Masukan Nama Penyanyi - Judul Lagu

Mesin Cari Free Download Mp3 Gratis

Translate To Your Language

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF

Minggu, 13 September 2015

Merpati Airlines ..mau di bawa ke mana?

Menyelesaikan Masalah Tambah Masalah (Merpati mau dibawa kemana?) PT. Merpati Nusantara Airlines (Merpati), berdiri pada tanggal 6 September 1962, didalam perjalanannya sejak tumbuh, berkembang , membesar, mulai terjadi permasalahan, bertahan dengan kekuatan sendiri, sampai Pemerintah turun tangan untuk membantu berupa PMN, Softloan Pertamina hingga pinjaman dengan PT. PPA, saat ini berstatus “Stop Operasi” sejak Februari 2014 dan tidak membayar gaji pegawainya sejak bulan Desember 2013 sampai saat ini berjalan 21 bulan. Atas permasalahan ini, Komisi VI DPR RI membentuk Panitia Kerja Merpati Nusantara (PANJA MERPATI) dan

 mengeluarkan rekomendasinya pada tanggal 2 Juli 2014, dimana PANJA MERPATI meminta Kementerian BUMN untuk menyelesaikan permasalahan Merpati secara tuntas dengan catatan Merpati tetap bisa beroperasi kembali dengan memberikan usulan langkah-langkah konkrit didalam rekomendasinya. Menindaklanjuti hasil PANJA MERPATI tersebut diatas, sesuai hasil kajian PT. Perusahaan Pengelola Aset (PT.PPA), Kementerian BUMN mengusulkan Program Strategis Penyelamatan PT. MNA kepada Menteri Keuangan melalui surat Kementerian BUMN No. S-473/MBU/08/2014, tanggal 18 Agustus 2014, perihal Restrukturisasi/Revitalisasi PT. Merpati Nusantara Airlines, dimana program tersebut bila disetujui oleh Menteri Keuangan sebagai

Pemegang Saham, maka pelaksanaannya akan dilakukan oleh PT.PPA dengan mencari mitra strategis dengan pola Kerja Sama Operasi (KSO). Tetapi sayangnya program tersebut hilang begitu saja, apakah karena PT. PPA tidak berhasil menjaring mitra strategis KSO, atau apakah dengan alasan penugasan PT. PPA dicabut per Oktober 2014 sehingga program tersebut terhenti? Kembali masalah Merpati menjadi tak tentu arah penyelesaian, pegawai semakin sengsara akibat ketidak pastian ini, pegawai mengatasnamakan pribadi ataupun berkelompok mulai mangadukan masalahnya kemana-mana, dan berbuah hasil dengan usaha Komisi VI DPR RI, melalui APBN-P 2015 telah dititipkan dana PMN sebesar Rp. 800 Miliyar melalui PT. PPA sebagai dana penyelesaian masalah pegawai Merpati, bukan penyelesaian perusahaan Merpati. Melalui berita di ,

 Rabu, 11 Februari 2015 12:56, diberitakan : Komisi VI DPR RI akhirnya menyetujui Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 800 miliar yang akan digunakan untuk membayar hutang gaji karyawan PT Merpati Nusantara Airlines. Kesepakatan ini diambil pada forum rapat kerja dengan Menteri BUMN, Rini Soemarno, yang dilaksanakan di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (10/2). Anggaran Rp 800 miliar tersebut rencananya akan diberikan melalui PT Perusahaan Pengelola Aset, yaitu BUMN yang bertugas untuk melakukan restrukturisasi dan revitalisasi terhadap BUMN yang bermasalah. Kenapa Pemberian PMN untuk Merpati harus melalui PT.PPA? Pertanyaan diatas mulai terjawab, melalui surat Menteri BUMN No. S-133/MBU/03/2015,

tanggal 18 Maret 2015 perihal Penugasan Pelaksanaan Restrukturisasi dan/atau Revitalisasi BUMN, PT. PPA diminta untuk melanjutkan proses Restrukturisasi dan/atau Revitalisasi Merpati, kali ini bukan penjaringan mita KSO seperti penugasan sebelumnya melainkan dengan melakukan proses penjaringan investor potensial sebagai majority share holder. Dengan kebijakan baru menteri BUMN “swastanisasi Merpati” sesuai maksud surat diatas, maka menteri BUMN menugaskan PT.PPA untuk melakukan proses lelang menjaring investor dengan target harus ada investor yang berani membeli saham Merpati diatas 50 % (majority share holder). Sekarang Merpati memasuki babak baru penyelesaian masalahnya atau malah menambah masalahnya, tanpa bermaksud mendiskreditkan PT. PPA yang personil perusahaannya terdiri dari para profesional yang ahli dalam bidangnya, tetapi banyak pertanyaan yang muncul akibat kebijakan baru Menteri BUMN tersebut diatas dan menjadi beban khusus PT. PPA untuk melaksanakan penugasan yang diberikan, ada beberapa pertanyaan yang harus clear, antara lain:

 1. Apakah sebagai pihak yang diberi tugas, sudah menanyakan kepada pemberi tugas terkait kebijakan baru swastanisasi BUMN, apakah kebijakan tersebut sudah di kordinasikan kepada DPR RI dan Bapak Presiden didalam Rapat Kabinet atau minimal kepada Menteri Keuangan RI sebagai Pemegang Saham Merpati?
 2. Apakah PT. PPA sudah memintakan kebijakan khusus kepada Menteri BUMN untuk menyalurkan dana PMN sebesar Rp. 800 Milyar yang dititipkan melalui PT. PPA yang akan digunakan untuk membayar hutang gaji karyawan Merpati sesuai amanah Komisi VI DPR RI, mengingat PT. PPA dalam melaksanakan tugasnya tidak bisa melampaui wewenang yang diberikan sesuai Peraturan Menteri BUMN No. PER-01/MBU/2009 tentang Pedoman Restrukturisasi dan Revitalisasi BUMN oleh PPA, dan peraturan perubahannya No. PER-05/MBU/2012. Pegawai Merpati yang sudah memasuki bulan ke 21 tidak menerima gajinya, sangatlah membutuhkan agar dana PMN yang ditipkan ke PT. PPA dapat cepat diproses pencairannya dan dapat segera didistribusikan sesuai hak pegawai masing-masing. PT. PPA dengan profesionalismenya tentu membutuhkan banyak waktu untuk melakukan proses penjaringan investor potensial sebagai majority share holder,

 mulai dari menunjuk konsultan apraisal yang akan menentukan nilai saham dan aset Perusahaan Merpati, menunjuk konsultan keuangan untuk mempersiapkan profil perusahaan dan dokumen perusahaan yang akan digunakan dalam tahap due diligent, melakukan persiapan proses lelang investor sampai dipilihnya pemenang, kemudian bersama pemenang (investor) mengajukan Business Plan baru ke PKPU untuk melakukan restrukturisasi hutang dst. sampai penyelesaian hak pegawai yang boleh memilih apakah tetap tinggal diperusahaan atau keluar dari perusahaan dengan membayarkan haknya sesuai PKB dst...dst...sampai perusahaan running sebagai entiti baru Merpati Swasta. Akan menjadi masalah baru lagi, bila sampai proses pelelangan selesai dan ternyata tidak satupun investor berminat setelah melihat profil perusahaan Merpati, tentunya akan keluar kebijakan baru lagi buat Merpati dan PT. PPA akan diberikan penugasan baru lagi.

 Apapun yang nantinya akan terjadi, minimal pegawai tidak berlarut-larut menunggu dalam ketidakpastian hidupnya, karena adanya dana PMN sebesar Rp. 800 Milyar yang digunakan untuk membayar hutang gaji karyawan PT Merpati Nusantara Airlines sesuai kesepakatan yang diambil pada forum rapat kerja dengan Menteri BUMN, Rini Soemarno, yang dilaksanakan di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (10/2). Seharusnya “selesaikan masalah tanpa masalah”, bukannya “selesaikan masalah tambah masalah”.



Jakarta, 1 September 2015 Masyarakat Peduli Merpati

Senin, 07 September 2015

Ragam cinta dalam diksi puisi ( sebuah pengantar antologi puisi "Merajut Cinta di Negeri Dongeng"



sebuah sajak yang menjadi adalah sebuah dunia. dunia yang dijadikan, diciptakan kembali oleh si penyair. Diciptakannya kembali, dibentuknya dari benda (materi) dan rohani, keadaan alam dan penghidupan sekelilingnya, dia juga mendapat bahan dari hasil-2 kesenian lain yang berarti bagi dia, berhubungan djiwa dengan dia, dari pikiran-2 dan pendapat-2 orang lain.

segala yang masuk dalam bayangannya, anasir-2 atau unsur-2 yang sudah ada dijadikannya, dihubungkannya satu sama lain, dikawinkannya menjadi suatu kesatuan yang penuh (indah serta mengharukan) dan baru, suatu dunia baru, dunia kepunyaan penyair itu sendiri.

(Chairil Anwar, Pidato di radio tahun 1946)

Octavio paz pernah menulis dalam the other voice “ kontribusi apa yang bisa diberikan oleh puisi dalam menciptakan teori politik baru? Bukan gagasan atau cita-cita baru, tetapi sesuatu yang lebih indah dan agung dan juga gampang pecah : MEMORI.” Ada suara lain yang disuarakan oleh para penyair jika mereka melihat sebuah situasi keadaan. Meski dengan suara liris dan lirih.

Begitu juga buku antologi Bersama 29 Penyair  “Merajut cinta di negeri dongeng ” ini. Para Penyair  yang berhimpun dalam komunitas Bait Puisi ini mencoba menjadikan puisi-puisinya sebagai sebuah Dunia. Disuarakan dengan liris oleh 29 penyair yang mencoba menciptakan puisi untuk menjadi  , yaitu menjadi Dunia penyair.. Dengan berbagai latar belakang, usia, dan kondisi sosio geografis dan demografis yang berbeda, mulai dari yang masih duduk di bangku kuliah, dan sudah bekerja, dan tersebar di seluruh penjuru indonesia tentunya menghasilkan Puisi-puisi dengan beragam diksi, alegori, dan metafora.



Tetapi ragam unsur unsur penyusun puisi tersebut mempunyai benang merah yang hampir sama yaitu cinta, dengan segala misterinya. Cinta terhadap tanah air, cinta terhadap ibunda, cinta terhadap sesama manusia, cinta sepasang kekasih, juga cinta terhadap semesta, semua berkelindan dalam misteri tafsir di dalamnya. itulah keindahan misteri Puisi. Selalu menghujamkan pertanyaan  bahkan saat sejak membaca judulnya,  memaksa pembaca untuk menggali makna yang ada didalamnya, memberikan sebuah ruang yang terbuka untuk kontemplasi pembacanya.

Pertanyaan kedua adalah Apa sebenarnya tugas Penyair? Jawabannya menurut saya Sesuai dengan output yang dihasilkannya yaitu Puisi, maka tugasnya adalah bagaimana mengolah sebuah proses kreatif menjadi Puisi. Proses kreatif yang merupakan penjelajahan dari unsur pengalaman (empiris), unsur keindahan (estetis) dan unsur pengamatan (analitis). Di sini penyair bisa mengungkapkan dari sebuah gagasan yang abstrak menjadi sesuatu yang konkret bagi para pembaca. Dari menafsirkan sebuah kegelisahan diri pribadi sampai merefleksikan kegelisahan masyarakatnya.

Dalam ilmu sastra (Poetika) disebutkan bahwa untuk membuat sebuah karya itu agar memenuhi unsur kepuitisan dapat dicapai dengan bermacam-macam cara, misalnya dengan Bentuk Visual : tipografi, susunan bait, dengan Bunyi : persajakan,asonansi,aliterasi,kiasan bunyi, lambang rasa, dan juga Orkestrasi dengan pemilihan kata (diksi), bahasa kiasan, sarana retorika,unsur-unsur ketatabahasaan, gaya bahasa, dan sebagainya. hingga puisi-puisinya terasa meminjam istilah Carlyle “ merupakan pemikiran yang bersifat Musikal”. Pembaca bisa merasakan nada dan irama, yang kadang menghentak membuat kita meloncat, atau ritmis hingga seperti kita menggoyang-goyangkan kepala, bisa juga begitu lirih seperti sebuah sayatan gitar, biola atau harpa.

Dan Para Penyair ini mencoba menangkap pengalaman batin dari berbagai peristiwa dan kejadian yang menghasilkan sebuah kegelisahan. Kegelisahan tentang kenangan yang kadang-kadang menyergap datang, ada juga luka pada masa lalu, pertanyaan tentang kehadiran Tuhan di halaman hati kita, kegelisahan tentang kondisi kemiskinan dan ketidakadilan, kondisi lingkungan dan sosial kemasyarakatan  yang diolah dalam sebuah proses kreatif, diendapkan dan lahir berbagai puisi. Sesuai dengan hasil proses kreatif berdasarkan pengalaman dan kemampuan bathin para penyair dengan rentang usia yang berbeda.



Puisi –puisi ini juga bisa menjadi sebuah fungsi dari hasil pengamatan dari sebuah waktu sejarah yang dilalui oleh penyair, ada yang luput tak terjamah sejarah, di sini mungkin puisi dengan getir dan haru mencatatnya, dengan sebuah bahasa yang bisa menjadi indah. Tentunya pembaca puisi dalam membaca pesan moral dalam puisi, juga dituntut untuk punya kreatifitas yang bisa membawanya ke luar menguak makna dari kata-kata yang di sajikan penyair tersebut.



Antologi Puisi ini juga menjadikan sebuah pembelajaran bagi para penyairnya, agar terus berlatih mengasah kemampuan dalam menulis puisi. Bagaimana memilih kosakata agar Puisi memenuhi unsur estetikanya, bagaimana mempunyai kekhasan gaya bahasa, dan bagaimana memilih tema yang menarik. Kemampuan ini akan di dapat jika para penyairnya rajin membaca, rajin berlatih, dan rajin menulis.



Membaca sangat membatu untuk mendapatkan kosakata-kosakata baru. Baik membaca buku, membaca semesta, maupun membaca diri sendiri. Selain menghasilkan kekayaan kosakata, dengan membaca kita akan bisa menemukan kosakata-kosakata baru yang indah, imajinatif dan kontemplatif, sebagaimana dikatakan chairil anwar : kosakata yang membuat pembacanya “Melambung dan terhenyak”. Tentunya hal ini harus diramu dengan bagaimana mengungkapkan kegelisahan dan pengalaman batin dengan kalimat-kalimat yang menggunakan bahasa kiasan seperti metafora, allegori, personifikasi, metonimia, maupun sinekdoki.

Tidak kalah pentingnya adalah gaya bahasa,karena  gaya bahasa adalah susunan perkataan yang terjadi karena perasaan yang timbul atau hidup dalam hati penulis, yang menimbulkan suatu perasaan tertentu dalam hati pembaca, begitu kata Slametmuljana. Tiap pengarang itu mempunyai gaya bahasa sendiri. Hal ini sesuai dengan sifat dan kegemaran masing-masing pengarang. Gaya itu merupakan idiosyncracy atau keistimewaan kekhususan seorang penulis, menurut Milddleton Mury

Puisi sebagai sebuah bagian dari seni tentunya juga tunduk pada sebuah hakikat karya seni, yaitu selalu terjadi keregangan antara Konvensi dan pembaharuan (inovasi). Itulah kenapa Rifaterre mengatakan Puisi selalu berubah-ubah sesuai dengan evolusi selera dan perubahan konsep estetiknya.



Oleh karena itu apresiasi, penilaian, tafsir, dan penggalian makna, kami para penyair buku antologi puisi bersama ini saya serahkan sepenuhnya pada para pembaca.



Demikian kata pengantar singkat dari saya dan semoga hadirnya buku puisi ini, menjadikan semangat bagi para penyairnya juga penyair  lainnya untuk berkreasi dan menghadirkan puisi-puisi yang mewarnai Sastra kita. Bravo Sastra Indonesia!







Arif Gumantia

Ketua  pada Majelis Sastra Madiun