teori-teori pengetahuan serta metodenya yang sedang berkembang. &lt;br /&gt;Masyarakat berperadaban, yang disebut Civil Society atau Masyarakat Madani, juga ditandai dengan ”kegemarannya belajar, membaca dan menulis”. Kemampuan menggunakan teknologi, metode ilmiah dan baca tulis diperlukan dalam rangka meningkatkan dan mengembangkan kemajuan khususnya di bidang ekonomi, politik dan kebudayaan. Tidak mengherankan apabila dalam bahasa Inggeris kata-kata adab (yang dalam bahasa Arab juga berarti sastra) diterjemahkan menjadi belle-lettres.Ini membawa alamat bahwa masyarakat atau bangsa yang berperadaban adalah bangsa yang memiliki tradisi baca tulis yang maju, sebagaimana ditunjukkan masyarakat Eropah, Amerika dan Jepang dewasa ini. &lt;br /&gt;Untuk menjernihkan pengertian ‘kebudayaan’ dan ‘peradaban’, ada baiknya kita menyimaknya dalam tradisi intelektual Barat dan Islam, di samping mencoba mencari pengertiannya dari tradisi intelektual Sanskerta atau Hindu-Jawa. Cara demikian sangat tepat, karena kebudayaan Indonesia bukan saja dipengaruhi kebudayaan Hindu-Jawa, tetapi dilapisi juga dan dipengaruhi oleh kebudayaan Islam-Melayu dan Eropah-Amerika. Penolakan terhadap salah satu tradisi intelektual akan berakibat buruk bagi perkembangan wacana keilmuan dan tidak akan mencapai tujuan yang diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadharah dan Madaniyah&lt;br /&gt;Dalam tradisi intelektual Islam (Arab-Persia-Melayu) untuk kata-kata kebudayaan digunakan kata-kata al-hadharah atau hadharah, sedangkan untuk kata-kata peradaban atau civilization digunakan kata-kata al-madaniyah atau madaniyah saja. Kata-kata yang sama pengertiannya dengan madaniyah ialah al-tsaqafah. &lt;br /&gt;Al-hadharah berasal dari kata kerja hadhara, artinya datang atau hadir, kebalikan dari tidak datang atau tidak hadir. Di sini perkataan hadhara diartikan sebagai ‘tinggal di wilayah perkotaan’. Sedangkan untuk ‘tinggal di kawasan pedesaaan’ disebut al-badiyah, darimana kata-kata baduwi (kehidupan nomaden) berasal. Orang desa yang pindah ke kota disebut hadharah, artinya berkebudayaan. Sedangkan orang yang tetap tinggal di pedesaan dan menjalani kehidupannya sebagai baduwi, disebut tidak berkebudayaan.&lt;br /&gt;Penggunaan kata-kata hadharah jelas berkaitan dengan adanya petunjuk bahwa yang utama dan hakiki dalam kebudayaan ialah adanya gerak, tindakan, perubahan, peningkatan pola dan gaya hidup, serta pertambahan kebajikan dan kearifan. Orang-orang yang tinggal di kota itu berkembang dan membentuk pola kehidupan tertentu untuk memperbaiki keadaan hidupmereka. Upaya perbaikan keadaan tersebut dilakukan melalui kerjasama, solidaritas sosial, tindakan-tindakan tertentu seperti mengembangkan pemikiran, pengetahuan, falsafah hidup, seni, sastra, bahasa, arsitektur, musik, pertukaran pikiran dan maklumat (informasi) tentang berbagai hal.&lt;br /&gt;Dalam bukunya al-Muqadimah Ibn Khaldun mengembangkan lebih jauh pengertian al-hadharah sebagai kebudayaan dalam arti sebenarnya. Dia berpendapat bahwa kebudayaan ialah kondisi-kondisi kehidupan yang melebihi dari apa yang diperlukan. Kelebihan-kelebihan tersebut berbeda-beda sesuai tingkat kemewahan yang ada pada kondisi tersebut. Menurut Ibn Khaldun, kehidupan tidak akan berkembang benar-benar kecuali di kota. Di kota sajalah terdapat kondisi kehidupan yang melebihi dari apa yang diperlukan. Kondisi yang lebih inilah tujuan utama semua aktivitas kehidupan. Karena itu kebudayaan dikaitkan dengan negara oleh Ibn Khaldun. Dengan adanya negara, maka kebudayaan akan berkembang dengan mantap dan dengan dilandasi kebudayaan, maka negara aakan mempunyai tujuan spiritual dan sistem nilai yang selaras dengan cita rasa bangsa yang warga dari negara bersangkutan. &lt;br /&gt;Tetapi negara juga sering menjadi musuh dan penindas kebudayaan. Misalnya ketika Jerman dan Italia berada di bawah kekuasaan rezim Nazi dan Fasis, begitu pula Rusia di bawah rezim komunis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibn Khaldun dan Kebudayaan &lt;br /&gt;Tetapi baiklah, kita kembali dulu pada Ibn Khaldun. Dalam pandangan Ibn Khaldun jelas sekali bahwa kebudayaan hanya mungkin berkembang apabila ada negara atau kerajaan berdaulat, yang aktif dan berkemauan baik untuk mengembangkan kebudayaan dan menciptakan kondisi kehidupan yang lebih baik dan menyenangkan, atau ramah bagi perkembangan kebudayaan. Di sini faktor politik, ekonomi dan pendidikan, serta jaminan hukum yang jelas, memainkan peranan penting dalam menciptakan kondisi yang menyenangkan dan ramah. Tetapi faktor yang tidak kalah penting ialah perhatian negara atau aga,a terhadap perkembangan agama yang sehat, pemikiran falsafah, tradisi ilmiah, kehidupan intelektual, kesenian dan kesusastraaan –- karena bidang-bidang inilah yang memberikan sumbangan bagi pengembangan kecerdasan, kepribadian dan jatidiri masyarakat. Kebudayaan dalam artian yang luas merupakan wilayah nilai-nilai dan ethos, yang apabila ditingkatkan akan mampu menjadi sumber pencarian identitas dan jati diri. Nilai-nilai dan identitas tidak dapat diperoleh dari pembangunan ekonomi yang pragmatis dan utiliter, yang berorientasi pada pasar dan persaingan bebas. Juga identitas bangsa tidak bisa diperoleh dari budaya materialisme dalam bentuk konsumerisme, hedonisme dan sejenisnya. Juga tidak akan pernah diperoleh dari majunya teknologi dan perkembangan industri pariwisata dan hiburan.&lt;br /&gt;Menurut Ibn Khaldun, dalam sejarah umat manusia terbukti bahwa kebudayaan yang tinggi tidak tumbuh di daerah pedesaan atau dalam masyarakat nomaden Masyarakat semacam itu tidak memiliki jiwa yang mobil dan kurang ramah terhadap perubahan. Padahal mereka ini sebenarnya siap berkebudayaan dan mengembangkan kebudayaan. Dalam kenyataan orang-orang nomad seperti suku-suku Arab Baduwi memusuhi kebudayaan dan memandulkan kehidupan, tidak berusaha menjadikan kehidupan lebih indah dan berkualitas.&lt;br /&gt;Dalam masyarakat kota kemajuan dan perkembangan kebudayaan sangat mungkin berkembang. Perkembangannya ditentukan oleh kualitas lembaga pendidikan dan kebijakan kebudayaan yang ditempuh pemerintah, apakah ia akan berperan sebagai pelindung, pemelihara dan pengembang kebudayaan, atau sebaliknya akan tampil sebagai penindas kebudayaan atau acuh tak acuh terhadap kebudayaan. Lembaga pendidikan sangat penting, karena di situ dikembangkan berbagai metode keilmuan dan pemikiran, gagasan falsafah dan wawasan kebudayaan. Di situ pula kecerdasan budi dan kalbu generasi muda dididik, bakat seni diberi jendela untuk berkembang ke arah yang luhur. Oleh karena itu lembaga pendidikan tidak hanua dibatasi fungsinya sebagai tempat mengajarkan ilmu pengetahuan dan hanya bertujuan mencerdaskan akal. Lembaga pendidikan diarahkan pula sebagai tempat generasi muda mengenal kebudayaan, sejarah dan jati diri bangsanya yang terekam dalam karya-karya seni, sastra, pemikiran falsafah dan adat istiadat. Selain itu, tradisi baca tulis, semangat penelitian ilmiah, jiwa wiraswasta, kecenderungan ke arah inovasi dan kreativitas, harus ditumbuhkan melalui lembaga pendidikan. Tiga sendi utama perkembangan budaya, yaitu bahasa, berhitung dan logika, serta budi pekerti dan estetika haruslah diberi perhatian khusus.&lt;br /&gt;Perkataan Arab lain yang juga digunakan untuk menyebut kebudayaan ialah al-hijr, yang artinya kota; al-wabar, bahan untuk membuat kemah yang merupakan lambang kemajuan atau kemoderenan; dan al-madar, artinya gumpalan tanah untuk membangun rumah, yang merupakan simbol kebudayaan (`Effat al-Sharqawi 1981).&lt;br /&gt;Dengan menghubungkan perkembangan kebudayaan dengan wujudnya negara yang berperan mengembangkan dan memelihara kebudayaan, secara tersirat Ibn Khaldun menghu bungkan pula kebudayaan dengan sejarah. Bahkan di kalangan pemikir modern kebudayaan diidentikkan dengan sejarah, dan bahwa antara keduanya memiliki kesalingtergantungan. Dengan perkataan lain, kebudayaan suatu bangsa atau masyarakat pada masa tertentu tidak sama dengan kebudayaan mereka pada masa atau babakan sejarah lain. Di Indonesia misalnya begitu banyak kebudayaan daerah yang tidak lagi berkembang karena matinya kerajaan yang dahulu pernah mengembangkannya. Karena tidak dikembangkan lagi oleh pendukungnya, dan hanya diterima sebagai warisan yang dilap-lap, maka kebudayaan tersebut menjadi mandeg dan beku.&lt;br /&gt;Kebudayaan Melayu dan Aceh pernah merupakan kebudayaan bercorak kosmopolitan pada masa kejayaan Malaka dan Aceh Darussalam. Begitu juga kebudayaan Islam di Pesisir Jawa, dan kebudayaan Hindu Jawa pada zaman Majapahit. Tetapi lama kelamaan kebudayaan tersebut berubah menjadi kebudayaan agraris feodal dan kehilangan watak kosmopolitannya, setelah melalui perubahan-perubahan politik dan pemerintahan dalam sejarah perkembangannya. Perubahan watak itu bisa dikaji dengan cara membandingkan karya sastra yang berkembang pada zaman yang berbeda-beda dalam suatu masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perspektif Modern&lt;br /&gt;Pada zaman modern pengertian kebudayaan selalu dikaitkan dengan kemajuan, demokrasi dan pengetahuan manusia dalam berbagai bidang seperti bahasa, sastra, seni rupa, musik, industri hiburan, perdagangan, falsafah dan lain-lain. Semua bentuk dan perwujudan ekspresi manusia (etika, estetika, intelektualitas dll) menjadikan manusia lebih bermartabat dan berdaulat atas kehidupannya. &lt;br /&gt;Dalam bukunya The Story of Philosophy dan The Story of Civilization, Will Durant mengatakan bahwa, “Kebudayaan dimulai ketika pergolakan, kekacauan dan keresahan telah reda” (yaitu telah ditransformasikan ke dalam karya seni, karya keilmuan atau falsafah). “Sebab apabila manusia aman dan bebas dari rasa takut maka akan timbul dalam dirinya dorongan-dorongan untuk mencari berbagai rangsangan alamiah dan tak henti-hentinya melangkah di jalannya untuk memahami kehidupan dan memekarkannya”.&lt;br /&gt;Dengan demikian pengertian kebudayaan ada hubungannya dengan kegairahan &lt;br /&gt;manusia untuk memahami dan memekarkan kehidupan, dan upaya ke arah itu hanya mungkin apabila rangsangan-rangsangan kerohanian yang ada dalam diri manusia terus dipupuk dalam berbagai bidang kegiatan. Dengan demikian rangsangan tersebut akan hidup.&lt;br /&gt;Will Durant menghubungkan kebudayaan (culture) dan pertanian (agriculture); kemudian peradaban (civilization) dengan civility atau sopan santun orang terpelajar. Peradaban sebagai civility ditemui dalam masyarakat kota, seperti tampak dalam cara makan dan berpakaian. Durant mengatakan bahwa demikian oleh karena hanya di kota terhimpun kekayaan dari berbagai pelosok desa, dan di kota pulalah dijumpai otak-otak berbakat. Maka itu hanya di kota saja terjadi penciptaan karya intelektual dan seni, serta di kota pula muncul industri untuk melipatgandakan sarana-sarana hiburan, kemewahan dan seni. Pun hanya di kota para pedagang saling bertemu untuk saling bertukar barang dagangan dan idea, sehingga membuat akal budi subur, kecerdasan meningkat, dan semua itu pada akkhirnya mempengaruhi kekuatannya dalam mencipta dan membuat sesuatu.&lt;br /&gt;Dengan kata lain hanya di kota orang dituntut menghasilkan bermacam-macam karya dan ekspresi, yang mendorong mereka terlibat aktif secara sadar dalam kehidupan sains, falsafah, sastra dan lain sebagainya. Peradaban, menurut Will Durant, jelas berbeda dari kebudayaan. Kebudayaan berkaitan dengan upaya memberdayakan potensi kejiwaan dan rohani manusia. Apabila potensi kejiwaan dan rohaninya berkembang, maka manusia akan dapat mengolah lingkungan hidup dan kehidupan sosialnya dengan baik dan indah. Di lain hal salah satu arti dari peradaban ialah bentuk tingkah laku manusia beradab sebagai diperlihatkan oleh orang-orang kota. Mereka dapat berbuat demikian karena tingkat ekonomi dan kemampuan teknologinya telah berkembang.&lt;br /&gt;Ciri orang kota antara lain ialah tindakan-tindakannya selalu terkait dengan tingkat pendidikan dan keterpelajaran yang dimiliki. Mereka selalu menggunakan pikiran dan aturan-aturan tertentu untuk menghindari timbulnya konflik yang menimbulkan keresahan dan ketidakamanan. Di sini kaitan peradaban dengan hukum atau aturan formal lain sangat jelas. Masyarakat beradab patuh pada hukum yang disepakati bersama, dan sebaliknya dalam menjalankan segala kegiatannya masyarakat mendapat jaminan hukum – baik itu kegiatan keagamaan, seni, ilmiah atau intelektual. Bahkan karena kegiatan-kegiatan merupakan afktor penting kemajuan negara, negara tidak boleh berpangku tangan untuk tidak memberi bantuan dan menyedikan tempat kegiatan yang pantas.&lt;br /&gt;Tetapi pemikiran yang lebih jelas tentang kebudayaan dapat dijumpai dalam pemikiran filosof mazhab Jerman. Menurut mazhab Jerman, kebudayaan ialah segala bentuk atau ekspresi dari kehidupan batin masyarakat. Sedangkan peradaban ialah perwujudan kemajuan teknologi dan pola material kehidupannya. Bangunan yang indah sebagai karya arsitektur mempunya dua dimensi yang saling melengkapi: dimensi seni dan falsafahnya berakar pada kebudayaan, sedangkan kecanggihan penggunaan material dan pengolahannya merupakan hasil peradaban.&lt;br /&gt;Dengan demikian “Kebudayaan ialah apa yang kita dambakan, sedangkan peradaban ialah apa yang kita pergunakan’. Kebudayan tercermin dalam seni, bahasa, sastra, aliran pemikiran falsafah dan agama, bentuk-bentuk spiritualitas dan moral yang dicita-citakan, falsafah dan ilmu-ilmu teoritis. Peradaban tercermin dalam politik praktis, ekonomi, teknologi, ilmu-ilmu terapan, sopan santun pergaulan, pelaksanaan hukum dan undang-undang.&lt;br /&gt;Pengertian yang diberikan oleh mazhab Jerman ternyata tidak jauh berbeda dengan pengertian yang terdapat dalam tradisi intelektual Islam, yang sebenarnya telah berakar dalam kebudayaan Melayu Nusantara. Bertolak dari pengertian tersebut `Affat al-Syarqawi mengartikan kebudayaan sebagai “Khazanah sejarah suatu bangsa/masyarakat yang tercermin dalam pengakuan/kesaksiannya dan nilai-nilainya, yaitu kesaksian dan nilai-nilai yang menggariskan bagi kehidupan suatu tujuan ideal dan makna rohaniah yang dalam, bebas dari kontradiksi ruang dan waktu. Adapun peradaban ialah “Khazanah pengetahuan terapan yang dimaksudkan untuk mengangkat dan meninggikan manusia agar tidak menyerah terhadap kondisi-kondisi di sekitarnya.” “Kebudayaan ialah struktur intuitif yang mengandung nilai-nilai rohaniah tertinggi, yang menggerakkan suatu masyarakat melalui falsafah hidup, wawasan moral, citarasa estetik, cara berpikir, pandangan dunia (weltanschaung) dan sistem nilai-nilai.” “Peradaban ialah ikhtisar perkembangan yang dicapai dengan tenaga pikiran dan sejauh mana kemajuan tenaga itu dalam mengendalikan segala sesuatu.”&lt;br /&gt;Dalam pengertian sarjana Mesir itu peradaban meliputi semua pengalaman praktis yang diwarisi dari satu generasi ke generasi lain. Peradaban tampak dalam bidang fisika, kimia, kedokteran, astronomi, ekonomi, politik praktis, fiqih mu`amalah, dan semua bentuk kehidupan yang berkaitan dengan penggunaan ilmu terapan dan teknologi. Sedangkan kebudayaan di lain hal nampak perwujudannya dalam hal-hal yang mencerminkan kehidupan rohaniah seperti nilai-nilai moral, falsafah, sistem kepercayaan, adat istiadat, sastra, seni, bahasa dan spiritualitas (mistisisme, tasawuf dll). &lt;br /&gt;A. A. Fizee dalam bukunya Kebudayaan Islam (1982) memberi batasan pengertian &lt;br /&gt;dan cakupan kebudayaan sebagai berikut: Kebudayaan dapat berarti – (1) tingkat kecerdasan akal yang setinggi-tingginya yang dihasilkan dalam suatu periode sejarah bangsa di puncak perkembangannya; (2) dapat berarti juga hasil yang dicapai suatu bangsa dalam lapangan kesusastraan, falsafah, ilmu pengetahuan dan kesenian; (3) dalam pembicaraan politik, kebudayaan diberi arti sebagai ‘way of life’ suatu bangsa, terutama dalam hubungannya dengan adat istiadat, ibadah keagamaan, penggunaan bahasa dan kebiasaan hidup masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rujukan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;`Effat al-Sharqawi. Filsafat dan Kebudayaan Islam. Terjemahan Utsmani. Bandung 1981.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Fizee. Kebudayaan Islam.Jakarta: 1982.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Will Durant, The Story of Civilization. New York: 1961.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------- The Story of Philosophy. New York: 1962.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibn Khaldun. Mukadimah. Terj. Ahmadi Thoha. Jakarta: 1987.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ismail R. Faruqi dan Louis L. Faruqi. Atlas Budaya Islam. Kuala Lumpur:&lt;br /&gt;Dewan Bahasa dan Pustaka, 1992.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-2828651967473033333?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/2828651967473033333/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=2828651967473033333' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/2828651967473033333'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/2828651967473033333'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2009/09/kita-dan-kebudayaan.html' title='Kita Dan Kebudayaan'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-2254032534534602444</id><published>2009-09-18T21:13:00.000-07:00</published><updated>2009-09-18T21:15:49.049-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel ekonomi'/><title type='text'>Pemujaan Komiditi (commodity fetishism)</title><content type='html'>Pendapat Michael A. Lebowitz,  mengatakan bahwa penjelasan paling baik tentang konsep Pemujaan Komoditi, dikemukakan oleh artis Wallace Shawn, seorang aktor dan penulis AS. Dalam pementasannya berjudul “The Fever,” Shawn sebagai sang protagonis, suatu ketika menemukan Capital dan mulai membacanya pada suatu malam. Dari bacaan terhadap Capital itu, Shawn lantas mengatakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tiba pada frase yang telah saya dengar sebelumnya, sesuatu yang asing, menjengkelkan, urutan frase singkat yang buruk: itulah seksi tentang “pemujaan komoditi,” "komoditi yang diberhalakan." Saya ingin memahami frase yang terdengar aneh ini, tapi harus saya katakan, untuk memahami hal itu, seluruh kehidupan anda mungkin saja akan berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasannya sangat sulit dimengerti. Ia menggunakan contoh tentang seseorang yang mengatakan, “20 yard linen berharga 2 pounds.” Orang-orang mengatakan, setiap benda pasti mengandung nilai tertentu. Demikian juga dengan barang-barang ini, seperti jas, sweater, dan secangkir kopi: ketiganya memiliki harganya sendiri-sendiri, atau setara dengan jumlah dari benda-benda lainnya—satu jas, berharga tiga sweater, atau lebih mahal lagi—seolah-olah jas tersebut muncul begitu saja ke dunia ini, datang dari suatu tempat yang pada dirinya sendiri melekat sejumlah nilai, layaknya jiwa-insani, seolah-olah jas itu adalah sebuah berhala, obyek fisikal yang padanya melekat spirit kehidupan. Tetapi, apa yang sebenarnya menentukan nilai dari jas tersebut? Harga dari jas muncul dari sejarah, sejarah seluruh masyarakat yang terlibat dalam pembuatan dan penjualannya dan seluruh hubungan tertentu yang mereka lakukan. Dan jika kita membeli jas, kita juga, dari hubungannya dengan seluruh masyarakat, maka hubungan kita tersembunyi dari kesadaran kita, seakan-akan kita hidup dalam sebuah dunia dimana jas tidak memiliki sejarah, tapi jatuh langsung dari surga dengan harga yang telah tertera di dalamnya. Lantas kita bilang, “saya suka jas ini.” “Jas ini murah” seolah-olah begitulah faktanya dan cerita tentang seluruh masyarakat yang membuat dan menjualnya tak pernah berakhir. “Saya suka gambar dalam majalah ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang perempuan telanjang bersandar di pagar. Seorang lelaki membeli sebuah majalah dan memandang foto perempuan tadi. Takdir keduanya membuat mereka saling terhubungkan. Si lelaki membayar si perempuan agar mau melepaskan pakaiannya, lalu bersandar di pagar. Juru foto terlibat dalam sejarah itu---pada moment dimana si perempuan melepaskan satu per satu kancung kemejanya, bagaimana perasaannya ketika mengikuti apa yang dikatakan oleh juru foto. Harga dari majalah tersebut adalah tanda yang menjelaskan hubungan di antara mereka: perempuan, laki-laki, penerbit, dan juru foto—siapa yang memerintah, siapa yang diperintah. Secangkir kopi melekat sejarah dari petani yang memetik biji kopi, bagaimana sebagian dari mereka terpaksa bekerja di bawah panas terik matahari, sebagian lainnya dipukuli, dan yang lainnya ditendang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama dua hari saya melihat pemujaan komoditi di sekelilingku. Saya merasa aneh. Lalu pada hari yang ketiga saya kehilangan momen pemujaan komoditi itu, lenyap tak berbekas, saya tak pernah lagi melihatnya. (Lebowitz, 2006:44-45). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita ikuti alur pemikiran Marx, maka penjelasannya tentang pemujaan komoditi mengambil jalur seperti ini: pertama, pemujaan komoditi tidak lahir dari nilai-guna sebuah komoditi, melainkan dari nilai-tukarnya. Sejauh benda yang merupakan produk dari kerja itu langsung dikonsumsi untuk memuaskan kebutuhan manusia (nilai-guna), tidak ada yang misterius di sana. Dalam bahasa Marx, karakter mistikal dari komoditi tidak muncul dari nilai-gunanya (opcit:164). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, jika di rumah anda ada sebuah meja antik nan indah, apa yang pertama kali muncul di kepala anda ketika melihat meja tersebut? Jika anda adalah seorang yang memiliki keahlian dalam bidang permebelan atau perkayuan, maka anda akan bisa dengan mudah menilai kualitas kayu yang menjadi bahan baku dari meja tersebut, keindahan ukirannya, atau kehalusan catnya. Tetapi, patut diragukan apakah anda tahu siapa produser meja tersebut, apakah ia seorang pengrajin, seorang buruh-upahan, atau tukang kayu amatiran, atau mungkin saja ia anggota sebuah partai terlarang di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, asal-muasal munculnya pemujaan komoditi itu ada pada nilai-tukarnya, dimana barang diproduksi untuk dipertukarkan di pasar. Karena muncul dari nilai-tukar, maka yang mesti kita ingat, “sesuatu obyek yang berguna menjadi komoditi hanya karena mereka adalah produk dari kerja individu privat yang bekerja secara independen satu sama lain" (ibid:165). Individu privat itu adalah buruh dan kapitalis yang sama-sama merupakan pemilik komoditi: buruh memiliki tenaga kerja sebagai komoditinya dan kapitalis sebagai pemilik alat-alat produksi. Dan seperti yang telah kita diskusikan di atas, komoditi bisa saling dipertukarkan karena adanya nilai bersama yang dikandung oleh komoditi tersebut, bahwa ia adalah produk dari tenaga kerja manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, ketika kita bicara tentang nilai, kita tidak belajar tentang aspek-aspek teknikal dari benda itu sendiri (meja antik dalam contoh di atas). Apa yang kita pelajari adalah bentuk sosial produksi (social form of production), dan tentang orang-orang yang terlibat dalam proses produksi tersebut. Artinya, nilai tidak dikarakterisasikan oleh benda-benda, tapi oleh hubungan manusia dalam mana benda-benda itu diproduksi. Atau dalam bahasa Rubin, nilai adalah “hubungan sosial yang menjelma dalam hubungan di antara benda-benda,” sebuah hubungan produksi di antara orang-orang yang mengambil bentuk sebagai sesuatu yang melekat pada benda-benda" (op.cit:64).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, dari mana kita tahu bahwa “nilai bersama itu” adalah “tenaga kerja manusia?” jawabnya, ketika komoditi itu saling dipertukarkan, bukan langsung dikonsumsi. Dari sini misteri itu perlahan-lahan muncul. Karena di bawah kapitalisme para penghasil komoditi tidak datang ke pasar untuk secara langsung mempertukarkan produknya, maka yang muncul ke permukaan adalah hubungan di antara benda-benda (relation between things): sepatu ditukar dengan sandal yang dimediasi oleh uang. Di sini, hubungan antar manusia (relation between man) menampakkan wujudnya dalam bentuk hubungan di antara benda-benda. Kata Marx, sejak para produser tidak muncul dalam kontak sosial hingga mereka mempertukarkan produk dari kerjanya, maka karakter sosial yang khusus dari kerja pribadinya muncul hanya dalam pertukaran (op.cit:165). Si A bisa berhubungan dengan si B yang tidak diketahuinya, bahkan melakukan kesepakatan jual-beli, karena adanya hubungan di antara benda-benda tersebut. Singkatnya, tanpa hubungan di antara benda-benda itu, tidak ada hubungan di antara manusia. Persis pada momen inilah karateristik misterius dari komoditi muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi dalam masyarakat kapitalis, hubungan di antara benda-benda (relation between things) lebih dari sekadar materialisasi atau objektivikasi dari pertukaran di antara orang-orang. Lebih jauh lagi, hubungan di antara benda-benda tersebut pada akhirnya menentukan hubungan di antara manusia, karena hanya melalui pertukaran benda-benda itulah manusia terhubung satu dengan lainnya. Nah, ketika hubungan di antara benda-benda atau komoditi ini terjadi secara berulang-ulang, pada akhirnya ia menjadi hal yang wajar dan diterima, bahkan, diyakini sebagai sesuatu yang demikian adanya. Inilah yang disebut dengan reifikasi atau kristalisasi dalam bentuk kualitas dari benda, kualitas yang sepertinya dimiliki benda itu sendiri dan bisa dipisahkan dari hubungan produksi (Rubin, op.cit:25). Akibatnya, manusia kehilangan kontrol terhadap produk ciptaannya, dan sebaliknya dirinya kini dikontrol oleh komoditi, dipaksa dengan sadar atau tidak, untuk mengikuti hukum pertukaran komoditi. Sehingga muncul keyakinan baru dimana pertukaran merupakan ukuran dan tujuan hubungan bermasyarakat. Tanpa pertukaran tak ada produksi, tanpa hubungan di antara benda-benda, tidak ada hubungan di antara manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi pemujaan komoditi ini, oleh Marx dianalogikannya dengan mitos yang terjadi dalam sejarah agama-agama. Dalam situasi krisis, ancaman ketidakpastian, dan ketakutan, manusia melalui pikirannya kemudian menciptakan figur/sosok yang superior di luar dirinya, guna menjaga tertib sosial dan suasana batin yang damai. Tetapi, oleh proses sejarah kian hari figur bentukan ini makin menjadi otonom dari manusia, makin tak terjangkau, berada dikejauhan, dan semakin misterius. Manusia pada akhirnya menyadari bahwa figur itu sesungguhnya nyata adanya, sehingga ia tak kuasa lagi mengontrol sosok ciptaannya itu. Lebih jauh lagi, manusia kemudian malah mengimani bahwa sosok tersebut adalah maha kuasa atas hidup dan kehidupannya. Jika ingin selamat dan hidup dalam damai, manusia wajib mengikuti segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya. Maka muncullah ungkapan, “manusia hanya berusaha, Tuhan yang menentukan." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Schmitt, pemujaan dalam dunia modern telah berpindah dari agama menuju ekonomi&lt;br /&gt;Struktur masyarakat kapitalis, pembagian kerja, distribusi sumberdaya biasanya tidak dianggap sebagai hasil dari pilihan manusia tapi oleh kekuatan pasar yang impersonal. Umat manusia, sebagian besar, tidak berdaya untuk mengubah masyarakat yang ada karena mekanisme pasar tidak berada di bawah kontrol mereka. Para teoritikus saat ini menambahkan, usaha untuk mengontrol kekuatan pasar, selalu berakhir dengan kegagalan luar biasa. Kepercayaan terhadap kapitalisme yang bersifat kekal ini, adalah contoh lain dari kecenderungan kelas-kelas berkuasa untuk mengklaim universalitas pandangan mereka terhadap dunia. Kapitalis hadir di dunia hanya jika kapitalisme tetap eksis dan hanya jika keinginan mereka tak terganggu. Kekuatan pasar menjadi berhala sejauh mereka tampak pada rakyat sebagai kekuatan independen yang mendominasi urusan manusia”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemujaan Komoditi, membawa kita pada pemahaman bahwa hubungan sosial dalam kapitalisme adalah setara, yakni antara penjual dan pembeli secara individual. Transaksi, misalnya, terjadi secara sukarela, bergantung penilaian subyektif dan daya beli kita akan benda tersebut. Anda masuk ke supermarket untuk berbelanja barang yang anda inginkan, tanpa ada yang memaksa. Anda suka anda beli, tidak suka keluar dan cari tempat yang lain. Di sini muncul glorifikasi bahwa pasar yang bekerja tanpa intervensi dari negara dan kelompok sosial tertentu, adalah prasyarat bagi berkembangnya kebebasan dan kreativitas individu, yang pada ujugnya memunculkan sistem sosial-politik yang demokratis. Tradisi kebebasan yang terjadi di pasar, pelan tapi pasti akan menular ke sektor kehidupan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsekuensinya, bukan perjuangan kelas yang menjadi motor perubahan sejarah, tapi kerjasama di antara masing-masing indidivu yang bertransaksi di pasar. Bukan mengubah hubungan produksi yang eksploitatif yang utama, tapi memperluas kesempatan setiap orang untuk berinteraksi di pasar. Celakanya, ini bukan sekadar teori, tapi adalah sebentuk iman atau keyakinan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7292817465981456964-2254032534534602444?l=kalbukita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kalbukita.blogspot.com/feeds/2254032534534602444/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7292817465981456964&amp;postID=2254032534534602444' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/2254032534534602444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7292817465981456964/posts/default/2254032534534602444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kalbukita.blogspot.com/2009/09/pemujaan-komiditi-commodity-fetishism.html' title='Pemujaan Komiditi (commodity fetishism)'/><author><name>kalbukita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029693546613079564</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_wPz4bTqcmgM/SlfuJte3vbI/AAAAAAAAADg/WjkDYl4o1qE/S220/DSC02292.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7292817465981456964.post-8278444184792584082</id><published>2009-09-18T08:44:00.000-07:00</published><updated>2009-09-18T08:47:11.758-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='humor'/><title type='text'>Membaca iklan lowongan kerja (Humor)</title><content type='html'>Bila membaca iklan lowongan kerja di surat kabar, pamflet, majalah, dll., cobalah Anda artikan dulu setiap kalimat yang dituliskannya sebagai persyaratan pelamar kerja. Berikut ini terjemahan bebas dari beberapa kalimat tersebut…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Dibutuhkan tenaga kerja muda, pengalaman tidak mutlak.&lt;br /&gt;artinya: Dibutuhkan tenaga kerja yang siap digaji di bawah standar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Menyukai tantangan.&lt;br /&gt;artinya: Akan menghadapi pekerjaan/tugas sulit dimana tidak/belum ada seorang pun di perusahaan tersebut yang sanggup membantu untuk menyelesaikan/ mencari solusinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Bersedia Berkeja di bawah tekanan/work underpressure&lt;br /&gt;artinya: siap2 jadi sapi perah, bisa kerja rodi/romusha, work hournya bisa 12-16 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Berkendaraan sendiri.&lt;br /&gt;artinya: Perusahaan tidak cukup modal untuk menyediakan kendaraan dan ongkos transportasi operasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Memiliki SIM.&lt;br /&gt;artinya: Siap-siap merangkap jadi supir pribadi bos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tinggal tidak jauh dari lokasi perusahaan.&lt;br /&gt;artinya: Siap-siap mondar-mandir ke kantor, tak peduli tengah malam, hari libur, atau lagi sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Berwawasan luas.&lt;br /&gt;artinya: Bidang pekerjaan yang ditawarkan tidak spesifik, siap-siap jadi tukang apa aja atau seksi sibuk sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Dibutuhkan tenaga wanita, single, menarik.&lt;br /&gt;artinya: Dibutuhkan wanita yang siap “bupati” dan pamer “sekwilda” untuk boss boss (cantik dan seksi only + berani diapa-apain ditanggung bayaran tinggi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Dibutuhkan pria/wanita ….&lt;br /&gt;artinya: Bila kemampuannya hampir sama, maka wanita yang diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Menjalani masa percobaan selama 3 bulan.&lt;br /&gt;artinya: Pihak perusahaan meragukan kemampuan para pelama
