Masukan Nama Penyanyi - Judul Lagu

Mesin Cari Free Download Mp3 Gratis

Translate To Your Language

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF

Minggu, 31 Mei 2015

Happy Rock Monday #3 ( it's my life, Bon Jovi )




Happy Rock Monday #3 ( it’s my life, Bon Jovi )


setiap orang punya kehidupan sendiri sendiri yang harus dijalani, dengan segala suka dan duka yang mengiringi kehidupan ini secara silih berganti.
dan kebahagiaan akan kita rasakan sendiri, tergantung bagaimana kita mensyukuri apa yang telah kita miliki, karena kebahagiaan itu bersemayam di dalam hati.


pagi ini saya mendengarkan lagunya Bon Jovi yang relevan dengan hal ini, yaitu yang berjudul it's my life :


It's my life
It's now or never
I ain't gonna live forever
I just want to live while I'm alive (It's my life)
My heart is like an open highway
Like Frankie said I did it my way
I just wanna live while I'm alive
It's my life
This is for the ones who stood their ground
For Tommy and Gina who never backed down
Tomorrow's getting harder make no mistake
Luck ain't even lucky
Got to make your own breaks

seperti filosofi jawa yang mengatakan "urip kuwi sawang sinawang"
ketika kita melihat kehidupan seseorang sering kita berpikir alangkah enaknya dan bahagianya kehidupannya, sedangkan orang tersebut melihat kita lah yang hidupnya enak dan bahagia. padahal kebahagian yang hakiki ya ada di dalam diri kita, di dalam hati kita, dan kita sendiri yang merasakannya.


kata bon jovi : i ain,t gonna life forever, kita semua adalah makhluk yang fana, maka mari kita jalani anugerah kehidupan yang di berikanNYA dengan sebaik mungkin, kita syukuri setiap mendung, hujan, bianglala, langit, udara, dan cahaya yang diberikanNYA..

setiap orang punya jalan hidup yang berbeda, seperti kalimat dalam Puisi Chairil Anwar : Nasib adalah kesunyian masing masing. setiap orang menjalani takdirnya masing masing, dengan beragam profesi di dunia ini. dan salah satu cara untuk menjadi bahagia adalah menjauhkan diri dari sifat dan sikap iri dan dengki. iri terhadap kebahagiaan orang lain dan dengki terhadap orang orang yang bisa menyamai apa yang kita miliki.
sambil mendengarkan lagu ini saya juga teringat, filsuf jalaludin rumi yang mengatakan : Tuhan memberikan kita suka dan duka, agar kita bisa terbang menggunakan dua sayap dalam mengarungi kehidupan.maka tersenyumlah pada semua dukamu agar menjadi bunga dalam hidupmu.



so have a nice rockin' monday ...

Minggu, 24 Mei 2015

Happy Rock Monday #2 ( Dreams, Van Halen )

Happy Rock Monday #2 ( Dreams, Van Halen )





Setiap orang punya impian, dulu waktu SD kita pasti ingat sering ditanya orang tua atau guru apa cita cita kita nanti …dan jawabannya tentu beragam.  Ada yang ingin jadi dokter, guru, insinyur bangunan, ahli elektro, montir, penyanyi, dan lain lain.

Ada 2 teman saya SD dulu yang menjawab “aneh” menurut pikiran saya  waktu itu. Yang satu ingin jadi pembalap , dia mengatakan itu sambil menggambar sepeda motor balap. Dan satunya  lagi ingin menjadi sopir truk dengan alas an terlihat gagah…

Dan tak satupun yang bercita cita menjadi penulis..mungkin  karena waktu itu mungkin pikiran kita mengatakan penulis bukanlah sebuah profesi..:).

Hal ini menunjukkan bahwa sejak kecil kita punya impian, meskipun tidak semuanya impian itu bisa menjadi kenyataan, tidak semua kita menjadi seperti apa yang kita cita citakan. Tetapi impian tersebut telah mewarnai semangat kita untuk terus hidup.

Ada sebuah lagu yang sangat saya suka tentang impian ini, yaitu lagu dari van halen berjudul dreams, dengan komposisi pembuka suara keyboard  dari yang indah kemuadian dilanjutkan dengan suara Sammy hagar yang gahar , membuat irama lagu yang dinamis dan cocok untuk diputar di pagi hari saat kita perlu “mood booster”

Konon lagu ini terinspirasi dari kisah seorang pilot prancis yang punya impian bisa terbang saat dia masih kecil dan sering jatuh saat berlari.



Run, run, run, away
Like a train runnin off the track
The truth gets left behind
And falls between the cracks
Standing on broken dreams
But never losing sight
Spread your wings

We'll get higher and higher straight up we'll climb
We'll get higher and higher leave it all behind


Ketika kita terbangun di pagi hari ada dua pilihan, apakah kita akan terus bermimpi ataukah kita berusaha untuk mewujudkan mimpi tersebut. Dengan semangat, kerja , dan doa….kita akan bisa memberi sayap pada mimpi agar bisa terbang menuju harapan.

Rabu, 20 Mei 2015

Generasi kelahiran 70an dan 80an INILAH GENERASI YANG BAHAGIA






Kami adalah generasi ceria  yang masih bermain di halaman rumah, sawah, sungai, lapangan bola dan di jalan-jalan. Kami berlari dan bersembunyi penuh canda-tawa dan persahabatan. Main Galasin, Yoyo, Petak Umpet, Boy-boy an, Beteng, Lompat tali, Masak-masakan pakai seng, Ular naga, go back so door, mengejar layangan, bermain putren, balapan ban bekas, nonton karnaval 17 agustusan. Duduk semeja bermain Monopoli, Halma, Biji Sawo, Karet Gelang dan Ular Tangga dengan ceria.


Kami generasi yang rela ngantri di wartel dari jam 5 pagi agar bisa telepon interlokal murah, berkirim surat dan mencairkan resi di kantor pos ketika lebaran. Tiap sore kami menunggu cerita radio Brama Kumbara, berkirim salam lewat penyiar radio. Kamilah generasi yang SD nya merasakan papan tulis berwarna hitam, masih pakai pensil dan rautan yang ada kaca di salah satunya. 

Kamilah generasi yg SMP dan SMA nya masih pakai papam tulis hitam dan kapur putih. Generasi yang meja sekolahnya penuh dengan coretan kejujuran kami melalui tulisan Tipe-X putih, generasi yang sering mencuri pandang teman sekolah yang kita naksir, kirim salam buat dia lewat temannya dan menyelipkan surat cinta di laci mejanya, yang terkadang tanpa nama pengirim karena malu.


Kami adalah generasi yang merasakan awal mula teknologi gadget komunikasi seperti pager, Komputer Pentium jangkrik 386 dan 486 juga  betapa canggihnya Pentium 1 66Mhz. Kami generasi yang sangat bangga kalau memegang Disket kapasitas 1.44Mb dan paham sedikit perintah Dos dengan mengetik copy, save, del, md, dir/w/p. Kami adalah generasi yang memakai MIRC untuk chatting dan Searching memakai Yahoo. Generasi bahagia yang pertama mengenal Nintendo, Game Bot dengan menyewa pada bapak tua di pinggir lapangan dekat sekolah kami.


Generasi kamilah yang merekam lagu dari siaran radio ke pita kaset tape, yang menulis lirik dengan cara play-pause-rewind, generasi penikmat awal Walkman dan mengenal apa itu Laserdisc, VHS. Kamilah generasi layar tancap Misbar yang merupakan cikal bakal bioskop Twenty One.


Kami tumbuh diantara para legenda dunia Queen, Beatles, God Bless, Rinto Harahap dan pelantun Isabella Amy Search. Tumbuh dengan ketrampilan bikin kemoceng, lampion kertas dan kincir angin bambu yang ditarik dengan tali. Kami generasi bersepatu Reebook, Warior dan rela nyeker berangkat sekolah tanpa sepatu kalau sedang hujan. Cupu tapi bukan Madesu.


Kami adalah generasi yang bebas, bebas bermotor tanpa helm, bebas dari sakit leher gegara kebanyakan melihat ponsel, bebas manjat tembok stadion, bebas manggil teman sekolah dengan nama bapaknya. Bebas bertanggung jawab.


Sebagai anak bangsa Indonesia, Kami hafal Pancasila, Nyanyian Indonesia Raya, Teks proklamasi, Sumpah Pemuda, Nama-nama para Menteri dan Dasadharma Pramuka
Kini disaat kalian anak- anak kami sedang sibuk-sibuknya nya belajar dengan kurikulum mu yg njelimet, kami asik-asik an mengatur waktu untuk selalu bisa ngumpul reunion untuk sekedar mengenang masa lalu yang indah sambil tertawa ngakak.


Betapa bahagianya generasi kami



maaf anak-anak,... kalian belajar yg keras ya untuk mendapatkan kebahagian cara kalian sendiri...
Salam sayang dari kami.
Oiya, kami BUKAN 45 tahun, kami 22 tahun ... dg 23 tahun pengalaman.

Minggu, 17 Mei 2015

Happy Rock Monday ( Don't Stop Believin')



Pagi ini saya mendengarkan lagunya Journey  yang berjudul  Don’t stop believin’..
Saya suka lagu ini karena selalu mengingatkan untuk selalu percaya pada keajaiban Tuhan.  Don’t stop believing cause miracle never ending. Selalu ada keajaiban keajaiban kecil maupun besar dalam hidup kita.
Some will win, some will lose
Some were born to sing the blues
Oh, the movie never end
sIt goes on and on and on and on


Don't stop believin'
Hold on to the feelin'
Streetlight people

Ada kalanya kita kalah dalam pergulatan hidup, karena tak selamanya hidup selalu sesuai yang kita harapkan, tetapi semangat hidup jangan pernah padam …
Chairil anwar menulis kalimat di dalam puisinya : Hidup hanya menunda kekalahan, ada kata kalah tetapi ada juga kata menunda…yang sama sama penting. Semua pada akhirnya akan kalah terhadap waktu dan meninggalkan dunia yang fana, tetapi ada kata menunda yang berarti harus menunda kekalahan ini atau menjalankan peran hidup kita di dunia ini dengan berbuat kebaikan, melakukan sebuah darma yang baik apapun pekerjaan atau aktifitas kita.

Pramoedya ananta toer salah satu contoh yang baik untuk don’t stop believin’ ini, dibuang dan dipenjara oleh rezim orba tapi semangat menulisnya tak pernah padam, hingga menghasilkan karya yang luar biasa dan dibaca orang di seluruh penjuru dunia hingga mendapat nominasi Nobel.

Gus Dur juga demikian, keterbatasan fisik tidak menghalangi perjuangannya dalam memperjuangkan keadilan, kesetaraan, dan kemanusiaan. Hingga dikagumi di seluruh penjuru dunia. Mereka semua percaya bahwa keajaiban tidak pernah berakhir….so don’t stop believin’.

Minggu, 10 Mei 2015

Paduan narasi novelistis dan kenyataan historis ( Review Novel Rindu Terpisah di Raja Ampat, karya Kirana Kejora)

Novel ini lahir bersamaan dengan kesadaran pemerintah atas pentingnya pembangunan berorientasi kelautan. Pemerintah yang mencoba memperbaiki kesalahan selama ini yaitu “ Memunggungi lautan”. Padahal sebagian besar wilayah kita adalah lautan. Sehingga novel ini terasa signifikan dan relevan dengan apa yang kita lihat akhir akhir ini.

Novel “Rindu terpisah di Raja Ampat” karya Kirana Kejora, Novelis Kelahiran Ngawi Jawa Timur, yang juga alumni fakultas Perikanan Universitas Brawijaya malang ini menawarkan eksplorasi  dan narasi prosais dengan latar kisah di papua barat. Dengan tokoh tokohnya Rindu Eidelweis, Ganesha Airlangga, dan Karang Biru di kota Timika, Kuala Kencana, Sorong, dan Raja Ampat.

Riset yang mendalam sebelum menuliskannya, dan latar belakang novelis yang punya latar belakang pendidikan di perikanan maka novel ini menjadi prosa sintesis antara fakta dan fiksi yang nikmat untuk dibaca, dengan gaya bahasa yang ilmiah dan puitis, dengan  banyak makna yang bisa kita renungkan.

Kisah bermula dari penugasan kepada Rindu Eidelweis untuk melakukan riset dari sebuah perusahaan Konsultan perikanan dan kelautan untuk melakukan riset berbasis survey terhadap efektifitas bantuan Kapal Inka Mina di papua. Dan juga menulis artikel untuk majalah Sea paradise, sebuah majalah perikanan dan kelautan bertaraf internasional. (Hal 8).

Ada beberapa hal yang dapat dianalisa dan diapresiasi dari novel ini.. Yang pertama adalah gagasan atau tema yang dicoba diangkat dalam kisah novel ini, sebuah niat baik berupa bantuan pemberian kapal pada nelayan, jika tidak diawali dengan riset yang komprehensif akan mubazir atau sia sia..tema yang kedua adalah keindahan bawah laut raja ampat yang tak terpermanai masih belum bisa dirasakan manfaatnya secara maksimal bagi penduduk setempat.(Hal 43)

Yang kedua adalah narasi ilmiah yang sebagian besar ada di novel ini tapi di ceritakan dengan gaya bahasa yang mudah untuk dicerna, seperti istilah istilah tentang diving dan keanekaragaman hayati di lautan jenis jenis ikan, terumbu karang, dan ekosistem yang melingkupinya. (Hal 155)
Yang ketiga adalah Plot atau tehnik penceritaan dengan menggunakan alur cerita yang disusun secara linier hanya sekali menggunakan teknik flash back ketika Rindu eidelweis menjalani Orientasi Program Studi Pengenalan Kampus (OPSPEK) di fakultas perikanan universitas Brawijaya Malang dan bertemu dengan senoirnya Karang Biru. Dan kembali bertemu di raja ampat saat karang menjadi dive master. (Hal 125).

Novel yang tanpa banyak menggurui. Kirana lebih banyak menggambarkan suasana latar dan setting peristiwa lewat dialog dialog. Hingga pembaca bisa berimajinasi dan menerka tentang karakter dari para tokoh yang diciptakannya. Gaya bercerita ini juga berguna agar pembaca tidak bosan dan tetap setia membaca novel hingga di akhir cerita.

kekuatan sintesis dari novel ini memadukan Esai ironis, narasi novelistis,  kenyataan historis, aliran fiksi menjadi kesatuan tunggal. hingga kekuatan sintesisnya  mengkombinasikan berbagai hal untuk menjadi cerita yang menarik dari awal hingga akhir. Esai esai ironis tersirat pada dialog dialog yang dilakukan Rindu Eidelweis pada para nelayan, dan saat berkisah tentang keindahan kota kuala kencana.

Kenyataan historisnya ada pada kisah terbentuknya kerajaan kerajaan di papua barat, hingga nama nama pada bandaranya. (hal 47). Aliran fiksi menjadi bagian dari novelistis saat berkisah tentang cinta jarak jauh antara Rindu Eidelweis dan Ganesha Airlangga, dan cinta Lokasi antara Rindu dengan Karang Biru. Semua ini menjadi kombinasi menarik yang bisa dinikmati semua kalangan Pembaca mulai dari remaja hingga Dewasa.

Kritik yang diberikan pada novel ini adalah masih kurangnya eksplorasi secara mendalam terhadap gagasan agar bisa memenuhi unsur unsur sastrawi. Baik dari segi estetika, inovasi gaya penceritaan, maupun permasalahan kehidupan. Misalnya eksploitasi atas nama pariwisata hingga mengakibatkan hubungan yang timpang antara penduduk asli dan cukong, dan kontribusi yang masih minim terhadap kesejahteraan nelayan setempat.

Tetapi secara keseluruhan Novel ini harus kita apresiasi, karena masih sedikitnya novel yang berkisah tentang Papua, keindahan , dan permasalahannya, terutama keindahan alam bawah lautnya. Selain itu Novel adalah bagian dari karya untuk keabadian. Sebagaimana kata Pramoedya Ananta Toer : JIka umurmu tak sepanjang umur dunia, maka sambunglah dengan tulisan.


( Dimuat di Jawa Pos minggu, 11 mei 2015 )


Judul Buku : Rindu Terpisah di Raja Ampat

Penulis   :  Kirana Kejora

Jumlah Halaman : 266 Halaman
Penerbit   :  Zettu
Jln. Raya Munjul No. 1 Cipayung Jakarta Timur
Tlp: 021-84309746


Arif Gumantia
Ketua Majelis Sastra Madiun
Twitter : @arifgumantia

Rabu, 06 Mei 2015

10 Filosofi Jawa, yang diajarkan oleh Kanjeng Sunan Kalijaga :





1. Urip Iku Urup
(Hidup itu Nyala, Hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain disekitar kita, semakin besar manfaat yang bisa kita berikan tentu akan lebih baik)

2. Memayu Hayuning Bawono, Ambrasto dur Hangkoro
(Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan; serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak).

3. Suro Diro Joyo Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti
(segala sifat keras hati, picik, angkara murka, hanya bisa dikalahkan dgn sikap bijak, lembut hati dan sabar)


4. Ngluruk Tanpo Bolo, Menang Tanpo Ngasorake, Sekti Tanpo Aji-Aji, Sugih Tanpa Bondho
(Berjuang tanpa perlu membawa massa; Menang tanpa merendahkan atau mempermalukan; Berwibawa tanpa mengandalkan kekuatan; Kaya tanpa didasari kebendaan)


5. Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan
(Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri; Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu).


6. Ojo Gumunan, Ojo Getunan, ojo Kagetan, ojo Aleman
(Jangan mudah terheran-heran; Jangan mudah menyesal; Jangan mudah terkejut-kejut; Jangan mudah kolokan atau manja).


7. Ojo Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan lan Kemareman
(Janganlah terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan dan kepuasan duniawi).


8. Ojo Kuminter Mundak Keblinger, ojo Cidra Mundak Cilaka
(Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah; Jangan suka berbuat curang agar tidak celaka).


9. Ojo Milik Barang Kang Melok, Aja Mangro Mundak Kendo

(Jangan tergiur oleh hal-hal yang tampak mewah, cantik, indah; Jangan berfikir mendua agar tidak kendor niat dan kendor semangat).


10. Ojo Adigang, Adigung, Adiguno
(Jangan sok kuasa, sok besar, sok sakti)