Masukan Nama Penyanyi - Judul Lagu

Mesin Cari Free Download Mp3 Gratis

Translate To Your Language

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF

Selasa, 24 Februari 2015

Tentang Steve Vai



Gitaris ini sempat memukau frank zappa saat dia masih sangat muda. Setelah berguru pada kakak kelasnya Joe Satriani. Dan melanjutkannya di berkelee college of music. Steve Vai, DEwa gitar kelahiran new York 6 juni 1960.hingga diajak mengisi posisi gitar oleh Frank zappa dan menghasilkan album album You are what you is (1981), ship arriving too late (1982) man from utopia (1983) them or us dan thing fish (1984).

Setelah keluar dari frank zappa melaunch album sendiri flex able dan flex able leftlovers (1984) tanpa mengadakan promosi yang gencar tapi laku 250 ribu kopi. Setelah itu steve vai diajak graham bonnet untuk bergabung dengan alcatraazz yang ditinggal gitarisnya yngwie malmsteen, bersama dengan alcatrazz menghasilkan album disturbing the peace 1985.

Di tahun 1986 steve vai menjadi buah bibir pecinta music rock dunia setelah direkrut oleh David lee roth yang hengkang dari van halen, dan menghasilkan album yang sukses Eat em and smile (1986) dengan lagu hitsnya yankee rose, dimana di bagian intro nya antara suara gitar steve vai dan vocal david lee roth seakan bercakap cakap sahut menyahut. Juga pada lagu shy boy. Dilanjutkan dengan album skycrapper (1988) dengan lagu hit just like paradise.

Tahun 1989 menggantikan posisi andrian vandenberrg di whitesnake yang sedang cedera untuk meneruskan penggarapan album slip of the tongue (1989), album ini juga meledak di pasaran dengan lagu judgement day, now you’re gone, cheap and nasty, dan the deeper of love.

Saat tahun 1990 meluncurkan album solo, album ini menjadi fenomenal  Passion and Warfare, album ini bisa dikategorikan sebagai album instrument gitar yang masterpiece di dunia. Dengan lagu hits liberty, dengan aroma hard rock yang kental juga pada erotic nightmare, the riddle, dan I would you go. Steve vai juga menunjukkan kemampuan eksplorasinya mencampurkan aroma jazz blues, funk spt lagu the answer, blue powder, dan for the love God.

Serupa novel  yang magis surealis dan absurd, album ini menunjukkan kepiawaian steve vai dalam bereksperimen dengan bunyi bunyi yang magis membawa pendengarnya pada imajinasi yang membuat melambung dan terhenyak seperti pada lagu love secrets dan alien water kiss. Dilanjutkan dengan album sex and religion di tahun 1993.

Steve vai juga pernah memenangkan Grammy sebagai Best Rock instrumental performance untuk lagu sofa yang merupakan tribute to frank zappa.  Sebagaimana seorang seniman pasti punya keunikan, steve vai selalu memasang lagu lagunya di track ketujuh pada album album solonya untuk lagu lagu balada yang melodius. Dan dikompilasikan pada tahun 2000 dalam album The 7th song: Enchating Guitar melodies archive.
Steve vai juga beberapa kali main film sebagai gitaris, spt dalam film crossroad dengan bintang Ralph macchio dan Teds Bogus Journey dg bintang Keanu reeves juga Encino men bintang Brendan fraser. Dan aktif juga bersama joe satriani tour G3. Kegeniusannya dalam bermain gitar menjadikannya steve vai banyak dijadikan gitaris tamu dengan berbagai genre music seperti  alice cooper (hey stooped) Randy coven (Funk me tender) Al di Meola’s (infinite Desire) dan billy shehan (compression)
Gitaris satu ini memang layak dijadikan legenda gitar dunia berkat eksplorasi eksplorasi dan tehniknya dalam menghasilkan bungi yang melodius membius tetapi terkadang meraung serupa binatang buas atau kicauan burung yang parau.


early bands
  • The Ohio Express (1971–1972)
  • Circus (circa 1973 to 1976)
  • Ravge (circa 1973 to 1976)
  • Bold As Love (1977)
Berklee bands
  • Axis (1978–1979)
  • Morning Thunder (1979)
Professional bands

Only brave heart playing Rock

Arif Gumantia

Senin, 16 Februari 2015

Diksi "Kelentit" dalam Puisi WS. Rendra



SAJAK S L A

Oleh :
W.S. Rendra

Murid-murid mengobel klentit ibu gurunya
Bagaimana itu mungkin ?
Itu mungkin.
Karena tidak ada patokan untuk apa saja.
Semua boleh. Semua tidak boleh.
Tergantung pada cuaca.
Tergantung pada amarah dan girangnya sang raja.
Tergantung pada kuku-kuku garuda dalam mengatur kata-kata.
Ibu guru perlu sepeda motor dari Jepang.
Ibu guru ingin hiburan dan cahaya.
Ibu guru ingin atap rumahnya tidak bocor.
Dan juga ingin jaminan pil penenang,
tonikum-tonikum dan obat perangsang yang dianjurkan oleh dokter.
Maka berkatalah ia
Kepada orang tua murid-muridnya :
“Kita bisa mengubah keadaan.
Anak-anak akan lulus ujian kelasnya,
terpandang di antara tetangga,
boleh dibanggakan pada kakak mereka.
Soalnya adalah kerjasama antara kita.
Jangan sampai kerjaku terganggu,
karna atap bocor.”
Dan papa-papa semua senang.
Di pegang-pegang tangan ibu guru,
dimasukan uang ke dalam genggaman,
serta sambil lalu,
di dalam suasana persahabatan,
teteknya disinggung dengan siku.
Demikianlah murid-murid mengintip semua ini.
Inilah ajaran tentang perundingan,
perdamaian, dan santainya kehidupan.
Ibu guru berkata :
“Kemajuan akan berjalan dengan lancar.
Kita harus menguasai mesin industri.
Kita harus maju seperti Jerman,
Jepang, Amerika.
Sekarang, keluarkanlah daftar logaritma.”
Murid-murid tertawa,
dan mengeluarkan rokok mereka.
“Karena mengingat kesopanan,
jangan kalian merokok.
Kelas adalah ruangbelajar.
Dan sekarang : daftar logaritma !”
Murid-murid tertawa dan berkata :
“Kami tidak suka daftar logaritma.
Tidak ada gunanya !”
“kalian tidak ingin maju ?”
“Kemajuan bukan soal logaritma.
Kemajuan adalah soal perundingan.”
“Jadi apa yang kaian inginkan ?”
“Kami tidak ingin apa-apa.
Kami sudah punya semuanya.”
“Kalian mengacau !”
“Kami tidak mengacau.
Kami tidak berpolitik.
Kami merokok dengan santai.
Sperti ayah-ayah kami di kantor mereka :
santai, tanpa politik
berunding dengan Cina
berunding dengan Jepang
menciptakan suasana girang.
Dan di saat ada pemilu,
kami membantu keamanan,
meredakan partai-partai.”
Murid-murid tertawa.
Mereka menguasai perundingan.
Ahli lobbying.
Faham akan gelagat.
Pandai mengikuti keadaan.
Mereka duduk di kantin,
minum sitrun,
menghindari ulangan sejarah.
Mereka tertidur di bangku kelas,
yang telah mereka bayar sama mahal
seperti sewa kamar di hotel.
Sekolah adalah pergaulan,
yang ditentukan oleh mode,
dijiwai oleh impian kemajuan menurut iklan.
Dan bila ibu guru berkata :
“Keluarkan daftar logaritma !”
Murid-murid tertawa.
Dan di dalam suasana persahabatan,
mereka mengobel ibu guru mereka.
Yogya, 22 Juni 1977. 
Potret Pembangunan dalam Puisi

Dalam Puisi diksi “kelentit” itu adalah hal yang wajar. Karena bisa menjadi ironi sekaligus perlambang dalam mengungkapkan gagasan atau ide. Mengobel kelentit menjadi ironi dalam system pendidikan kita. Sebagaimana karya W.S. Rendra yang lain, karya karya Rendra selalu melintasi ruang dan waktu, mangabadi, meskipun karya tersebut di ciptakan di tahun 70an.

Mengobel kelentit menjadi ironi akan tidak adanya patokan nilai nilai etika, semua tergantung amarah dan girangnya sang raja. Jadi bukan sesuatu yang tabu untuk menjadikannya diksi puisi. Justru bisa menjadi daya evokasi  (menguatkan makna) dari puisi tersebut.

WS. Rendra  mengekspresikan karya-karyanya dengan menulis apa yang dilihat, didengar, dan dihayati dari kondisi masyarakat sekitarnya. Penyair yang bisa mengidentifikasikan dirinya dengan mereka yang terluka, mereka yang dimiskinkan oleh kekuasaan, mereka yang disergap kesepian dan membuatnya terasing dalam derap laju pembangunan yang gegap gempita.

Pendidikan menjauhkan kita dari nilai nilai budaya menghormati, welas asih, saling berbagi, menolong teman, menjadikan kita selalu berhitung dengan matematika untung rugi. Rendra memberikan warning kepada kita semua agar menjadikan pendidikan kembali kepada khitahnya memanusiakan manusia.

Hal yang terpenting yang hendak disampaikan oleh Rendra adalah keteladanan adalah hal yang penting dalam Pendidikan, terutama apa yang dilakukan oleh Guru dan orang tua, juga pejabat Negara.
Puisi Puisi Rendra selalu actual, karena selaras dengan kehidupan sebagaimana pesannya :
“hanya dalam solidaritas dengan lingkungan alam, budaya dan kosmos, manusia dapat merasakan kedekatan dengan Tuhan hingga bisa manjing ing kahanan dan manunggaling kawula Gusti”

Dengan diksi diksinya yang bisa membuat kita melambung dan terhenyak, Sajak-sajak kritik social  WS. Rendra juga bisa berarti sebuah pemberontakan. Bukan sebagai pemberontak dengan orientasi politik dan kekuasaan, tetapi selalu memberontak akan keterbetasan-keterbatasan yang diciptakan karena dogma, doktrin politik, keadaan sosial yang timpang, kemiskinan, dan penindasan pada manusia. Dari sinilah pembaca akan menemukan sebuah benang merah yang terjalin dan selalu relevan dengan aktualitas negeri.


Arif Gumantia

Senin, 09 Februari 2015

Menikmati Puisi Musikal



 ( Dimuat di jawa pos minggu, 8 Februari 2015)



Haiku yang berasal dari jepang konon dibuat oleh para samurai setelah melakukan meditasi. Mereka menulis keadaan dan keindahan alam yang dilihatnya, tetapi ada unsur kedisiplinan, karena ada aturan yang ketat dengan tiga baris dan aturan tiga suku kata pada baris pertama, lima suku kata baris kedua, dan tiga suku kata baris ketiga. Dan dalam perkembangannya dalam bahasa inggris menjadi 5 -7 -5.

Sesuai dengan kaidah sastra yang selalu terjadi perubahan evolusi selera seperti kata rifatere maka muncullah puisi puisi pendek yang tidak ditulis dengan aturan aturan yang ketat sebagaimana haiku di jepang. Sebagaimana puisi puisi pendek yang ditulis oleh Candra Malik, penyair, penyanyi, pembicara, dan pejalan spiritual kelahiran solo ini.

Dia menuliskan pengalaman pengalaman cinta yang pernah, sedang, atau mungkin terjadi sebagai sebuah keadaan dan keindahan semesta, dalam Antologi #FatwaRindu Cinta 1001 Rindu. Puisi puisi pendek yang merupakan kumpulan kicauannya dalam media social Twitter. Puisi dengan satu baris, dua baris, tiga baris, atau beberapa puisi dengan lebih dari empat baris.

Meski pendek tetapi puisi tetaplah berasal dari sebuah “laku” atau Proses kreatif. Proses kreatif tentunya dimulai dengan pengalaman batin, pengalaman hati. Karena dalam hati manusia itulah terdapat jendela untuk melihat Tuhan, untuk melihat cerminan dirinya. Oleh karena itu, puisi juga merupakan katarsis, upaya bersih diri dari bentuk-bentuk kehidupan profan dengan nilai-nilai transendental. Puisi bisa menjadi pernyataan baru, sebuah cinta yang mendalam dan personal. seperti yang ditulis candra malik di bagian pembuka:

“Mencintai adalah kata kerja,/dicintai adalah “kata sifat”/tapi cinta bukan kata benda/cinta itu kata hati”
Candra Malik seakan mengajak kita bercakap-cakap melalui puisi-puisinya, dengan penggunakan diksi, kata, kalimat dan bait-baitnya yang berisi Ironi atau perlambang. Dengan gaya ungkap yang Liris, mentransformasikan antara “kegelisahan jiwa” Penyair dengan “kesadaran penyair itu sendiri. Puisi-Puisinya juga seakan sebuah percakapan antara “nurani” dan “realitas yang harus dihadapi”.

Seperti pada puisi Di halaman 254 :
“Rindu bahkan bersayap/ namun, bukan tentang terbang ia ke mana/melainkan tentang kepada
Anginlah ia setia.”

Sesuai dengan kredo media social yang mengharuskan kita menuliskan sesuatu dengan ringkas, cepat, dan bergegas karena adanya batasan ruang, maka beberapa puisi yang di tulis candra malik menjadi semacam ironi dari dunia yang semakin tanpa sekat, seolah olah dekat, tetapi karena hanya di dunia maya maka banyak jiwa jiwa yang terperangkap dalam rindu yang dalam pada dunia nyata. Seperti pada puisi di halaman 11:

“belum pernah kurasa yang kaurasa/ tapi, bagaimana cara bertukar nestapa?/cinta kita cinta terluka dari mula”

Octavio paz pernah menulis dalam the other voice “ kontribusi apa yang bisa diberikan oleh puisi dalam menciptakan teori politik baru? Bukan gagasan atau cita-cita baru, tetapi sesuatu yang lebih indah dan agung dan juga gampang pecah : MEMORI.” Ada suara lain yang disuarakan oleh para penyair dalam keriuhan huru hara politik, maka puisi menyuarakan nurani, menyuarakan sesuatu yang jujur, Dan nurani selalu mengajarkan agar hidup punya makna, yaitu Cinta. Sebuah kesadaran tertinggi , seperti apa yang ditulis candra malik di halaman 127 :

“cinta tidak mengajari aku apa-apa/selain bahwa aku bukan siapa siapa”
“Cinta tak mengenal jalan buntu/setiap kita, bukankah kekal dalam rindu”

Beberapa diksi metafora dalam puisi puisinya bisa bertransformasi dari makna konseptual menjadi  makna imajinatif. Hingga beberapa puisinya menjadi puisi Sufistik, seperti pada halaman 141 :

“jika dan hanya jika/kau kecup kedua mataku/seketika tiada dan selamanya tiada/akan pernah cukup aku melihatmu”
“aku mencintaimu seperti denyut/sewajarnya jika melulu terkejut kejut”


Latar belakangnya sebagai penyanyi membuat puisi-puisinya terasa meminjam istilah Carlyle “ merupakan pemikiran yang bersifat Musikal”. Pembaca bisa merasakan nada dan irama, yang kadang menghentak membuat kita meloncat, atau ritmis hingga seperti kita menggoyang-goyangkan kepala, bisa juga begitu lirih seperti sebuah sayatan gitar, biola atau harpa.

Meskipun beberapa puisinya terasa biasa dan bukan berasal dari pengalaman batin yang mendalam, tetapi keberanian untuk menerbitkan kumpulan puisi puisi pendek ini patut kita apresiasi, sebagai sebuah cara untuk merayakan hidup yang penuh dengan jalinan yang asing dan rahasia ini dengan puisi.



Arif Gumantia
Ketua Majelis Sastra Madiun