Masukan Nama Penyanyi - Judul Lagu

Mesin Cari Free Download Mp3 Gratis

Translate To Your Language

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF

Rabu, 24 Februari 2010

Twit dari mario Teguh yang menuai masalah!(poin 6)

1.Kebahagiaan adlh keadaan tanpa ketidak-bahagiaan,yaitu Kekhawatiran n Rasa Takut.
2.Yg Anda khwatirkn itu,apkh ada yg btl2 trjadi?Smpi kpn kah Anda akn mngkhawatirkn yg sbtlnya bs Anda selesaikan?
3.Kekhawatiran betul2 terjadi kepada dia yang hanya khawatir n mengeluh terus
4.Kita tdk bisa menyelesaikan kekhawatiranyang tidak kita ketahui namanya. apakah nama dari kekawatiran Anda?
5.Orang yang mandi saja butuh disemangati, tidak pantas untuk penyemangatan apapun
6.Wanita yg pas u/ tmn pesta,clubbing,bgadang smp pagi,chitchat yg snob,mrokok,n kdang mabuk tdk mungkin direncanakan jadi istri
7.Pria yang pas untuk #MTOF 7, tidak akan jadi suami yang setia dan ayah yang mengehabatkan anak-anak.
8.Karakter asli orang selalu baik, kelakukan buruknya yang menjadikannya dinilai harus memperbaiki diari.
9.Orang yang gelisah dan protes saat mendengar nasehat baik adalah orang baik yang sedang salah sikap.
10.Jodoh itu di tangan Tuhan dan akan lebih baik jika kita periksa apakah kita mempersulit orang yang ingin memperjodoh kita.
11.Hidup berbahagialah dengan istri anda yang baik atau suami anda yang anggun. Tidak ada kebahagiaan di yang selain kebaikan.
12.Pada akhirnya kita harus memilih wanita yang baik untuk istri, pria yang baik untuk suami dan membangun keluarga yang baik. Jika tidak segera, pasti nanti.
13.Janganlah kita akhirnya melakukan yang telah lebih dahulu dilakukan oleh mereka yang lebih ikhlas membaikkan diri, saat perbaikan menjadi terlalu sulit.
14.Ada hukum kepantasan bagi segala sesuatu maka ia yang memperbaiki diri akan menjadi pantas bagi kehidupan yang terperbaiki.
15. Ada orang yang dari seni ke jumat-memikirkan sabtu dan minggu, dan mengkawatirkan hari senin selama hari minggu. Dia hidup dari apa?

Minggu, 14 Februari 2010

Permen dari Tifatul, akankah pahit rasanya????

Menkominfo Tifatul Sembiring tengah menggodok peraturan menteri yang melarang pendistribusian, transmisi, dan penyediaan akses terhadap konten-konten pornografi serta yang berlawanan dengan kesusilaan, perjudian, penghinaan, dan SARA.

Rancangan Peraturan Menteri (RPM) itu kini mulai ramai dibicarakan para blogger di dunia maya.

Dalam keterangnya, Kemenkominfo menjelaskan, maksud dari pembentukan Peraturan Menteri Kominfo ini adalah untuk melindungi kepentingan umum dari segala jenis gangguan sebagai akibat penyalahgunaan Informasi Elektronik, Dokumen Elektronik dan Transaksi Elektronik yang mengganggu ketertiban umum.

Tujuan dari pembentukan Peraturan Menteri Kominfo ini adalah untuk memberikan pedoman kepada Penyelenggara untuk bertindak secara patut, teliti, dan hati-hati dalam menyelenggarakan kegiatan usahanya yang terkait dengan Konten Multimedia.

Berikut sebagian hal-hal yang diatur dalam RPM Menkominfo itu:

1. Penyelenggara dilarang mendistribusikan, mentransmisikan, dan/atau membuat dapat diaksesnya konten yang menurut peraturan perundang-undangan yang merupakan konten pornografi dan konten lain yang menurut hukum tergolong sebagai konten yang melanggar kesusilaan.

2. Penyelenggara dilarang mendistribusikan, mentransmisikan, dan/atau membuat dapat diaksesnya konten yang menawarkan perjudian.

3. Penyelenggara dilarang mendistribusikan, mentransmisikan, dan/atau membuat dapat diaksesnya konten yang mengandung muatan mengenai tindakan yang merendahkan keadaan dan kemampuan fisik, intelektual, pelayanan, kecakapan, dan aspek fisik maupun non fisik lain dari suatu pihak.

4. Penyelenggara dilarang mendistribusikan, mentransmisikan, dan/atau membuat dapat diaksesnya konten yang mengandung muatan berupa berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik, yaitu konten mengenai suatu peristiwa atau hal yang tidak benar atau tidak berdasarkan fakta yang dinyatakan sedemikian rupa sehingga menurut penalaran yang wajar konten tersebut adalah benar atau autentik, yang secara materil dapat mendorong konsumen untuk melakukan atau tidak melakukan suatu tindakan yang dapat mengakibatkan kerugian pada konsumen, muatan yang bertujuan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) meliputi konten mengenai penghinaan dan/atau menyatakan informasi yang tidak benar atau tidak sesuai dengan fakta mengenai suatu suku, agama, ras, atau golongan, muatan mengenai pemerasan dan/atau pengancaman meliputi konten yang ditransmisikan dan/atau diumumkan melalui Perangkat Multimedia yang bertujuan untuk melakukan kegiatan pemerasan dan/atau pengancaman, dan/atau muatan berupa ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi meliputi Konten yang ditransmisikan dan/atau diumumkan melalui Perangkat Multimedia yang bertujuan untuk melakukan ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi.

5. Penyelenggara dilarang mendistribusikan, mentransmisikan, dan/atau membuat dapat diaksesnya Konten yang mengandung muatan privasi, antara lain konten mengenai isi akta otentik yang bersifat pribadi dan kemauan terakhir ataupun wasiat seseorang, riwayat dan kondisi anggota keluarga, riwayat, kondisi dan perawatan, pengobatan kesehatan fisik, dan psikis seseorang, kondisi keuangan, aset, pendapatan, dan rekening bank seseorang, hasil-hasil evaluasi sehubungan dengan kapabilitas, intelektualitas, dan rekomendasi kemampuan seseorang, dan/atau catatan yang menyangkut pribadi seseorang yang berkaitan dengan kegiatan satuan pendidikan formal dan satuan pendidikan nonformal dan/atau muatan hak kekayaan intelektual tanpa izin dari pemegang hak kekayaan intelektual yang bersangkutan.

Menurut rancangan peraturan itu, Menkominfo juga akan membentuk Tim Konten Multimedia yang memiliki kewenangan untuk menentukan apakah sebuah konten termasuk konten yang dilarang atau tidak.

Tim ini nantinya beranggotakan maksimal 30 orang dengan komposisi 50 persen dari unsur masyarakat dan 50 persen lain dari unsur pemerintahan.

Selama setahun tim ini akan menganalisa konten-konten di internet dan memastikan konten-konten itu aman atau tidak.

sumber dari inilah.com