Jauhkah perjalanan-perjalanan ini.
tidak!
Cuman selenggang kita berjalan
pada bunga bersemi aku pernah bertanya sendiri,
dan pada lagu yang melembut jadi melodi,
Aku tidak ingin kita bagai matahari rembulan
berlarian sepanjang waktu untuk mencoba berpelukan
tidak akan pernah bisa kesampaian,
Aku ingin kita bagai laut dan langit biru,
saling berkaca dan saling memberi warna,
kenapa
Senja terlalu cepat menjadi sunyi dan kelam
kenapa
Merah sinarmu tak kutemukan di waktu lalu
hingga bisa kunikmati segenap senyum, wajah, tubuh,
dan hatimu,
tapi, bukankah hidup penuh jalinan yang asing dan rahasia
Rabu, 04 Maret 2009
Waktu yang fana
Angin yang setia menyusuri waktu
serasa menampar semua kenangan
berjalan melipat hari
setelah tenggelam dalam kekhusyu'an yang syahdu
Berada ribuan kilometer jauh dari muka bumi dan laut
maka sayangku, kucoba menjabat tanganmu
mendekap wajahmu yang selalu ada dibenakku
meraih bibirmu yang selalu tersenyum
dengan sebuah ciuman putih segenap kalbu
kita pungut detik demi detik
merangkainya seperti sebuah bunga
karena yang fana adalah waktu
kalbu dan jiwa kita berdua abadi.
serasa menampar semua kenangan
berjalan melipat hari
setelah tenggelam dalam kekhusyu'an yang syahdu
Berada ribuan kilometer jauh dari muka bumi dan laut
maka sayangku, kucoba menjabat tanganmu
mendekap wajahmu yang selalu ada dibenakku
meraih bibirmu yang selalu tersenyum
dengan sebuah ciuman putih segenap kalbu
kita pungut detik demi detik
merangkainya seperti sebuah bunga
karena yang fana adalah waktu
kalbu dan jiwa kita berdua abadi.
Langganan:
Postingan (Atom)
